
"Untuk Nona Zoya juga begitu. Alhamdulilah kedua wanita ini masih berada dalam lindungan Tuhan , jadi kandungan keduanya dapat kami selamatkan."
"Maksud dokter.... " Tanya Murad dan Ezra bersamaan.
"Nona Zoya kami perkiraan sedang hamil, tuan. Apa anda tidak mengetahuinya? " tanya dokter setelah mengatakan keadaan Zoya.
"Apa? Be... benarkah istriku hamil dokter? " tanya Ezra tak percaya.
"Iya tuan, sepertinya begitu. Untuk lebih jelasnya, nanti setelah nona Zoya siuman anda bisa bawa istri anda memeriksakan diri ke dokter kandungan." Ucap dokter dengan tersenyum karena melihat kebahagiaan di wajah Ezra
"Kak... Zoya.. istriku hamil.... " Ezra langsung memeluk adik ipar sekaligus kakak iparnya itu. Entahlah...
Murad membalas pelukan Ezra denga bahagia juga. "Selamat Ezra... Tapi... "Murad langsung melepaskan pelukan Ezra.
" Tapi kenapa kak? " Ezra merasa bingung dengan reaksi Murad.
"Dokter... Apakah kandungan adikku tidak apa-apa , karena kemarin dia tanpa sengaja meminum obat perangsang ." Tanya Murad kepada dokter dengan panik .
Mendengar hal itu , Ezra dan Rayyan juga ikut terkejut . Karena mereka melupakan satu hal itu .
"Benarkah itu Tuan?" Tanya Dokter kepada Ezra.
Ezra mengangguk lemah , " kami tidak tahu kalau istriku sedang hamil , kami ada misi untuk menangkap seseorang . Tapi ternyata orang itu menggunakan cara licik dan memberi obat perangsang kepada istriku . Dan kami melakukannya semalam. "
"Apakah ada keluhan pada istri anda , semalam saat kalian berhubungan ? "
Ezra menggeleng. "Tidak bahkan istriku memintanya lagi dan lagi sampai efek dari obat itu menghilang ." jawab Ezra dengan lesu.
"Nanti anda bisa konsultasikan ini kepada dokter kandungan jika nona Zoya sudah siuman , mungkin saja tidak akan terjadi masalah, Tuan. Kita berfikir positif saja. Karena kalian berhubungan semalaman dan tidak ada masalah dengan kandungannya . Apalagi barusan , Nona Zoya juga mengalami kecelakaan dan janin itu masih kuat Bertahan di rahim Nona Zoya . Semoga saja bayi itu tidak bermasalah nantinya." Ujar dokter memberikan sedikit pendapatnya untuk menghilangkan ketegangan pada Ezra.
Baik Murad, Rayan dan Ezra mengaminkan apa yang dokter itu katakan , karena mereka juga tidak ingin terjadi sesuatu kepada Zoya dan kandungannya .
__ADS_1
Setelah ini Nona Zoya dan Nona Faza akan kami pindahkan ke ruang perawatan mereka, agar mereka bisa istirahat dengan tenang .
Zoya dan Faza kemudian didorong menuju ruangan VVIP yang disediakan khusus untuk keluarga mereka . Selama perjalanan menuju ruangan perawatan , Murad bertanya kepada Ezra Apa yang sebenarnya terjadi . Karena dilihatnya Ezra baik-baik saja , dan yang terluka hanya Zoya dan Faza .
"Katakan kepadaku Ezra , Sebenarnya apa yang terjadi Kenapa bisa istri kita menjadi korban kecelakaan sampai seperti ini, sedangkan kau baik-baik saja." Tanya Murad sambil berjalan menuju ruang perawatan .
Ezra menghentikan langkahnya , dia baru ingat tentang kejadian di depan toko kue tadi .
"Kakak Segera hubungi Bastian , suruh dia mengecek CCTV yang berada di depan toko kue di jalan xxx . Dimana mobilku masih ringsek di sana."
"Memangnya Apa yang terjadi " tanya Murad Yang penasaran, begitu juga dengan Rayyan yang dengan seksama mendengarkan percakapan mereka berdua .
"Tadi Saat kami akan ke perusahaan , Faza tiba-tiba ingin membeli kue untuk camilan saat di kantor nanti katanya . Aku menyuruh Zoya dan Faza tetap di dalam mobil , dan aku yang membeli kue itu . Tapi baru saja aku masuk ke dalam toko kue , terdengar suara tabrakan di belakangku . Saat Aku menoleh , ternyata mobilku ditabrak orang dari belakang . Dan mobil yang menabrak mobilku , langsung pergi begitu saja . Aku jadi penasaran , Siapa dia yang berani mengganggu keluarga kita ." Ezra menceritakan semua kejadian tadi saat di perjalanan menuju ke perusahaan .
"Brengsek , Siapa yang sudah berani mencelakai adik dan istriku ." Murad mengepalkan tangannya dengan kuat dan rahang yang sudah mengetat.
