Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Pertemuan Dua Keluarga.


__ADS_3

Semua orang masih terdiam setelah mendengarkan semua curahan hati Faza tentang kakaknya . Mereka benar-benar tidak tahu apa yang harus mereka lakukan sekarang . Tapi satu yang pasti , malam ini Nisa dan Erhan akan bertemu dengan Alima dan Kemal . Untuk membicarakan kelangsungan hubungan kedua anak mereka.


Nisa lalu mendekati Faza dan memeluknya , untuk menenangkan hati menantunya itu .


"Tenanglah Sayang , kami akan membicarakan hubungan Ezra dan Zoya bersama kedua orang tuamu dulu . Bagaimana sebaiknya . Karena kami tidak bisa memutuskan hanya dengan satu pihak saja , karena ini menyangkut dua keluarga . " Kata Nisa untuk menenangkan hati menantunya .


"Iya mom , tapi aku sangat berharap semoga kakakku bisa bahagia dan mendapatkan cintanya , seperti aku yang mendapatkan cintaku . Karena sebuah cinta yang dipisahkan , itu sangat menyakitkan . Dulu aku pernah merasakannya , saat Kak Murad bertunangan dengan Diandra . Hatiku hancur mom , dan rasanya sakit banget . Saat kita mencintai tapi tak bisa memiliki ." Ujar Faza di dalam pelukan Ibu mertuanya .


"Iya sayang ,kami mengerti . Kami akan mencarikan solusi terbaik untuk hubungan Ezra dan Zoya. " Nisa lalu melepaskan pelukannya dari Faza .


"Nah sudah kan sesi curhatnya , sekarang aku dan Rayyan harus ke kantor dulu . Aku akan memberitahu Kemal nanti , dan kau beritahu Alima . " Kata Erhan untuk mencairkan suasana .


Nisa mengantar Suaminya ke mobil , sedangkan Rayyan sudah berangkat lebih dulu . Setelah kepergian Alima, Nisa langsung menghubungi Alima.


"Halo Alima, assalamualaikum . " Sapa Nisa saat Alima mengangkat panggilan telponny.


"Waalaikumsalam ,Ada apa Nis tumben ?" Tanggpan Alima setelah menjawab telpon dari sahabatnya.


"Nanti malam aku ingin mengajakmu makan malam bersama suami kita , Erhan akan mengajak Kemal . Dan aku akan menjemputmu dengan di antar sopir .


"Tumben ada apa, sih? bikin penasaran aja. "


"Ada yang harus kita bahas , ini sangat penting . "


"Apakah tentang Faza. "


"Tidak , Faza baik-baik saja . Dia anak yang baik ,penurut ,dan menjaga Murad dengan baik ."


"Kalau begitu tentang apa kalau boleh tahu? "


"Akan aku ceritakan nanti saat kita bertemu ,dan kita akan membicarakannya nanti . Aku tidak suka berbicara di telepon , seperti ibu-ibu yang rumpi lewat udara, aja. "


"Baiklah kalau begitu aku akan menunggu ceritanya nanti . "


"Ya sudah kalau begitu ,sampai jumpa nanti ya , Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam."

__ADS_1


Setelah panggilan terputus, Nisa kembali ke kamarnya . Dia akan melakukan apa yang harus dia lakukan nanti , mencari solusi terbaik untuk anak perempuan satu-satunya di keluarga ini .


*


Sedangkan di kamar Murad ,


Murad Tengah menenangkan istrinya yang sedang cemas . Dia tahu ,istrinya itu sangat menyayangi kakaknya jadi dia tidak ingin kakaknya terluka .


"Tenanglah Sayang semua pasti akan baik-baik saja , Mommy dan Daddy akan melakukan yang terbaik untuk Ezra dan Zoya , dan aku yakin mommy tidak akan memisahkan Zoya dan Ezra . Karena menurutku Ezra adalah pria yang cocok untuk tuan putri di rumah ini . " kata Murad menenangkan istrinya.


"Tapi aku masih cemas Kak , kasihan Kak Ezra. "


"Sudah, tidak akan terjadi apa-apa pada hubungan Ezra dan Zoya . Sekarang lebih baik pikirkan di mana kita akan makan malam nanti . Apa kau mau makan malam di luar denganku ?" Tanya Murad seolah ragu.


"Tentu saja aku mau , Memangnya kenapa kalau aku keluar dengan kakak . "


"Aku masih belum bisa jalan, sayang? aku takut kamu akan malu ketika kita masuk ke dalam restoran ."


"Kenapa harus malu ,Kakak kan suamiku ."


