Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Operasi


__ADS_3

Tanpa terasa kini usia kandungan Faza sudah menginjak tujuh bulan. Persiapan untuk melahirkan pun sudah disiapkan oleh Murad dan Faza. Belum lagi hebohnya calon nenek mereka yaitu Nisa dan Alima yang selalu exited menunggu kelahiran triplet. Hampir setiap hari mereka pulang membawa berbagai perlengkapan bayi. Mulai dari pakaian bayi popok dan sebagainya.


Murad dan Faza kini sudah menempati kamar dilantai bawah yang sudah direnovasi sedemikian rupa untuk Murad sebagai anak pertama di keluarga ini. Rayyan yang selalu menginginkan kamar kakaknya kini menempati lantai dua bersama Zahra. Sedangkan Zoya dan Ezra menempati lantai tiga yang baru selesai di renovasi sesuai keinginan Zoya.


Mereka berada dalam satu atap tapi di lantai yang berbeda. Namun tetap kegiatan sarapan dan makan malam selalu dilakukan bersama agar suasana kebersamaan selalu terjaga.


Hari ini weekend, dan semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga. Mereka sedang memilih beberapa perlengkapan bayi, yang didatangkan langsung oleh Murad ke mansionya. Karena Faza merengek ingin belanja dan memilih pakaian untuk bayinya sendiri. Akhirnya Murad berinisiatif menyuruh orang toko perlengkapan bayi untuk datang ke mansion membawa berbagai perlengkapan bayi.


Faza dan Zoya pun sangat bersemangat memilih apa yang ada di depan mereka. Meskipun Zoya dilarang untuk memilih pakaian bayi tapi dia tetap memilihnya. Dia bilang kepada Faza.


"Faza ini untukmu dulu, tapi nanti jika anakmu tidak memakainya nanti biar dipakai anakku. "


Faza yang mengerti maksud Zoya pun mengiyakan. Nanti dia akan menyimpan sendiri pakaian yang diinginkan Zoya, dan akan memberikannya jika Zoya melahirkan.


Ditengah kebahagiaan mereka berdua, ada seorang wanita yang merasa sedih. Karena sampai lima bulan usia pernikahannya mereka belum dikaruniai anak. Tapi Zoya dan Faza selalu menghiburnya agar Zahra tidak bersedih.


"Kak Zahra, anakku nanti kan ada tiga. Dua laki-laki dan satu perempuan. Sekarang kak Zahra pilihkan pakaian untuk bayi laki-laki ku satu yang kak Zahra suka. "


Semua orang saling berpandangan mendengarkan ucapan Faza. Mereka tidak mengerti maksud Faza.


"Maksud kamu apa, sayang? " tanya Alima yang juga berada disana saat ini.


"Bayiku kan tiga ma, nanti salah satu bayiku akan dirawat kak Zahra agar kak Zahra tidak kesepian. Dan akan memanggil kak Zahra dengan sebutan mommy. Benarkan kak? " Faza meminta persetujuan suaminya tentang apa yang dia katakan barusan.Murad yang dimintai pendapat pun menganggukkan kepalanya. Karena ini sudaj mereka bicarakan dengan matang.


Zahra memandang Rayyan penuh haru dan meminta persetujuannya. Rayyan pun membalasnya dengan senyum dan menganggukkan kepalanya. Semua orang merasa terharu dengan kebesaran hati Faza yang mengijinkan salah satu anaknya untuk dirawat Zahra yang sampai saat ini belum diberi kepercayaan oleh Tuhan untuk memiliki seorang anak.


Zahra lalu ikut memilih pakaian dan beberapa keperluan bayi yang dia sukai untuk calon anak laki-lakinya nanti. Dia begitu bahagia. Semua orang juga ikut bahagia melihat kebahagiaan ketiga calon ibu itu. Hingga acara memilih keperluan bayi itu selesai. Dan pemilik toko dan pegawainya kembali ke tokonya.


"Kak Zahra, tapi nanti kalau anakku ingin minum Asi kak Zahra harus memberikannya padaku ya? Karena aku juga ingin memberikan Asi kepada ketiga anakku. " ucap Faza tiba-tiba.


Semua orang tertawa mendengarkan ucapan Faza yang tiba-tiba itu.

__ADS_1


"Tentu saja Faza. Kau adalah ibunya. Jadi yang berhak sepenuhnya atas anakmu adalah dirimu. Aku dan suamiku hanya membantu mengasuh mereka. " Kata Zahra mengerti perasaan Faza. Bagaimanapun seorang ibu tidak akan mau dipisahkan dari anaknya.


Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba Faza meminta Murad mengantarkan nya ke kamar kecil karena ingin buang air. Murad dengan perlahan membantu Faza berjalan menuju toilet yang dekat dengan mereka berada saat ini. Namun belum sampai mereka di toilet, Faza merasakan kakinya basah karena sesuatu yang keluar dari jalan lahirnya.


"Kakak, aku ngompol. "


Murad dan semua orang yang mendengar kata-kata Faza langsung menoleh kearahnya dan melihat sesuatu yang merembes dibawah kaki Faza. Nisa dan Alima segera berlari mendekati Faza karena khawatir.


