
Erhan dan Murad telah sampai di tempat Sandro dan Aliya di tahan. Mereka tidak langsung di bawa ke kantor polisi karena Erhan akan membuat perhitungan dulu dengan mereka.
Erhan segera keluar dari mobil menunggu sopir mereka menyiapkan kursi roda untuk Murad. Tapi apa yang terjadi, Murad ikut keluar dengan kedua kakinya sendiri dan berdiri tegak menjulang seperti sang daddy. Erhan dan sopir yang mengantar mereka pun merasa terkejut dengan apa yang mereka lihat.
"Mu.. Murad... ka... kau sudah bisa berdiri sendiri? Lalu apakah kau juga bisa berjalan? " tanya Erhan tak percaya dnegan apa yabg dilihatnya.
"Tentu saja dad, bahkan aku bisa berlari."
"Benarkah ? "
"Ayo, dad. Aku sudah tidak sabar memberi pelajaran kepada dua lalat pengganggu itu. " kata Murad dengan semangat.
Sebelum dia melangkah , Murad menatap sopirnya . "Apapun yang kau lihat tentang diriku malam ini , Jangan pernah sampai keluar dari mulutmu tetaplah diam , seolah-olah kau tidak tahu apa-apa tentang kejadian malam ini ." Kata Murad yang mengancam sopirnya itu .
Sopir itu hanya mengangguk , mengiyakan ucapan Murad . Karena dia takut dengan tatapan tajam milik Murad yang menatapnya.
Erhan memandang Murad tak percaya , dia tidak tahu apa maksud Murad menyembunyikan semua ini dari semua orang . Tapi yang pasti , dia yakin Murad memiliki sebuah rencana . Apa itu? mungkin nanti dia akan mencari tau.
Erhan dan Murad akhirnya berjalan masuk ke dalam ruangan ,tempat Sandro dan Alia disekap . Di sana juga sudah ada Kemal yang menjaga mereka berdua . Saat pintu terbuka , Kemal berdiri menyambut Erhan dan Murad . Matanya terbelalak , saat melihat Murad sudah bisa berdiri dan berjalan dengan normal .
"Apakah aku tidak salah lihat , kau sudah bisa berjalan tuan muda ." Kata Kemal ,yang selalu memanggil Murad dengan panggilan tuan muda, padahal tuan muda itu sekarang adalah menantunya.
"Iya Papa , aku sudah bisa berjalan sekarang . Tapi tetap rahasiakan ini , dari siapapun karena aku memiliki rencana di balik ini semua ." Kata Murad yang sudah biasa memanggil Kemal dengan panggilan papa sekarang.
"Apakah Faza tahu kalau kau sudah bisa berjalan ?" tanya Kemal panasaran
"Tidak, Faza tidak tahu. Aku belum memberitahunya, Aku masih ingin dimanja sama anak papa. hehehe... Dan Aku hanya mengatakan kepadanya kalau aku sudah bisa berdiri . Tapi itu pun masih dalam keadaan tremor seperti video yang di kirimkan Faza tadi pagi kepada kalian. " kata Murad wajah cengengesan.
Kemal dan Erhan menggelengkan kepala dengan ulah Murad yang diluar ekspektasi.
Jadi video yang dikirimkan Faza tadi pagi itu hanya ke pura-puraanmu saja ?" Giliran Erhan yang bertanya .
"Ya begitulah. " jawab Murad enteng sambil mengangkat bahunya.
"Baiklah baiklah , masalah ini kita bicarakan nanti sekarang kita selesaikan masalah dengan Sandro dan anaknya yang sudah berani bermain-main dengan kita ." Kemal menengahi perdebatan ayah dan anak itu .
Tanpa mereka sadari , perdebatan mereka dari tadi juga disaksikan oleh Sandro dan Aliya . Aliya tidak menyangka bahwa ada seorang pria tampan lagi di dalam keluarga Khan .
__ADS_1
"Pah siapa pria itu." tanya Aliya kepada Papanya .
"Dia adalah Murad , Putra pertama dari keluarga Khaan . Yang akan mewarisi kerajaan bisnis keluarga itu ." jawab Sandro apa adanya.
