Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Kebahagiaan Yang Sempurna


__ADS_3

Setelah beberapa saat , terdengar sebuah brangkar didorong keluar dari kamar tempat Faza dirawat tadi. Semua mata menatap brangkar tersebut , terlihat Faza yang sedang berbaring dan sudah dipasang jarum infus di tangannya . Murad langsung mengikuti Ke mana arah para tenaga medis itu membawa Faza . Dia terus menggenggam erat tangan Faza, seolah tak mau terpisah .


Sampai di depan ruangan operasi , salah satu perawat terpaksa meminta Murad untuk melepaskan genggaman tangannya , karena mereka akan masuk ke dalam ruang operasi . Dengan terpaksa Murad melepaskan genggaman tangannya . Pintu ruangan operasi tertutup , hanya ada Faza dan beberapa dokter serta perawat yang ada di sana.


Tim Dokter telah bersiap melakukan operasi kepada Faza . Operasi dimulai dengan memberikan anestesi Caesar. Jenis anestesi yang diberikan kepada Faza adalah suntik epidural untuk membuat area bawah tubuh Faza mati rasa . Jadi Faza masih tersadar selama proses operasi berlangsung dan bisa mengetahui detik-detik kelahiran buah hati.


Sambil menunggu obat bius bekerja, tim medis memasang kain yang menghalangi penglihatan Faza ke area perut. Ini bertujuan untuk menjaga lokasi bedah tetap steril dan Faza tidak bisa melihat bagaimana dokter membedah perutnya.


Faza hanya bisa pasrah dan berdoa di dalam hati . Semoga semuanya berjalan dengan lancar, dan Dia serta anak-anaknya bisa selamat dari meja operasi ini .


Ketika obat bius sudah bekerja , antiseptik dioleskan pada bagian perut Faza. Selanjutnya dokter mulai melakukan keahliannya dalam membuat sayatam di perut Faza. Dan mengeluarkan ketiga bayi yang masih sangat ringkih dan rentan. Mereka sangat kecil karena harus bertahan hidup bertiga di kandungan Faza.


Tangisan mereka bertiga menggema di seluruh penjuru ruangan operasi itu. Faza meneteskan air mata bahagia saat mendengarkan tangisan ketiga anaknya. Dia tidak menyangka, akhirnya dia bisa bisa melahirkan ketiga anaknya walau melalui proses operasi.


Di luar ruangan Murad Tengah dilanda rasa cemas dan rasa sedih karena tidak bisa menemani istrinya . Dia juga merasakan rasa bahagia karena sebentar lagi akan melihat ketiga bayinya .


Dokter keluar dari ruangan operasi , dan memberikan kabar baik kepada keluarga pasien .


"Bagaimana keadaan istri dan anakku, dokter?" Tanya Murad tidak sabaran.


"Keadaan Nona Faza baik-baik saja tuan , dan ketiga anak anda juga dilahirkan dalam keadaan sehat. Sesuai prediksi , dua laki-laki dan satu perempuan ."


Mendengar hal itu , Murad dan semua orang merasa bahagia . Murad bahkan berkali-kali bersyukur atas anugerah yang diberikan Tuhan kepadanya .


"Apakah aku boleh melihat istriku dokter ?" Tanya Murad


"Tentu saja . Tapi kami akan memindahkan Nona Faza dulu . Mohon bersabar sebentar lagi . Dan ketiga anak anda , akan kami rawat di ruangan khusus bayi . Karena mereka ,dilahirkan secara prematur dan harus kami rawat di ruangan PICU. " Dokter tersenyum kemudian meninggalkan mereka semua .


Mereka semua merasakan kelegaan yang luar biasa, setelah mendengarkan apa yang disampaikan dokter . Walaupun harus menunggu sebentar lagi untuk melihat keadaan Faza .

__ADS_1


Tak lama , Faza dipindahkan oleh beberapa perawat ke ruang VVIP tempat mereka biasa dirawat . Setelah semua siap perawat itu pun mempersilahkan mereka untuk masuk .


"Sayang." Murad langsung mendekati istrinya dan memeluknya .


"Kak." Faza menjawab dengan suara pelan dia masih terlihat sangat lemah .


