Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
I'm Yours


__ADS_3

"Benar Tuan Sandro , nona Zahra adalah istri sah dari tuan Rayyan . Dan apa yang telah kamu lakukan kepada tuan Rayyan hah." Ezra masuk bersama dengan Zoya .


"Zra.. tolong aku, tubuhku panas. " kata Rayyan sambil membuka kancing pakaiannya satu persatu.


"Kau akan mati tuan Sandro. " ancam Ezra sebelum keluar dari ruangan itu.


Mendengar ancaman dari Ezra membuat Sandro ketakutan. Dia tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Ini semua gara Aliya. yang ingin memiliki Rayyan dengan berbagai cara.


Ezra langsung membawa Rayyan keluar dari ruangan itu. Dibantu oleh Zahra dan Zoya yang tidak tau apa-apa tentang apa yang terjadi pada Rayyan.


"Zo, hubungi papaku. Katakan kalau Rayyan terkena jebakan Sandro karena sudah memasukkan obat Perangsang ke dalam minuman Rayyan. Cepatlah agar papa segera melakukan tindakan. " Ezra segera meminta Zoya menghubungi papanya agar segera melakukan tindakan terhadap Sandro dsn restoran ini


"Dan suruh dia mengamankan semua CCTV di tempat ini. Sebagai bukti. "


Zoya segera menghubungi Kemal sesuai perintah Ezra. Mendengar aduan dari anak menantunya , membuat Kemal murka di seberang telepon . Dia segera melakukan tindakan untuk Sandro dan perusahaannya juga kepada restoran yang telah bekerjasama dengannya .


"Berani-beraninya mereka bermain-main dengan keluarga Khan . "


"Baiklah Zo papa akan melakukan , apa yang harus Papa lakukan . Sekarang selamatkan Rayyan . Jika dia tidak bisa menuntaskan hasratnya , maka itu akan menyerang ke saraf otaknya . Pastikan dia menyalurkannya bersama dengan istrinya . Jika tidak dia akan mati ." Kata Kemal memperingatkan Zoya


"Baik papa , aku mengerti "


Ezra segera membawa Rayyan ke hotel terdekat , dia mereka segera mereservasi dua ruangan suite room untuk dua pasangan suami istri . Ezra membawa masuk Rayyan ke dalam kamarnya dan membaringkannya di atas ranjang . Namun Rayyan meminta Ezra untuk membawanya ke kamar mandi dan menyiramkannya dengan air dingin , agar rasa panas di dalam tubuhnya sedikit menghilang . Ezra tak mengerti maksud Rayyan , karena sebenarnya yang harus dilakukan oleh Rayyan adalah melepaskan hasratnya bersama istrinya .


Zoya dan Zahra memperhatikan Apa yang dilakukan Ezra kepada Rayyan. Sebenarnya mereka tidak tega melihat Rayan menggigil kedinginan . Tapi Ezra tidak tahu lagi Apa yang harus dilakukan .


Zoya langsung menarik tubuh Zahra menjauh dari kamar mandi . Agar mereka bisa berbicara empat mata .


"Zahra aku mohon tolong Rayyan , Jika dia terus begini dia akan mati . Kata Papa Mertuaku tadi bilang, saat seseorang terkena obat perangsang dia harus melepaskan hasratnya , jika tidak itu akan menyerang sarafnya . Dan akan membuat Rayyan mati . Aku mohon padamu , selamatkan Rayyan . Hanya kamu yang bisa menyelamatkan Rayyan Zahra . " Zoya memohon kepada Zahra.


"Tapi Kak Zoya ? "


"Sudahlah Zo , tidak perlu memohon kepadanya . Karena dia memang istri yang tidak bertanggung jawab . Aku akan mencari seorang wanita panggilan untuk memuaskan Rayyan malam ini agar dia tidak mati .Percuma punya istri tapi tidak bisa di sentuh dan memuaskan suaminya. " Kata Ezra ketus sambil berlalu melewati kedua wanita itu .


