
Dan di sinilah mereka berada saat ini , berada di sebuah acara pernikahan yang sederhana menurut mereka . Karena mereka hanya mengadakannya di sebuah restoran , dan Hanya mengundang kerabat terdekat mereka saja untuk menyaksikan prosesi janji suci yang diucapkan Ezra kepada Zoya .
Zoya tak henti-hentinya menangis sesenggukkan , karena merasa dikerjai oleh semua orang . Sang Mommy lalu mendekat dan menenangkan anaknya itu .
"Hei Tenanglah Sayang , Apa kau tidak bahagia dengan pernikahan ini . Kalau tidak bahagia dan kamu tidak mau menikah dengan Ezra . Biarkan besok daddymu yang akan membatalkan pernikahan kalian di pengadilan agama." Kata Nisa dengan penuh tega di setiap ucapannya .
Mendengar ucapan Nisa membuat semua orang melotot tak percaya.Termasuk Ezra yang sudah merasakan bahagia beberapa detik yang lalu karena sudah berhasil mengucapkan ijab qobul dengan sempurna .Dan sekarang malah di jatuhk oleh mommy Nisa yang mengatakan hal di luar nalarnya.
"Jangan Mom rengek Zoya . Kalau Mommy mau memisahkan aku dengan Ezra lagi, aku akan memaksa Ezra untuk membawaku lari dari sini . Dan kita akan melakukan kawin lari , benarkan Ezra? " kata Zoya kemudian menatap ke arah Ezra dan dengan bodohnya Ezra menganggukkan kepalanya .
Membuat ledakan tawa memenuhi seisi ruangan .
"Makanya jangan macam-macam sama Mommy sudah sekarang kita lanjutkan acaranya Jangan Menangis Lagi ." Kata Nisa setelah melihat anaknya sudah merasa tenang.
Kemudian acara dilanjutkan dengan doa dan harapan kedua orang tua atas pernikahan kedua anaknya . Dan dilanjutkan dengan pemasangan cincin kawin oleh kedua belah pihak .
Zoya lalu mencium tangan Ezra dengan takzim sebagai suaminya. Dan Ezra membalasnya dengan mengecup kening Ezra dengan lembut dan lama. Tersirat doa dan harapan yang Ezra ucapkan disana.
"Udah jangan lama-lama nyosornya. " celetukan Rayyan yang menghancurkan keromantisan kedua mempelai saat itu, dan mengundang gelak tawa di sana.
Mereka akhirnya melakukan makan malam bersama , setelah drama sandiwara yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka dan keluarganya . Zoya dan Ezra benar-benar tidak mengerti , Kenapa mereka harus dinikahkan seperti ini dan tanpa persetujuan mereka .
Zoya ingin tahu alasannya , tapi Mommy mengisyaratkan kalau mereka tidak ingin membahasnya di sini . Setelah mereka pulang dari restoran , baru mereka akan membahasnya di rumah. Nisa memutuskan ,kalau Ezra akan tinggal bersama mereka di mension .tidak ada penolakan dan tidak ada protes . Kemal dan Alima yang awalnya ingin menolak pun dibuat tak berdaya oleh permintaan ibu negara .
"Mom, kalau Kak Murad sudah sekamar dengan Faza , terus Zoya bersama Ezra . Aku pasti akan tersiksa setiap malam mom ?" Protes Rayyan setelah mendengarkan keputusan sang mommy.
"Kenapa ? " tanya Nisa yang tidak mengetahui kegalauan anaknya bujang nya itu.
"Karena pasti tiap malam aku akan mendengarkan suara-suara yang mengerikan dari kamar mereka berdua . " Kata Rayyan sambil bergidik ngeri.
Mendengar ucapan Rayyan , semua orang yang berada dalam satu meja itu tertawa . Tapi tidak dengan Murad , dia langsung memasang wajah cemberutnya .
__ADS_1
"Apa Kau pikir aku sudah bisa melakukannya dengan Faza , kakiku masih sakit bodoh . Entahlah mungkin aku akan kalah start lebih dulu dari Zoya ." kata Murad dengan wajah sendunya.
"Maafkan aku ya, sayang." kata Murad lagi kepada Faza istrinya.
"Tidak apa-apa kak. Yang penting kakak sembuh dulu. " ujar Faza untuk menenangkan hati suaminya yang merasa bersalah.
