Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Harapan Semua Orang


__ADS_3

Mendengar permintaan istrinya, Ezra segera turun ke dapur dan meminta juru masak di dapur untuk memasakkan Bakso untuk istrinya. Saat dia hendak kembali ke kamarnya, Ezra bertemu dengan Nisa diruang tengah.


"Lho, sedang apa di dapur, Zra? "


"Zoya ingin makan Bakso, mom. Jadi aku meminta juru masak kita untuk memasakkannya. " Ezra mengatakan alasan kenapa dia ada di dapur.


"Oohhh Zoya sedang ngidam bakso. Ya sudah, kamu kembali temani istrimu. Mommy akan bilang kepada juru masak kita, agar bikinnya lebih banyak untuk semua orang. Jadi pengen makan bakso juga kan mommy. " Nisa segera ke dapur mengatakan keinginan nya itu kepada koki mereka.


Ezra segera kembali ke kamarnya dan menemani istrinya lagi.


Sedangkan di kamar Murad, Faza sedang mendapatkan pijatan di kaki dari suaminya. Karena dia merasa lelah. Entahlah, Faza terlihat lebih manja hari ini. Dia ingin diperlakukan seperti seorang tuan putri oleh suaminya.


"Kak... kakak tidak marahkan kalau aku bersikap seperti ini? " tanya Faza sedikit ragu. Karena dia bersikap kurang ajar kepada suaminya.


" Nggak apa-apa Faza.. tenang saja. Aku tau, selain keinginanmu ini juga keinginan anak daddy kan, yang ingin melihat daddynya memanjakan mommy. " ujar Murad sambil mengusap perut Faza yang sedikit membuncit


Faza tersenyum dan mengangguk cepat.


"Sayang, besok aku sudah mulai kerja. Kamu di rumah saja ya. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu seperti kemarin. "


Faza mengangguk. "Aku mau minta maaf kak. Mungkin karena kemarin aku nggak nurut sama kakak akhirnya kejadian itu menimpaku. " ujar Faza sambil menunduk merasa bersalah.


Murad yang mendengar rasa bersalah pada istrinya langsung mendekat dan memeluk nya.


"Ini bukan salahmu, Faza. Dari awal kita tau Monica mengincar kita. Kita tidak waspada dan meremehkannya. Sehingga semua ini bisa rejadi. Sudah... jangan salahkan dirimu sendiri, sayang. Asal kau dan anak-anak kita baik-baik saja. Aku sudah sangat bahagia. " Murad mencoba menenangkan istrinya itu.


Tak lama Faza merengek meminta suaminya untuk membawanya turun ke bawah. Dan dengan perlahan Murad menuntun istrinya itu turun kebawah.


"Kau ingin apa ke bawah? "


"Aku ingin makan sesuatu. " Kata Faza dengan mata berbinar.


Murad tidak bisa berkata apa-apa lagi, Dia hanya menuruti keinginan istrinya itu. Sampai di lantai bawah Faza mencium bau masakan yang enak sekali. Dia langsung menuju ke dapur dan menanyakan mereka sedang masak apa untuk makan siang.


Belum sampai dapur, Faza bertemu dengan ibu mertuanya yang baru keluar dari dapur.


"Ada apa Faza? Apa kau juga ingin dimasakkan sesuatu?" tanya Nisa yang penasaran kenapa menantunya ingin ke dapur.


"Aku mencium bau masakan yang enak mom. Para koki sedang masak apa ya? "

__ADS_1


"Oohhh... Itu, Zoya sedang ngidam ingin makan bakso. Aku suruh koki buat yang banyak agar, kita semua bisa makan bersama. "


"Wahhh.. pantas saja, baunya harum. " Faza terus mengendus-endus aroma makanan ini.


"Di tunggu saja, sayang. Sebentar lagi makan siang, dan kita akan menyantapnya bersama. " kata Nisa sambil berlalu dari hadapan Faza dan Murad.


Setelah kepergian mommynya, Murad membawa Faza ke ruang keluarga. Mereka berdua akan menghabiskan waktu disana sambil menunggu waktu makan siang.


Faza dengan manja duduk di pangkuan suaminya sambil menonton televisi. Hingga matanya fokus melihat tempat yang ada di televisi itu.


"Kak, kita belum bulan madu, tapi aku sudah hamil. Aku ingin kita nanti baby moon saja apa boleh?


"Apa tidak akan merepotakmu, sayang? Kau hamil anak kembar tiga lho. Aku takut kamu kelelahan nanti membawa perut besarmu. "


Faza jadi berfikir ulang dengan keinginannya. Benar kata suaminya, tidak akan bebas saat bepergian dengan perut besar. Karena itu akan sangat merepotkan.


Faza menghembuskan nafasnya, kalau saja suaminya tidak sakit seperti kemarin. Pasti dia akan mengajaknya bulan madu. Dan bisa bikin banyak anak. Eh...


