
Nisa dan Zoya Akhirnya sampai di Mansion . Dengan susah payah Nisa menyeret Zoya untuk pulang . Dan di sinilah mereka berada , di kamar tamu lantai bawah .
Zoya sedang di rias oleh para perias , untuk membuatnya cantik hari ini . Zoya sendiri sudah pasrah dengan apa yang mommynya itu lakukan . Karena dia sudah merasa sakit hati yang terlalu dalam , dia tidak tahu Apakah nanti dia sanggup untuk bertemu dengan Ezra yang sedang bersanding dengan wanita lain . Sedangkan dirinya baru mengerti perasaannya kepada Ezra setelah Ezra meninggalkannya .
Sakit rasanya , saat mendengar orang yang kita cintai akan menikah dengan orang lain . Apakah ini yang dirasakan Ezra saat dia terus menceritakan tentang dokter Evan kepadanya .
"Ah kamu bodoh Zoya , kenapa baru sekarang kamu bisa memutuskan perasaanmu ini ." Gumam Zoya dalam hati sambil terus terpejam.
Setelah satu jam berlalu , akhirnya wajah Zoya yang sudah di make-up terlihat sangat cantik. Zoya yang sejak tadi memejamkan matanya pun enggan untuk melihat kaca karena dia tidak peduli tentang penampilannya saat ini .
Yang dia pedulikan hanya perasaannya yang akan merasa sakit hati saat melihat Ezra bersanding dengan wanita lain .
Nisa masuk ke dalam kamar , dan melihat Zoya yang sudah tampil cantik dengan dandanannya . Kini ganti Nisa yang memakaikan pakaian untuk anaknya itu . Gaun asing yang dikenakan Zoya membuat Zoya merasa kikuk .
"Ini pakaian apa sih mom , kok ribet banget . " Celetuk Zoya kepada Mommynya
"Ini salah satu pakaian adat dari Indonesia . Mommy dan Faza juga memakainya, Lihatlah . " Kata Nisa sambil menunjukkan pakaian yang telah dia pakai .
"Memangnya harus memakai pakaian seperti ini mom ?" tanya Zoya tak mengerti.
"Iya , karena mempelai wanita dari Ezra adalah keturunan orang Indonesia . Jadi mereka ingin nuansa Indonesia dihadirkan di sini yaitu dengan menggunakan pakaian adat ini. " terang Nisa kepada anaknya.
Mendengar calon mempelai Ezra yang dari Indonesia ,semakin membuat hati Zoya sakit . Karena dia sendiri juga berdarah Indonesia dari mommynya .
"Sudah terlihat cantik Ayo sekarang kita berangkat ."
__ADS_1
Nisa lalu menggandeng tangan Zoya keluar dari kamarnya , di sana juga sudah bersiap para pria dan Faza . Mereka semua tercengang saat melihat penampilan Zoya yang sangat cantik dan anggun dengan mahkota kecil di atas jilbabnya .
"Faza kenapa kamu masih di sini , Kenapa kamu tidak membantu menyiapkan acara pernikahan kakakmu ." Tanya Zoya kepada Faza yang masih berada di Mansion .
"Kata Mama tidak apa-apa aku ikut dengan kalian , karena aku harus menjaga Kak Murad . Benar kan Kak ? " Tanya Faza kepada Murad suaminya .
Dan Murad hanya mengagungkan kepala sebagai jawaban
"Ya sudah kalau begitu ayo kita berangkat , sebelum mempelainya datang kita sudah harus ada di sana untuk menyambut para tamu dan keluarga besarnya ." ajak Nisa.
Mereka pun berangkat dengan dua mobil yang berbeda . Tiga puluh menit perjalanan yang mereka tempuh untuk menuju tempat acara pernikahan yang akan diadakan disebuah restoran . Terlihat beberapa mobil mewah terparkir di sana , dan restoran itu benar-benar sepi pengunjung . Karena Erhan sudah membooking restoran itu untuk acara pernikahan Ezra .
Dengan sedikit kesulitan Zoya keluar dari mobilnya dibantu Erhan Dan Nisa yang berada satu mobil dengannya .
