
Cup..
"Jangan marah lagi ya... " ucap Zoya setelah memberikan kecupan singkat di bibir Ezra.
Ezra yang sedang dalam mode kulkas, merasa terkejut, dan wajahnya langsung memerah setelah mendapatkan serangan dadakan dari Zoya.
Cup...
"Aku minta maaf jika ada kataku yang menyakiti hatimu. "
Wajah Ezra semakin memanas setelah mendapatkan serangan ke dua.
Cup...
Ezra langsung menahan tengkuk Zoya, dan bermain-main di bibir Zoya sebentar. menyesapnya untuk merasakan manisnya bibir itu. Kemudian melepaskannya perlahan.
Kedua orang tua mereka yang menyaksikan acara live streaming itu, dibuat tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Nisa dan Alima hanya bisa melongo tak berkedip melihat apa yang mereka berdua lakukan. Sedangkan Kemal tersedak minumannya.
Yang santai hanyalah Erhan, karena dia tau apa yang akan Zoya lakukan jika rengekannya tidak di gubris. Karena itu yang selalu dia lakukan kepadanya dan kepada Murad jika dia sedang merengek. Tapi yang di cium pipi bukan bibir ya reader's. Hanya kepada Ezra saja Zoya berani menciumnya di bibir.
"Apa kalian sudah lihat sekarang, sejauh mana hubungan anak kita? " tanya Erhan kepada ketiga orang di hadapannya.
"Sebenarnya mereka saling mencintai, terutama Ezra yang mencintai Zoya terlebih dahulu , Tapi saat ini Zoya masih belum mengerti tentang perasaannya kepada Ezra . Dia masih terlalu polos , karena dia tidak pernah berhubungan dengan pria manapun kecuali denganku dan kedua saudara laki-lakinya . Sedangkan dengan Ezra , Dulu mereka sahabat . Tapi kini , persahabatan itu menjadi cinta." Kata Erhan kepada ketiga orang di hadapannya lagi.
"Lalu kita harus apa? " Tanya Alima yang masih segan kepada Erhan dan Nisa .
"Sudahlah Alima jangan kau pikirkan tentang pandangan orang , pikirkanlah tentang kebahagiaan anak kita . Apa kau ingin menyakiti perasaan kedua anak kita . Mereka saling mencintai sudah sepantasnya mereka bersama." Kata Erhan lagi.
"Tapi Erhan ...." ucapan Alima langsung dipotong Erhan.
"Sudahlah tidak ada kata tapi tapi , Aku menyukai Ezra . Menurutku Ezra memang pantas untuk Zoya . Karena dia pasti akan menjaga Zoya dengan baik . Aku tahu kemampuannya . Kau tak perlu memikirkan apapun, dan jangan pernah menghiraukan pandangan orang lain. karea kita yang menjalani semua ini. " Erhan menepuk bahu kekar Kemal yang sejak tadi terdiam.
Alima memandang kearah Nisa, dan Nisa membalasnya dengan anggukan dan senyuman.
"Sekarang yang harus kita pikirkan adalah memberi pelajaran kepada mereka berdua ." ucap Erhan lagi.
__ADS_1
Semua orang melihat ke arah Erhan karena tidak mengerti maksudnya.
"Maksudmu ?" Tanya Nisa yang tidak mengerti dengan maksud suaminya .
"Kau masih ingat drama Perjodohan yang aku mainkan tadi pagi ? Kita akan melanjutkan drama itu. " Kata Erhan dengan senyum jahilnya.
Nisa yang mengerti pun langsung tertawa sambil menutup mulutnya.
"Baiklah aku mengerti kita akan melakukannya untuk memberikan pelajaran kepada mereka berdua." kata Nisa yang sudab mengerti maksud suaminya.
"Apa ada yang bisa dijelaskan kepada kami? " tanya Kemal yang tidak mengerti apapun sengan maksud kedua sahabatnya itu.
Erhan dan Nisa Kemudian menceritakan rencana mereka, sebuah kejahilan yang akan mereka realisasikan beberapa hari lagi untuk memberikan pelajaran kepada dua anak manusia yabg sedang dimabuk cinta itu.
Erhan akhirnya juga menceritakan apa yang terjadi tentang dokter Evan yang menargetkan Zoya. Dan dua orang wanita licik yang ingin menjatuhkan keluarga Khan.
"Karena itu, aku tidak keberatan dan akan sangat senang jkkjika Zoya menikah dengan Ezra. Karena kami tau siapa Ezra. Dia pasti akan menjaga Zoya dengan baik. " ucap Erhan ada akhirnya.