Jangankan dalam keadaan sehat, dalam keadaan sakit saja suaminya sudah bisa membuatnya hamil anak kembar tiga. Apalagi kalau sehat seperti sekarang.


Faza lalu membalikkan tubuhnya menghadap perut Murad dan mulai memasukkan tangannya kedalam baju suaminya itu. Menyentuh setiap lipatan otot di perut dan dada bidang suaminya. Murad mengernyit melihat kelakuan istrinya yang nakal itu, dan lama-lama di tidak tahan juga.Tanpa aba-aba, Murad langsung menggendong tubuh Faza.


"Kakak mau ngapain? "


"Kau sudah menggodaku Faza, itu artinya kau harus bertanggung jawab. "


Glek..


Faza menelan salivanya dengan susah payah dan harus menerima hukuman karena tangan nakalnya. Dan siang itu pasangan Murad dan Faza melakukan acara menjenguk baby ala Murad.


(Skip ya othor lagi puasa 😁😁😁)


Acara makan siang di mansion itupun di mulai dengan menu utamanya adalah bakso. Sesuai keinginan ibu hamil Zoya. Mereka sudah berkumpul dan hanya tinggal menunggu Murad dan Faza yang belum turun.


"Makanlah dulu, Zoya jika kamu sudah lapar. " kata Nisa yang melihat anaknya itu sudah tidak sabar setelah melihat makanan yang dia inginkan.


"Apa boleh? "


" iya , makanlah. Kasihan bayimu nanti. Pasti dia kelaparan. " ucapan Nisa ini diangguki daddy dan suaminya.

__ADS_1


Dengan semangat Zoya langsung mengambil makanan kesukaannya itu. Dan langsung melahapnya.


Tak lama akhirnya Murad dan Faza datang, dengan wajah Murad yang penuh binar dan rambut setengah basah. Sedangkan Faza berjalan dengan pelan.


"Pantas lama. ternyata masih ngecas dulu rupanya. " sindir Erhan, kemudian dia segera menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Ah, daddy seperti tidak pernah muda saja. " Murad dan Faza segera duduk dan ikut menyantap makanan yang ada di meja makan.


Semua orang menikmati makan siang kali ini dengan menu yang sudah lama tidak pernah dibuat.


"Kalau kalian suka habiskan saja Zoya, Faza. mommy sudah menyimpan untuk Rayyan dan Zahra kok. " kata Nisa yang melihat keraguan di mata Zoya saat dia ingin menambah lagi.


"Benar ya. mom. "


"Iya, makanlah. Ini kan memang untuk ibu hamil. "


Setelah semua selesai makan, Erhan tiba-tiba menanyakan tentang kandungan Zoya.


"Oh, ya Zo. Daddy belum tau. Ada berapa janin di dalam perutmu? "


"Hanya satu dad." ucap Zoya sambil terus memakan sisa bakso di mangkuknya.


"Baguslah, jadi kita tidak terlalu repot nanti. "


"Maksud daddy?" tanya Zoya langsung menghentikan makannya.


"Iya kan, nanti anak Murad sudah tiga. Kalau anakmu kembar juga, pasti akan pusing dengar tangisan bayi, sayang. Jangan salah paham. Biarlah untuk saat ini kakak mu dulu yang punya anak kembar. Mungkin nanti anak keduamu ganti yang kembar, begitu juga dengan Rayyan. "


Zoya mengangguk, "Benar juga apa yang dikatakan daddy. " batin Zoya.


"Rayyan... apa dia dan istrinya baik-baik saja ya? " Erhan bergumam tapi masih bisa didengar semua orang.


"Kita harus memberi dukungan kepada mereka, dengan tidak menanyakan hal-hal yang sensitif kepada mereka. " Kata Nisa dengan bijak.


"Dan kau Murad, Faza. Kelak jika Rayyan belum juga dikaruniai anak dalam waktu dekat, biarkan salah satu anak kalian dekat dengan Zahra dan Rayyan. Sebagai pancingan, mungkin dengan begitu mereka akan segera mendapatkan momongan. Kalau di negara mommy seperti itu." kata Nisa lagi.


" Tapi kita tidak boleh berputus asa. Doakan saja yang terbaik untuk Rayyan dan Zahra. Semoga mereka segera menyusul kalian, dan menambah ramainya mansion ini nanti. Mommy tidak sabar ingin mendengar tangisan dan teriakan anak kecil disini. " Nisa membayangkan ramainya mansion ini dengan hadirnya cucu-cucunya nanti.


"Iya kita doakan yang terbaik untuk Rayyan dan Zahra. Karena daddy melihat Rayyan sangat mencintai Zahra , begitu juga sebaliknya. Akan lebih lengkap jika Mereka dikaruniai buah cinta mereka. " Erhan menimpali.

__ADS_1


Semua orang berharap, agar Rayyan dan Zahra bisa segera menyusul kedua pasangan di mansion ini. Namun harapan mereka hanya mereka sampaikan dalam hati. Karena mereka tidak ingin menyakiti hati seorang wanita yang bernama Zahra.


__ADS_2