Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Keputusan Erhan


__ADS_3

Rayyan dan Ezra masuk keruangan Murad bersamaan, mereka tidak tau sebenarnya apa yang terjadi. Dan membuat mereka di panggil ke ruangan Murad. Saat masuk ke dalam ruangan, mereka disuguhkan dengan pemandangan yang menyakitkan mata, para suami yang ditinggal istrinya bekerja.


"Zra, apa sebaiknya istri kita, kita suruh berhenti kerja aja ya. Dan ikut kita ke kantor, biar bisa menemani kita seperti mereka berdua. " kata Rayyan berbisik dengan keras si telinga Ezra.


Ezra acuh, dan langsung mendudukkan dirinya di sofa yang berhadapan dengan Murad dan Faza.


"Ada apa, kak. " tanya Ezra yang terkadang masih memanggil iparnya itu dengan sebutan kakak.


"Sebentar lagi akan aku jelaskan. Kita menunggu kedatangan daddy dan papa dulu."


"Daddy akan datang? " tanya Rayyan.


"Iya... "


"Lalu kakak ipar kecilku ini apakah akan mendengarkan pembicaraan kita juga. " kata Rayyan dengan mulut tak berfilternya.


"Eh, kak Rayyan. Meski bocil, di dalam perutku ini sudah ada calon tiga bocil. Jadi jangan meremehkan bocil sepertiku. " ketus Faza dengan masih membaringkan kepalanya di paha suaminya dengan manja.


Pintu ruangan Murad terbuka dan masuklah Erhan dan juga Kemal yang datang bersamaan ada juga dokter Evan. Rayyan dan Ezra langsung berdiri menyambut kedatangan Erhan, sedangkan Murad kesusahan untuk berdiri karena Faza tengah berbaring di pahanya.


"Tidak apa-apa Murad tetaplah duduk. " ujar Erhan meminta anaknya untuk tetap duduk.


Faza yang tau akan kedatangan daddy dan papanya pun hendak bangun tapi dia merasa kepalanya sangat pusing. Murad yang melihat itupun langsung membantu Faza untuk duduk.


"Apa Kamu tidak apa-apa? "


"Kepalaku pusing, " rengek Faza.


"Itu karena kamu tidak sarapan tadi. Aku belikan roti dan susu ya? "


Dengan terpaksa Faza mengangguk karena dia tidak ingin disuruh pergi dari pertemuan ini. Ezra yang mengerti, sebelum diperintah langsung keluar dan meminta OB untuk membelikan susu dan roti untuk adiknya.


"Apakah semua sudah berkumpul? " tanya Erhan kemudian setelah Ezra kembali.


"Hanya tinggal menunggu Zoya. "


"Zoya? kenapa Zoya juga harus datang? " tanya Erhan yang tidak mengerti kenapa anak perempuannya itu harus datang juga.


Begitu juga dengan Ezra yang tidak tahu atau mengerti kenapa istrinya harus datang. Murad langsung menghubungi Zoya untuk mengetahui dimana dia berada saat ini.


"Hallo kak? "

__ADS_1


"Kamu dimana? "


"Aku sudah di lobby, sebentar lagi aku sampai. "


"Baiklah kalau begitu. "


Murad menutup panggilannya dan dia mengatakan pada semua orang kalau Faza sudah ada di lobby.


Dia lalu beralih ke Faza yang duduk disampingnya, dan memegangi kepalanya.


"Faza jangan keras kepala, kalau kau merasa tidak nyaman sebaiknya kamu istirahat di ruangan Murad saja. " Kemal ikut menasehati Faza, karena dia tahu anak perempuannya ini sangat keras kepala.


Faza menggeleng, "aku kalau jauh dari kakak perutku mual, papa. "


Mereka semua menggeleng, karena tau drama ibu hamil pasti aneh-aneh. Akhirnya tak ada satupun yang berbicara dengan Faza.


Pintu kembali terbuka, dan Zoya masuk dengan sebuah kantong belanjaan.


"Kau bawa apa itu. " tanya Rayyan yang penasaran.


"Oh, tadi ku bertemu dengan seorang OB di depan pintu, lalu OB itu memintaku memberikan ini untuk Ezra. " Zoya memperlihatkan kantong plastik itu kepada semu orang. "Apa ini milikmu, sayang. " tanya Zoya kepada suaminya.


"Bukan itu milik Faza, dia tidak mau makan dan terpaksa aku belikan roti dan susu. " ujar Ezra.


"Ada apa kita berkumpul di sini. Apa ada yang penting? " tanya Zoya yang penasaran karena harus datang ke perusahaan.