"Kamu harus mendorongku yang menggunakan kursi roda , Apa kau tidak keberatan dan merasa malu ?" tanya Murad lagi memastikan


" Baiklah kalau begitu."


*


*


Malam harinya.


Benar-benar tidak ada acara makan malam di rumah . Mereka semua pergi makan malam di luar , termasuk Zoya yang diberitahu Mommynya kalau Mommy dan Daddy serta Faza dan Murad akan makan malam di luar. Kalau Rayan entahlah ,apa yang akan dilakukan anak itu . Apakah akan nongkrong bersama teman-temannya ,atau Makan malam di rumah sendirian .


Di sebuah restoran mewah, sudah ada Erhan dan Nisa serta Kemal dan Alima . Mereka sudah duduk bersama dalam satu meja . Nisa menyuruh semua orang untuk makan malam terlebih dahulu , sebelum dia mengatakan sesuatu yang penting . Dia tidak ingin para sahabatnya itu kehilangan nafsu makan setelah mendengarkan apa yang ia sampaikan . Dan akhirnya mereka selesai menghabiskan makan malamnya .


"Sekarang Katakan kepada kami, Sebenarnya apa yang terjadi . Kenapa sepertinya serius sekali ." Tanya Alima Setelah lama tidak mendengarkan Nisa berbicara


"Ini tentang Ezra dan juga Zoya ." kata Nisa pada akhirnya dan mulai buka suara.

__ADS_1


"Ezra..... Zoya .... memangnya apa yang terjadi pada mereka? " tanya Alima yang tidak tahu apapun .


"Apa kau benar-benar tidak tahu Alima? tanya Nisa.


Alima menggeleng .


"Anakmu Ezra , mencintai anakku Zoya. " Kata Nisa dengan penuh penekanan di setiap ucapannya.


"Benarkah? Mana mungkin ? jangam bercanda. Anakku yang seperti gunung es itu ,mencintai anakmu yang cerewet dan manja . Aku tidak percaya Nisa. "Kata Alima yang menolak apa yang dia dengar.


"Sudah kuduga, kau tidak tahu apa-apa. Ternyata benar kata Faza. "Ejek Nisa kepada sahabatnya .


"Faza... Mmangnya apa yang dikatakan Faza ?" Tanya Alia


"Dia bilang, kalau Kedua orang tuanya tidak tahu kalau kakaknya mencintai Zoya sejak kecil. "


"Apa? Benarkah Faza bicara seperti itu ? Jadi ,Faza tahu kalau Ezra mencintai Zoya ?


Nisa menggangguk sebagai jawaban


"Lalu apakah Kau juga tahu Kemal ,kalau anakmu itu mencintai putriku ?" Kini giliran Erhan yang bertanya pada sahabatnya .


Kemal yang masih shock hanya terdiam setelah mendengarkan apa yang dikatakan kedua wanita di depannya ini. Dia hanya bisa menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya.


"Aku tidak tahu , karena kau tahu sendiri Bagaimana sifat dan sikap anak laki-lakiku itu . Dia tertutup dan tidak bisa mengekspresikan dirinya . Wajahnya selalu datar dan sikapnya dingin . Kita tidak pernah bisa menebak, apa yang sedang dia pikirkan. " ujar Kemal pada akhirnya.


"Kau benar ,anak laki-lakimu itu memang susah untuk ditebak ."


Setelah pembicaraan itu, mereka semua terdiam. mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


"Sekarang Apa yang harus kita lakukan? " tanya Nisa setelah mereka termenung selama beberapa saat.


"Entahlah Nis, aku tidak mau dikatakan sebagai orang tua yang tidak tau diri. Setelah menikahkan anak perempuanku dengan pewaris di keluargamu , sekarang anak laki-lakiku juga mencintai anak perempuanmu . Aku tidak ingin dikatakan sebagai orang yang serakah .Aku malu Nis ?" kata Alima sambil menundukkan kepalanya.


"Lalu Apakah kita harus memisahkan mereka berdua ? Sedangkan Faza , menantu kecilku itu memohon padaku untuk jangan memisahkan kakaknya dengan Zoya . Karena mencintai seseorang namun tidak bisa memiliki , itu rasanya sakit sekali . Begitulah yang Zoya katakan kepadaku . " Kata Nisa menirukan ucapan Zoya


"Kita Harus bagaimana?" tanya Alima pada suaminya.

__ADS_1


Kemal menggelengkan kepala, karena dia juga tidak tau, apa yang harus dia lakukan.


Memang benar mencintai tapi tak bisa memiliki itu rasanya sakit sekali.


__ADS_2