
Tiga hari berlalu sejak kejadian di restoran waktu itu . Ezra benar-benar dalam mode diamnya , dia sama sekali tidak mengirimkan pesan kepada Zoya . Yang biasanya dia lakukan hanya untuk mengganggu Zoya, tapi tidak dilakukannya dalam tiga hari ini . Ezra juga tidak pernah datang ke mansion selama dua hari . Dia benar-benar merealisasikan apa yang ia katakan kepada Zoya waktu itu .
Sedangkan Zoya sendiri , saat ini merasa kelimpungan karena Ezra tidak menghubunginya sama sekali . Dia bahkan tidak mengirimkan pesan apapun kepadanya ,atau mengganggunya dengan pesan-pesan yang tidak berfaedah .
"Apa dia benar-benar marah padaku ?" Pikir Zoya dengan segala kegalauan dihatinya.
"Apa yang harus aku lakukan ? Aku masih belum tahu perasaanku padanya ? Karena aku sendiri belum pernah jatuh cinta ? Seperti apa sih cinta itu ? menyusahkan saja. "
Berbagai pertanyaan muncul di benak Zoya saat itu , hingga rasanya ia ingin menangis . Orang yang selama ini selalu mengganggunya , penuh perhatian dan selalu bersikap manis kepadanya . Kini menghilang bak ditelan Bumi .
"Apa aku harus menelponnya terlebih dahulu ? Ah malu ah , masa aku duluan yang telepon ? " Gumaman Zoya sambil mondar-mandir di ruang kerjanya .
"Bodo amat , Aku kangen sama Ezra . Aku harus menghubunginya . Dan kita harus bertemu ." Putus Zoya pada akhirnya .
Panggilan pertama tidak diangkat , panggilan kedua tidak diangkat , hingga pada panggilan ketiga yang menyapa indra pendengaran Zoya , adalah suara Alima Mama Ezra .
"Halo sayang ? Ada apa ?"
"Assalamualaikum tante "
"Oh iya Waalaikumsalam "
"Ada apa sayang ?"
"Ezra di mana Tante "
"Ezra sedang menyiapkan pernikahannya , dengan wanita yang kami jodohkan ." ujar Alima dengan senyum tertahan. Karena dia harus mulai aktingnya.
"Apa ? Lalu apakah Ezra menerimanya ?" Zoya sangat terkejut dengan sebuah kabar yang baru saja dia dengar.
"Tentu saja dia menerimanya . Walau Awalnya dia menolak , karena katanya Dia sedang menunggu jawaban dari seorang wanita . Tapi saat kami memintanya membawa kemari dia tidak mau . Bukankah itu artinya Dia sedang berbohong ? Karena itulah Aku dan Papa Ezra memutuskan untuk menikahkannya dengan wanita pilihan tante. " ujar Alima dengan menutup mulutnya.
__ADS_1
"Ja... jadi... kapan Ezra akan menikah tante.? tanya Zoya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Nanti malam acara ijabnya. Kamu datang, ya? " pinta Alima dengan tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Mendengar itu, Zoya langsung terduduk lemas. Tulang tulang di tubuhnya seolah remuk mendengar apa yang baru saja dia dengar.
"Apakah mommy dan daddy tau kalu Ezra akan menikah hari ini? " tanya Zoya dengan suara lirih.
"Tentu saja mommymu tahu , karena mommymu dan deddy-mu yang telah mensponsori pernikahan Ezra malam ini . Mereka yang telah menyiapkan restoran tempat diadakanya pernikahan Ezra. Kami tidak akan mengadakan resepsi, karena Ezra menolaknya. Dia hanya ingin pernikahannya sah dimata hukum dan agama. Nanti kamu datang ya? Ezra pasti bahagia dengan kedatanganmu. " ujar Alima dengan penuh semangat. Semangat mengerjai Zoya dan Ezra.
"InsyaAllah tante. Sudah dulu ya tante, ada klien yang datang. Sampaikan salamku untuk Ezra. " kata Zoya dengan tak bersemangat.
Alima dan Nisa saat itu langsung tertawa terbahak-bahak , Setelah telepon dari Zoya terputus . Saat ini mereka memang sedang berada di sebuah restoran untuk menyiapkan pernikahan kedua anak mereka .Seperti pernikahan Murad dan Faza sebelumnya , pernikahan Zoya dan Ezra akan diadakan secara tertutup , Yang akan datang hanya keluarga besar mereka saja.
Karena mereka berdua telah sepakat akan melakukan resepsi pernikahan saat kaki Murad sudah sembuh . Dan resepsi pernikahan itu nanti , akan ada dua mempelai yang akan dipajang di pelaminan . Yaitu Ezra dan Zoya , Murad dan Faza . Untuk Rayan entahlah , biarkan dia menyusul .
"Cepat datanglah ke butik Zoya , jemput dia dan dandani dia dengan cantik . Aku Yang Akan menyiapkan semuanya di sini . Ezra sendiri saat ini juga masih bekerja , aku sudah meminta kepada Papanya untuk mendandaninya nanti agar telihat tampan. " kata AAlima kepada Nisa , setelah berhasil menghentikan tawanya
"Kamu sudah menyiapkan gaun pernikahan Zoya untuk acara nanti kan ?" tanya Alima memastikan.
