Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Permintaan Seorang Ayah.


__ADS_3

"Baiklah aku mengerti sekarang , Kamu adalah korban kekejaman Shofi . Ikutlah bersamaku , kita akan melakukan sesuatu bersama untuk melawan Shofii . Dan mengatur rencana , untuk menyelamatkan Anak dan istrimu dari cengkraman mereka ." putus Erhan pada akhirnya .


"Tapi Tuan, apakah ini tidak berbahaya bagi keluarga anda ." Tanya Evan yang merasa cemas dengan keadaan ini .


"Kau tidak tahu siapa kami dokter Evan ." Kata Rayyan sombong sambil mengejek Evan.


"Bukan begitu maksudku, Tapi ...."


"Sudahlah ikuti saja perintah kami . Kamu hanya tinggal mengikuti kami saja jangan cerewet. " ketus Rayyan sambil mencebikkan bibirnya


Erhan dan Kemal menggelengkan kepala melihat tingkah Rayyan, sedangkan Evan tidak bisa berkutik lagi dengan apa yang sudah diputuskan oleh keluarga ini , akhirnya dia pasrah dan mengikuti apapun rencana mereka . Asalkan mereka mau membantunya untuk. Melindungi anak dan istrinya.


Mereka berempat akhirnya pergi dari rumah itu , dalam satu mobil yang sama dengan Kemal yang mengemudikan mobil saat ini . Diikuti beberapa anak buah Erhan di belakang.


"Apa kita langsung pulang ke Mansion?." Tanya Kemal kepada Erhan .


"Tidak , Kita akan mampir ke rumah sakit sebentar . Karena aku sudah janji kepadanya untuk datang . Sekalian mumpung dia ikut dengan kita ." Kata Erhan yang penuh dengan teka-teki atas pernyataannya kepada Kemal .


Rayyan yang bingung pun mulai bertanya kepada sang Daddy.


"Memangnya kita mau ke mana Dad ?"


"Nanti kamu juga tahu , tidak usah banyak bicara dan bertanya. "


Setelah mendengar perkataan Erhan , Rayyan tidak berani berkata apapun lagi dia hanya mengikuti kemana daddynya itu akan membawa Mereka pergi .


Akhirnya mereka telah sampai di sebuah rumah sakit , sesuai alamat yang diberikan oleh Mark sebelum dia pergi tadi .


"Kita pergi ke Kamar VIP. " kata Kemal.


Rombongan Erhan pun menjadi pusat perhatian , Saat memasuki rumah sakit . Siapa yang tidak kenal Erhan di negeri itu wajahnya sering kali menghiasi media elektronik maupun sosial sebagai raja bisnis dan seorang model, sebelum digantikan oleh anaknya Murad.


"Untuk apa kita ke rumah sakit ? Memangnya Siapa yang sakit ." Tanya Rayyan yang sejak tadi tidak mau diam dan selalu ingin tahu apa yang akan mereka lakukan .


"Kau sebaiknya diam saja dan perhatikan baik-baik apa yang akan dikatakan oleh orang itu karena ini juga menyangkut dirimu ." Kata Erhan yang masih menyembunyikan dengan siapa mereka akan bertemu .


"Kita mau bertemu siapa sih Dad ?" Tanya Rayyan sambil merengek, seperti anak kecil.

__ADS_1


Melihat itu dokter Evan , tersenyum simpul .Ternyata putra dari keluarga Khan masih seperti anak kecil , walaupun usianya sudah bisa membuat anak kecil .


"Hentikan senyuman menyebalkanmu itu dokter Evan." ketus Rayyan.


Dari ujung lorong rumah sakit kamar VIP , Rayyan mengerjap-ngerjapkan matanya untuk memastikan pandangannya . Dia melihat seorang wanita cantik yang ia kenal, sedang termenung duduk di bangku tunggu rumah sakit . Entah apa yang dia lakukan di sini .


"Dad Kenapa wanita itu ada di sini ?" Tanya Rayyan pada Daddynya, saat melihat wanita yang ia kenali ada di sana .


"Kenapa kau tanya padaku ,tanya saja padanya . " Jawab Erhan Ketus .


Mereka berhenti di depan wanita yang Rayyan kenal . Dan melihat nomor ruangan Apakah sesuai dengan Yang Mark kirimkan .


Zahra yang melihat Erhan dan Rayyan ada di sana ,merasa terkejut dan langsung berdiri . Dia tidak menyangka kalau mereka berdua ada di sini saat ini.


"Apa yang mereka lakukan di sini . " Tanya Zahra dalam hatinya .


Tak lama pintu ruangan terbuka ,dan keluarlah Mark dari sana .


"Silakan masuk Tuan Erhan ." Kata Mark dengan hormat mempersilahkan Erhan untuk masuk ke dalam ruangan Simon dirawat .


Erhan Kemal dan Rayyan serta dokter Evan ikut masuk ke dalam ruangan Simon. Simon yang keadaannya sedikit membaik pun berusaha untuk duduk menyambut kedatangan Erhan.


"Berbaringlah tuan Simon tidak perlu seperti ini , kamu kan sedang sakit . " Kata Erhan yang merasa kasihan kepada Simon , setelah melihat keadaannya.


