
Sebelumnya
Flashback on.
Sepulang dari makan malam di resto bersama Alima dan Kemal, Nisa terus saja merasa uring-uringan mengingat kelakuan Anaknya yanag tidak tau malu itu. Masa dia berani mencium seorang pria di depan umum. Nggak inget dengan apa yang dipakai dikepalanya, apa?
" Sabar dong sayang ? Jangan marah-marah terus . Mungkin masa kita kenal dulu , dengan zaman anak sekarang sudah berbeda ." Kata Erhan yang sedang menenangkan istrinya malam itu.
"Berbeda apanya Mas , sama saja . Mungkin kita terlalu memanjakan anak itu ,sehingga berani sosor-sosor kepada Ezra ditempat umum, Ezra juga malah menanggapinya lagi. Menyebalkan, Malu aku Mas malu ." Kata Nisa dengan menutup kedua wajahnya yang sudah sangat kesal dengan kelakuan Zoya .
"Ya mau bagaimana lagi , sudah terlanjur terjadi . " Kata Erhan menghembuskan nafasnya kasar .
"Aku nggak mau tahu , kita harus segera menikahkan mereka berdua secepatnya. " putus Nisa pada akhirnya.
"Terserah kamu Sayang , memang lebih cepat lebih baik . Sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi . Kita juga harus memikirkan kedatangan dokter Evan yang mungkin beberapa hari lagi akan datang lagi negara ini . Karena dari yang aku dengar , kondisi anaknya sudah membaik ." Kata Erhan menjelaskan Apa yang terjadi
"Baiklah kalau begitu , tiga hari lagi mereka harus menikah . Aku tidak mau tahu ."
Erhan hanya bisa menyetujui keputusan istrinya.
"Besok aku akan memberitahu semua orang , kecuali Zoya tentunya . Karena aku ingin memberi pelajaran kepadanya ." ujar Nisa dengan penuh emosi .
"Oke oke , sekarang kita istirahat dulu . Mungkin besok kamu akan memerlukan energi lebih , untuk mengatasi emosimu itu saat bertemu Zoya ." Erhan menuntun istrinya itu agar Dia segera berbaring .
Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk istirahat malam itu , dengan Nisa yang sedang memikirkan konsep acara pernikahan anak perempuannya . Sedangkan Erhan yang memikirkan kedatangan dokter Evan , untuk masalah pernikahan Erhan dan Kemal sudah sepakat untuk menyerahkannya kepada para istri mereka .
*
*
Pagi harinya seperti biasa mereka sedang berkumpul di meja makan untuk sarapan . Wajah
Zoya sudah tampak ditekuk ,sejak turun dari kamarnya . Dan itu menimbulkan banyak pertanyaan di benak para saudaranya . Nisa sendiri sudah tidak heran lagi , mungkin Ezra dan Zoya Masih bertengkar karena semalam saat pulang dari restoran mereka Hanya berdiam diri tidak mengumbar kemesraan seperti saat masuk ke dalam restoran.
"Terserah kalian mau bertengkar , atau sedang ngambekan aku tidak peduli pokoknya tiga hari kalian akan tetap menikah , Aku tidak mau terjadi hal-hal yang lebih dari semalam . " Pikir Nisa saat melihat wajah putrinya itu sedang cemberut
"Kenapa kamu Zoya , Kenapa wajah cantik itu berubah menjadi itu buruk rupa ? celetukan rayyan yang langsung mendapat pelototan dari Zoya .
"Jangan pedulikan aku, cepat makan makananmu ." ketus Zoya kepada saudara kembarnya .
__ADS_1
"Oh iya Murad Kapan kamu akan melakukan terapi lagi ? Tanya Nisa kepada anaknya pertamanya itu ."
"Hari ini aku ada terapi mom , karena Kata dokter aku harus mulai diterapi tiga hari sekali tiap hari Senin dan Kamis . " Kata Murad kepada sang mommy.
"Baguslah nak, semoga kamu bisa berjalan normal kembali. " Nisa berharap yang terbaik untuk anaknya.
Erhan, Rayan dan Zoya , berangkat ke tempat kerjanya masing-masing . Hanya tinggal Murad, Faza dan Nisa yang ada di rumah . Nisa memanggil pasangan itu sebelum naik ke kamarnya .
"Murad, Faza , Mommy ingin bicara sesuatu dengan kalian berdua . " ujar mommy kepada kedua anaknya.
Faza segera mendorong kursi roda suaminya mendekati Mommy yang sedang duduk di depan TV .
"Ada apa Mom , Apa ada sesuatu yang penting? " tanya Murat kepada Maminya .
"Iya sayang , Mami ingin membicarakan masalah Zoya dan Ezra ."
Mendengar nama kakaknya yang disebut sang mommy, membuat tubuh Faza menegang .
"Tenang saja Faza sayang , bukan sebuah kabar buruk . Tapi sebuah kabar baik yang akan Mommy sampaikan kepada kalian berdua ."
Faza dan Zoya lalu duduk di samping sang mommy .
"Apa ?" Pekik Faza Dan Murad bersamaan.
"Bagaimana bisa ? " tanya Murad yang tidak percaya dengan apa yang dia dengar .
