Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Kesepakatan Aneh


__ADS_3

Resepsionis yang ditunjuk Kemal segera mengantarkan Zahra ke ruangan Rayyan.


"Mari nona. " ajak resepsionis itu.


Dan dengan terpaksa Zahra segera mengikutinya dari belakang.


"Kenapa aku harus bertemu dengan pria menyebalkan itu sih, arrgghhhh... " Zahra mengumpat dalam hati karena harus bertemu Rayyan.


"Harusnya tadi masalahnya bisa diselesaikan dengan Ayahnya saja bukan dengan anaknya. "


Zahra terus saja ngedumel dalam hati, hingga ia sampai di depan ruangan Rayyan.


"Maaf nona, Nona Zahra ingin bertemu dengan tuan Rayyan. Beliau dari perusahaan Altan. " Resepsionis itu mengenalkan Zahra kepada sekretaris Rayyan.


"Baiklah, saya akan menghubungi tuan Rayyan dulu. " Sekretaris itupun langsung menghubungi Rayyan. Dan setelah mendapatkan ijin, Zahra dipersilahkan masuk.


Kesan pertama saat Zahra memasuki ruangan Rayyan adalah ruangan yang bergaya maskulin khas pria. Dengan cat warna abu-abu dan putih yang menghiasi dindingnya.


"Lumayan untuk selera pria menyebabkan seperti dia. " Gumam Zahra sambil terus berjalan mendekati meja Rayyan.


Rayyan yang sedari tadi sok sibuk pun pura-pura tidak mengetahui kedatangan Zahra.


"Apakah anda sangat sibuk tuan Rayyan sampai-sampai tidak menyadari kedatangan ku? " ketus Zahra yang sudah berada di depan mejanya.


Rayyan langsung mendongak, dan melihat wajah kesal Zahra. Ingin rasanya dia tertawa lebar kala itu, tapi dia tahan. Karena dia tidak ingin menjatuhkan harga diri wanita angkuh di depannya.


"Oh, rupanya anda nona Zahra. Ada apa anda datang kemari?" tanya Rayyan seolah tidak tau maksud kedatangan Zahra.


"Apa anda benar tidak tau atau hanya pura-pura tidak tau maksud kedatangan saya kemari tuan Rayyan yang terhormat. " Kata Zahra dengan penuh penekanan di setiap ucapan.


"Aku benar-benar tidak tau maksud anda nona. "


"Cih... " Zahra berdecih sambil bersedekap dada.


Rayyan berdiri lalu mendekati Zahra begitu dekat hingga membuat Zahra sedikit ketakutan dan berjalan mundur, tapi apa yang di lakukan Rayyan, dia hanya melewati Zahra begitu saja dan menuju sofa di ruangannya.


"Silahkan duduk nona. " Rayyan duduk terlebih dahulu kemudian mempersilahkan Zahra duduk dengan senyum mengejek.


Melihat itu, Zahra benar-benar merasa kesal dengan tingkah Rayyan karena merasa dikerjai. Dan mau tidak mau dia akhirnya duduk di sofa yang ada di sana.


"Ada perlu apa nona Zahra jauh-jauh datang kemari?" Tanya Rayyan lagi.


Zahra meletakkan berkas yang dia bawa dari tadi di hadapan Rayyan.

__ADS_1


"Apa maksud ini tuan, kenapa anda mengembalikan berkas dari perusahaan kami. " ujar Zahra masih dengan sikap angkuhnya.


Rayyan langsung tersenyum mengejek. "Apakah aku harus mengulang ucapanku waktu itu nona Zahra? kenapa aku harus bekerja sama dengan wanita angkuh dan sombong sepertimu. Masih banyak wakil perusahaan lain yang bisa bersikap sopan kepadaku nona Zahra. Apakah selama ini ayahmu tidak pernah mengajarimu cara bersopan santun dalam menghadapi orang? " ucap Rayyan dengan santainya seolah dia tidak membutuhkan Zahra.


Mendengar ucapan Rayyan sikap Zahra yang angkuh mulai mengendur. Dia merasa malu dengan sikapnya selama ini, yang mengagungkan sifat sombongnya.


"Kalau aku bersikap sopan padamu apakah kau akan menerima kerjasama kita, " tanya Zahra yang mulai menurunkan nada suaranya.


"Tergantung."


"Apa maksudmu tuan. "


"Bersikaplah sopan, dan jadilah kekasihku. Maka aku akan menerima kerjasama kita. " ujar Rayyan masih dengan nada santainya.


"Kau... " Zahra tidak percaya dengan apa yang Rayyan katakan.


Rayyan hanya menggedik bahunya, acuh dengan kekesalan Zahra.


"Kalau tidak mau terserah. "


"Kau.... " Sekarang Zahra benar-benar kesal dengan apa yang Rayyan katakan.