"Sayang, apa perutmu sakit? " Tanya Alima yang sudah berada di samping Faza.


Faza menggeleng. "Tidak, tapi sebenarnya punggunggku dari tadi sakit, tapi tidak aku rasakan karena sangat bahagia memilih perlengkapan bayi tadi. "


Nisa dan Alima saling berpandangan. Lalu menoleh ke arah suaminya.


"Cepat siapkan mobil, Faza akan melahirkan. " ucap mereka berdua bersamaan.


Murad yang mendengar itu, sangat terkejut dan tidak percaya.


"Mana mungkin ma, kandungan Faza masih tujuh bulan jalan ke delapan. " bantah Murad.


Murad langsung bungkam saat mengingat hal itu. Dia langsung menggendong tubuh Faza.


"Cepat siapkan mobil. " teriak Nisa saat semua orang hanya mematung.


Dan akhirnya semua pria segera keluar menyiapkan mobil. Diikuti Murad yang sudah menggendong Istrinya dan Alima.


"Zahra, Zoya, kalian jangan panik. Mommy akan ke rumah sakit terlebih dulu. Mommy minta pada kalian siapkan beberapa pakaian bayi dan pakaian untuk Murad dan Faza. Karena mereka mungkin akan beberapa hari dirumah sakit. Setelah semua siap kalian bisa menyusul kami ke rumah sakit."


"Baik, mom. " jawab Zoya dan Zahra bersamaan.


Nisa segera keluar melihat keadaan, Ternyata Murad sudah berangkat ke rumah sakit bersama Kemal dan Alima. Sedangkan Erhan dan kedua anaknya masih di luar.

__ADS_1


"Mas, ayo kita susul mereka." Kata Nisa kepada suaminya.


"Kalian berdua bantu Zahra dan Zoya mempersiapkan segala keperluan yang akan mereka bawa ke rumah sakit. Setelah itu kalian bisa menyusul kami. "


"Baik, mom. "


Nisa dan Erhan segera berangkat menyusul Murad.


Di dalam mobil Faza tampak tenang dan tidak merasa sakit sedikitpun. Hanya saja dia meminta Murad menggosok punggungnya karena terasa panas.


Alima yang duduk disamping suaminya merasa dejavu dengan keadaan ini. Karena dulu saat dia akan melahirkan kedua anaknya dia tidak merasakan kontraksi sama sekali seperti ibu hamil pada umumnya. Sampai dia akan melahirkan ditoilet waktu itu jika suaminya tidak memaksanya pergi ke rumah sakit.


"Pa, apa kau ingat kejadian ini? Saat melahirkan anak-anak aku tidak merasakan kontraksi. Apakah hal ini juga bisa menurun ke anak. " tanya Alima kepada suaminya.


"Entahlah, mungkin saja. Terbukti anak kita mengalaminya. " jawab Kemal sambil terus fokus ke jalanan.


Tak lama, mereka pun sampai di rumah sakit dan langsung di tangani oleh para tenaga medis yang sudah mendapat kabar kalau Faza akan melahirkan. Setelah diperiksa dokter dan ternyata benar, Faza akan melahirkan. Dokter langsung bicara kepada Murad dan kedua orang tuanya.


"Maaf tuan, sebaiknya untuk kelahiran triplet ini kita melakukan jalur operasi. Mengingat usia Nona Faza yang masih sangat muda, dan harus melahirkan tiga bayi sekaligus. Jadi kami menyarankan untuk melakukan operasi saja agar ibu dan bayinya selamat. " ucap dokter kepada mereka bertiga.


"Lakukan saja dokter, yang terbaik untuk anak dan istriku. Selamatkan mereka semua. " kata Murad tanpa pikir panjang. Karena yang dia inginkan hanya keselamatan istri dan anak-anaknya


"Baik tuan, kami akan melakukan yang terbaik. silahkan anda menandatangani berkas untuk prosedur operasi. " Setelah mengatakan hal itu, dokter kembali masuk dan segera menyiapkan ruang operasi untuk melakukan tindakan.


"Kamu disini saja, biar papa yang urus administrasi nya. " kata Kemal sambil menepuk bahu menantunya itu.


"Makasih, pa. "


Murad lalu duduk lemas menunggu di luar ruangan bersama Alima. Mereka berdua tak henti-hentinya mendokan keselamatan Faza dan kedua bayinya. Tak Lama Nisa dan Erhan terlihat berlari menghampiri anaknya.


"Bagaimana? " tanya Nisa tidak sabar.

__ADS_1


"Harus operasi ma, karena usia Faza yang masih muda dan tiga bayi yang harus dikeluarkan. " jawab Murad sambil memeluk mommynya.


"Tidak apa-apa sayang. Kita doakan yang terbaik untuk Istri dan anak-anakmu. InsyaAllah Mereka akan selamat dan baik-baik saja. " ucapan Nisa pun diamini semua yang ada di sana.


__ADS_2