"Mommy harus segera menikahkan mereka sayang , karena Mommy tidak ingin kelakuan mereka melebihi batas . Semalam mommy dan Deddy beserta orang tuamu Faza, melihat Ezra dan Zoya berciuman di tempat umum didepan mata kepala kami sendiri . Benar-benar sangat memalukan ." kata Nisa ,yang merasa sangat kesal ketika mengingat hal itu .
"Ya Tuhaaan , Kok bisa sih mereka melakukan hal seperti itu . " Kata Murad yang tidak percaya dengan kelakuan kedua anak manusia itu .
"Entahlah Mommy juga tidak habis pikir , Ezra yang datar dan Zoya yang cerewet bisa melakukan hal itu di tempat umum . Sungguh luar biasa . Kami benar-benar tidak percaya dengan apa yang kami lihat semalam . " Kata mami kepada kedua anaknya itu , dengan menggebu-gebu
Mendengar hal itu , Faza menjadi malu dengan kelakuan kakaknya
"Maka dari itu Mommy dan Dedi sudah sepakat untuk segera menikahkan mereka berdua sebelum kejadian buruk terjadi kepada mereka ."
Kata Nisa yang menjelaskan rencananya .
"Baiklah mom ,Kalau memang begitu kejadiannya aku setuju dengan mommy . Bahkan kalau aku sendiri yang menemukan mereka melakukan hal itu aku akan menyeret mereka Langsung ke depan penghulu malam itu juga . " Kata murad dengan wajah yang sudah memerah penuh emosi karena tidak percaya dengan apa yang dilakukan adiknya dan kakak istrinya
__ADS_1
"Maafkan aku mom ", lirih Faja tiba-tiba .
"Untuk apa kamu minta maaf , ini bukan salahmu sayang. " kata Murad kepada istrinya, tang sepertinya merasa bersalah karena kelakuan kakaknya..
"Iya ini bukan salahmu sayang , mereka Mungkin memang sudah kebelet untuk dinikahkan . Jadi Kami sudah sepakat akan menikahkan mereka secepatnya tanpa diketahui mereka . "
"Maksud mommy ?" tanya Murad tak mengerti dengan pernyataan sang mommy.
"Aku dan Alima sudah merencanakan sesuatu untuk kedua bocah nakal itu .dan memberikan pelajaran untuk mereka berdua. " Kata Nisa dengan senyum liciknya.
Nisa lalu menceritakan rencananya kepada kedua anaknya .Agar mereka mengerti, alur yang akan mereka jalani.
"Dan ingat , kalian tidak boleh ada yang membocorkan rencana mommy ini ,tetap bersikap biasa saja. Untuk Rayyan yang bermulut ember , Mommy akan mengatakannya satu hari sebelum pernikahan mereka berdua ." terang mommy kepada kedua anaknya.
"Baiklah sekarang kalian boleh pergi, dan semoga cepat sembuh sayang. Mommy akan menghubungi grandma dulu. "
Nisa lalu meninggal kan kedua anaknya, segera menghubungi sang mama atau ibu mertuanya tentang rencana pernikahan Zoya dan Ezra.
Setelah kepergian Nisa , Faza lalu berlutut di depan suaminya . Dia sungguh merasa bersalah dan menyesal .
"Kak Maafkan Aku , maafkan atas kelakuan kakakku . Aku tidak tahu kalau hal ini akan terjadi ." Kata Faza dengan penuh kesedihan dan penyesalan .
"Sudahlah sayang ,tidak perlu kau pikirkan . Ini bukan salahmu , lagi pula mereka juga akan dinikahkan mommy . Agar mereka tidak melakukan yang lebih dari itu . Sekarang ayo kita bersiap , karena aku tidak sabar lagi ingin segera bisa berjalan dan menggendong mu . " Murad berusaha menghibur istrinya yang sejak tadi murung karena merasa bersalah atas kelakuan kakaknya.
*
Di kediaman Kemal .
Alima memaksa menyita ponsel Ezra . Dia sudah sepakat dengan Nisa , kalau Ezra tidak boleh menghubungi Zoya selama 3 hari . Saat persiapan pernikahan mereka sedang disiapkan . Kemal Dan Erhan bertugas untuk memberikan pekerjaan Yang banyak kepada Ezra . Agar Ezra bisa melupakan Zoya sejenak , dan tidak memikirkan hal lainnya kecuali pekerjaan .
Awalnya Ezra menolak , ponselnya untuk disita yang Mama . Karena banyak nomor klien yang ada di ponselnya . Terutama Zoya , kalau mamanya menyita ponselnya maka dia tidak akan bisa menghubungi Zoya .
"Sudahlah pokoknya mama tidak mau tahu , berikan ponselmu itu kepada Mama . Jika tidak Mama akan membencimu ." kata Alima dengan sebuah ancaman.
"Ma jangan berbicara seperti itu , Mana mungkin aku bisa tahan kalau mama membenciku . Baiklah hanya tiga hari kan . Jangan angkat telepon dari siapapun atau membalas pesan siapapun ." pinta Ezra sambil memberikan ponsel mahalnya kepada sang mama.
"Mama tidak akan melakukan hal itu , tetap sembunyikan kode ponselmu . Mama tidak akan membuka atau melihat-lihat isi di dalam ponselmu . Mama hanya ingin menyitanya saja . Karena mama tidak peduli dengan kehidupan pribadimu . Kamu terlalu dingin untuk kamu sentuh . " Kata Alima kepada Ezra dengan penuh sindiran
Flashback of
__ADS_1