Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Pelajaran Dari Mertua


__ADS_3

Nisa kembali masuk ke dalam mansion bersama Alima dan Zoya. Dilihatnya Zahra tengah termenung di meja makan sendiri. Murad dan Faza sudah tidak ada di sana. Mungkin saja mereka sudah kembali ke kamarnya. Karena mereka lebih suka berada di dalam kamar dari pada di luar.


Nisa lalu mendekati istri Rayyan itu, dan menepuk bahunya. Sehingga membuat Zahra terjingkat kaget.


"Zahra, apa yang sedang kau pikirkan, nak? " tanya Nisa kepada menantunya itu


"Eh Mommy , Maaf aku tidak tahu kalau Mommy sudah datang . " kata Zahra sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kau tidak tahu karena kau sedang melamun . Memangnya Apa yang sedang kau pikirkan . " Tanya Nisa lagi .


"Aku sedang berpikir , untuk apa aku menikah dengan Rayyan . Kalau beberapa dari keluarga ini ada yang tidak menyukaiku ." kata Zahra yang merasa tidak nyaman.


"Memangnya siapa yang tidak menyukaimu . " Tanya Nisa sedikit mengernyitkan keningnya , mendapat pernyataan dari Zahra .


"Sepertinya kak Murad tidak menyukaiku mom ." kata Zahra jujur , karena melihat sikap Murad yang tidak ramah kepadanya .


"Murad? "


"Iya Kak Murad , Tadi dia tiba-tiba pergi . Setelah mengatakan ' kasihan Rayan ' . Lalu dia pergi begitu saja tanpa memandangku dan menjawab pertanyaanku ." Adu Zahra. Karena dia benar-benar merasa tidak nyaman tinggal di mansion ini. Dia melihat tatapan-tatapan aneh padanya, bahkan para pelayan di mansion ini juga menatapnya aneh.


Kini Nisa mengerti kenapa Murad tidak menyukai Zahra.


"Ayo ikut Mommy, Mommy ingin mengatakan sesuatu kepadamu . " kata Nisa yang mengajak Zahra ke taman belakang.


"Kalau begitu aku akan bersiap ke butik dulu mom , nanti kalau Mom butuh bantuanku Segera hubungi aku ." ucap Zoya yang sejak tadi hanya mendengarkan curahan hati Zahra


"Baiklah Zoya , Mommy akan menghubungimu menanti . "


Nisa lalu menggandeng tangan Zahra menuju ke taman belakang yang penuh dengan bunga dan terlihat sangat Asri tak jauh dari sana terdapat Paviliun yang mungkin akan menjadi tempat tinggal dokter Evan sementara dimension ini .


Mereka berdua duduk di Gazebo , sedangkan Alima tidak mau ikut campur urusan mereka dan dia memilih untuk bersiap pulang ke rumahnya nanti setelah suaminya datang ,


"Kamu tahu kenapa Murad tidak menyukaimu ? " Tanya Nisa kepada Zahra .


Zahra menggeleng karena dia memang tidak mengerti apa salahnya kepada Murad , sehingga dia tidak menyukainya .


"Karena kamu tidak bisa bersikap sebagai seorang istri , kepada suaminya ." kata Nisa singkat .


"Maksud Mommy? " tanya Zahra tak mengerti.

__ADS_1


"Setelah menikah dengan Rayyan , pasti suamiku pernah mengatakan hal ini kepadamu . Kamu tidak perlu pandai memasak atau mengerjakan pekerjaan rumah , tapi tugasmu di sini hanyalah menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Dan layani suamimu dengan baik. Apakah suamiku pernah mengatakan itu kepadamu "


Zahra mengingat-ingat ,Apakah Daddy Erhan pernah mengatakan itu kepadanya . Dan setelah lama mengingat-ingat akhirnya Zahra mengangguk .


"Iya mom , Daddy Erhan memang pernah mengatakan hal itu kepadaku . Tapi sungguh aku tidak mengerti tentanl seperti apa tugas seorang istri kepada suaminya . Karena aku tidak pernah tahu Mommy ku melayani daddyku . Karena kata Daddy mommy meninggal saat melahirkanku . Jadi aku tidak pernah tahu atau belajar Bagaimana cara seorang istri melayani suaminya ." Kata Zahra terus terang .


Nisa menghela nafasnya , Ternyata apa yang dikatakan Rayyan benar . Dia harus mengajari Zahra , cara melayani suami dari nol karena dia tidak mengerti sama sekali tentang hubungan suami istri .


"Bolehkah Mommy bertanya kepadamu ?"


