
Di tengah kebahagiaan para mempelai, mereka tidak menyangka akan kedatangan tamu spesial dari jauh.
Sepasang suami istri dan seorang anak kecil dalam gendongan papanya pun menyita perhatian Rayyan dan Zahra yang pertama kali melihat sosok dokter Evan bersama dengan wanita cantik dan seorang anak laki-laki yang berada di gendongannya.
"Dokter Evan kaukah itu. " pekik Rayyan saat dokter Evan naik ke pelaminan.
"Tuan Rayyan... selamat atas pernikahan kalian." Evan lalu memeluk Rayyan.
"Terim kasih dokter. Siapa mereka? apa keluargamu? " tanya Rayyan yang melihat sosok wanita cantik disamping Evan.
"Iya, perkenalkan dia Alice, istriku. Dan ini Abe anakku. Alice dia tuan Rayyan dan ini nona Zahra istrinya. " Evan memperkenalkan anak dan istrinya kepada Rayyan.
"Abe beri salam kepada paman Rayyan, dia salah satu orang yang sudah menyelamatkan kita. " Evan memberikan pengertian kepada Abe, karena sepertinya Abe merasa asing dengan Rayyan.
"Sudah tidak apa-apa dokter Evan. "
Dokter Evan lalu melanjutkan menyapa Murad dan Faza, karena antrian di belakangnya sudah menunggu. Murad juga sangat senang dengan kedatangam dokter Evan di pernikahan mereka. Tak lupa Evan juga mengenalkan anak dan istrinya kepada Murad dan Faza.
Lalu Evan berpindah ke pasangan mempelai terakhir yaitu Zoya dan Ezra.
"Dokter Evan kau datang, terima kasih. " Ezra menyalami Evan dan memeluknya.
"Sama-sama tuan Ezra. Perkenalkan ini istriku Alice dan anakku Abe. "
Dan tanpa diduga Alice langsung memeluk Zoya saat bersalaman dengannya.
"Nona Zoya... maafkan kami. Maafkan suamiku, karena hampir memperalatmu dulu. " Bisik Alice ditelinga Zoya.
"Sudah lupakan saja, Alice... Yang penting aku sudah baik-baik dan tidak kekurangan satu apapun. "
Mereka berdua melepaskan pelukannya setelah itu Evan dan Alice turun dari pelaminan dan bertemu dengan Erhan dan Nisa, Kemal dan Alima. Mereka kini duduk dalam satu meja dengan hidangan yang sudah disiapkan pelayan.
"Bagaimana kabarmu Evan? "
"Kami sekeluarga baik-baik saja tuan. Papa saya juga menitipkan salam untuk anda tuan, beliau berterima kasih kepada anda atas bantuan yang anda berikan kepada kami. "
Erhan tersenyum menanggapi ucapan dokter Evan dan menatap anak yang berada diantara Evan dan istrinya.
"Dia anakmu? Bagaimana keadaannya? "
"Abe sudah berhasil di operasi tuan. Dan kini keadaannya baik-baik saja."
__ADS_1
"Syukurlah."
Nisa memandangi Abe secara intens. Dia tidak bisa membayangkan anak sekecil Abe memiliki penyakit jantung bawaan. Dia berdoa semoga cucunya kelak sehat semua tidak kekurangan satu apapun.
"Bagaimana Shofie dan Monica? " tanya Erhan pada akhirnya, karena sejak tadi dia penasaran dengan kabar mereka berdua. Walaupun dia juga sudah mendapatkan semua informasinya dari Max dan pengacara mereka.
"Sofie dan Monica mendapatkan hukuman penjara seumur hidup, tuan. Sebenarnya mereka akan dideportasi dari Jerman ke negara asal mereka. Namun, di Turki sendiri mereka sudah tidak bisa diterima keberadaannya. Akhirnya mereka mendapatkan hukuman seumur hidup disana, agar tidak mengganggu keluarga siapapun lagi. "
Informasi yanv sama Sesuai informasi yang Evan dapatkan dari pengacara mereka.
"Baguslah kalau begitu. "
Mereka terus berbincang tentang segala hal. Tentang profesi Evan sekarang sebagai seorang dokter dan pengusaha meneruskan perusahaan papanya. Dan mulai akan mengembangkan bisnisnya, dengan merencanakan kerjasama dengan perusahaan Erhan yang berada di Jerman.
°
°
Malam semakin larut, Pesta pernikahan pun akhirnya selesai. Satu persatu tamu undangan meninggalkan pesta. Kini para mempelai kembali ke kamar pengantin mereka masing-masing. Ditemani oleh beberapa MUA, karena mereka harus membantu melepaskan segala aksesoris yang menempel di tubuh mempelai wanita.
Begitu juga dengan Zoya yang sudah berada dikamarnya sedang dibantu melepaskan aksesoris yang menempel di tubuhnya. Sedangkan Ezra masih di tempat acara karena ada beberapa temannya yang belum pulang, dan dia menemani mereka berbincang. Zoya meminta kepada salah satu Mua untuk menyiapkan air hangat di bathup. Mungkin saja dengan berendam dia bisa melepaskan penatnya.
Setelah kepergian para Mua, Zoya segera masuk kedalam kamar mandi, dan segera berendam di bathup. Memejamkan matanya menikmati sensasi hangat dan aroma terapi yang menenangkan.
