
Ezra langsung menggendong tubuh Zoya yang sudah basah dengan air ketuban, Kemal yang melihat itu langsung membuka pintu ruang bersalin. Sedangkan Erhan segera memanggil dokter.
Dokter dan beberapa perawat segera berlari masuk dan melihat keadaan Zoya, dan langsung memeriksa jalan lahirnya.
"Pembukaan, sempurna. Siapkan semua peralatan. " Perintah dokter itu kepada para perawat yang membantunya.
"Nona Zoya, Nanti saat perutnya terasa ada yang mendesak segera mengejan ya. Dan jika sakitnya hilang ada boleh mengatur nafas, lalu mengejan lagi. Oke. "
Zoya mengangguk, dan tiba-tiba ada sebuah dorongan dari perutnya yang memaksa dia untuk mengejan.
"Satu... dua.. tiga... dorong. "
Zoya mengejan dan berusaha mendorong bayi yang ada di dalam perutnya.
"Terlihat kepalanya nona. " ucap dokter itu dengan perasaan bahagia.
Namun Rasa itu hilang dan Zoya mengatur nafasnya sesuai intruksi sang dokter tadi. Ezra merasa tidak tega melihat perjuangan istrinya untuk melahirkan anaknya. Dia berjanji pada dirinya sendiri akan menjaga wanita ini dengan baik seumur hidupnya.
Rasa itu muncul lagi, Dan Zoya mulai mengejan. Kali ini dia mengeluarkan sisa tenaganya sekuat tenaga dan akhirnya.
Oek... oek.. oek..
Bayi laki-laki itu menangis dengan sangat lantang dibawah sana. Sedangkan Zoya langsung lemas dan tersenyum bahagia kepada suaminya. Perjuangannya melahirkan buah cinta mereka selesai sudah.
"Terima kasih, sayang. Terima kasih. Kau wanita hebat, kau ibu yang hebat. "
Ezra menciumi seluruh wajah istrinya itu. Dia tidak memperdulikan ada beberapa orang disana yang memperhatikan mereka berdua. Namun, mereka maklum. Karena mereka sudah biasa melihat adegan seperti ini, setiap kali membantu persalinan.
"Selamat Nona, Tuan. Bayinya laki-laki dalam keadaan sehat tidak kekurangan sesuatu apapun." Dokter lalu memberikan bayi itu kepada Zoya, dan menelungkupkannya didada sang mama.
"Kita akan melakukan IMD dulu ya, agar adik bayinya bisa mencari sumber kehidupannya. Saya akan memperbaiki dibawah sana. " kata dokter kemudian.
Zoya dan Ezra merasa bahagia, akhirnya mereka bisa melihat buah cinta mereka.
"Lihatlah, dia sangat kecil dan sangat tampan. " Kata Ezra sambil terus memandangi bayinya yang bergerak sedikit demi sedikit mencari sumber kehidupannya.
"Ayo, sedikit lagi, kamu pasti bisa sayang. " Ezra menyemangati bayinya seolah dia mengerti apa yang dia ucapkan.
Zoya tersenyum melihat mereka berdua, sangat lucu.
Seorang perawat mengambil kembali bayi itu untuk dibersihkan. Sedangkan dokter sudah memperbaiki sesuatu yang sempat robek di sana sini.
"Sudah selesai, sekarang kami akan memindahkan anda di ruang perawatan. " ucap dokter
"Terima kasih dokter. "
__ADS_1
Zoya langsung dibawa ke ruang perawatan, diikuti Nisa dan Alima. Sedangkan Ezra dan para opa menunggu bayi mereka keluar. Dan akhirnya yang ditunggu pun datang juga.
Bayi Ezra di dorong dengan box bayi dan akan ditempatkan di ruangan VVIP bersama sang mama. Karena di ruangan VVIP itu sudah dipersiapkan berbagai alat untuk bayi dan ibu Melahirkan. Juga ada dua tempat tidur yang dikhususkan untuk orang yang menjaga. Ada juga sofa, lemari es dan televisi. Kamar mereka benar-benar seperti sebuah penginapan, daripada sebuah kamar rumah sakit.
Kini bayi Zoya sedang di serbu oleh kakek dan neneknya. Bayi sangat menggemaskan.
Ezra menemani Zoya yang juga sangat bahagia melihat kedua pasang orang tuanya bahagia menyambut anaknya.
"Apa kau bahagia? " tanya Zoya kepada suaminya yang sedang membetulkan selimutnya.
"Tentu saja aku sangat bahagia, jangan tanyakan lagi." Ucap Ezra dengan tersenyum lebar.
Senyum itu, dulu Zoya tidak pernah melihatnya, karena wajah datar dan sikap dinginnya. Namun sekarang dia selalu melihat senyuman manis dari bibir suaminya. Dan sikap hangatnya yang selalu Zoya rindukan.