Rayyan sendiri juga terkejut saat melihat Simon tidak berdaya dengan beberapa alat medis di dadanya .


"Ada perlu apa anda memanggil saya kemari bersama Rayyan ?" Tanya Erhan langsung pada intinya .


"Saya mohon maaf , karena telah lancang meminta anda untuk datang kemari . Ada sesuatu yang saya inginkan dari Anda tuan . " Kata Simon , dengan menundukkan kepalanya karena merasa malu .


"Apa Yang Kau Minta dariku , Katakanlah ."


"Tolong bantu perusahaan saya tuan , setidaknya Terimalah proposal kerjasama yang kami ajukan. Agar bisa membantu keuangan perusahaan kami yang sedang terpuruk . " Kata Simon lagi kali ini dengan suara tercekat .


"Tapi Bukankah masalah itu sudah diselesaikan oleh Rayyan . Aku menyerahkan urusan proyek itu kepada anakku. Jadi dialah yang mengambil keputusan tentang masalah ini. "


Simon kemudian beralih pandangan menatap Rayyan yang berada di samping Erhan.

__ADS_1


"Tuan Rayyan , aku mohon padamu bantulah perusahaan kami . "Kata Simon memelas .


Rayyan hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal . Dia tidak tau lagi harus berkata apa lagi.


"Mark, panggilkan Zahra untuk masuk ke dalam ruangan. " Perintah Simon, kepada asistennya itu.


Dan tanpa membantah, Mark langsung keluar memanggil Zahra.


"Tuan Rayyan , aku akan menerima kesepakatan yang kau berikan kepada anakku . Yaitu kesepakatan yang kedua ." Kata Simon tanpa banyak bicara lagi


Rayyan dan Zahra yang baru saja masuk ke dalam ruangan , merasa terkejut dan membulatkan matanya mendengar ucapan Simon .


"Daddy , apa yang daddy katakan . Aku tidak mau ." Pekik Zahra yang langsung menolak permintaan daddynya .


"Tunggu dulu apa maksud semua ini , kesepakatan? kesepakatan apa ? " tanya Erhan yang tidak mengerti apapun tentang apa yang dikatakan oleh Simon .


"Tuan Rayyan memberi dua kesepakatan kepada anak saya ,Tuan . Kesepakatan pertama dia akan menerima proyek itu , asalkan Zahra mau menjadi kekasihnya . Kesepakatan kedua adalah Tuan Rayyan akan membantu menyuntikkan dana ke perusahaan kami , jika Zahra mau menjadi istrinya . Dan saya memilih kesepakatan kedua ini tuan untuk menyelamatkan perusahaan kami . Karena Tuan Rayyan , akan menikahi Zahra secara resmi dan tidak akan ada kontrak pernikahan di antara mereka . Saya sangat menyetujuinya ." kata Simon terus terang.


Semua orang yang mendengarnya merasa terkejut dengan apa yang dikatakan Simon. Mereka semua langsung menoleh ke arah Rayyan. Sedangkan si tersangka hanya nyengir kuda.


" Bukan karena saya serakah, tuan. Tapi karena Saya sudah tua , penyakit saya juga semakin lama semakin parah . Saya tidak tahu lagi harus bagaimana , karena anak saya satu-satunya masih belum menikah . Dan itu menjadi beban bagi saya ,jika saya meninggal dunia secara tiba-tiba . " Kata Simon menyampaikan kegundahan hatinya.


"Dad, Daddy bilang apa sih ? Tidak akan terjadi apa-apa pada Daddy, Daddy akan baik-baik saja ." Kata Zahra sambil menangis di samping daddynya .


"Umur manusia tidak ada yang tahu Zahra , jika kau sudah menikah dengan Tuan Rayyan , daddy akan merasa tenang meninggalkanmu, jika Tuhan memanggil daddy secara tiba-tiba." Kata Simon yang tanpa sengaja meneteskan air matanya .


"Tuan Erhan, Saya titipkan anak saya kepada anda. Terimalah dia sebagai menantu anda untuk anak anda Rayyan. Karena saya merasa umur saya mungkin sudah tidak panjang lagi." kata Simon kepada Erhan.


" Dan untuk tuan Rayyan, saya titip anak saya yang keras kepala ini kepada anda, ajari dia bagaiamana itu sopan santun. Saya harap anda memaklumi sikapnya selama ini. Karena dia tumbuh besar tanpa kasih sayang seorang ibu, dan saya terlalu memanjakan nya, Karena itu membuatnya sikapnya seperti ini. Dan saya juga meminta kepada anda untuk menjaga perusahaan yang saya banggakan selama ini. Berikan perusahaan itu untuk cucuku kelak. "


Rayyan tersedak salivanya saat mendengar kata-kata cucu.


Zahra yang mendengar permintaan daddy nya merasa sangat sedih, dan menangis sesenggukan.


"Tapi dad... daddy pasti baik-baik saja. Daddy pasti sembuh. "


Sedangkan Erhan dan Rayyan tidak bisa berkata apa-apa lagi mendengar permintaan pria tua yang sedang tidak baik-baik saja di hadapannya.

__ADS_1


"Baiklah, aku kabulkan permintaan mu. "


__ADS_2