"Bertanya apa Mom , silakan saja ."


"Apa kau tidak memiliki perasaan sedikitpun kepada anakku Rayyan ." Tanya Nisa kemudian.


Zahra dibuat kikuk dengan pertanyaan Ibu mertuanya .


"Aku tidak tahu Mom , Aku tidak pernah jatuh cinta . Karena bagiku menjalin hubungan dengan seorang pria itu menyusahkan . Dan bagiku Aku bisa berdiri dengan kakiku sendiri tanpa bantuan seorang pria . Mommy bisa mengatakan kalau aku wanita angkuh , tapi memang begitulah sifatku, dan Rayyan juga sudah tau dengan sifatku ini. " Kata Zahra yang mengatakan apapun yang ada di pikirannya saat ini .


"Baiklah sekarang aku mengerti . Jadi kamu tidak pernah jatuh cinta sama sekali . Kamu sama seperti anakku Zoya , yang tidak pernah menaruh hati kepada pria manapun . Dulu dia sempat didekati oleh dokter Evan , dan kamu tahu sendiri kisahnya tadi malam . Hingga akhirnya Ezra yang mencintainya sejak kecil mengungkapkan perasaannya kepada Zoya .dan lihatlah di antara mereka hanya Ezra yang mencintai pertama kali , tapi Zoya bisa menerima Ezra dan melayaninya sebagai suaminya dengan baik . Walaupun sekarang mungkin cinta telah tumbuh di antara mereka berdua dengan saling menerima satu sama lain ." kata Nisa panjang lebar. Dia lalu menghela nafasnya lagi .


"Zahra , kini Kamu sudah menikah dengan anakku Rayyan tidak Bisakah kau mencoba untuk menerima Rayyan sebagai suamimu walau belum ada cinta diantara kalian, melayani dia dengan baik selayaknya Seorang Istri yang melayani suaminya ." kata Nisa kemudian.


Nisa tersenyum mendengar , permintaan dari Zahra yang memintanya mengajari Bagaimana cara melayani seorang suami .


"Hal dasar yang harus kau lakukan adalah , selalu menyiapkan pakaian yang akan dikenakan suamimu , baik itu pakaian yang akan dipakai sast mau kerja , pakaian santai , maupun piyama tidurnya . menyiapkan air panas saat dia pulang kerja. " Nisa mengatakannya sambil tersenyum .


"Pantas saja tadi dia kesal , Karena setelah mandi Aku tidak menyiapkan pakaian untuknya . Ternyata harus begitu . " Gumam Zahra pada dirinya sendiri dan masih bisa didengar oleh Nisa .


"Hal kedua , saat makan kamu harus menyiapkan makanannya terlebih dahulu , sebelum menyiapkan makananmu sendiri juga siapkan minuman untuknya . Itu adalah pelayanan dasar Seorang Istri kepada suami . "


"Selanjutnya yang harus kau lakukan adalah , tidur dalam satu ranjang meskipun kau belum Mencintainya , dan Rayyan belum mencintaimu . Kalian harus tetap tidur dalam satu ranjang , agar hubungan kalian semakin dekat . Bagaimanapun kalian adalah sepasang suami istri , terasa aneh rasanya jika kalian tidur terpisah walau belum ada cinta di antara kalian . " kata Nisa lagi.


"Cobalah menerima suamimu Zahra , walaupun belum ada cinta di antara kalian . Mommy yakin rasa itu akan datang , jika kalian terus bersama . Apa kurangnya anak mommy, dia adalah anak yang baik, tampan dan mungkin kamu sudah melihat bentuk tubuhnya yang menggoda itu kan? Ya, walaupun dia terkadang sangat menyebalkan." kata Nisa menggoda menantunya, dan terbukti wajah Zahra langsung memerah.


"Dan ingatlah ini Zahra," Nisa kembali serius. "Di dalam keluarga kami tidak akan pernah ada perceraian . Tapi jika kau tidak bisa melayani suamimu dengan baik , Kami tidak akan melarang Rayyan untuk menikah lagi dan mencari istri yang baik yang bisa menerimanya dan melayaninya dengan baik dan sepenuh hati . Karena dalam agama kita tidak melarang bagi seorang laki-laki untuk menikah sampai empat kali. " Nisa mencoba menakut-nakuti Zahra dengan adanya poligami.


Mendengar apa yang dikatakan ibu mertuanya, membuat tubuh Zahra menegang. Menikah lagi? bahkan pernikahan mereka baru berlangsung satu hari dan dia belum bisa menerima dan mencintai Rayyan, tapi kenapa mommy Nisa mengatakan hal itu?


