Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Wanita Cantik Pilihan Rayyan


__ADS_3

Ezra kembali ke perusahan dengan wajah yang dipasang datar seperti biasa. Padahal di dalam hatinya sedang ada letupan kembang api yang sangat dahsyat. Entah karena apa itu, apakah karena saudara Zoya yang sudah menerimanya atau karena dia akan makan malam dengan pujaan hatinya itu. Ezra tidak tau, tapi selama hidupnya baru kali ini Ezra merasakan kebahagiaan di dalam hatinya meskipun dia harus tetap waspada setelah mendengar informasi dari Rayyan tadi.


"Ezra datang ke ruanganku. "


Pesan itu dikirim Rayyan saat Ezra mau memasuki ruangannya. Dia langsung berbalik arah dan menuju ruangan Rayyan.


"Ada apa kau menyuruhku datang kemari, apa ada yang penting lagi? " tanya Ezra saat dia sudah berada di hadapan Rayyan.


"Apa kau sudah mengerjakan permintaanku? " tanya Rayyan balik tanpa membalas pertanyaan Ezra.


"Permintaan yang mana? " Ezra tak mengerti.


"Ck... jangan karena kau sedang kasmaran kau jadi melupakan perjanjian kita ya, Aku sudah merestuimu untuk dekat dengan saudaraku. Sekarang kerjakan tugasmu dengan baik. " gerutu Rayyan dengan kesal. Karena bisa-bisanya Ezra lupa permintaannya.


"Iya, tapi tugas yang mana, Ray? " Ezra jadi kesal sendiri kepada Rayyan karena tidak mau mengatakan langsung tugasnya yang mana.


"Simon... " ketus Rayyan.


"Ohhh... sudah aku kerjakan tenang saja aku sudah mengembalikan semua berkas kerjasama dengannya. Dan memberikan sedikit guncangan pada perusahaannya yang sudah dalam keadaan rapuh." ujar Ezra yang sudah mengerjakan apa keinginan sahabatnya itu.


"Baguslah."


"Ray, apa kau tidak kasihan kepada tuan Simon. Dia sudah tua lho, haruskah kita memperlakukannya seperti ini hanya karena kau kesal kepada anaknya. "


"Diamlah, aku tidak ingin rencanaku gagal. Kau hanya perlu melihatnya saja. " ujar Rayyan.


"Terserah padamu, aku tidak mau ikut campur. Mungkin tuan Simon akan memintamu bertemu dalam beberapa hari, atau beberapa jam. Tunggulah. "


"Okey. Sekarang kembalilah ."


Tanpa menjawab lagi, Ezra segera kembali ke ruangannya. Sedangkan Rayyan kini dia sedang memainkan kursinya dengan memutar-mutarkannya.


"Lihat saja gadis angkuh aku pasti akan mendapatkanmu, dan membuatmu bertekuk lutut padaku. " gumam Rayyan dengan senyum jahilnya.


***********


Di Perusahaan Simon.


Asisten Simon sudah menerima berkas yang dikembalikan Ezra, dan akan memberikannya kepada Atasannya. Saat perjalanan menuju ruangan kantor Simon dia bertemu dengan Zahra yang juga akan ke ruangan Simon.

__ADS_1


"Asisten Mark, apa yang kau bawa itu. "


"Oh, ini. Berkas kerjasama yang dikembalikan oleh Khan Comp. nona. "


"Khan Comp. Maksudmu perusahaan yang akan bekerjasama dengan kita beberapa waktu lalu? " tanya Zahra penasaran.


"Iya nona, saya sendiri tidak tau kenapa perusahaan besar itu mengembalikan berkas ini. padahal selama ini hubungan perusahan kita dengan mereka baik-baik saja. Tapi entah kenapa? " ucapan asisten Mark terhenti karena dia juga tidak sanggup mengatakannya.


"Tapi kenapa asisten Mark? "


"Jika kita tidak mendapatkan proyek ini bersama mereka maka, kemungkinan besar perusahaan kita benar-benar di ambang kehancuran nona. " Kata Mark sambil menunduk.


Zahra mengepalkan tangannya, dia jadi mengingat ucapan Rayyan kala itu.


"Nona Zahra, awalnya aku ingin berteman denganmu, karena aku tertarik padamu. Tapi karena kau sudah menghinaku dan sudah sangat keterlaluan, maka aku akan memutuskan kerjasama kita. Aku tidak perlu memeriksa ulang kerjasama kita. Karena hanya dengan melihatmu saja, Aku bisa mengambil kesimpulan kalau kau wanita yang sombong dan angkuh. Itu adalah sebuah poin minus dimataku. Satu lagi, kau tidak patut untuk diperjuangkan. Semoga kita tidak pernah bertemu lagi. Dan jika suatu saat kita bertemu lagi Akan aku pastikan kau akan bertekuk lutut di hadapanku. "


Mengingat semua ucapan Rayyan, membuat Zahra mengepalkan tangannya. Dan ia mulai mengerti apa maksud dari ucapan Rayyan waktu itu.


