Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Rencana


__ADS_3

Semua orang memulai sarapannya, dengan tenang dan dengan pemikiran mereka masing-masing. Hingga Erhan membuka suaranya dan membuyarkan semua pemikiran mereka.


"Murad, apa kau akan mulai bekerja hari ini? " tanya Erhan kepada anaknya itu.


"Iya, dad. Sudah lama aku libur bekerja. Saat aku sehat, Aku ingin bekerja kembali seperti dulu ."


"Ya tentu saja , itu adalah kursimu . Dan Kau Berhak untuk mendudukinya kapanpun kau mau ." ujar Erhan.


"Benar Kak , Aku merindukan berkolaborasi denganmu lagi saat bekerja , dan tidak akan berdebat lagi dengan makhluk menyebalkan bernama Ezra , karena dia hanya mematuhi semua ucapanmu . Tapi saat aku yang bicara dengannya, dia selalu membantah . Bukankah itu sangat menyebalkan ." Dengus Rayyan mengeluarkan semua unek-uneknya saat di tempat kerja bersama Ezra .


"Hei yang kau sebut makhluk menyebalkan itu adalah suami Rayyan , awas saja kau kalau berani menindas suamiku ." Ucap Zoya yang tidak terima suaminya disebut makhluk menyebalkkan.


"Terserah aku , selama ini kan kita bekerja bersama . Jadi aku tahu bagaimana semua perilaku Ezra di kantor . " kata Rayyan sambil menjulurkan lidahnya kepada Zoya .


Melihat itu ,membuat Erhan dan Nisa menggelengkan kepalanya . Karena tetap saja Rayyan dan Zoya selalu bertengkar di setiap waktu .


"Sudahlah tidak perlu Bertengkar Lagi , Ezra memang asistenku . Jadi, dia hanya mematuhi semua perintahku . Tapi Eszra , Tidak ada salahnya jika kamu juga mendengarkan apa yang Rayyan katakan . Bagaimanapun juga Rayyan adalah saudaraku , kalian jangan suka bertengkar seperti anak kecil hanya karena memperdebatkan hal-hal kecil . " Ucap Murad kepada asisten dan adiknya itu .


"Maaf kak . "


"Maaf... " Ezra bingung memanggil Murad saat ini. Erhan yang melihat kebingungan dari Ezrapun mengerti.


"Kalau di rumah atau diluar kantor kamu boleh memanggil Murad dengan namanya. Namun saat di tempat kerja kamu bisa memanggilnya tuan atau tua muda. Itu untuk mengajari pada karyawan agar mereka menghormati atasannya. " Kata Erhan panjnag lebar.


" Baik, dad aku mengerti. "


Mereka akhirnya berangkat kerja,dengan Murad yang berangkat kerja dengan Ezra dan dokter Evan. Murad ingin memantau semua gerak-gerik Evan. Sedangkan Rayyan akan mengantarkan istrinya untuk menjenguk daddy nya setelah itu mengantar ke restonya. Sudah menjadi kebiasaan Rayyan sekarang seperti ini, selama satu bulan terakhir. Karena Rayyan tidak ingin membiarkan istrinya itu pergi bekerja sendiri.


"Kak Ezra, aku titip suamiku ya. Jaga dia baik-baik." kata Faza yang sepertinya tidak rela jika ditinggal kerja.


"Tentu saja Faza. Aku pasti akan menjaga suamimu. " kata Ezra menenangkan adiknya yang sepertinya sedang sedih.


Murad juga langsung mendekap tubuh Faza.


"Katanya nanti siang kamu akan mengantarkan makanan untukku. " Ucap Murad setelah mengecup pucuk kepala istri kecilnya itu.


"Iya nanti aku akan ke perusahaan. Kakak mau aku bawakan apa? " tanya Faza yang kembali bersemangat.


"Apa pun yang kau siapkan Faza. "


"Baiklah kakak... "

__ADS_1


Murad akhirnya melepaskan pelukannya dari Faza. Dia lalu memberikan ciuman singkat di bibir Faza. Lalu segera masuk ke dalam mobil. Faza melepaskan kepergian suaminya itu dengan wajah kembali sendu.


"Apa kau tidak suka kalau kak Murad kembali bekerja? " Tanya Zoya kepada iparnya itu.


"Entahlah kak, biasanya aku bersama dengannya sepanjang hari. Sekarang dia malah bekerja. Aku sangat merasa kehilangan. " curahan hati Faza.


"Sudahlah kamu harus terbiasa, karena kak Murad adalah pemegang kendali perusahaan, tanggung jawabnya pasti lebih besar dari kita semua. " ujar Zoya yang merangkul tubuh Faza.


"Oh, iya. katanya nanti kamu akan mengantarkan bekal makan siang kepada kakak. "


Faza hanya mengangguk, dan enggan bicara.


"Kalau begitu aku juga titip bekal untuk Ezra. "


"Tentu saja kak. Ezra kan kakakku. Jadi aku akan membawakannya bekal juga. Aku juga akan membawakan makanan untuk kak Rayyan"


"Terimakasih Faza."


Di dalam mobil dalam perjalanan ke perusahaan.