"Mommy tidak menakut-nakutimu Zahra , Mommy hanya mengatakan Seandainya . Maka dari itu Mommy harap , mulai sekarang jaga sikapmu kepada Rayan . Jadilah seorang istri yang baik untuknya . Layani dia sebaik mungkin , dan cobalah menerima dia dalam hidupmu , sebagai suamimu , sebagai imammu yang akan menuntunmu menuju ke surga-Nya . Ingatlah , saat kau menjadi seorang anak , surga anak ada di bawah telapak kaki ibunya . Namun ketika seorang wanita sudah menikah, maka surga seorang istri berada di bawah telapak kaki suaminya. Jangan pernah durhaka kepada suamimu. Dan jangan pernah membantah semua perintahnya selama masih berada di jalan Allah. Mungkin ayahmu juga memberi nasehat seperti ini kepadamu setelah menikah kemarin."

__ADS_1


Mendengar nasehat dari ibu mertuanya membuat jantung Zahra berdegup dengan kencang. Dia seolah mendapatkan nasehat dari seorang ibu yang tidak pernah dia temui selama ini.


"Mom." panggil Zahra kepada mertuanya.


"Ada apa. " Nisa menoleh kearah Zahra, dan dilihatnya mata Zahra berkaca-kaca.


"Hei... kenapa kamu menangis, sayang. Apa mommy salah mengatakan sesuatu? " Tanya Nisa yang merasa ada yang salah dengan Zahra.


Zahra menggeleng. "Mom, bolehkah aku memeluk mommy? "


Nisa langsung memeluk menantunya itu. "Ada apa? "


"Tiba-tiba aku merindukan mommy ku. Aku seperti mendapatkan nasehat dari seorang ibu kepada anaknya. " ujar Zahra kepada Nisa.


Nisa mengerti maksud Zahra, dia tau kalau Zahra memang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari seorang ibu. Jadi ini lah yang membentuk Zahra menjadi pribadi yang sangat keras kepala dan angkuh.


"Kau adalah istri Rayyan, itu artinya kau adalah anak menantuku. Mulai saat ini, anggap aku sebagai ibumu sendiri. Jangan merasa sungkan atau tidak nyaman jika kau ingin bercerita sesuatu kepada mommy atau kau ingin bermanja kepada mommy, seperti Rayyan. Karena anakku yang paling manja adalah Rayyan dibandingkan Zoya, walau dimata semua orang Zoya lah yang manja. Tapi mommy merasakan kalau anak momny yang paling manja adalah Rayyan. " ujar Nisa sambil terkekeh memeluk Zahra.


"Apakah boleh? " tanya Zahra tidak yakin.


"Iya sayang, kau boleh menganggap mommy seperti mommymu sendiri. " kata Nisa melepaskan pelukannya dari Zahra.


"Dan jika mommy boleh memberikan saran padamu, tapi mommy harap kau tidak tersinggung. "


"Apa mom? "


"Tutuplah rambutmu ini, dengan hijab. Agar auratmu terjaga dari pandangan pria di luar sana. Dengarlah ini, sehelai rambut seorang wanita yang terlihat laki-laki yang bukan mahramnya dengan sengaja. Akan menarik 4orang laki-laki dalam hidupmu Ayahmu, saudara laki-laki mu, suamimu dan anak laki-lakimu kelak ke dalam neraka." ujar Nisa kepada Zahra, sambil menyelipkan rambut Zahra kebelakang telinga.


"Jangan pernah tersinggung dengan ucapan mommy, Mommy hanya memberikan nasehat kepadamu, sayang. Semua keputusan ada di tanganmu. "


"Apakah karena itu, semua wanita di dalam mansion ini memakai hijab? "


"Iya... bahkan dulu saat Murad ingin menikahi Faza dia memberikan syarat, agar Faza menutup auratnya dulu. Baru dia akan menikahinya. Dan demi cintanya kepada Murad, Faza mau melakukannya. Awalnya memang karena cinta kepada manusia. Tapi mommy yakin suatu hari nanti dia akan melakukannya karena Allah. " Nisa sengaja menceritakan kisah Murad agar Zahra bisa membuka hatinya.


"Baiklah Zahra... mommy hanya menasihatimu sampai disini saja. Jika ada yang ingin kau, tanyakan atau kau sampaikan kau bisa mencari mommy. " Kata Nisa yang berdiri hendak meninggalkan Zahra.


"Mom, terima kasih atas nasehatnya. akan aku pikirkan baik-baik semua nasehat mommy. "


"Baguslah."

__ADS_1


__ADS_2