Mendengarkan ucapan Ezra , Baik Zoya maupun Zahra tertegun merasa tak percaya .


"Ezra tunggu... apa maksudmu. "

__ADS_1


"Yang aku katakan sudah jelas aku tidak mau melihat ipar sekaligus sahabatku mati konyol karena tidak mendapatkan kepuasan dari istrinya.Aku akan mencari wanita panggilan untuk Rayyan. " Ezra segera keluar dari kamar Rayyan dan Zahra diikuti Zoya.


Tubuh Zahra merosot ke bawah , saat mendengar semua ucapan pedas dari Ezra . Dia akan mencari seorang wanita untuk memuaskan Rayyan , sedangkan di sini ada dirinya yang menjadi istri sahnya . Zahra segera mengusap air mata di pipinya , lalu dia pergi melihat keadaan Rayyan yang tengah berendam air dingin dengan memegangi juniornya yang sudah sangat menegang.Sedangkan dia mencoba menahan hasratnya sendiri sehingga membuat wajahnya yang putih berubah memerah.


Zahra tidak tega melihat suaminya seperti itu. Dia segera mengambil handuk dan bathrobe. Lalu Zahra masuk ke dalam kamar mandi. Dia langsung meminta Rayyan berdiri. Namun Rayyan tidak mau, karena takut menyakiti Zahra. Tapi Zahra memaksa Rayyan untuk segera berdiri.


"Ray, aku istrimu... ayo berdirilah. " kata Zahra pelan.


Mendengar itu Rayyan langsung berdiri dan menuruti permintaan Zahra. Zahra lalu membuka satu persatu pakaian Rayyan yang sudah basah.


"Jika kamu terus begini, kamu akan sakit, Ray. " ucap Zahra dengan isak tangis yang tertahan.


Rayyan hanya memperhatikan apa yang dilakukan Zahra kepada tubuhnya. Setelah baju bagian atas Rayyan terbuka, Zahra lalu mengeringkannya dengan handuk dan memakaikan bathrobe. Setelah itu, Zahra membuka celana Rayyan. Dia melihat begitu besar senjata Rayyan yang sudah tegak berdiri. Dan siap memasuki siapapun.


Siapapun?


Zahra langsung menggelengkan kepalanya. Dia lalu membawa Rayyan duduk di atas ranjang. Zahra perlahan membuka satu persatu pakaiannya, hingga tanpa sisa sehelai benang pun.


Melihat tubuh Mulus Zahra dengan lekuk tubuh sempurna membuat jiwa kelelakian Rayyan bangkit. Apalagi pengaruh obat yang sangat kuat merasuki tubuhnya. Zahra lalu memegang tangan Rayyan dan menempelkan nya di salah satu bukit Squishy miliknya.


Mendengar hal itu tentu saja membuat Rayyan tak berdaya. Dan langsung memeluk tubuh polos Zahra. Rayyan hanya terdiam dan terus memeluk Zahra.


Dia lalu menatap Zahra dengan intens, Lalu bibir mereka berdua saling menempel. Rayyan melumuti bibir Zahra, dan dihisapnya dengan lembut bibir manis itu atas dan bawah. Terasa manis dan asin karena sudah bercampur dengan air mata Zahra. Rayyan langsung memeluk Zahra dan membawa tubuh polos itu ke atas ranjang.


"Maafkan aku, Zahra. Karena aku harus melakukan nya dalam keadaan seperti ini. " bisik Rayyan saat mereka sudah berada di atas tempat tidur.


"Lakukanlah, aku istrimu, aku akan memberikan hakmu malam ini, Ray. Aku menyerahkan diriku kepadamu. " kata Zahra yang memberikan senyuman kepada Rayyan. Sebuah senyuman tulus dan tidak ada keterpaksaan sama sekali.


Mendapat persetujuan dari Zahra. Rayyan langsung mencium kembali bibir Zahra. Tangan Zahra sudah melingkar di leher Rayyan dengan posessif dan dengan deru nafas yang menggebu.