"Pikirkanlah dulu nona aku tidak akan memaksamu. Karena Aku juga tidak terburu-buru. Aku punya dua penawaran untukmu. "


"Yang pertama jadilah kekasihku, maka aku akan menyetujui kesepakatan kita. Yang kedua jadilah istriku maka aku akan bantu menyuntikkan dana untuk perusahaan ayahmu yang sedang diambang kebangkrutan. " kata Rayyan yang sedang menawarkan kesepakan dengan Zahra.


Mendengar kesepakatan yang ditawarkan Rayyan membuat Zahra membulatkan matanya. Dia tidak percaya, dari mana Rayyan memiliki pemikiran bodoh seperti itu.


"Apa kau gila? " pekik Zahra pada akhirnya karena sudah tidak tahan mendengar omong kosong yang Rayyan katakan.


Rayyan hanya mengangkat bahunya acuh, seolah tak perduli dengan apa yang dikatakan Zahra. Karena dia memang tidak peduli. Dia hanya ingin memberikan pelajaran kepada wanita sombong itu.


Melihat acuhnya Rayyan Zahra semakin percaya kalau Rayyan hanya mempermainkannya.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan, tuan Rayyan. " tanya Zahra dengan suara yang sedikit melemah.


"Apa? aku tidak menginginkan apa-apa. Aku hanya membuat kesepakatan denganmu nona. "


"Tapi kenapa sikapmu sesantai itu. " ujar Zahra yang tidak habis pikir dengan Rayyan.


"Apa aku harus berkata serius padamu? " ujar Rayyan kemudian dengan tatapan matanya yang tajam dan menghunus di jantung Zahra.


"Pikirkan baik-baik penawaran ku. Aku tidak akan memaksamu sama sekali. Dan ingat dalam kesepakatan ini, tidak ada istilah kontrak pernikahan seperti di novel-novel. Karena kita hidup di dunia nyata bukan di dunia novel. Dan orang tuaku tidak pernah mengajarkan kepadaku untuk mempermainkan sebuah pernikahan. Jadi jika kau berfikir adanya sebuah kontrak dalam kesepakatan kita. Maka, lupakan lah. "

__ADS_1


Mendengar semua ucapan Rayyan, Zahra semakin tak percaya. Apa sebenarnya yang di pikirkan pria di hadapannya ini.


"Pergilah, dan bawa berkas-berkas ini kembali. Dan pikirkan lah kesepakatan yang aku tawarkan. Jika kau sudah memutuskan maka kembalilah. Aku akan menerima apapun keputusanmu, menjadi kekasihku atau menjadi istriku. " ujar Rayyan yang beranjak dari duduknya dan kembali ke meja kerjanya.


Melihat acuhnya Rayyan, membuat Zahra mendengus kesal dan langsung beranjak dari duduknya kemudian pergi meninggalkan ruangan Rayyan dengan perasaan yang sangat kesal.


Setelah kepergian Zahra, Rayyan tidak bisa lagi menahan tawanya yang dia tahan sejak tadi.


"Kena kau wanita sombong. Aku akan menaklukkanmu dan membuatmu bertekuk lutut kepadaku. " kata Rayyan dengan senyum devil nya.


*************


Di tempat lain.


Zoya sedang mematut dirinya di cermin. Dia sudah membersihkan dirinya dan menghubungi sang mommy kalau malam ini dia pulang terlambat karena ada acara makan malam dengan temannya. Zoya tidak berbohong karena Ezra adalah temannya bukan.


Saat Zoya sudah bersiap, dia segera menghubungi Ezra.


"Jam berapa kau menjemputku? "


"Sebentar lagi. Aku harus ke suatu tempat dulu. "


"Baiklah kalau begitu, aku sudah siap. "


"Okey tunggu aku tuan putri. "


Mendengar ucapan terakhir dari Ezra membuat wajah Zoya memanas.


"Ya Tuhan, Ezra. kenapa kamu manis sekali sih. " kata Zoya sambil mengehentak-hentakkan kakinya dengan bahagia.


Satu jam berlalu akhirnya Ezrs datang menjemput Zoya dibutiknya. Zoya segera keluar dari butik untuk menyambut Ezra.


"Apa kau lama menungguku? Maaf ya? " ujar Ezra saat berhadapan dengan pujaan hatinya itu.


"Tidak apa-apa? Kita mau kemana sekarang. " tanya Zoya dengan bergelayut manja di lengan Ezra.


"Apa kau punya tempat yang rekomendasi untuk kita makan malam? " tanya Ezra balik.


"Aku tidak tau, bagaimana kalau kita makan di restoran jepang. Apa kau suka masakan Jepang? "


"Tidak begitu, tapi jika kau menyukai nya, aku akan ikut denganmu. "


"Baiklah, kita kesana. Aku akan membuatmu menyukai makanan itu dengan caraku. "

__ADS_1


"Baiklah, Ku ingin tau caramu itu, Zo. "


__ADS_2