"Rayyan Segera hubungi Bastian , Aku ingin tahu siapa yang sudah berani bermain-main dengan keluarga kita. " Murad memberi perintah kepada adiknya.
Rayyan dengan cepat segera menghubungi Bastian , agar segera menyelidiki Kecelakaan yang dialami oleh Zoya dan Faza . Dia juga berpikir , sebaiknya dia juga melindungi Zahra dengan baik agar kejadian yang dialami kedua saudaranya itu tidak terjadi kepada istrinya.
Sudah bisa dibayangkan Bagaimana respon kedua wanita itu saat diberitahu Kalau Zoya dan Faza mengalami kecelakaan . Dan dengan segera , mereka berdua datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan kedua anak mereka . Rayyan juga menghubungi istrinya agar datang ke rumah sakit, setelah memberitahu kalau Faza dan Zoya sedang dirawat . Zahra juga langsung datang ke rumah sakit dan meninggalkan pekerjaannya .
"Bagaimana ini bisa terjadi , Ezra . Ya Tuhan, anakku semoga bayi kalian tidak apa-apa ." Kata mommy Nisa dengan kepanikannya .
Jika mommy Nisa terlihat lebih panik , berbeda dengan mama Alima yang terlihat lebih tenang . Karena jika mereka berdua terlihat panik akan membuat suasana tidak kondusif .
Ezra lalu menceritakan apa yang terjadi tadi , sama dengan yang diceritakan kepada Murad ,Mendengar hal itu membuat Nisa menjadi sangat geram . Karena sudah ada yang berani mengganggu keluarganya ,dengan cara berbahaya seperti ini .
"Murad kau tahu kan tugasmu , segera selesaikan ." Perintah mommy Nisa kepada anak sulungnya itu .
"Sudah mom , kita hanya menunggu kabar dari Bastian setelah Bastian mendapatkan identitas pelaku kita akan segera mengeksekusinya ." Kata Murad yang sudah terlihat lebih tenang dari tadi .
__ADS_1
Ponsel Rayyan bergetar dilihatnya sebuah nomor panggilan dari Bastian . Tanpa babibu lagi , Rayyan langsung mengangkat panggilan itu .
"Ada apa Bas , Apa kau sudah mendapatkannya ."
"Sudah tuan , ternyata mobil yang mengikuti mobil Tuan Ezra . Sudah mengintai mension kalian sejak beberapa saar sebelum Tuan Ezra keluar ."
"Lalu apakah Kau menemukan siapa pemilik mobil itu ? "
"Maaf tuan , Sepertinya itu hanya mobil sewaan . Yang biasa disewa oleh para turis yang datang sebagai wisatawan di sini ."
"Apa kau tahu di mana letak mobil itu berada saat ini . "
"Sudah tuan, Saya akan mengirimnya kepada anda. Saya juga akan mengirim kejadian di depan toko kue. "
Panggilan ditutup, Rayyan segera membuka pesan yang dikirimkan Bastian. Dia jadi geram sendiri saat melihat kejadian yang menimpa kedua saudaranya itu. Begitu juga Murad dan semua orang yang melihat semua itu. "
Namun pandangan mereka tiba-tiba terfokus pada siluet orang yang mengendarai mobil sedan yang menabrak mobil Ezra. Tidak asing lagi, karena sosok itu adalah sosok yang sangat mereka hindari.
"Monica... " gumam mereka bertiga bersama, lalu mereka saling berpandangan.
"Kita harus benar-benar menghabisi wanita itu, kak. " kata Ezra kepada Murad dengan geram. Karena dari awal dia sudah ingin menghabisi wanita itu, namun selalu dilarang oleh semuanya karena dia ingin mencari bukti kejahatan Monica terlebih dahulu.
"Baiklah ayo kita lakukan. Hanya kau dan aku Ezra. Rayyan kau jaga para wanita di sini, sampai daddy dan papa Kemal datang." pinta Mursd kepada adiknya.
"Tentu kak. Kalau ada apa-apa segera hubungi aku. "
"Tunggu, sebelum kita pergi. Mom aku minta tolong padamu, tadi kami sudah di tolong oleh orang baik hati yang mengantarkan kami ke rumah sakit, dari pada menunggi ambulans. Tolong mommy lakukan yang terbaik kepadanya, karena aku tidak mau berhutang budi kepadanya. Bukan maksudku menyuruh mommy, tapi aku meminta tolong,mom. " kata Ezra yang sedikit sungkan meminta tolong kepada ibu mertuanya.
"Serahkan pada mommy dan Rayyan. Tugas kalian adalah menyelesaikan wanita itu. Jangan sampai muncul di keluarga kita lagi, dan ada Monica-monica lainnya. "
"Baik, mom."
__ADS_1
"Tapi ingat, Murad Ezra... jangan sampai membunuh. Ingat istri kalian sedang hamil. "
Murad dan Ezra mengangguk lalu pergi meninggalkan ruang rawat istri mereka setelah memberikan kecupan singkat di kening istri mereka masing-masing.