"Za, ini nggak akan sebentar, dan aku nggak akan bisa mundur jika sudah masuk. " Rayyan memperingatkan Zahra.


Zahra mengangguk. "I'm Yours. "


Zahra bisa melihat sorot mata Rayyan yang penuh gairah kepadanya.


Rayyan kembali memberikan ciuman kepada istrinya itu, tidak hanya ciuman biasa. Namun ciuman yang membuat Tubuh tubuh Zahra menggeliat seperti cacing kepanasan. Rayyan mencumbu Zahra di setiap lekuk tubuhnya tidak ada yang terlewat sama sekali. Tangannya pun tidak tinggal diam memainkan squishy kesukaan nya. Bahkan dia bermain-main di sana dengan lidahnya. Yang membuat Zahra semakin tak berdaya dengan apa yang dilakukan Rayyan.

__ADS_1


Satu tangan Rayyan menyentuh lembah basah milik Zahra apakah sudah siap ditanami atau belum. Saat merasakan lembahnya sudah basah dan siap di tanami, Rayyan pelan-pelan memasukkan miliknya untuk masuk ke lembah basah milik Zahra.


Zahra terpekik saat sesuatu yang besar memasukinya, tanpa ia sadari dia mencengkran punggung Rayyan Saat sesuatu itu merobohkan benteng pertahanannya dan memenuhi semua inti tubuhnya.


"Rileks, Zahra. "


"Sakit... " kata Zahra yang sampai menetes kan air matanya.


Rayyan lalu menciumi Zahra dan memberikan sentuhan lembut kepadanya. Bagaimanapun ini adalah pengalaman pertama bagi mereka berdua. Perlahan Rayyan menggerakkan pinggulnya saat melihat Zahra sudah terlihat relaks. Perlahan tapi pasti akhirnya mereka berdua bisa terhanyut dalam gelombang penyatuan mereka. Gerakan itu semakin lama semakin cepat dan itu membuat Zahra menggelinjang hebat di bawah kungkungan Rayyan.


"Ray... "


"Maaf Zahra aku tidak bisa berhenti."


"Ray... Ada yang mau keluar. "


Mendengar hal itu Rayyan semakin mempercepat gerakannya.


"Ray... "


"Bersama Zahra... "


Akhirnya lenguhan panjang itu keluar dari mulut ke dua orang yang sedang memadu masih itu. Rayyan langsung ambruk di atas tubuh Zahra, dan mengatur nafasnya yang tidak beraturan. Rayyan langsung melihat wajah Zahra yang memejamkan matanya dengan nafas tersengal.


"Terimakasih Zahra Istriku, dan maafkan aku "


Mendengar ucapan Rayyan Zahra langsung membuka matanya dan memeberikan senyuman hangat kepada Rayyan.


"Sudah tugasku. " Saat nafas mereka sudah hampir teratur, Tiba-tiba Zahra merasakan sesuatu di dalam inti tubuhnya membesar lagi.


Maaf Zahra, sepertinya sekali lagi, ini diluar kendaliku..


Mereka akhirnya melakukannya lagi, ternyata tidak hanya satu sampai dua kali, tapi Rayyan melakukannya sampai tiga kali, sampai pengaruh obat itu hilang. Dan mereka berdua benar-benar terkapar diatas ranjang kamar hotel tersebut. Rayyan segera menyelimuti tubuh polos dirinya dan Zahra. Sebelum mengarungi mimpi indah mereka malam ini.


Rayyan benar-benar membuat Zahra tebang berkali-kali malam ini. Mereka berdua sungguh tidak menyangka kalau hubungan mereka akan sampai sejauh ini dalam waktu dekat.


...Lunas ya readers.. yang minta MPnya Rayyan dan Zahra. Kali ini agak sedikit ekstrem dari kedua saudaranya...

__ADS_1


__ADS_2