Waktu sudah menunjukkan tengah malam. Para orang tua saat ini sedang tidur di ruangan yang sama dengan Zoya. Nisa dan Alima tidur dalam satu ranjang, Erhan di ranjang lainnya, sedangkan Kemal tidur di sofa. Ezra masih belum tidur, dia berjaga malam ini. Dipandangi nya wajah istrinya yang sangat dia cintai itu tengah terlelap. dan di sampingnya ada box bayi dimana buah cintanya juga sedang berbaring.
Dilihatnya lekat-lekat wajah bayi itu, dan tiba-tiba dia tersenyum.
"Kau memang buah cinta kami Baby R. Karena wajahmu adalah perpaduan antara wajahku dan mamamu. "
Setelah mengatakan itu, tiba-tiba baby R (nama panggilan Ezra kepada bayinya) menggeliat dan menangis. Ezra segera mengangkat bayinya dan menggendongnya perlahan. Namun anaknya itu tetap menangis.
Alima yang mendengar cucunya menangis langsung terbangun, begitu juga Nisa.
"Kenapa Ezra?" tanya Alima.
"Bangunkan Zoya mungkin anakmu sedang haus. " perintah Nisa.
"Tapi ma, kasihan Kalau harus dibangunkan. Zoya baru saja tidur. "
"Tidak apa-apa ini sudah tugas seorang ibu, bangun tiap malam dan menyusui anaknya. "
Dengan terpaksa Ezra membangunkan istrinya, walau ada rasa tidak tega, karena Zoya baru saja tertidur.
"Sayang, bangunlah. Anak kita bangun dia haus. "
Sedikit susah Zoya terbagun hingga akhirnya dia membuka matanya.
"Ada apa? "
"Baby menangis sayang, kata mommy mungkin dia haus. "
Ezra menjelaskan secara perlahan, dan akhirnya Zoya mengerti. Akhirnya baby R yang berada di tangan Alima diberikan kepada Zoya untuk diberikan susu.
Mulut mungil itu mulai menyedot sumber kehidupannya, hingga Zoya merasakan perih dan sakit yang luar biasa.
__ADS_1
"Kenapa sakit sekali? " gumam Zoya yang masih bisa didengar Nisa.
"Tidak apa-apa sayang. Memang seperti itu. Lidah bayi baru lahir memang masih tajam. Nanti kalau sudah terbiasa tidak akan sakit. "
Pada akhirnya para wanita itu tidak bisa tidur, menemai baby R yang tidak bisa tidur sampai menjelang subuh baru dia memejamkan matanya. Dan semuanya baru bisa terlelap setelah menjalankan sholat subuh.
Waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Hari ini Murad akan menjenguk adiknya yang baru saja melahirkan semalam di rumah sakit bersama istri dan ketiga anaknya. Dia juga sudah menghubungi Rayyan, dan akan menyusul ke sana juga nanti bersama Zahra.
Kini mereka sudah berada di mobil bersama seorang babysitternya. Faza tidak membawa kedua babysitter nya karena merasa tidak nyaman bila terlalu bayak membawa orang.
Faza turun dengan menggendong Zia karena sedikit rewel, sedangkan babbysitternya mendorong ke dua anak laki-lakinya.
Dilihatnya daddy Erhan dan papa Kemal sedang berbincang di luar. Murad langsung menyalami keduanya. Dan menanyakan kenapa mereka berada diluar.
"Semalam anak Zoya tidak bisa tidur, jadi membuat semua orang terjaga dan batu tertidur setelah subuh."
Murad mengerti, dia langsung masuk ke dalam. Dilihatnya mommy sudah bangun dan sepertinya baru mandi.
"Kamu sudah datang Murad? "
"Iya mom, " Murad langsung menyalami mommy nya, diikuti faza yang berjalan dibelakangnya.
"Aduh cucu nenek, kenapa?" Nisa langsung menggendong Zia yang merengek.
"Entahlah mom, sejak pagi Zia rewel. " Faza lalu melihat anak Zoya yang masih terlelap.
"Lucu sekali... " Kata Faza yang merasa gemas melihat anak kakaknya itu.
Mendengar ribut-ribut, Ezra dan Alima terbangun, begitu juga dengan Zoya. Dan melihat kalau Murad sudah datang bersama istri dan ketiga anaknya.
"Kakak sudah datang? " sapa Zoya kepada kakaknya.
"Selamat ya, sayang. Kau sudah menjadi seorang ibu. "
"Kakak... selamat ya, bayimu lucu sekali. Sangat menggemaskan. "
"Terima kasih Kakak, Faza. "
Tak lama Rayyan dan Zahra datang. Ucapan selamatpun Zahra dan Rayyan berikan kepada Zoya dan Ezra. Mereka semua bercengkerama sejenak sebelum berangkat kerja.
Hingga suara tangisan baby R memecah suasana disana. Suara tangisannya sangat kencang. Dan saat di cek ternyata baby R sedang pup sehingga membuat semua krang tertawa.
Triplet Baby El, Al dan Zia
__ADS_1
Baby R