Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Ryan, Ryder Dan Rania


__ADS_3

Hari itu juga Nisa dan Erhan begitu juga Alima dan Kemal, sibuk menghubungi beberapa orang yang akan terlibat dalam acara tasyakuran ketiga cucu mereka.


Nisa menghubungi yayasan panti asuhan tempat mereka biasa memberikan santunan kepada anak yatim. Erhan menghubungi pemilik restoran begitu juga Kemal menghubungi peternakan kambing untuk acara aqiqoh cucunya.


Saat mereka sedang sibuk, Tiba-tiba Zahra menginterupsi.


"Maaf mom, dad. Bolehkah aku bicara? " kata Zahra dengan ragu.


Semua orang menoleh kepada Zahra, ingin tahu apa yang ingin dia katakan.


"Ada apa, Zahra. Katakanlah." Nisa menghentikan aktifitasnya, untuk mendengarkan apa yang ingin Zahra katakan.


"Maaf mom, dad. Apakah kalian lupa kalau menantu kalian ini memiliki restoran? Kenapa kalian susah payah mencari restoran untuk acara ketiga keponakan ku? Kalau aku sendiri bisa membantu."


Semua orang saling berpandangan dan menepuk jidat mereka bersamaan. Kenapa merek bisa lupa?


"Jika kalian berkenan aku dan timku yang akan membantu persiapan tasyakuran ketiga baby Faza. Kalian hanya perlu mempersiapkan kambingnya saja. Nanti kami yang akan bekerja. " ujar Zahra kemudian.


Nisa langsung berdiri dan berhambur memeluk menantunya itu.


"Terimakasih sayang... "


"Kak Zahra terima kasih. "


"Sama-sama mom, Faza. Sudah tugasku membantu keluarga ini. Karena kalian juga keluargaku. "


"Aku juga bahagia bisa menggendong baby boy ini. " ungkap Zahra.


Mereka semua bisa bernafas lega karena akhirnya semua urusan tasyakuran anak-anak Faza sudah selesai. Panti asuhan sudah didapatkan dan masalah makanan juga beres. Tinggal menunggu hari H saja, yaitu dua hari lagi. Kalau besok memang terlalu mendadak untuk segala persiapannya. Jadi mereka putuskan dua hari lagi.


Faza membawa anak-anaknya masuk ke kamar dibantu Murad dan Zahra lalu menidurkan mereka di masing-masing box yang sudah disediakan.


Zahraa lalu duduk berdua dengan Faza di sofa yang berada dikamar Faza. Sedangkan Mirad kembali ke ruang keluarga lagi, karena sepertinya ada yang ingin mereka bicarakan berdua.


"Faza, apa ucapanmu kemarin masih berlaku untukku?

__ADS_1


"Ucapan yang mana, kak? "


"Sebelum kamu melahirkan kemarin, tentang anak." Zahra mengingatkan.


"Oohh, bagaimana kak, apa anakku sangat tampan? "


"Iya mereka berdua terlihat tampan. Matanya mengikuti mata daddy Erhan yang sangat indah. "


"Kakak benar... mereka bertiga sangat menggemaskan. " Faza gemas sendiri melihat ketiga anaknya itu.


"Jadi...? "


"Iya kak, boleh. tapi jangan sekarang ya, mereka kan masih terlalu ringkih, masih membutuhkan aku selama 24 jam untuk meminum Asi. Nanti kalau dia sudah agak besar sedikit kakak bisa mengajaknya tidur bersama kakak. Untuk saat ini, kita bermain-main seperti biasa saja kak. "


Zahra mengangguk mengerti, karena dia tahu sendiri saat ikut menjaga Faza dirumah sakit. Perawat harus membangunkan Faza karena anak-anak mereka menangis dan mereka kehabisan stok ASI Faza sehingga mereka harus membangunkan Faza menyusui anaknya sendiri.


"Baiklah, Faza aku mengerti.Terima kasih ya. "


"Iya kak. Kakak bersabar dulu ya, tunggu sampai mereka tidak rewel. Aku takut nanti saat mereka terbangun malam hari dan menangis itu akan mengganggu kakak dan kak Rayyan. Apalagi kak Zahra harus bekerja di pagi hari. "


Setelah mengatakan itu, Zahra keluar dari kamar Faza dengan senyuman yang terkembang. Biarlah sekarang dia hanya bisa membantu merawat bayi Faza saat berkumpul seperti ini. Apakah dia harus berhenti kerja, agar dia bisa merawat bayi Faza, atau untuk melakukan program kehamilan.