".Jadi ini maksud dari ucapanmu itu, dasar bajingan tengik. Kau sangat licik. " gumam Zahra dalam hati.


"Asisten Mark, boleh aku minta berkasnya, aku akan menemui tuan Rayyan. Dan akan mencoba membujuknya, barangkali dia bisa berubah pikiran. " pinta Zahra pada Mark.


"Tapi nona. "


"Apakah, anda butuh batuan saya nona? " tawar asisten Mark.


"Tidak perlu, aku akan kesana sendiri. "


Zahra langsung mengambil berkas di tangan Mark, dan langsung pergi ke perusahaan Rayyan.


"Semoga kau baik-baik saja, nona. Karena kau tidak pernah tau sifat tuan Rayyan. " gumam asisten Mark menatap punggung Zahra yang menjauh.


Satu jam perjalanan Zahra tempuh untuk sampai di perusahaan Khan. Dia langsung menemui resepsionis dan menanyakan keberadaan Rayyan.


"Apa aku bisa bertemu tuan Rayyan? "


"Apa anda sudah buat janji nona? "


Zahra menggeleng. "Tidak."

__ADS_1


"Maaf nona, anda harus buat janji dulu dengan tuan Rayyan jika ingin bertemu. " ujar resepsionis itu


Zahra merutuki kebodohannya, kenapa juga dia tidak menghubungi Rayyan dulu. Tapi kalau pun dia menghubungi Rayyan terlebih dulu, apakah Rayyan mau menemuinya. Zahra sedang berperang dengan isi otaknya. Hingga suara berat dan tegas mengalihkan perhatiannya.


"Ada apa ini? " tanya Erhan yang baru datang ke perusahaan bersama Nisa dan Kemal setelah bertemu koleganya.


"Maaf tuan, nona ini ingin bertemu tuan Rayyan, tapi nona ini belum membuat janji temu dengan tuan Rayyan. " Jelas petugas resepsionis kepada Erhan.


Erhan dan Nisa bertatapan, setelah mendengar penjelasan resepsionis itu. Karena tidak biasanya Rayyan dicari seorang wanita apalagi wanita di hadapan mereka adalah wanita yang sangat cantik.


"Boleh kami tau ada perlu apa anda ingin bertemu dengan Rayyan? " tanya Nisa yang penasaran dengan wanita cantik di depannya.


"Maaf tuan Nyonya, anda siapa ya? "


"Ehm... nona beliau adalah tuan Erhan dan istrinya nyonya Nisa. " Kemal yang mengenalkan petinggi perusahaan ini kepada wanita di hadapannya, yang sepertinya tidak tau apa-apa tentang Erhan dan Nisa.


Mendengar, itu membuat mata Zahra langsung membulat tak percaya. Ternyata di hadapannya adalah orang penting, bahkan lebih penting dari Rayyan. Kalau dia bertemu dengan pemilik perusahaan, jadi dia bisa meminta bantuannya saja tidak perlu kepada Rayyan. pikir Zahra kala itu.


Zahra langsung memasang senyumnya,lalu mengulurkan tangannya dan langsung di sambut Nisa.


"Saya Zahra tuan, nyonya. Saya kemari karena ingin menanyakan kenapa berkas kerja sama kami di kembalikan tuan. Padahal sebelumnya baik-baik saja. " Zahra menyampaikan maksud kedatangannya.


Erhan dan Kemal saling berpandangan tidak mengerti dengan apa yang di maksud Zahra.


"Memang anda siapa? dan dari perusahaan mana? " Tanya Erhan dengan sopan.


"Saya Zahra putri dari Simon Altan. Dari perusahaan Altan tuan. " ucap Zahra sambil menunduk.


Mendengar nama Simon di sebut membuat mereka bertiga saling berpandangan dan menyembunyikan senyum mereka. Karena sekarang mereka tau siapa wanita yang membuat Rayyan jadi bersikap egois seperti ini.


"Pantas saja Rayyan ngotot, memegang proyek ini sayang. " bisik Nisa di telinga suaminya. Dan di angguki Erhan.


"Oh,jadi anda putri dari tuan Simon?" tanya Erhan.


Dan di angguki Zahra.


"Maaf nona, untuk proyek dengan perusahaan Altan, memang saya serahkan kepada anak saya Rayyan. Jadi anda bisa langsung bertemu dengannya. Saya akan menyuruh orang untuk mengantarkan anda bertemu dengan Rayyan. "


"Tapi tuan... " Zahra sedikit keberatan, kalau bisa bertemu dengan Erhan kenapa harus bertemu dengan Rayyan.

__ADS_1


"Maaf nona, kami harus segera pergi, karena masih ada rapat yang harus kami hadiri.Permisi... Salah sagu dari Kalian antarkan nona Zahra ke ruangan tuan Rayyan." perintah Kemal kepada salah satu resepsionis yang berjaga.


Erhan, Kemal dan Nisa Langsung melewati Zahra yang sedang terpaku menatap kepergian mereka.


__ADS_2