"Bagaimana dokter Evan, apa sudah mendapatkan balasan dari Monica? "


Evan tanpa sungkan lagi memberikan ponselnya kepada Murad. Dan Murad langsung menerimanya dan membuka pesan dari Monica. "


"Bagus sekali Evan. kau bisa masuk kedalam keluarga itu dengan mudah. "


"Ternyata keluarga Khan itu bodoh. Bagaimana bisa dia menerima orang asing masuk ke dalam keluarganya. Apa mereka tidak mencari tau siapa dirimu terlebih dulu. "


"Tugasmu Setelah ini, kau harus menghentikan senyuman di bibir tuan putri itu dengan tangisan. Setelah dia benar-benar hancur, giliran ku yang akan datang menargetkan tuan muda."


"Baiklah Monica akan aku lakukan semua sesuai perintahmu. Tapi tolong jaga anak dan istriku dengan baik. " Evan


"Tentu saja kakakku sayang. Aku akan memperlakukan anak dan istrimu dengan sangat baik. "


Membaca semua pesan yang dikirimkan oleh Monica , membuat Murad mengepalkan tangannya dengan erat . Dia terlihat sangat marah , ternyata inilah rencana Monica. Menjerat Zoya kemudian menghancurkannya melalui Evan .


Murad lalu menghirup nafas dalam-dalam , lalu mengeluarkannya perlahan . Dia berusaha meredam emosi yang ada pada dirinya , setelah membaca pesan dari Monica .


"Lalu sekarang apa yang akan kau rencanakan dokter Evan ?" Tanya Murad kepada Evan .


"Saya punya sebuah rencana Tuan , tapi saya harus meminta izin kepada Tuan Ezra . Karena ini menyangkut istrinya ." ujar Evan sedikit ragu.

__ADS_1


Ezra mengernyitkan keningnya setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh dokter Evan .


"Katakan." perintah Murad.


"Maaf, tuan . Saya tidak ingin terjadi kecelakaan jika saya mengatakannya di dalam mobil . Sebaiknya saya mengatakannya nanti , saat kita sudah sampai di perusahaan anda . Saya akan menceritakan semua apa yang menjadi rencana saya kepada anda dan tuan Ezra ." kata dokter Evan masih dengan sedikit ragu


"Baiklah kalau begitu jika ini demi keselamatan kita , aku tahu pasti rencanamu itu sangat ekstrem . Jika kamu tidak mau mengatakannya di sini ."


" Iya tuan ini demi melancarkan rencana kita semua untuk menjebak Monica ."


Keadaan di dalam mobil kembali, sepi dan mencekam setelah mereka semua terdiam .Dan tidak ada satupun yang bersuara .


Tak begitu lama mobil yang mereka kendarai sudah sampai di perusahaan raksasa itu . Mereka bertiga langsung keluar dari mobil dan memasuki perusahaan. Semua karyawan terkejut saat melihat tuan muda sekaligus CEO mereka sudah mulai masuk kerja kembali, setelah beberapa bulan dia tidak datang ke perusahaan tanpa diketahui penyebabnya. Mereka semua membungkukan badan mereka untuk menyambut kedatangan CEO mereka.


Berbagai kasak kusuk terdengar saat tuan muda itu melewati mereka.


"Apakah itu benar tuan Murad?


" Ya ampun... akhirnya bisa cuci mata lagi setelah beberapa bulan kita selalu mendengarkan perdebatan tuan Rayyan dan tuan Ezra. "


"Kau benar, akhirnya bisa melihat yang bening-bening lagi. "


Begitulah kasak kusuk para karyawan setelah Murad melewati mereka . Murad memang menjadi idola para karyawan teruta. a maryawan perempuan, karena sifatnya yang tenang dan menghanyutkan . Tidak seperti Rayan yang suka menggoda , dan sangat menyebalkan . Itulah perbedaan Kedua sifat saudara dikeluarga Khan tersebut .


Sesampainya mereka bertiga di ruangan lagi-lagi Murad mencecar Evan dengan pertanyaan yang sama .


"Sebelum kita bekerja , Aku ingin menanyakan apa rencanamu yang tidak bisa kau katakan didalam mobil . "


"Maafkan aku sebelumnya Tuan Ezra , jika harus mengatakan ini ." Ucap Evan sebelum dia mengatakan semuanya.


"Tapi sebelumnya anda harus membaca pesan dari Monica terlebih dahulu , setelah itu saya baru akan mengatakan apa Rencanaku . Jika Anda belum membaca pesan ini , saya takut Anda mengira saya mengambil kesempatan dalam kesempitan . Walaupun sebenarnya Saya tidak memiliki maksud apapun ." ujar dokter Evan panjang lebar menjelaskan Apa yang sebenarnya terjadi


"Kemarikan ponselmu , Aku ingin membaca pesan darimu . "


Evan lalu menyerahkan ponselnya kepada Ezra . Dan dengan sigap Ezra langsung membaca semua pesan yang dikirimkan oleh Monica kepada dokter Evan . Dan reaksi Ezra , sama dengan reaksi Murad tadi saat di mobil .


"Ternyata ini rencana wanita busuk itu , dia ingin menjerat Zoya . Lalu menghancurkannya ."


"Sekarang katakan apa rencanamu ." Tanya Ezra yang tidak sabaran karena ini menyangkut istrinya .


"Aku ingin mengajak Zoya ke hotel. "

__ADS_1


__ADS_2