Zahra juga pernah berfikir kalau selama ini dia belum diberi kepercayaan karena dia atau Rayyan terlalu sibui dan kelelahan. Mungkin sekarang saatnya dia mengajak Rayyan untuk cek kesuburan. Walau sebenarnya dia takut, kalau dia yang tidak sehat. Tapi kini dia tidak peduli, dari pada dia harus penasaran.


°


°


°


Hari yang dinanti pun tiba, akhirnya acara tasyakuran untuk cucu pertama keluarga Khan akan dilakukan di sebuah panti asuhan bersama warga sekitar panti. Kenapa mereka melakukannya disana? Karena mereka percaya kalau doa dari para anak yatim itu langsung menembus langit.


Zahra juga sudah mengarahkan timnya untuk datang ke tempat acara dengan mobil box yang sudah disiapkan.


Seluruh keluarga juga sudah berkumpul disana begitu juga dengan ketiga bayi yang memiliki hajat. Lantunan doa dan sholawat berkumandang. Ustadz memimpin doa, mendoakan semoga ketiga anak ini kelak menjadi anak-anak yang sholeh dan sholeha.

__ADS_1


Kini tiba saatnya Murad mengumumkan nama untuk ketiga anaknya.


"Anak pertama kami bernama "Ryan Elvano Khan" Ryan artinya Raja, Elvano adalah anak yang kuat hadiah dari Tuhan. Kami akan memanggilnya baby El. "


"Anak kedua kami bernama "Ryder Al-Fatih Khan" Ryder yang memiliki arti ksatria dan Al-Fatih adalah pemimpin atau penakluk. Kami akan memanggilnya baby Ray sama seperti pamannya."


"Anak ketiga kami bernama "Rania Nazia Khan" Rania adalah ratu dan Nazia adalah perempuan yang memberi kemuliaan keluarga. Kami memanggilnya baby Zia. "


"Semoga anak-anakku bisa menjadi pribadi yang baik sesuai arti dari nama mereka. Karena memberi nama kepada anak, merupakan doa dan harapan orang tua kepada anaknya. Aamiin. "


Semua orang benar-benar terpukau dengan nama dan arti nama yang diberikan Murad kepada anak-anak nya. Benar-benar memiliki makna dan doa yang luar biasa yang tekandung didalamnya.


Erhan menepuk-nepuk bahu Murad penuh kebanggaan. Anak pertama mereka yang memiliki nama seorang raja. Sesuai keinginannya yang menginginkan anak itu sebagai penerus utama dikeluarga mereka.


"Aku bangga kepadamu Murad. " Erhan langsung memeluk anak pertamanya itu penuh kebanggaan.


Semua orang yang melihat itu pun ikut terharu dan bangga. Walau itu bukan nama anak mereka.


"Nanti aku akan membuatkan nama yang bagus untuk anak kita. " bisik Ezra di telinga istrinya.


"Tentu saja kau harus memberi nama yang bagus untuk anak kita. Jangan kalah dari kak Murad. " balas Zoya.


Mereka berdua terkikik dengan obrolan mereka berdua.


Setelah pengumuman nama ketiga bayi kembar itu. Acara di lanjutkan dengan makan bersama. Yang didahulukan adalah para anak yatim terlebih dahulu sebelum warga sekitar yang ikut hadir disana. Mereka semua bersuka cita hari ini karena bisa ikut makan bersama dengan pengusaha nomor satu di negara mereka. Sebuah kebanggan bagi mereka dapat dijamu sedemikian rupa oleh keluarga konglomerat itu.


Ketiga bayi Faza hanya tertidur dan tidak rewel sama sekali selama acara berlangsung. Zahra selalu menggendong baby Ryder dalam pangkuannya, karena sepertinya dia telah jatuh cinta kepada anak itu.


"Apa kau sangat menyayanginya, sayang. "


"Iya, sejak kemarin pertama kali aku menggendongnya aku sangat menyayanginya. Dia akan menjadi anak kita. " kata Zahra dengan tersenyum senang.


"Iya, bahkan panggilan namanya sama seperti panggilan namaku. Mungkin kelak kita akan menjadi teman baik. " ucap Rayyan sambil tertawa.


Murad dan Faza yang mendengar itu hanya tersenyum, Mereka tidak akan melarang adiknya itu untuk menganggap anaknya sebagai anak mereka sendiri. Karena mereka adalah saudara yang bahkan tinggal dalam satu atap. Saat ini mereka tidak akan bersikap egois dengan melarang hal itu. Karena mereka harus memikirkan perasaan Zahra yang sampai saat ini belum dikaruniai momongan.

__ADS_1


__ADS_2