"Sudah , bukan gaun pernikahan yang mewah . Tapi sebuah baju kebaya yang cantik . Yang aku desain sendiri selama dua hari ini . Kali ini kita kan konsepnya adat Indonesia .agar dia tidak curiga .Aku dan Faza juga akan memakai kebaya nanti. begitu juga dengan kamu. Hanya para pria yang memaki pakaian resmi. " terang Nisa.
"Baguslah kalau begitu . Terima kasih ya Nis .Kamu sudah menerima anak-anakku , untuk menjadi menantumu . " Kata Alima sambil memeluk Nisa sahabatnya .
"Kamu ini apaan sih ? Dari kecil mereka kan sudah memanggilku mommy ? Itu artinya mereka juga anak-anakku. Dan sekarang mereka benar-benar menjadi anak-anakku dengan menikahi Murad dan Zoya . Aku sangat bahagia , hubungan kita semakin dekat Alima . " Kata Nisa memeluk sahabatnya .
"Kalau begitu aku pergi dulu ya. Sampai ketemu nanti malam di acara yang mendebarkan. " Nisa langsung melepaskan pelukannya dan segera beranjak dari sana.
"Baiklah, hati-hati di jalan. "
Tiga puluh menit perjalanan yang ditempuh ,akhirnya Nisa sampai di butik Zoya , dia langsung masuk ke dalam ruangan milik Zoya . Dilihatnya anaknya itu sedang menelungkupkan kepalanya di atas meja , dengan dua tangan yang dilipat .
__ADS_1
"Assalamualaikum Zoya , Kamu sedang apa ? "
Tanya Nisa yang pura-pura tidak mengerti keadaan Zoya saat ini.
'Zoya langsung melihat ke arah asal suara , dilihatnya sang Mommy sedang berjalan mendekatinya .Zoya sudah tidak bisa membendung air matanya. Dia langsung berhambur kepelukan sang mommy.
"Hei kenapa kamu menangis sayang ?Apa yang terjadi ? Apakah ada yang melukaimu ?" Tanya Nisa yang pura-pura panik.
"Mom , Kenapa Mommy tidak bilang kepadaku kalau Ezra akan menikah ?" tanya Zoya disela-sea tangisannya.
" Lho memangnya Mommy belum mengatakannya kepadamu ? Perasaan Sudah lho ? Soalnya semua orang sudah tahu . " kata Nisa yang sedang memainkan aktingnya.
"Mommy jahat , kenapa hanya aku yang tidak tahu." rengek Zoya dengan tangisan nya.
"Kamu kenapa sih sayang ? Kok sepertinya galau amat . Biarkan Ezra menikah dengan pilihan Mamanya . Nanti kan kamu juga akan menikah dengan pilihan daddymu. "Kata nisa seolah tak peduli dengan kegalauan Zoya .
"Tapi aku akan kehilangan Ezra mom ," Zoya masih merengek kepada mommynya.
"Kenapa harus kehilangan , Ezra kan tetap kerja di tempat kita , dia juga selalu mengantarkan berkas-berkas kepada kakakmu . Jadi Mana mungkin kamu akan Kehilangan Ezra . Sudahlah jangan seperti anak kecil Ayo kita pulang dan segera bersiap ke tempat pernikahan Ezra . Karena Faza juga sedang menunggu kita ." kata Nisa yang seolah di buru waktu.
"Tapi mom ? Aku mencintai Ezra , dan Ezra juga mencintaiku . Bagaimana mungkin kami yang saling mencintai , harus menikah dengan orang lain yang tidak kami cintai." Kata Zoya pada akhirnya .
"Apa ? Kalian saling mencintai ? Tapi kenapa kalian tidak pernah mengatakannya kepada kami . Sehingga kami harus melakukan jalan ini . Mencarikan jodoh untuk kalian masing-masing . Gimana bisa ...Ini sudah direncanakan, tidak boleh dibatalkan. Jangan sampai membuat keluarga besar kita malu,sayang." Kata Nisa yang seolah pusing dengan keadaannya saat ini
"Kita tidak mungkin membatalkan pernikahannya , karena pihak wanita juga sudah bersiap . Ezra sendiri juga sudah menerima wanita itu . Jadi tidak mungkin kita menghancurkan pernikahan Ezra dan membuat Alima malu dan kecewa ." ujar Nisa kemudian
"Sudahlah , Hentikan perasaanmu itu . Kita harus bersiap-siap . Dan kesana secepatnya.. Kasihan Alima mengurusi pernikahan ini sendiri. karena saudara yang dia miliki hanya kita. " Nisa terus menarik tangan Zoya meskipun Zoya menolak.
"Tapi mom..? "
Nisa langsung melotot dan itu tandanya dia tidak mau dibantah. Dan akhirnya Zoya pasrah dengan apa yang akan terjadi pada dirinya setelah ini.
__ADS_1