Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Perasaan Rayyan Sebenarnya


__ADS_3

Semua orang sudah berkumpul di meja makan untuk melakukan sarapan ,begitu juga dengan pasangan pengantin baru Rayyan dan Zahra . Mereka baru saja sampai setelah terjadi perdebatan kecil di antara mereka .


Para istri mengambilkan , makanan untuk suami mereka terlebih dahulu . Dan itu tak luput dari pandangan Zahra , tapi Zahra merasa kikuk untuk melakukannya . Rayyan hanya menatap Zahra dengan pandangan mata nanar .


"Kenapa aku sial sekali sih , menikah dengan wanita seperti ini ." Gumam Rayyan dalam hati .


Sampai suara Nisa , meminta Zahra untuk menyiapkan makanan Rayyan .


Dengan terpaksa Zahra mengambilkan makanan untuk Rayyan , dengan porsi nasi yang banyak dan semua lauk pauk dimasukkan ke dalam piring Rayyan . Membuat semua orang yang berada di sana ingin tertawa , namun mereka menahannya . Mereka melihat respon Rayyan , yang terbelalak melihat makanan di hadapannya .


"Kau pikir aku tidak makan selama satu minggu . Sampai kau berikan aku makanan seperti ini sebanyak ini ." gerutu Rayyan.


"Aku kan tidak tahu seberapa porsi makanmu, Ray." kata Zahra dengan kesal .


Dia Lalu mengambil kembali sebagian makanan dari piring Rayyan , lalu menaruhnya di piringnya sendiri . Melihat itu membuat Nisa dan Erhan tersenyum . Sepertinya memang , Nisa harus memberikan pelajaran singkat kepada istri Rayan.


"Apa segini cukup Ray ?" Tanya Zahra kepada Rayan .


"Iya segitu dan ingat-ingat porsi makanku hanya sedikit , agar tidak tumbuh banyak lemak di tubuhku ." Kata Rayan dengan Ketus .


Akhirnya mereka semua makan dengan tenang , tidak ada yang bersuara agar mereka bisa menikmati makanannya .


Namun saat kepala keluarga telah selesai makan dia langsung bersuara . Tanpa menunggu yang lainnya selesai makan . Mereka pasti mendengarkan apa yang Erhan katakan .


"Mulai nanti malam , dokter Evan akan tidur di paviliun . Karena aku tidak mau ada keributan antara dokter Evan dan Ezra . Lagi pula dokter Evan sudah memiliki istri dan anak Ezra . Aku harap kamu tidak salah paham lagi kepada dokter Evan . Dia tinggal di sini untuk membantu Murad , agar segera sembuh . Dan menangkap para ulat bulu yang ingin masuk ke dalam keluarga ini ." Kata Erhan dengan tegas menatap ke arah Ezra.


Ezra yang menjadi tersangka langsung menunduk dan mengangguk . "Iya Dad, aku mengerti. "


"Untuk dokter Evan , alat-alat yang kau butuhkan untuk terapi Murad mungkin akan datang nanti siang atau sore . Jadi kau bisa memulai terapi Murad besok ." Kata Erhan kepada dokter Evan .


"Baik tuan saya mengerti ." dokter Evan.


"Nanti para pelayan akan membantumu membersihkan Paviliun , untuk tempatmu tinggal selama di sini ." Kata Erhan lagi .


Dokter Evan hanya mengangguk sebagai responnya .


"Baiklah aku rasa, cukup sampai di sini yang ingin aku sampaikan . Apa ada yang ingin kalian tanyakan ?" Kata Erhan kepada semua orang .


Zahra lalu mengangkat tangannya .

__ADS_1


"Ada apa Zahra ? Apa ada yang kau inginkan ?" tanya Erhan kepada menantu barunya.


"Apakah aku boleh bekerja Dad ?"


Semua orang menatap ke arah Zahra .Mereka ingin tahu pekerjaan apa yang ditekuni Zahra selama ini .


"Memangnya kamu kerja apa ? " Tanya Erhan .


"Dia adalah seorang chef ,dad. Dan dia memiliki beberapa restoran di sini ." Zoya yang menjawab


"Apakah benar itu Zahra ?" Tanya Erhan yang tak percaya dengan apa yang dikatakan Zoya


Zahra mengangguk , " Iya dad Aku adalah seorang chef . Dan aku harus mengawasi para pegawai ku . Jadi apakah aku boleh bekerja ?" tanya Zahra lagi.


Erhan dan Nisa saling berpandangan , Erhan lalu mengangkat satu alisnya . Dan itu dimengerti oleh Nisa .


"Boleh sayang , tapi untuk satu hari ini . Kamu harus libur kerja dulu . Karena ada sesuatu yang ingin Mommy sampaikan kepadamu ." Kata Nisa yang menjawab .


Zahra kemudian melirik ke arah Rayyan , tapi Rayyan sama sekali tidak peduli kepadanya . Pada akhirnya dia pun mengangguk , menyetujui permintaan Nisa .


"Baiklah kalau sudah tidak ada yang mau ditanyakan lagi , aku berangkat dulu Sayang . " Pamit Erhan kepada istrinya.


Nisa lalu mengantarkan Suaminya ke depan Begitu juga Alima dan Zoya yang mengantarkan suaminya ke depan. Tapi tidak dengan Zahra. Dia tetap berada di meja makan menghabiskan makanannya.


"Kasihan Rayyan ." Kata Murad tapi masih bisa didengar oleh Zahra .


