Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Pukulan Telak


__ADS_3

Jika Ezra dan Zoya sedang menghabiskan malamnya di hotel, Rayyan yang sedang menghukum Zahra di kamarnya. Maka berbeda dengan Murad yang sudah menidurkan istrinya dan sekarang sedang melakukan sesuatu untuk Evan. Dia ingin pekerjaannya benar-benar selesai malam ini.


Murad menghubungi Evan di tengah malam, saat semua orang tengah terlelap. Evan yang baru saja memejamkan matanya langsung terbangun dan mengangkat telpon dari Murad.


"Hallo, Ada apa tuan? " sapa Evan dengam suara seraknya.


"Evan, segera kemasi barang-barangmu. Kau harus kembali ke Jerman malam ini juga. Ini perintah dari daddy ku. Anak dan istrimu sudah kami amankan. "


"Benarkah, tuan?" tanya Evan tak percaya.


"Iya, Dan kau harus pergi dari sini. sebelum Monica menyebarkan fotomu bersama dengan Zoya. Pesawat pribadi kami sudah menunggumu di bandara. Pergilah dengan dua orang suruhan daddy. Mereka juga sudah aku beri perintah. "


"Baik tuan, saya akan bersiap. "


Panggilan terputus, Evan segera berkemas. Untung saja barang bawaannya tidak terlalu banyak, jadi dia bisa berkemas lebih cepat. Evan segera keluar dari kamar, dilihatnya dua orang penjaga sudah siap mengantarkannya pergi ke bandara.


"Mari tuan. "


Evan mengangguk dan segera masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan Murad. Mobil Evan sendiri akan tetap berada di basement apartemennya untuk mengecoh Monica jika datang ke apartemen Evan.


Setelah Murad memastikan perjalanan Evan aman dia langsung menyusul istrinya yang sedang mengarungi mimpi. Dia memeluk istrinya erat dari belakang dan mengusap perut yang masih rata dan berisi anak-anaknya dengan perlahan.


"Semoga tidak pernah terjadi hal buruk padamu, sayang. Jika sesuatu terjadi padamu, aku tidak akan memafkan siapapun yang berani menyakitimu, dan anak-anak kita. "


Setelah mengatakan itu, Murad mulai memejamkan matanya, dan ikut terlelap bersama dengan Faza.


Keesokan paginya,


Benar saja banyak berita yang menayangkan tentang kedekatan Zoya sang putri satu-satunya dari keluarga Khan dengan seorang pria. Namun sosok pria itu tidak bisa dikenali karena wajahnya di blur. Berita itu di sertai bukti foto saat mereka masuk ke dalan hotel lalu makan bersama di restoran hotel. Dan kondisi Zoya saat di lift pun ada, Bahkan kebersamaan mereka waktu masuk kamar hotel semuanya ada.


Tapi Monica tidak menunjukkan wajah Evan secara jelas. Karena dia ingin para wartawan sendiri yang mencari tau siapakah pria yang sedang bersama dengan Zoya semalam di hotel. Karena itu dia memberikan nama hotel tempat Zoya menginap dengan seorang pria semalam.


Dan benar saja, Golden Hotel yang menjadi tempat eksekusi Zoya semalam langsung ramai oleh para wartawan yang ingin mengetahui kebenaran akan hal yang menghebohkan ini. Karena menyangkut sebuah keluarga terpandang di negeri ini.


Zoya sudah mendapatkan banyak hujatan dari para netizen yang mengatakan kalau dia memalukan, aib keluarga dan tidak menghargai pakaian yang dia kenakan selama ini.


Di dalam kamar hotel, Ezra yang sudah bangun dan sedang membaca artikel berita pagi ini, tersenyum sinis. Mereka menggunakan cara kotor untuk menjatuhkan keluarga Khan. Tapi sayang, mereka kalah pintar.


Sebuah panggilan masuk di ponsel Ezra, dari Murad.


"Iya kak. "


"Apa kau sudah membaca berita pagi ini? "


"Sudah."


"Langkah selanjutnya, walau banyak wartawan yang menghadang kalian di lobby, kau dan Zoya tetaplah tenang. Dan katakan kepada mereka, kalau menginap di hotel untuk pasangan suami istri itu wajar. "

__ADS_1


"Jadi kami harus go publik tentang pernikahan kami? "


"Iya tentu saja. Setelah itu, Bastian akan menyebarkan prosesi pernikahan kalian di semua media online maupun elektronik. Dan ini akan menjadi pukulan telak untuk Monica. "


"Baik, kak. Aku mengerti. Aku akan menjelaskan pada Zoya nanti. "


"Tetap berhati-hati dan aku titip Zoya. Nanti ada beberapa pengawal yang akan menjemput kalian."


"Baik kak, tenang saja. Zoya adalah tanggung jawabku. "


Panggilan terputus. Ezra melihat Zoya yang mulai menggeliat dan mengerjap-ngerjapkan matanya. Dan tersenyum memandang sang suami setelah pandangannya bertatapan dengan Ezra.


"Kau sudah bangun? Ayo segera bersihkan tubuhmu, karena kita harus melakukan klarifikasi."


Zoya langsung terbangun saat mendengar kata klarifikasi.


"Klarifikasi untuk apa? " tanya Zoya tak mengerti.