"Kau mengagetkanku, Ezra. " gerutu Zoya karena waktu santainya diganggu suaminya.
Ezra tersenyum penuh Arti menatap tubuh istrinya yang tertutup busa.
"Aku juga lelah, sayang bisakah kita mandi bersama? "
Perasaan Zoya jadi tidak enak saat Ezra mengatakan itu.
"Kita gantian saja, aku akan membilas tubuhku dulu, dan kau bisa berendam. " Zoya hendak berdiri namun tubuhnya sudah berada dalam kuasa Ezra. Jadi dia tidak bisa lolos begitu saja.
"Ezra... aku lelah. " rengek Zoya pada akhirnya karena dia tau apa yang diinginkan suaminya saat ini.
"Ayolah, Zo. Malam ini kan malam pengantin kita. Apa kau hanya akan menghabiskannya dengan tidur saja? " tanya Ezra penuh arti.
Dan dengan polosnya Zoya mengangguk. "Iya aku ingin tidur saja karena aku sangat lelah. " gumam Zoya yang saat ini sudah berada di pangkuan Ezra dan merasakan sesuatu di bawah sana sudah mengeras.
Ezra tidak akan melepaskan Zoya malam ini, karena hampir tiga bulan lamanya dia berpuasa. Dan malam ini sudah saatnya dia berbuka. Ezra melingkar kan satu tangannya diperut Zoya, dan satu tangannya lagi melingkarr di dada Zoya lalu memainkan mainan kenyal kesukaannya, yang mungkin beberapa bulan lagi akan dikuasi anak mereka. Bibir Ezra tak henti menciumi leher dan telinga Zoya dari belakang, Sedangkan tangan yang melingkar di perut sudah menjelajahi hutan belantara di bawah sana.
__ADS_1
Zoya benar-benar tidak tahan dengan godaan suaminya yang membuatnya melayang di dalam bathup ini
"Ez... ra... bisa hentikan tidak... ah.... " Suara laknat itu akhirnya lolos juga dari mulut Zoya
Ezra menyeringai mendengar suara merdu istrinya itu, Dia lalu membalikkan Zoya agar mengahadap ke arahnya, dan mencium bibir Zoya dengan lembut, dan berakhir dengan penuh nafsu.
"Malam ini kau akan aku makan habis, sayang. Selamat berbuka puasa. "
Ezra lalu mengangkat tubuh Zoya dari dalam bathup dan membawanya ke luar kamar mandi, dan merebahkan tubuh Zoya diatas ranjang.
"Ezra ingat kata dokter, pelang-pelan ya? dan jangan lama-lama. " Zoya memperingatkan dan mengalungkan kedua tangannya dileher Ezra.
"Tentu, aku ingat itu. "
Ezra langsung melahap bibir Zoya, mereka saling mengecap manisnya bibir pasangannya. Dan Ezra mulai mengeksplor tubuh Zoya dari atas sampai bawah dan tidak ada yang terlewatkan satu inci pun. Zoya sudah menggelinjang tak karuan saat mendapatakan sentuhan dari suaminya itu. Ezra tidak pernah gagal untuk membuatnya terbang berkali-kali walau tanpa penyatuan.
Saat semua dirasa siap, Ezra segera memasukkan senjatanya ke dalam dan merasakan kehangatan yang sudah lama tidak dia rasakan. Perlahan Ezra bergerak dengan pelan dan lembut agar tidak melukai istri dan anaknya. Namun, saat dia tidak bisa menahannya lagi Ezra bergerak dengan cepat untuk mengeluarkan pelepasannya.
Akhirnya Ezra ambruk disamping tubuh Zoya, dengan nafas mereka yang masih tersengal.
"Terima kasih, sayang. " Ezra lalu mengecup lembut kening Zoya dan dibalas Zoya dengan senyuman.
"Apa kau mau mandi, dulu? " tanya Ezra saat dia berhasil menormalkan nafasnya.
"Zoya mengangguk. Aku hanya ingin berbilas, tidak mau berendam."
"Baiklah."
Ezra lalu menggendong tubuh Zahra ke dalam kamar mandi, sedangkan dia kembali ke kamarnya untuk mengganti sprei yang sedikit basah karena ulahnya tadi. Dia tidak ingin istrinya sakit karena tidur di tempat yang basah.
Setelah merapikan spreinya, telihat Zoya keluar kamar mandi dengan hanya memakai bathrobe dan lilitan handuk di kepalnya. Zoya keluar dengan senyum lebar karena suaminya telah mengganti spreinya, dan itu artinya dia akan tidur nyenyak malam ini karena dia sangat lelah.
"Kau mandilah, Ezra. "
Ezra mendekati istrinya dan mencium keningnya sekilas. "Jika kau sudah mengantuk, tidurlah dulu."
"Iya."
Ezra segera masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Zoya segera membaringkan tubuhnya setelah mengeringkan rambutnya.
Saat Ezra keluar dari kamar mandi, Ezra melihat istrinya sudah terlelap. Dia segera berganti pakaian dan menyusul istrinya ke alam mimpi. Karena dia juga merasakan sangat lelah hari ini. Ezra memeluk istrinya dengan erat dibawah selimut yang sama.
__ADS_1
"Terima kasih sudah hadir dalam hidupku Zo. Terima kasih karena sudah memberi warna di hidupku. Aku akan menjagamu dan anak-anak kita. " ucap Ezra sebelum dia memejamkan matanya.
"