"Lalu Rayyan Apakah dia juga akan mewarisi perusahaan keluarga mereka? " tanya Aliya lagi penasaran sambil terus memandang wajah tampan Murad.
"Aku tidak tahu , yang aku tahu pewaris perusahaan keluarga itu adalah Si anak pertama dia adalah Murad. Dia sangat tenang tapi juga sangat kejam dan menakutkan bagi para pebisnis nakal seperti papa. Sifatnya Tidak seperti ayahnya dan Rayyan,Kalau setahuku sifat Rayyan dan tuan Erhan hampir mirip." Kata Sandro kepada anaknya .
"Maksud papa? "
"Jika mereka berdua marah, atau emosi. Maka emosi dan amarah itu langsung di keluarkan seketika itu juga. Tapi tidak dengan Murad, Amarahnya dia tahan, tapi tau-tau perusahaan seseorang sudah habis sebelum satu jam. Tuan Murad sangat kejam di dunia bisnis. Tidak seperti ayahnya dulu. " kata Sandro lagi. mereka saling berbisik membicarakan orang di depan mereka.
"Kenapa Papa dulu hanya mengenalkanku pada Rayyan tidak kepada Murad, mungkin saja Murad akan tertarik kepadaku jika melihat kecantikanku ." Ucap Alia percaya diri .
"Mendapatkan Rayyan saja kau tidak bisa , apalagi menggaet hati tuan muda itu . Itu sangat mustahil dan sekarang jangan pernah bermimpi untuk semua itu . Karena kita ada di ujung tanduk . Berdoalah Semoga Tuan Erhan mau memaafkan kita .Dia mengampuni kita saja itu lebih baik , daripada kita mati di tangannya . " Kata Sandro dengan nada ketakutan karena Erhan sudah mendekatinya bersama Murad dan Kemal .
"Selamat malam Tuan Sandro , Bagaimana kabar anda malam ini ." saa Erhan dengan suara dinginnya .
"Aku baik-baik saja Tuan , Maafkan aku Tuan Erhan , tolong ampuni kami . " Kata Sandro dengan wajah yang sudah ketakutan .
"Cihh , kau sudah bermain-main dengan keluargaku , sekarang kau mau minta maaf kepadaku dan berharap aku maafkan mu . Itu terlalu berlebihan Sandro . Sekarang Katakan padaku hukuman Apa yang kau inginkan dari kami yang telah kau usik . Sebuah kebangkrutan , mendekam di penjara , atau tetap tinggal di sini tanpa Kami beri makan dan minum sampai kau mati perlahan bersama anakmu itu . Aku beri kau tiga pilihan . Karena aku sudah mengantongi semua kejahatan yang telah kau lakukan selama ini jika kau ingin mendekam di penjara , akan Aku pastikan waktunya tidak akan sebentar Tuan Sandro. " kata Erhan dengan senyuman mengejek.
Sandro menelan salivanya dengan kasar , ternyata dia telah salah memilih lawan dan mau saja mengikuti rencana anaknya yang terobsesi oleh Rayan . Sandro dan Alya saling berpandangan mereka mencari jawaban satu sama lain .
"Tuan Biarkan kami hidup , dan kami akan , pergi Sejauh Mungkin dari kehidupan kalian . Kami tidak akan Mengusik keluarga kalian lagi ." Ucapnya terus dengan lelehan air matanya .
"Tunggu dulu dad , sebelum Daddy memberi keputusan . Aku punya rencana bagus untuk mereka ." Kata Murad dengan senyuman yang menakutkan .
"Apa ?" Tanya Erhan singkat .
"Karena mereka telah mengganggu Rayyan dan istrinya , Bagaimana kalau istri Rayyan yang memberi hukuman kepada wanita itu, agar dia tahu tidak akan mudah bagi wanita lain yang ingin masuk ke dalam keluarga kita .Kecuali kita yang memilih mereka, dan aku ingin melihat seperti apa istri Rayyan saat dia sedang marah melihat wanita , yang terang-terangan ingin menggoda suaminya . Setelah itu baru kita putuskan hukuman apa yang pantas untuk mereka berdua ." Kata Murad yang menyampaikan rencana di otaknya .
