
"Rayyan kini mommy sadar , Kenapa kau memberi penawaran kepada Zahra dengan sebuah pernikahan . Apa kau iri kepada kakak dan saudaramu yang sudah menikah terlebih dahulu ? Sehingga kau juga ingin menikah . " ujar Nisa yang menatap tajam kepada sang anak.
"Mommy ngomong apa sih. Nggak gitu mom. " kata Rayyan. Dia lalu mengatur nafasnya untuk mengatakan kepada semua orang alasan kenapa dia menawarakan kesepakatan itu kepada Zahra. Tapi ucapan seseorang membuyarkan semuanya.
"Dia ingin memberikan pelajaran kepada Zahra. Karena telah menyebutnya bodoh. " celetuk Ezra sebelum Rayyan bersuara kembali.
Sontak celetukan Ezra tadi membuat semua orang terdiam sebelum mereka semua meledakkan tawanya. Sungguh alasan yang konyol.
"Benar itu Ray? " tanya mommy Nisa kepada anaknya itu.
Rayyan tidak dapat berkata-kata lagi, mulutnya benar-benar terkunci setelah harga dirinya dijatuhkan oleh manusia es itu.
"Baiklah-baiklah apapun alasannya, kini Zahra sudah menjadi istrimu dan menantu keluarga ini. Jadi kamu harus mulai belajar mencintainya. Apa kau mengerti Rayyan? " ucap Nisa dengan penuh penekanan di akhir kalimatnya.
" Baiklah sekarang kita makan malam dulu, karena perutku sudah lapar." kata Erhan.
"Lalu bagaimana dengan dokter Evan? Aku juga ingin mendengarkan penjelasan tentang dia." kata Nisa Yang penasaran dengan kedatangan dokter Evan ke Mansion mereka.
" Nanti setelah kita makan malam aku akan menjelaskan tentang dokter Evan karena ini sesuatu yang sangat serius," putus Erhan.
Semua orang mengikuti Erhan ,ke meja makan . tidak ada yang berani membantah saat Erhan memutuskan begitu pula dengan Nisa, karena dia sangat mematuhi suaminya itu.
Suasana tampak tenang saat mereka menikmati makan malamnya. tidak ada satupun yang bersuara mereka semua makan dengan lahap terutama keempat pria yang mengalami kejadian beruntun hari ini. Mereka seperti mengalami Spot jantung yang menguras tenanga mereka hari ini.
Setelah makan malam selesai mereka kembali ke ruang keluarga untuk berkumpul. Dan mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Kepala negara, yaitu Erhan.
Sejak tadi Evan mengamati Zoya dengan pandangan lain setelah mendengar kalau Zoya sudah menikah. Entah apa yang ia pikirkan saat ini. Ezra yang dari tadi juga melihat pandangan lain dokter Evan kepada istrinya merasa kesal di buatnya. Hingga dia tidak tahan lagi.
"dokter Evan , Kenapa kau memandangi istriku seperti itu ? " ucapan Ezra membuyarkan keheningan yang tercipta sejak tadi. Karena Erhan juga tidak segera angkat bicara.
Evan langsung menundukkan pandangannya saat mendapat teguran dari pria dingin dan kaku seperti Ezra. Sungguh Ezra tidak pernah menunjukkan sifat manisnya kepada semua orang kecuali dihadapan istrinya.
Erhan yang mendengar ucapan Ezra langsung menatap dokter Evan. Dia mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan. Dia perlu mengatur nafasnya, agar semua orang di sana bisa menerima apa yang akan dia katakan dan putuskan.
"Rayyan, Siapkan ponselmu. Putar rekaman itu di layar televisi. Biar semua orang tau siapa dokter Evan. Karena ada beberapa orang yang tidak tau siapa dokter Evan. Setelah itu aku akan menjelaskna semuanya. " Perintah Erhan kepada Rayyan.
Video pun langsung diputar. Disana menunjukkan Dokter Evan sedang bertemu dengan seorang wanita dan anak. Yang tak lain adalah istri dan anaknya.
__ADS_1
Ezra dan Zoya merasa tak percaya dengan apa yang dia lihat dan dengar. Ternyata dokter Evan adalah suruhan seseorang untuk menghancurkan keluarganya melalui Zoya.
"Ezra, Zoya apa sekarang kau sudah mengerti? " tanya Erhan kepada anak dan menantunya yang wajahnya sudah mengeras, dan siap menyerang Evan.
"Jadi maksudmu, dia yang mengincar Zoya? " tanya Ezra pada Rayyan.
Rayyan hanya menggedikkan bahunya cuek.
"Iya." Erhan yang menjawab.
" Dokter Evan dalam tekanan seseorang, dia diancam oleh dua orang wanita ular, yang akan menghabisi ayah, istiri dan anaknya jika dia tidak melakukan perintahnya. " Erhan mulai menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada semua orang.
Hal itu membuat semua orang iba, termasuk Zoya tapi tidak dengan Ezra. Dia tetap ingin memukuli wajah dokter Evan saat ini.
"Jadi aku harap kalian bisa mengerti keadaan dokter Evan. Termasuk kau, Ezra. " ujar Erhan yang melihat masih ada kilat amarah di wajah Ezra kepada Evan.
"Tapi, dad. Aku masih ingin memukulinya, baru aku puas. " kata Ezra dingin tanpa perasaan.
Zoya yang melihat suaminya masih terbakar api cemburu langsung menggenggam tangannya.
"Sudah, Ezra. Lagi pula aku dengan dokter Evan tidak pernah ada hubungan apa-apa. " Zoya mencoba menenangkan suaminya itu.