Zoya lalu berjalan dengan didampingi Nisa dan Erhan memasuki restoran . Sedangkan Faza mendorong Murad dan berjalan beriringan dengan Rayan di belakang Zoya dan kedua orang tuanya .
Zoya masih enggan mengangkat wajahnya , dia malah meneteskan air matanya ,tanpa peduli siapapun di sekitarnya . Dia hanya merasakan rasa sakit di hatinya , saat pria yang dicintainya menikah dengan wanita lain .
Ezra sendiri , yang juga tidak tahu apa-apa hanya menurut kepada kedua orang tuanya saat dibawa ke sebuah restoran yang bernuansa putih dan dihiasi bunga-bunga yang sangat cantik di sana . Dia hanya bisa pasrah saat sang mama mengatakan bahwa hari ini, dia harus menikah dengan wanita pilihan mama dan papanya. Sungguh dia tidak tau dengan rancana papa dan mamanya kali ini , yang akan menikahkannya dengan wanita asing. Andai dia tau, dia pasti akan menolak dan menculik Zoya untuk di ajak kawin lari saja. Sungguh pemikiran yang bodoh yang Ezra pikirkan saat itu.
Tapi jika sudah begini berlari pun dia tidak akan bisa, karena dia akan mencoreng nama baik keluarganya. Dia terus menunduk dan sedang melamun , yang dipikirkannya hanyalah Zoya . Bahkan dia tidak menyadari ada seseorang yang duduk di sampingnya , mungkin saja wanita itu adalah calon istrinya nanti . Ezra tidak peduli .
Namun , sebuah kertas yang disodorkan padanya membuat matanya terbelalak . Karena ada sebuah nama yang tercantum di sana .
"Zoya Allura Khan. Mas Kawin Seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan. "
__ADS_1
Ezra langsung mendongakkan kepalanya , dan di hadapannya sudah duduk Daddy Erhan dan Papanya di sebelahnya ada dua orang saksi dan seorang penghulu . Dia lalu melirik ke samping kirinya , seorang wanita cantik yang sedang menunduk dan meneteskan air matanya .
"Zoya ? "Panggilnya dalam hati
"Saudara Ezra Akbar , Apakah Anda sudah siap menikahi anak saya ." kata Erhan dengan suara lantangnya untuk menyadarkan kedua mempelai, yang sejak tadi hanya tertunduk tidak bersemangat.
Mendengar sebuah nama yang diucapkan daddynya , Zoya langsung mendongak dan melihat ke sekelilingnya , rupanya dia saat ini berada di sebuah meja akad. Dengan daddynya sebagai wali, bersama penghulu. ada Kemal dan beberapa orang yang akan menjadi saksi acara janji suci mereka berdua.Ada mommynya, mama Alima dan Faza, juga grandma Aylin yang duduk tak jauh darinya. Dia juga melihat sosok pria di sampingnya. Pria yang sangat dia rindukan selama beberapa hari ini . Pria yang membuatnya Patah Hati beberapa waktu lalu, setelah mendengar kalau dia akan menikah dengan wanita lain .
Pria itu adalah Ezra .
Saat ini dia dan Ezra berada di sebuah meja yang sama didepan seorang penghulu dan daddynya sebagia walinya. Pria itu tidak lagi berwajah datar. Tapi sekarang berwajah tegang. karena sedang menggenggam erat tangan daddynya.
"Ananda Ezra Akbar, apakah kau sudah siap. " tanya Erhan lagi.
Ezra hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.
"Bismillahirrohmanirrohim... Ananda Ezra Akbar bin Kemal Akbar. Aku nikahkan dan aku kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Zoya Allura Khan. Dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan satu set perhiasan. Tunai. "
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Zoya Allura Khan binti Erhan Farhat Khan dengan maskawin tersebut. Tunai.
Sah... sah... sah...
Suara kata sah terdengar di setiap penjuru restoran itu. Pernikahan sederhana yang hanya dihadiri dua keluarga besar saja.
Air mata Zoya terus menetes saat dia mendengar kata sah yang menggema di telinganya. Saat ini statusnya bukan lagi seorang gadis, tapi sudah berubah menjadi seorang istri.
__ADS_1
Yah, Seorang istri dari seorang pria yang bernama Ezra Akbar.