"Memangnya Rayyan Kenapa kak ." Kata Zahra dengan tanpa dosa sedikitpun .


"Tidak ada ." Jawab Murad Ketus . Lalu meminta Faza untuk pergi dari sana meninggalkan Zahra sendiri di ruang makan .


Semua orang , sepertinya tidak suka kepadanya . Memangnya apa yang salah pada dirinya . Pikir Zahra saat ini . Dia selalu meraba-raba kesalahan apa yang telah dia perbuat di rumah ini . Namun dia tetap tidam tau.


Di halama mansion, sebelum Rayyan berangkat kerja, dia berbicara dulu dengan mommynya. Dia ingin meminta tolong kepada Mommynya, tentabg Zahra yang tidak tau apa-apa tentang masalah rumah tangga.


"Mom Boleh aku minta tolong ?"


"Katakan Ray ada apa ?"


"Ini tentang Zahra mom ."

__ADS_1


"Memangnya Zahra kenapa ?" Tanya Nisa yang sebenarnya dia tahu tentang Apa yang terjadi pada pernikahan anaknya.


"Ajari dia cara menjadi seorang istri yang baik , yang bisa melayani suaminya secara lahir dan batin . Seperti menantu di rumah ini ." kata Rayyan yang sedang. Mengatakan masalahnya


"Sepertinya hanya , Zahra yang tidak tahu apa-apa tentang hubungan suami istri . Mungkin karena dia ditinggalkan oleh ibunya , saat melahirkan dirinya sehingga tidak ada ysng mengajarinya cara memperlakukan suaminya. Dan dia tidak pernah mengetahui bagaimana cara melayani pasangannya dengan baik. " kata Rayyan oanjang lebar.


"Tuan Simon pernah mengatakan kepadaku , kalau Zahra memang tidak bisa apa-apa . Jadi kita harus mengajarinya menjadi seorang wanita sejati, dan memberitahu kodratnya sebagai wanita. " kata Rayyan lagi.


"Baiklah aku mengerti masalahmu Ray, sekarang bekerjalah dengan tenang . Urusan Zahra biar menjadi urusan mommy dan Alima mumpung Alima masih disini." ujar Nisa yang memahami kegundahan hati istrinya.


"Baiklah mom , Aku juga ingin punya pasangan seperti kakak dan Ezra . Yang selalu dimanjakan istrinya. " kata Rayyan sambil mengerucutkan bibirnya.


"Itu karena mereka saling mencintai, sayang. Kalau kamu. Apakah kamu sudah mencintai Zahra? " tanya Nisa kepada anak manjana ini.


Rayyan lalu berbisik kepada Mommynya. " Kalau boleh jujur aku sebenarnya sudah menyukainya sejak pertama kali bertemu dengannya mom. Kalau tidak, mana mungkin aku menawarkan kesepakatan konyol itu padanya. kalau tidak ada alasan hati yang menyertai. " kata Rayyan jujur kepada sang mommy.


"Tapi aku harap mommy merahasiakannya, karena aku tidak mau semua orang tau. " pinta Rayyan. ada akhirnya.


"Baiklah, rahasiamu aman di tangan mommy, dan aku akan membuat Zahra jatuh cinta padamu. nanti. " ucap Nisa membalasnya dengan bisikan pula di telinga Rayyan


Mendengar itu, Rayyan langsung melebarkan senyumnya.


"Thanks mom. Kamu memang yang terbaik. " kata Rayyan lalu memeluk mommynya itu.


Hai Apakah kalian masih lama berpelukannya ? Tanya erham yang sudah merasa kesal kepada anaknya itu yang terus memeluk istrinya .


"Apa sih dad , masa cemburu sama anak sendiri . " Ejek Rayyan kepada daddynya .


"Kau tahu kan dia adalah istriku , jangan memeluknya terlalu lama . Aku tidak suka. " Kata Rayyan lalu merangkul pinggang istrinya dengan posesif .


"Dasar lebay . "


"Ayo Ezra kita berangkat, jangan hiraukan pasangan tua itu. " ajak Rayyan kepada asisten kakaknya itu, dan ternyata sama saja, mereka masih bermesra an, didepan Rayyan yang merana sendirian.


"Kalian semua tega padaku. " kata Rayyan sambil membuka masuk ke dalam mobil dan menutupnya dengan kasar.


Melihat kekesalan Rayan , semua orang tertawa .


"Sudah sudah , kasihan Rayyan jangan menggodanya . Aku harus memberi pelajaran kepada menantu baruku dulu . Agar dia bisa menjadi istri yang baik untuk Rayyan . Aku tahu Zahra gadis yang baik , dia hanya belum bisa menempatkan diri di keluarga ini. Maklumlah, dia hanya orang asing di keluarga kita. Tidak seperti Ezra dan Faza yang sudah bersama kita sejak kecil. kita harus mengajarkan tentang tradisi di keluarga kita kepada Zahra. Apa kalian mengerti? " ujar Nisa kepada semua orang yang masih belum berangkat ke kantornya.

__ADS_1


"Baiklah, sayang. Aku percayakan Zahra kepadamu. Dia pasti bisa menjadi istri yang baik untuk Rayyan. " kata Erhan yang menyetujui pendapat istrinya.


Mereka akhirnya berangkat kerja dan menyisakan para wanita di mansion, kecuali Murad dan dokter Evan. Yang memang harus tinggal di mansion.


__ADS_2