"Kalau tidak ada yang penting, aku tidak akan menyuruh kita semua kumpul di sini. " kata Murad sambil melayani istrinya yang akan makan dan minum itu.


"Memangnya ada apa kak? " tanya Rayyan semakin penasaran, ada apa sebenarnya.


"Monica, dia sudah ada di negara ini. Dan tadi aku sudah bertemu dan berkenalan dengannya. " kata Murad sambil memasukkan sedotan ke susu kotak dan diberikan kepada istrinya agar cepat diminum.


"Apa? " semua orang terkejut kecuali yang sudah tau kalau Monica sudah datang.


"Bagimana bisa. " tanya Rayyan dan Zoya bersamaan.


"Evan, jelaskan. "


Dokter Evan lalu menjelaskan apa yang terjadi. Kemudian Murad juga menimpali kalau tadi wanita ular itu sudah berani menampakkan batang hidungnya di hadapan Murad, dengan pura-pura kecelakaan.


"Dasar wanita licik. " Gumam Rayyan.

__ADS_1


"Dari sini kita sudah tau, siapa incarannya. " kata Murad pada akhirnya.


Semua orang mengangguk mengerti.


"Dokter Evan cepat atau lambat, dia akan menghubungimu. Kau harus sudah siap dengan rencanamu. " kata Murad kemudian.


"Kalau saya sudah siap tuan, hanya tinggal Zoya nya saja. " ujar Dokter Evan.


Semua orang menatap Evan tak mengerti, kecuali Murad dan Ezra yang sudah mengetahui rencana Evan.


"Maksudnya? " tanya Zoya tak mengerti.


Murad lalu menjelaskan rencana dokter Evan yang mengikut sertakan Ezra sebagai suami Zoya. Karena Evan tidak ingin di anggap sebagai perusak rumah tangga mereka. Jadi dia meminta Ezra untuk melindungi mereka berdua.


"Sayang, apa boleh?" tanya Zoya yang meminta pendapat suaminya.


"Apa boleh buat, lagi pula yang digunakan adalah obat tidur kan, bukan obat perangsang seperti yang diminum Rayyan. "


Evan mengangguk, pasti. "Iya saya hanya akan memberikan obat tidur tuan. "


"Ya sudah kalau begitu tidak apa-apa. Lagipula aku kan bersama kalian nanti. Jadi kalian tidak akan berbuat aneh-aneh lagi." putuss Ezra pada akhirnya.


Baiklah, urusan di sini Aku serahkan kepada kalian. Murad kau harus hati-hati, dulu mamanya Shofie berani mengganggu mommymu pada saat hamil dirimu. Aku harap kau bisa menjaga Faza dengan baik apa lagi dia sedang hamil keturunan keluarga kita. " Erhan memberikan petuahnya kepada anak pertamanya.


"Baik dad, aku akan menjaga istriku dengan baik. Tadi dia tidak sempat melihat wajah Faza karena aku menutupu wajah Faza dengan jasku. " ujar Murad dengan ketegasan nya.


"Dan kau Rayyan, kau juga harus waspada, meskipun saat ini Monica sedang mengincar Murad, tapi besar kemungkinan itu adalah pengalihan perhatian saja, agar kau lengah. Dan dia bisa menguasaimu dengan mudah. Sifat kalian jauh berbeda, bisa saja wanita itu hanya menganggap Murad sebagai bagu loncatan untuk mendapatkan mu. " Erhan memberikan pandangannya kepada Rayyan Karena dia sudah hafal dengan wanita-wanita sejenis Monica.


"Baik dad, aku mengerti. "


"Dan kemanapun kamu pergi kalau bisa ajak istrimu. Karena aku rasa dia bisa menangani wanita seperti Monica. " lanjut Erhan.


"Aku mengerti dad. "jawab


"Dan kau Zoya, bantu dokter Evan. Karena Ezra juga ikut dalam rencana ini, jadi kau tidak perlu khawatir. Dia akan melindungimu. " kata Erhan lavi kepada anak perempuannya.


"Bai, dad. "


Urusan Monica disini, aku serahkan kepada kalian bertiga. Aku dan Kemal akan terbang ke Jerman untuk membuat perhitungan dengan Shofie, dan menyelematkan anak dan istri dokter Evan dan juga papanya dari wanita ular itu. Aku juga akan di bantu Max di sana. "


Erhan sudah memutuskan semuanya, jadi dia akan segera bertindak sesuai dengan janjinya yang akan melindungi dan mengobati anak dokter Evan.

__ADS_1


Semua orang mengangguki perintah dari Erhan, karena disaat seperti ini, Erhanlah yang bisa memutuskan segalanya, karena ini menyangkut keluarga besarnya..


__ADS_2