"Aku rasa itu ada bagusnya Erhan ," ujar Kemal yang menyetujui ide dari Murad .
Erhan berpikir sejenak , dan akhirnya ia menganggukkan kepalanya tanda setuju .
"Baiklah aku setuju dengan idemu Murad , karena ini menyangkut rumah tangga Rayyan , maka kita akan menyerahkan kepada Rayyan hukuman apa yang pantas untuk mereka." Kata Erhan menyetujui usul dari Murad
__ADS_1
"Kita tinggalkan mereka disini,dan tempatkan beberapa orang untuk menjaga mereka berdua di tempat ini. Besok kita kemari lagi bersama Rayyan dan istrinya.
Akhirnya ,Erhan Murad dan Kemal pergi dari tempat itu dan kembali ke kediaman mereka masing-masing . Besok mereka akan kemari lagi untuk menentukan hukuman apa untuk mereka berdua , setelah bertemu dengan Rayyan dan Zahra .
°
°
Di sebuah kamar hotel , tanpa seorang wanita yang ingin turun dari ranjangnya . Karena sudah merasakan kantong kemihnya penuh , dan harus segera dikeluarkan . Dengan sedikit susah payah dia turun dengan perlahan. namun gerakannya terhenti , saat merasakan bagian inti tubuhnya sakit .
"Aduh." pekiknya, saat dia benar-benar merasakan perih disana.
Rayyan langsung terbangun karena mendengar pekikan Zahra , ia langsung membuka matanya saat melihat Zahr yang Ingin turun dari ranjang , tapi seperti ada yang menahannya .
"Kamu kenapa Za ?" Tanya Rayyan dengan suara parau khas bangun tidur .
"Aku ingin buang air kecil , tapi itu ku sakit . Perih sekali rasanya ." Keluh Zahra yang sudah tidak bisa menahan air matanya .
"Melihat itu , Rayyan langsung menggendong tubuh Zahraa yang polos ke dalam kamar mandi ." Zahra yang terkejut , langsung melingkarkan kedua tangannya leher Rayyan .
Rayyan langsung mendudukkan Zahra di toilet duduk agar dia bisa membuang air kecil dengan nyaman. Dia lalu berdiri di samping Zahra. Mereka sama dalam keadaan polos tanpa mereka sadari.
"Ray bisakah kamu memakai bajumu? " ucap Zahra dengan tersipu.
Rayyan yang mendengarnyapun langsung menoleh ke arah Zahra , dia akhirnya baru menyadari kalau mereka berdua sama-sama dalam keadaan polos. Rayan langsung mengambil barhrobe dan memakainya untuk menutupi tubuh bagian atas dan sebagian bawahnya . Begitu juga dengan ,Zahra . Rayyan langsung mengambilkan bath robe Zahra untuk segera dipakainya , agar dia tidak masuk angin .
"Apa kau sudah selesai Zahra? " tanya Rayyan kepada istrinya.
"Aku sudah selesai ," kata Zahra sambil memencet tombol untuk membersihkan area bawahnya .
Rayan langsung menggendong tubuh Zahra , dan menidurkannya di atas ranjang ,
"Maafkan aku Zahra , karena sudah membuatmu seperti ini . Kau tidak bisa berjalan karena aku ." ucal Rayyan penuh penyesalan.
"Tenanglah Rayyan , aku baik-baik saja . Mungkin ini karena pengalaman pertamaku . Jadi agak kesusahan . Aku akan banyak belajar agar bisa memuaskanmu nanti di ranjang kata. " Zahra dengan senyuman genit kepada suaminya itu .
Melihat itu , Rayan jadi salah tingkah . Dan langsung mencium Zahra dengan membabii buta .
__ADS_1
"Ingatlah Ray , bukannya aku menolakmu . Tapi ini masih sakit sekali . Aku harap kamu bisa bersabar , sampai keadaannya pulih ?" Zahra dibuat ketar ketir sendiri jadinya dengan tingkah Rayyan yang sudah di luar kendali.