Kini Alima dan Kemal mengerti maksud Erhan yang mau menerima Ezra sebagai menantunya kelak.
Alima dan Kemal mengangguk mengerti.
"Erhan , Tidakkah Kau mencurigai Satu Nama yang memiliki dendam kepadamu ?" Tanya Kemal Yang sepertinya memikirkan masalah dokter Evan sejak tadi
"Iya aku juga memikirkannya . Tapi semua belum pasti kita harus menunggu penyelidikan dari Max." jawab Erhan.
"Siapa ? " Tanya Nisa dan Alima bersamaan.
"Shofi." jawab Erhan .
Mendengar nama Sofi disebut , membuat tubuh Nisa langsung menegang . Dia tidak menyangka kalau nama itu akan didengarnya lagi .
"Tenanglah Sayang ? Kita akan segera menyelesaikannya ,agar tidak berlarut larut dan menghancurkan keluarga kita ." Ucap Erhan menenangkan istrinya .
Alima pun juga ikut menenangkan Nisa , dia juga pernah mendengar tentang Sofi yang ingin merebut Erhan dari Nisa sehingga membuat trauma Nisa kambuh lagi . Sampai insiden penusukan yang dilakukannya kepada arhan
__ADS_1
"Dia benar-benar wanita yang menakutkan. " Batin Alima.
Di meja Ezra dan Zoya.
"Ezra kamu apaan sih malu tahu ? " Kata Zoya dengan cemberut setelah melepaskan tautan bibir mereka
"Salah sendiri kamu mancing-mancing aku , Padahal aku dalam mode diam . Tapi kamu memancingku dan akhirnya aku kembali ke Mode on." Kata Ezra dengan santainya .
"Tapi Kamu udah maafin aku kan ? Nggak marah lagi kan ?" Tanya Zoya dengan wajah menggemaskan.
"Aku akan bersikap manis Jika kamu sudah menjawab perasaan cintaku padamu , Jika kamu belum menjawab aku akan tetap bersikap seperti ini . Mengertilah Zoya aku hanya butuh sebuah kepastian. " Kata Ezra dengan wajah yang kembali dingin seperti semula .
"Ih, Ezra kamu nggak asik , padahal kan aku sudah minta maaf . Ya udah deh kalau gitu kita tunggu saja nanti. " putus Zoya pada akhirnya .
Mereka berdua kembali terdiam tanpa sepatah kata pun , hingga akhirnya Ezra bangkit dan mengajak saya untuk pulang .
Di dalam mobil pun terasa sepi tidak ada yang mau bicara satu sama lain . Mereka masih suka dengan pendiriannya ,Ezra yang meminta jawaban sedangkan Zoya yang masih membutuhkan waktu .
Mereka masuk ke dalam Mansion dengan masih dalam mode diam semua . Bahkan saat membukakan pintu mobil Ezra tetap terdiam ,dan langsung pergi saat Zoya keluar dari mobilnya .
Entah apa yang dirasakan Zoya saat itu , dia merasa sakit karena diabaikan oleh Ezra .
"Kenapa Rasanya sakit begini ya , padahal dulu aku baik-baik saja meskipun dia cuek padaku . Tapi kenapa sekarang rasanya berbeda . Apa benar aku sudah mencintainya ? " pertanyaan itu ditanyakan Zoya pada dirinya sendiri sambil berjalan masuk ke dalam mention .
Dilihatnya Murad, Faza, dan Rayan sedang asyik menonton televisi . Mata Zoya mengernyit saat melihat kakaknya dan iparnya sedang ada di rumah, bukankah tadi kata mommy bilang mereka akan pergi keluar untuk makan malam lalu Kenapa mereka masih ada di rumah? pikir Zoya
"Kakak , Katanya Kakak dan Faza mau keluar ? Tapi kenapa kalian masih ada di rumah ? Apa kalian sudah pulang dari makan malam ?" Cerocos Zoya yang mulai mode cerewetnya dengan semua rasa penasarannya .
"Tadinya Kami memang ingin makan di luar , tapi tiba-tiba perut Faza sakit . Jadi kami memutuskan untuk makan di rumah saja bersama Rayyan ." ujar Murad.
Zoya hanya membulatkan mulutnya menanggapi ucapan kakaknya .
"Ya sudah kalau begitu , aku ke atas dulu ."
Tanpa mendengar jawaban dari kakak-kakaknya Zoya segera berlari menaiki tangga . Entahlah , perasaannya sesak saat melihat Ezra mendiamkannya malam ini . Padahal tadinya mereka baik-baik saja tapi setelah membahas tentang Perjodohan dan dokter Evan mood Ezra langsung memburuk .
__ADS_1