
Hari ini Zahra benar-benar tidak bekerja, Mommy sudah memintanya saat sarapan tadi, kalau Zahra akan tetap dirumah, bersama para wanita lainnya. Zoya dan Faza. Karena hari ini mommy akan mendatangkan Wo dan manager dari toko perhiasan yang akan membawa beberapa sampel perhiasan untuk para pengantin wanita.
Semalam Nisa sudah bercerita kepada suaminya kalau dia akan mengajak Zahra mempersiapkan pernikahan mereka. Tapi Erhan melarang, Erhan meminta Nisa mendatangkan para WO, Desainer, dan semua yang bersangkutan untuk datang ke mansion saja. Agar anak-anak mereka bisa memilihnya di mansion. Dan disinilah mereka berada.
Beberapa orang-orang WO sudah datang, mereka benar-benar terkagum melihat bahkan masuk mansion yang sangat mewah milik pengusaha terkenal di negara mereka. Mereka duduk berhadapan dengan ketiga mempelai yang sangat cantik. Nisa lalu memulai pembicaraan dengan para orang WO tentang konsep pernikahan mereka yang mengangkat tema negeri dongeng.
Para orang WO tercengang mendengar konsep pernikahan yang akan mereka angkat sebagai tema pernikahan.
"Jadi Bagaimana apakah kalian bisa merealisasikan konsep pernikahan ke tiga anak kami. " tanya Nisa pada akhirnya.
Mereka saling berpandangan satu sama lain. Sebuah konsep pernikahan yabg sangat spektakuler. Karena ini adalah tiga konsep yang dijadikan satu.
"Jika kalian tidak sanggup, aku akan mencari WO lainnya. " kata Nisa lagi yang melihat keraguan di mata mereka.
"Nyonya apakah kami boleh bekerja sama dengan rekan kami yang lain, karena seperti nya pesta pernikahan ini akan menjadi pesta pernikahan yang spektakuler. "
"Untuk masalah itu terserah kalian saja. Asalkan konsep pernikahan ketiga anakku bisa berjalan lancar sesuai keinginan mereka. Dan ingat, jangan sampai ada masalah. "
"Baik nyonya, setelah kami berunding dengan rekan kami, kami akan menunjukkan konsepnya kepada anda dan para nona muda. Apakah ada kekurangan atau tidak. "
"Oke, kami akan menunggu. "
Mereka akhirnya kembali dengan PR yang harus mereka selesaikan dalam waktu satu bulan.
Setelah kepergian para orang WO kini giliran orang-orang dari toko perhiasan yang datang. Mereka langsung datang dengan manager toko mereka sebagai penanggung jawab.
Para pegawai menunjukkan beberapa contoh perhiasan yang mereka bawa dan semua itu adalah keluaran terbaru. Zoya, Faza dan Zahra sangat antusias melihat semua perhiasan yang ada di hadapan mereka.
Sebuah cincin bertahtakan berlian melingkar di jari manis Zoya, Zahra dan Faza sangat cantik dengan berbagai model yang berbeda. Mereka juga menyempatkan diri bervideo call dengan suami mereka dan menunjukkan cincin yang mereka pilih. Para suami hanya mengiyakan pilihan permaisuri mereka, tidak peduli berapapun harga yang harus mereka bayar. Asalkan wanitanya bahagia, mereka juga ikut bahagia.
Selain memilih cincin pernikahan , Mommy Nisa juga menyuruh mereka untuk memilih satu set perhiasan sebagai mas kawin . Lagi-lagi dengan antusias ketika Putri itu langsung memilih perhiasan apa yang mereka sukai, tidak peduli berapa harga nya. Toh suami mereka juga yang membayar.
__ADS_1
Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan , para pegawai toko beserta manajer mereka segera pergi dari Mansion.
"Bagaimana apa kalian sudah puas memilih perhiasannya ?" Tanya Nisa setelah kepergian para pegawai toko perhiasan.
"Iya mom, seru. Walau kami tidak bisa datang ke toko perhiasan mereka. Tapi mereka seolah memindahkan toko perhiasan di mansion kita. " Kata Zoya dengan sangat antusias.
"Benar, kita tidak perlu berjalan dan berdiri lama-lama untuk memilih perhiasan. Karena tahu sendiri aku mudah lelah kalau terlalu lama berdiri." Faza ikut menyahut.
"Kalau kamu Zahra? " tanya Mommy Nisa yang melihat Zahra hanya diam saja dan memperhatikan perhiasan yang ada di dalam kotak.
