
"Ada apa gerangan tuan Erhan yang terhormat datang ke rumah sakit kami? " Direktur rumah sakit mencoba basa basi saat mereka duduk berhadapan.
"Langsung saja, Tuan. Saya kemari untuk seorang pasien anak yang bernama Abelard Joseph. Putra dari dokter Evander Joseph. Yang sudah beberapa bulan terakhir di rawat di sini. "
Mendengar nama Joseph disebut, membuat direktur rumah sakit itu jadi salah tingkah. Dia tidak menyangka orang nomor satu dihadapannya ini datang ke rumah sakitnya hanya untuk seorang anak kecil dari keluarga Joseph
"Maaf tuan, ini adalah rahasia pasien. Kami tidak bisa mengatakan keadaan pasien kepada orang lain selain keluarga pasien. " kilah direktur itu.
"Aku datang kemari mewakili dokter Evan, ayah dari anak itu. " kata Erhan lagi yang sudah merasa jengah karena sepertinya orang di hadapannya ini terlalu bertele-tele.
"Tapi, tuan... "
"Apa kau juga bekerja sama dengan Monica untuk Menahan anak itu di rumah sakit ini. " kata Erhan langsung pada intinya. Karena dia menangkap gelagat aneh dari orang dihadapannya.
Mendengar tuduhan dari Erhan, direktur rumah sakit langsung gelagapan. Tidak menyangka kalau orang di hadapannya ini tau tentang Monica.
"Orang-orangku sudah ku sebar, di setiap titik di rumah sakit ini. Jika kau berani macam-macam, aku tinggal memberi perintah kepada mereka untuk membuat keributan dirumah sakit ini. Dan aku punya bukti tentang kejahatan Monica. Jika kau terbukti bekerja sama dengannya, akan ku pastikan kau akan mendekam di penjara atas tuduhan penyekapan seorang anak yang berdalih perawatan. " ancam Erhan pada akhirnya.
Direktur itu langsung terlihat lemas, mendengarkan ancaman dari Erhan. Siapa yang berani melawan seorang penguasa, seperti Erhan. Dia hanya seperti lalat saat berhadapan dengan sosok berkuasa dihadapannya ini.
"Tapi, tuan... "
"Apa kau takut kepada Monica? "
Direktur itu mengangguk lemah.
"Dia juga mengancam hal yang sama seperti yang anda lakukan saat ini , tuan. Dan dia juga mempertaruhkan nama baik rumah sakit. "
"Cih.... sekarang kau tinggal pilih, mau berpihak kepadaku atau kepada wanita ular itu. Jika kau berpihak kepadaku akan kupastikan kau aman. Karena kami juga sedang mengejar Monica dan ibunya. "
__ADS_1
Mendengar hal itu, membuat direktur rumah sakit itu berbinar, karena selama ini orang-orang Monica sering membuat keributan di rumah sakit.
"Benarkah tuan, anda akan melakukan sesuatu kepada Monica? "
"Iya, tentu saja, sekarang katakan padaku, apa saja informasi tentang Abe. "
Direktur segera mengambil berkas-berkas milik Abe. Tentang pemeriksaannya selama ini. Lalu segera memberikannya kepada Erhan sambil menjelaskan.
"Sebenarnya Abe sudah bisa di operasi tuan, kami juga sudah mendapatkan donor yang cocok dengan jantung Abe. Tapi Monica selalu menghalangi. Kami kasihan dengan anak itu karena harus mengalami kesakitan setiap kali sakitnya kambuh. Tapi apa boleh buat kami tidak bisa berbuat apa-apa karena berada dalam ancaman Monica dan ibunya. " kata Direktur menjelaskan, dia lalu menghela nafasnya sebelum mengatakan sesuatu.
"Tuan, ada satu hal lagi yang harus anda ketahui. Ini tentang ayah dokter Evan. "
Erhan mengernyitkan keningnya mendengar ucapan orang dihadapannya . Dia langsung menutup berkas milik Abe.
"Ayah dokter Evan. Memangnya kenapa dia? Bukankah saat ini dia sedang sakit. "
Direktur mengangguk. "Iya dia memang sakit, orang yang awalnya baik-baik saja tiba-tiba lemah tak berdaya seperti itu.... "
"Apakah Shofie dan Monica telah melakukan sesuatu kepada ayah, dokter Evan? " Kemal yang angkat bicara karena melihat Erhan kebingungan.
