Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Wanita Asing Itu?


__ADS_3

Keluarga Erhan, kemudian melanjutkan acara sarapannya yang tertunda, karena mereka harus mendengarkan kabar kehamilan Faza terlebih dahulu. Semua orang bahagia mendengarkan kabar kehamilan Faza yang artinya cucu pertama keluarga ini. Nanti Nisa juga akan memberikan kabar ini kepada mama Aylin yang sudah lama tidak pulang ke mansion, karena harus menjaga dan merawat saudaranya yang sakit. Beliau pasti akan senang kalau akan memiliki cicit.


Di meja makan Faza merasa enggan melihat makanan yang terhidang di depannya, apalagi memakannya. Dia sama sekali tidak selera.


"Lalu bagaimana Faza kalau kamu tidak makan, kasihan baby kita nanti. " Murad merayu Faza agar mau makan karena dia takut nutrisi Anak-anaknya tidak tercukupi nanti.


"Nggak mau, kak. Aku nggak selera. Jangan di paksa dong. "


"Kasihan anak-anak kita nanti kalau kamu nggak mau makan. Mommy nya nanti juga makin kurus kalau nggak makan. " Murad masih mencoba menyuapi istrinya agar mau makan. Tapi dasarnya ibu hamil kalau sudah bilang tidak, ya tidak.


"Sudah Murad, tidak apa-apa jangan di paksa. "


"Tapi mom. " Murad ingin membantah tapi Nisa langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak apa-apa Murad. Jangan di paksa. Nanti kamu belikan Faza susu khusus ibu hamil saja. Mungkin kalau pagi Faza mengalami morning sickness dimana seorang ibu tidak akan selera makan atau apapun itu Kamu harus mengerti akan hal ini. Mungkin saja nanti siang atau malam Faza akan selera makan lagi seperti kemarin. " Ujar Mommy Nisa kepada anaknya, agar bisa mengerti perasaan atau mood istrinya yang berubah-ubah.


"Faza, apa kau masih mau di masakkan kari ayam sama mommy? "


Mendengar nama makanan itu, Faza langsung berbinar. "Mau mommy, tapi untuk nanti malam ya? kalau pagi ini aku masih belum selera makan."


"Kamu dengar sendiri Murad kalau pagi dia tidak selera makan, karena dia mengalami morning sickness. Jadi lebih baik kamu belikan susu ibu hamil saja, agar bisa di konsumsi untuk pagi hari."


Murad akhirnya mengerti apa yang di alami istrinya. Setelah sarapan Mereka yang sudah bersiap ke kantor segera berangkat. Dan mungkin Murad akan berangkat belakangan karena dia belum bersiap sama sekali.


"Apa kau yakin akan berangkat sendiri? " tanya Ezra kepada atasan sekaligus iparnya itu.


"Iya, pergilah. Aku nanti akan berangkat ke perusahaan bersama sopir dan mungkin saja Faza akan ikut. " ujar Murad dia segera naik ke kamarnya bersama Faza untuk membersihkan diri.


Sesampainya di kamar. Faza ingin melepaskan jarum infus yang menempel di tangannya. Murad yang melihat itupun segera melarangnya.


"Jangan sayang, tunggu. Aku akan memanggil dokter Evan dulu kemari untuk melepaskannya. "


Murad langsung menghubungi Evan, agar datang ke kamarnya. Dan tak lama setelah panggilan itu berakhir, dokter Evan sudah mengetuk pintu kamar Murad.


"Masuklah, tolong lepaskan jarum infus itu dari tangan istriku. " pinta Murad kepada dokter Evan.


Dengan cekatan dokter Evam segera melakukannya dengan mudah.

__ADS_1


"Tuh kan, tinggal cabut aja. Kakak tidak percaya. " Dengus Faza, dan berlalu dari hadapan mereka berdua.


"Terima kasih Evan. Maaf istriku sedikit ketus mungkin marena hormon kehamilan. "


"Saya tau tuan, seluruh mansion ini sudah tau kalau nona Faza sudah hamil. Saya ucapkan selamat untuk anda tuan. "


"Terima kasih. Bagaimana Monica, apa ada kabar tentang dia? " tanya Murad kepada dokter Evan.


"Sampai saat ini belum ada tuan. Tapi semua masih aman terkendali. Nanti kalau ada sesuatu yang mencurigakan aku akan langsung menghubungi anda. "


"Baiklah Evan, sekarang kau boleh pergi. Terima kasih atas bantuanmu barusan. "


"Sama sama tuan itu hanya hal kecil bagi saya. Saya permisi. "


Setelah kepergia Evan, Murad segera menyusul istrinya ke kamar mandi, karena dia juga harus bersiap. Sebuah godaan saat melihat istrinya itu sedang dalam keadaan naked seperti ini. Tapi akal sehatnya masih bekerja. Untuk saat ini dia akan melepaskan Faza. Karena dia ingat nasehat dokter dan waktunya dia bekerja.