"Terima kasih sayang , karena kau sudah melahirkan ketiga anak kita . Kamu hebat , Terima kasih karena kamu sudah melahirkan mereka untukku. " Murad menciumi seluruh wajah Faza tanpa peduli dengan beberapa suster dan semua orang yang ada di sana.


Faza meneteskan air matanya ,


"Alhamdulillah , aku juga sangat bahagia dan bangga bisa melahirkan mereka bertiga untukmu ."


"Maafkan Aku , karena aku tadi tidak boleh ikut mendampingimu dan melihatmu berjuang melahirkan ketiga anak kita. " ucap Murad penuh penyesalan .


"Tidak apa-apa Kak , aku baik-baik saja. Yang penting semuanya berjalan dengan lancar . Dan aku bisa melahirkan mereka dengan baik ."


Nisa dan Alima mendekat dan bergantian memeluk anaknya itu.


"Selamat ya sayang , akhirnya kamu menjadi seorang ibu sekarang ." ucap Nisa dengan mencium kening Faza


"Terima kasih, Mom. Berkat doa dari mommy. "


"Selamat sayang , kamu sudah menjadi ibu sekarang ."


"Terima kasih Ma , berkat doa dari Mama juga ."


Faza mengedarkan pandangannya dan mencari papanya dan daddy Erhan.


"Dimana papa dan daddy? " tanya Faza kemudian.

__ADS_1


"Mereka sedang melihat cucu-cucu mereka , mereka tidak ingin sampai cucu mereka tertukar dengan bayi lain . Seperti kasus yang marak terjadi di luar sana . Jadi daddy dan papamu , sedang memberi perintah kepada bodyguard untuk menjaga ketiga cucu mereka . Karena mereka bertiga adalah cucu pertama dari keluarga Khan."


Faza mengangguk mengerti, Dua orang kakek itu menjaga ketiga penerus keluarga mereka. Faza bangga akan hal itu.


"Sekarang beristirahat lah. Atau kau ingin makan sesuatu, agar ASImu segera bisa keluar." tanya Alima masih disamping anaknya.


"Aku belum ngantuk ma. Dan tidak bisa tidur juga." keluh Faza kepada mamanya.


"Ya sudah kalau begitu, mama dan Mommy menunggu diluar menunggu papa dan daddymu. Kamu ngobrol dulu sama Murad. " Alima lalu mengajak Nisa keluar ruangan untuk memberikan waktu kepada Murad dan Faza.


"Kakak... Apa kakak akan tetap mencintaiku sekarang?'" tanya Faza tiba-tiba.


Murad langsung menatap Faza tak percaya dengan apa yang dia katakan.


"Apa maksudmu? "


"Sekarang tubuhku sudah tak seindah dulu, dan disini. " Faza menunjuk perutnya. "Disini ada bekas sayatan, pasti akan meninggalkan bekas. Apa kakak tidak akan ilfeel kepadaku? " kata Faza sambil menunduk.


"Kamu ini ngomong apa sih, sayang. Memangnya siapa yang sudah membuatmu seperti ini. Membuat tubuh mu tak seindah dulu, dan menyebabkan sayatan di perutmu. Kalau bukan aku pelakunya, yang menginginkanmu melahirkan keturunan ku. " Kata Murad sambil mencium tangan Faza.


"Kita akan tetap hidup bersama selamanya dan menua bersama. Aku akan tetap mencintaimu walau bagaimanapun keadaanmu. Nanti jika anak-anak sudah besar, kita akan berolah raga bersama dan bentuk tubuh mu seperti semula. "


Mendengar hal itu, Faza terkekeh. Tidak bisa dia bayangkan apakah dia akan bisa berolah raga dengan tiga anak yang pasti akan selalu menempel pada mereka.


"Apa kakak akan memintaku hamil lagi? " tanya Faza menggoda suaminya.


"Itu terserah padamu, sayang. Jika kau mau hamil lagi aku akan bekerja keras membuat perutmu besar lagi dan melahirkan anak untukku. "


Mereka kemudian tertawa bersama setelah obrolan yang tidak penting itu. Sungguh kini kebahagiaan Murad tak bisa terukur oleh apapun. Memiliki seorang istri penurut dan perhatian, dan kini keluarga mereka akan tambah lengkap dengan kehadiran tiga anak di tengah-tengah mereka. Kebahagiaan yang sempurna untuk keluarga Murad.

__ADS_1


__ADS_2