Direktur menganggukkan kepalanya.
"Sepertinya mereka memberikan obat untuk melemahkan saraf tuan Edward, tuan. Mereka pernah membawa tuan Edward kemari untuk menjalani pemeriksaan karena beliau sangat lemah. Kami sempat mengambil sampel darahnya, dan kami menemukan adanya kandungan obat yang bisa melemahkan saraf dalam darah tuan Edward. Kami tidak berani berbicara karena nama baik rumah sakit ini yang akan menjadi taruhannya. Tapi karena anda akan melakukan sesuatu kepada Monica dan ibunya, saya berani bicara seperti ini tuan. "
"Apa kau berani mempertanggung jawabkan ucapan mu, dokter? " Lagi-lagi Kemal yang bicara, karena dia melihat Erhan tidak bisa berkata apapun lagi saat ini.
Kejam... itulah yang ada di pikiran Erhan saat ini.
"Kita bisa melakukan pemeriksaan ulang kepada tuan Edward, tuan untuk lebih meyakinkan lagi. "
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu. Max suruh anak buahmu meringkus semua anak buah Monica sekarang juga. Kita akan pergi ke ruangan anak dokter Evan, setelah mereka semua tidak ada. " perintah Erhan pada akhirnya
"Baik, tuan. "
Max segera menghubungi para anak buahnya untuk meringkus anak buah Monica yang berjaga di sekitar kamar Abe. Hingga Terjadi sedikit keributan saat anak buah Monica melakukan perlawanan, dan itu menarik perhatian beberapa orang yang berada di sekitar sana.
Karena keributan itu, Erhan dan kemal juga direktur rumah sakit bisa masuk ke kamar Abe dengan leluasa. Alice merasa terkejut dengan kedatangan beberapa orang tak di kenal yang masuk ke dalam ruang perawatan anaknya.
"Kalian siapa? " tanya Alice yang ketakutan, sambil memeluk Abe yang sedang bersama nya.
"Tenang nona, Aku adalah Erhan. Aku datang kemari untuk menyelamatkan kalian berdua. " Kata Erhan meyakinkan Alice.
"Anda benar tuan Erhan? Tuan besar dari keluarga Khan. " Alice mencari kebenaran dari setiap ucapan Erhan. Apakah benar dia sosok tuan besar itu.
"Iya ini, aku. dokter Evan sudah mengatakan semuanya kepadaku Dan sekarang saatnya kalian bebas dari monica. "
"Tapi tuan, apa Monica sudah diringkus? "
Erhan menggeleng, "Monica akan menjadi urusan anakku, aku datang kemari untuk menyelamatkan kalian berdua dan tuan Edward, ayah dokter Evan dari Shofi. "
Mendengar itu, Alice langsung menangis bahagia, akhirnya dia dan anaknya bisa terlepas dari Monica dan Shofie.
"Terima kasih tuan... Terima kasih... Abe... kita akhirnya bisa bebas. " Alice langsung memeluk anaknya dengan erat.
"Pindahkan dia keruangan VVIP dan berikan pelayanan yang terbaik untuk mereka bedua. Hanya tinggal menunggu dokter Evan datang, anaknya akan tetap di rawat di sini atau mau dibawa ke Jepang. Aku sudah berjanji padanya untuk mengobati anaknya sampai dia sembuh total. " Erhan memberikan perintah kepada direktur rumah sakit untuk memberikan yang terbaik kepada Abe dan Alice.
Di luar anak buah Monica sudah di ringkus semua oleh anak buah Max dan dibawa ke markas. Sehingga akan aman untuk membawa Abe keluar dari ruang rawatnya menuju ruangan VVIP. Disana Erhan memerintahkan anak buah Max untuk menjaga ruangan Abe secara bergantian, karena dia tidak ingin terjadi sesuatu dengan anak dan istri dokter Evan itu.
"Kemal, Max, untuk hari ini sampai disini dulu, kita akan lanjutkan besok pergi ke kediaman Shofie. Sudah lama aku tidak pernah melihat wajahnya. Sekarang aku butuh istirahat. Dan jangan lupa kirim pesan kepada semuanya kalau anak dan istri dokter evan sudah berhasil di bebaskan. " ucap Erhan kepada Kemal.
__ADS_1
Setelah memastikan semua aman terkendali, Erhan dan Kemal segera kembali ke hotel untuk mengistirahatkan tubuh mereka yang sudah lelah bekerja hari ini.