Faza sudah siap dengan pakaian yang rapi, dia membantu suaminya memakaikan dasi dan jasnya seperti kemarin.


"Hari ini aku ikut ke kantor ya? Nanti sepulang kerja kita ke supermarket untuk membeli susu untukku. " rengek Faza.


"Ayo." Ajak Murad yang ingin istrinya itu merangkul lengannya dengan manja seperti biasanya.


Sesampainya si lantai bawah, dilihatnya mommy dan daddy dan juga papa dan mama Faza tengah berbincang hangat. Entah apa yang ingin mereka bahas.


"Faza kau mau ikut Murad kerja? ' sapa Alima yang melihat anaknya tengah bergelayut manja di lengan suaminya.


" Iya ma, aku yang memintanya ikut, agar aku bisa memantau keadaannya dengan mata kepalaku sendiri. " ujar Murad yang menyampaikan tujuannya mengajak Faza.


Nisa menggeleng, "Ternyata dia lebih posesif darimu sayang. " bisik Nisa kepada suaminya yang masih bisa di dengar semua orang.


Erhan hanya mengangkat bahunya cuek. Dan menyeruput teh di depannya.


"Ya sudah, hati-hati. Jangan lupa beli susu untuk ibu hamil nanti. " Nisa nengingatkan.


Murad dan Faza segera berangkat setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya. Dia lalu memasuki mobil yang akan di kemudikan oleh sopir keluarga.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang. Karena Murad telah memperingatkan sopirnya. Namun di tengah perjalanan tiba-tiba, sopirnya mengerem mobil dengan mendadak. Hingga membuat Faza hampir jatuh ke depan. Untung Murad dengan cekatan memegangi tubuh istrinya.

__ADS_1


"Ada apa, kenapa kau ceroboh sekali. " Bentak Murad kepada sopirnya itu.


"Maaf tuan, saya memang sudah berjalan pelan, namun tiba-tiba ada seorang wanita yang menyeberang jalan tepat di deosn mobil kita "


"Cepat kau lihat keluar. "


Dengan segera sopir itu segera keluar dari mobil dan melihat seorang wanita yang sudah dikerumuni banyak orang.


"Tanggung jawab, bawa wanita ini ke rumah sakit." Teriak salah satu orang kepada sopir Murad.


Dan dengan terpaksa, Sopir itu membawa Wanita tadi masuk ke dalam mobil. Saat orang hang me olongnya ingin memasukkannya ke kursi penumpang si sopir melarangnya, karena di kursi penumpang ada dua atasannya. Tanpa mereka sadari wanita itu tersenyum tipis sekali mendengar hal itu. Lalu dia di dudukkan di kursi samping sopir.


Saat wanita itu masuk ke dalam mobil, dengan sedikit meringis kesakitan karena kakinya sepertinya keseleo, Dia lalu menoleh ke kursi penumpang ternyata ada seorang pria tampan incarannya dengan seorang wanita yang sedang bersembunyi di dalam pelukan pria itu.


"Ternyata ada seekor lalat pengganggu. " gumamnya dalam hati.


"Maaf tuan, Tadi aku tidak melihat-lihat saat hendak menyeberang jalan. "


"Antarkan dia ke rumah sakit. Setelah itu, kita harus segera ke kantor. Aku sudah sangat terlambat." ujar Murad tanpa memperdulikan wanita yang sepertinya sedang mencari perhatiannya.


"Baik Tuan. "


"Apa kau sudah lebih baik? " tanya Murad kepada istrinya itu.


Faza hanya mengangguk. "Bolehkan aku tidur sebentar saja? "


"Tidurlah "


Faza lalu membaringkan kepalanya di paha Murad lalu memejamkan matanya.


Wanita di depan sepertinya merasa tidak senang karena wanita cantik seperti dirinya dicueki oleh pria di belakang nya.


"Maaf, tuan aku baru datang dari Jerman dan sedang melakukan perjalanan bisnis di sini jadi, aku tidak tau arah. Bisakah kau membantuku? " Kata wanita itu dengan suara dibuat menggoda.


"Maaf aku sibuk cari orang lain saja. "


"Maaf tuan jika aku mengganggumu. Karena kau adalah orang pertama yang aku temui di negara ini. Perkenalkan Namaku Monica. "

__ADS_1


__ADS_2