Ezra memberikan ponselnya, agar Zoya membaca artikel yang beredar tentang dirinya.


"Kau jangan terkejut membaca artikel itu, ataupun komentar para netizen. Kita akan membuat sebuah pengakuan kepada publik kalau Kita sudah menikah, dan itu adalah perintah dari kak Murad. "


"Apa sudah saatnya, kita mengumumkan pernikahan kita? " tanya Zoya yang sangat geram dengan semua pemberitaan yang menyudutkannya.


"Iya, untuk menyelematkan reputasi keluarga kita dan membersihkan namamu dari berita sampah seperti ini. " ucap Ezra yang langsung menggendong istrinya itu agar segera mandi. Dan menyelesaikan masalah ini.


"Berendamlah, aku sudah menyiapkan air hangat. Aku juga akan membersihkan diriku dibawah shower. "


Zoya menikmati sentuhan air hangat yang menyentuh kulitnya. Dia jadi membayangkan kegiatan panas mereka semalam yang membuat Zoya meledak-ledak beberapa kali. Dia tidak menyangka kalau suaminya itu memiliki stamina yang bagus dan dapat memuaskan berkali-kali.


"Jangan melamun dan membayangkan yang tidak-tidak. Apa kau mau nambah untuk sarapan pembuka kita pagi ini? "


Zoya langsung tersipu saat pikiran mesumnya diketahui sang suami.


"Apaan sih. "


"Zo aku sudah sudah selesai. Segera selesaikan mandimu. " Ezra segera keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe. Dia kemudian menyuruh anak buahnya untuk mengantakan pakaiannya dan pakaian Zoya ke kamar mereka.


Tak lama, Zoya ikut menyusul Ezra keluar kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya, Dilihatnya Ezra yang sudah siap dengan setelan jasnya.


"Kau sudah selesai? "


Zoya mengangguk.


"Segera berganti pakaian, kita akan segera turun. "


Zoya hanya menurut, dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah disiapkan Ezra.

__ADS_1


"Kau mau sarapan di sini, atau di mansion? " tanya Ezra saat melihat istrinya sudah bersiap.


"Aku sarapan di mansion saja. Aku ingin makan masakan buatan mommy. " Zoya lalu mengubungi mommynya.


"Mom, aku ingin sarapan di mansion pagi ini, tapi aku ingin makan masakan buatan mommy. "


"Kau mau makan apa sayang? " tanya Nisa dengan sabar, karena dia tau anaknya saat ini pasti tertekan dengan pemberitaan di semua media.


"Sop iga mom, dengam sambal dan kucuran jeruk nipis. Duh, aku yang membayangkannya kok jadi ngiler ya mom. " kata Zoya yang sudah membayangkan makanan itu.


"Baiklah, akan mommy masakkan. Segera pulang bersama suamimu, Zo. "


Setelah melakukan panggilan itu Ezra langsung memeluk pinggang Zoya posesif lalu. Mereka keluar dari kamar hotel diikuti empat orang body guard yang melindungi mereka berdua.


Banyak orang yang mencibir Zoya, saat berpapasan dengannya, tapi Zoya tidak peduli. Karena ada suaminya di sampingnya yang akan melindunginya.


Sesampainya di lobby, benar saja, Zoya dan Ezra langsung diserbu para pewarta yang ingin mendapatkan klasrifikasi dari Zoya, putri seorang pengusaha nomor satu.


"Nona Zoya benarkah berita itu? "


"Benarkah anda menginap dengan seorang pria dikamar hotel tanpa sebuah ikatan pernikahan. "


"Benarkah semua berita itu nona, mohon klarifikasi dari anda."


Zoya di cecar banyak pertanyaan dari para wartawan. Ezra langsung memasang badan di depan Zoya.


"Bolehkah saya saja yang menjawab. "


"Silahkan tuan Ezra, bukannya anda adalah asisten tuan Murad. "


" Iya saya adalah asisten tuan Murad CEO dari K corp. Disini saya akan memberikan pernyataan dan klarifikasi. Memang benar Zoya dekat dengan seorang pria dan menginap disini semalam menghabiskan malam panasnya dengan saya, suami sah dari Zoya. Saya Ezra Akbar asisten dari tuan Murad dan juga suami sah dari Zoya Allura Khan. Apa kalian sudah paham? "


Semua orang terdiam dan tercengang tak percaya dengan apa yang dikatakan Ezra barusan.


"Tapi kami tidak pernah mendengar ada pernikahan dikeluarga Khan. " celetuk salah satu wartawan yang menyadarkan lainnya.


"Pernikahan tidak perlu di publish, kalian bisa melihat bukti pernikahan kami di ponsel kalian, dalam hitungan mundur. "


Ezra mengangkat ke lima jarinya dan langsung melakukan hitungan mundur


"3... 2...1..."


Setiap ponsel para wartawan itu, mendapatkan sebuah notifikasi. Saat mereka sibuk dengan poselnya, Ezra menarik lengan Zoya dan segera menaiki mobil yang sudah siap dari tadi dan segera pergi dari sana.


Ezra dan Zoya tertawa bersama di dalam mobil. Mereka sangat bahagia karena berhasil menjalankan misi mereka.


"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Monica saat ini. " kata Ezra yang diangguki Zoya.

__ADS_1


__ADS_2