Mendengar itu, semua orabg terbatuk tidak jelas. Ternyata, gunung es kalau cemburu sangat menggemaskan. batin semua orang.
"Tapi sekarang aku nikahnya sama siapa? " tanya Zoya tak kalah ketusnya.
Ezra jadi gelagapan mendapat pertanyaan seperti itu dari Zoya.
"Apasih yang kau pikirkan Ezra? Kau sudah mendapatkanku, menikahiku, bahkan kau sudah membuatku tidak bisa berjalan dimalam pertama kita. Sekarang kau masih cemburu pada pria yang tidak memiliki hubungan apapun dengan ku. Benar-benar menyebalkan. " Ketus Zoya dengan mulut tak berfilternya, sehingga membuat semua orang yang ada di sana melongo.
"uhuk... uhuk... " Ezra tersedak kata-kata Zoya yang menyudutkan.
Dan itu membuat semua orang mencibir kearahnya.
Si mulut tak berfilter masih kesal dengan suaminya, tanpa melihat pandangan semua orang kepadanya. Namun saat melihat semua orang terdiam, dia jadi bertanya-tanya,
"Memangnya apa yang terjadi, kenapa kalian semua diam? " tanya Zoya kepada siapapun yang mau menjawabnya.
__ADS_1
"Zo, sebaiknya kalau bicara. Perhatikan setiap tutur katamu. " ujar si bijak Murad kepada adiknya itu.
"Memangnya aku bicara apa? semua yang aku bicarakan adalah kebenaran. "
"Iya kebenaran tapi tidak perlu di ucapkan juga, Zo. Dasar kau ini, kalau cerewet nya sudah kumat, nggak bisa jaga kondisi. " kata Murad lagi.
"Memangnya semalam kalian main berapa ronde sampai tidak bisa berjalan.? " pancing Nisa kepada anaknya itu.
"Sampai sub... " Ezra langsung membekap mulut Ezra yang akan mengumbar kekuatannya kepada semua orang.
Mendengat kalimat Zoya yang terpotong membuat semua orang geleng-geleng kepala, dengan kelakuan dua pasangan mesum itu.
"Sudah sudah , sekarang yang kita bahas adalah dokter Evan . Mulai hari ini dokter Evan akan tinggal di sini . Dialah yang akan menjadi dokter pribadi Murad , dan akan menangani Murad sampai dia sembuh ." Putus Erhan .
Mendengar itu Ezra semakin melotot tak percaya . Dan membuat semua orang terkejut .
"Sayang, apakah tidak berbahaya jika dokter Evan ada di rumah ini ?" Tanya Nisa yang merasa khawatir .
"Tidak , kita akan melempar umpan kepada mereka berdua . Agar mereka berdua menganggap , bahwa dokter Evan sudah diterima di keluarga kita . Setelah itu , dia akan menarik wanita yang bernama Monica itu untuk datang ke negara ini . Dan saat Sofie di sana sendirian ....." Kalimat Erhan terpotong pekikan dari Nisa
"Apa ? Shofi . Jadi orang dibalik semua ini adalah Shofi . " tanya Nisa yang tak percaya dengan apa yang dia dengar.
Erhan mengangguk, "Iya sayang. Dia adalah Shofie yang sama yang sudah mencelakai keluarga kita dulu. " ujar Erhan membenarkan keraguan istrinya.
Nisa langsung lemas mendengarkan nama Shofie di sebut. Rayyan yang berada di sisinya langsung memeluk sang mommy, karena hanya dia yang tau kisah di balik dendam Shofie.
"Tananglah, mom. " ujar Rayyan menenangkan sang mommy.
Melihat istrinya yang sudah ditenangkan anaknya, Erhan lalu mengatakan rencananya kepada semua orang, agar mereka tau apa yang harus mereka lakukan.
"Jadi seperti kataku tadi, dokter Evan akan tinggal di sini. Dia yang akan merawat Murad sampai dia sembuh. Dan memberikan rumor kepada Monica kalau Evan berhasil masuk ke dalam keluarga kita. Ezra aku butuh bantuanmu untuk kali ini. Ini hanya rumor yang kita buat. Kau bisa bersama dengan Zoya selama 24 jam jika kamu mau. "
Ezra yang mulai mengerti pun mulai bisa menerima keadaan yang akan mereka hadapi. Apalagi, melihat mommy Nisa merasa cemas dengan satu nama itu. Seperti nya memang serius.
"Evan akan menjadi umpan, agar dia segera datang ke negara ini. Saat dia datang, Max yang ada di Jerman akan membantu menyelamatkan anak dan istri dokter Evan dan membawanya ke Jepang untuk menjalani operasi jantung. Kita akan membantumu mengobati anakmu dokter Evan. Selamakauj disini, maka anak dan istrimu yang berada di Jepang akan di jaga beberapa orang-orang ku disana. " ujar Erhan yang mengatakan rencananya.
"Dan di Jerman Shofie akan sendirian bersama ayahmu. Disanalah kita nanti akan menyergap Shofie. "
__ADS_1
"Sedangkan untuk Murad dan Rayyan. Bersiaplah, Monica akan datang kemari untuk menggoda salah satu dari kalian. Karena misinya adalah menaklukkan salah satu pewaris keluarga ini sebagai jembatan untuk menghancurkan keluarga kita. "
Mendengar hal itu membuat Faza menegang. Karena dia tidak mau, suaminya akan direbut wanita asing. Tapi tidak dengan Zahra. Dia sangat acuh, karena merasa tidak mencintai Rayyan, jadi terserah dia saja.