"Aku bahagia mom. Benar-benar bahagia. Pernikahan ku yang hanya dilakukan di rumah sakit, dan tanpa persiapan apapun. Kini akan dirayakan dengan mewah. Aku sangat bahagia, Terima kasih mom. " Ucap Zahra pada akhirnya.
Nisa langsung memeluk Zahr, dan membelai lembut rambutnya.
"Maafkan Rayyan waktu itu, yang membuat pernikahan sebagai sebuah kesepakatan. Sehingga kami tidak bisa hadir dalam pernikahan kalian."
"Tidak apa-apa mom, kalau bukan karena kebodohan Rayyan mungkin sampai saat ini aku masih sendiri dan tidak menikah dengan Rayyan." kata Zahra sambil tersenyum.
"Wah Benarkah , Apakah kau benar-benar sudah mencintai Rayyan ?" tanya Nisa memancing
Zahra mengangguk pasti ," Iya mom , sekarang aku sudah mencintai Rayan bahkan sangat mencintainya. " Kata Zahra dengan yakin .
"Baguslah kalau begitu , Mommy dan Daddy tidak perlu khawatir lagi . Semoga kalian akan terus saling mencintai dan menyayangi hingga maut memisahkan kalian ." Harap Nisa
"Aamiiin ."
Harapan Mommy diaminkan oleh ketiga putrinya .
"Hari ini kita hanya mendatangkan WO dan memilih perhiasan, saja. Besok kita akan fitting baju pengantin dan memilih desain undangan. "
"Baiklah mom, Aku akan melihat-lihat pakaian pengantin dari daerah mommy dari internet sebagai referensi. " kata Zoya.
__ADS_1
"Kak Zoya, aku juga desainkan model pakaian princess yang cocok untukku. " rengek Faza.
"Wah, mom. Lihatlah Faza juga ingin aku mendisain pakaian untuknya. Kalau kau Zahra apakah kau juga ingin aku desainkan gaun pernikahan mu?" Zoya mencoba memancing Zahra.
"Aku sih terserah kak. Kalau kak Zoya mau mendisainkannya maka aku akan dengan senang hati menerimanya. Tapi jika kak Zoya tidak sanggup, aku tidak apa-apa yang ada saja di butik."
Zoya tersenyum mendengarkan ucapan Zahra yang benada pasrah.
"Kalian bedua mau tau tidak gaun pernikahan mommy saat pesta di sini. Gaun mommy adalah gaun pertama yang digunakan dalam lomba bersama daddy, dan gaun itu dipakai mommy saat pesta pernikahan di negara ini. "
"Benarkah? " Faza berbinar ingin melihat gaun pernikahan mommy Nisa.
Nisa yang dibicarakan hanya menggelengkan kepala mendengarkan ucapan Zoya.
"Ayo aku tunjukkan. Kalian pasti belum pernah masuk ke dalam ruangan ini. "
Zoya mengajak kedua saudara iparnya itu ke sebuah tempat yang memang belum pernah mereka masuki selama menikah. Bahkan Faza yang sejak kecil sering bermain di rumah itupun belum pernah masuk ke dalam ruangan itu.
Sebuah ruangan Khusus yang bertuliskan Memory. Mereka bertiga masuk kedalam ruangan itu, dan mereka benar-benar tak percaya dengan apa yang mereka lihat, Sebuah gaun pengantin yang tersimpan rapi di sebuah lemari kaca.
"Cantik sekali... " gumama Faza dan Zahra bersamaan.
"Disini adalah tempat yang menyimpan semua kenangan mommy dan daddy, dan masa kecil kami. Lihatlah, ada box Bayi yang bertuliskan nama kami, beserta pakaian kami waktu kecil. Mainan kesayangan kami dan barang-barang yang sangat berharga bagi kami. Termasuk kalung yang kau pakai itu Zahra. " Zoya menunjuk kalung yang Zahra pakai.
"Itu adalah kalung kesayangan Rayyan, kalung yang diberikan mommy saat usia kami tujuh belas tahun. Kau beruntung Rayyan mau melepaskan kalung itu untukmu. "
Zahra lalu menggenggam erat kalung yang melingkar di lehernya. Dia berjanji akan menjaga kalung ini baik-baik setelah mendengarkan ucapan Zoya.
"Kak, Apakah nanti kita juga bisa menyimpan barang berharga kami disini? Misalnya popok bayi anak-anakku? " tanya Faza dengan polosnya.
Tentu saja, tempat ini akan menjadi museum keluarga kita, tempat kita mengingat masa lalu yang indah bagi kita dan keluarga kita serta anak cucu kita nanti.
__ADS_1