Melihat itu, Rayyan jadi merasa bersalah. Padahal maksudnya hanya menggoda pengantin baru. Dia lupa kalau kakaknya sedang sakit.
"Kakak,Jika kakak tidak ingin aku dahului, aku akan menunggu sampai kaki kakak sembuh bagaimana . Nanti kita akan janjian saat ngadonin adek , jadi nanti aku dan Faza pasti akan hamil secara bersamaan ." Kata Zoya frontal tanpa memikirkan perasaan Ezra .
Mendengar ucapan Zoya sontak membuat semua orang tertawa , tapi tidak dengan Ezra dia jadi melotot tak percaya dengan kata-kata istrinya yang baru saja dinikahi .
Melihat wajah bersalah Rayyan , dan ucapan Zoya membuat Murad tertawa dalam hati .Karena dia berhasil mengerjai kedua adiknya itu , dan lihatlah wajah Ezra sekarang yang sudah lesu tak bertenaga setelah mendengarkan ucapan dari istrinya yang baru saja dinikahi .
"kena kalian semua .." Batin Murad
"Sudah...sudah...Sebenarnya kalian ini bicara apa sih ,kok membicarakan hal seperti itu di sini . Sekarang kita selesaikan makan dulu, Lalu setelah itu kita pulang . Alimah Kemal ,kamu juga ikut kami pulang . Malam ini Tidurlah di Mansion. Mama tidak pulang ke mansion, soalnya dia akan langsung kembali ke rumah saudaranya." kata Nisa yang lagi-lagi membuat semua orang kicep.
Setibanya dimension Ezra dan Zoya saat ini sedang di sidang oleh semua orang di ruang keluarga .
"Kalian tahu , Kenapa kami melakukan ini semua ? Menikahkan kalian tanpa sepengetahuan kalian . " Kata Nisa dengan penekanan di setiap kalimatnya ,
Ezra dan Zoya menggeleng , mereka menunduk karena sepertinya mereka telah melakukan kesalahan besar , dan kedua orang tua mereka mengetahuinya .
"Kalian tahu , Apa kesalahan kalian ? Sehingga kami langsung menikahkan kalian , tanpa meminta persetujuan dari kalian ." tanya Nisa lagi dengan suara yang meninggi.
Lagi-lagi Zoya dan Ezra menggeleng , karena mereka benar-benar tidak mengerti . Tapi dibenak mereka , mereka menebak kalau semua orang sudah mengetahui apa yang terjadi pada mereka berdua .
Semua orang juga terdiam saat mereka berdua sedang di introgasi oleh ibu negara. Tidak ada satupun yang berani membela Ezra maupun Zoya. Karena mereka berdua benar-benar keterlaluan.
"Kalian ingat kejadian di restoran ,empat hari yang lalu. " Kata Nisa dengan nada sindiran sambil bersedekap tangan di bawah dadanya .
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Nisa , sontak membuat mata Ezra dan Zoya membulat dan mereka saling berpandangan . Mereka memiliki pertanyaan yang sama .
"Apakah kedua orang tua mereka , mengetahui saat mereka sedang berciuman di restoran kala itu ."
"Ya seperti yang kalian pikirkan saat ini , kami melihat kalian . Dan kami sedang makan malam di sana , di restoran yang sama saat melihat Kalian sedang berciuman . Mommy tidak habis pikir Zoya , kamu bisa melakukan hal seperti itu . Mommy dan Daddy tidak pernah mengajarkanmu berbuat mesum di tempat umum . Ini benar-benar sangat memalukan bagi mommy. "
"Dan kamu Ezra , Seharusnya kamu bisa menjaga Zoya dengan baik. Aku tahu mama dan papamu pasti tidak mengajarkanmu hal seperti itu , kamu sebagai seorang pria seharusnya bisa menjaga wanita yang kamu cintai . Jika kalian melihat suamiku dulu , Bahkan dia sangat meminta maaf kepadaku saat tanpa sengaja dia memegang tanganku . Itulah seorang pria Muslim Sejati , yang tidak akan menyentuh sesuatu yang belum menjadi halal untuknya . Aku harap ini juga akan menjadi pelajaran untukmu Rayyan. " kata Nisa yang langsung menoleh ke arah Rayyan yang sedang bermain ponsel.
"Apaan sih mom , aku nggak ada sangkut pautnya lho dengan mereka . Jadi jangan bawa-bawa aku deh ." Kata Rayan dengan santai dan masih memainkan ponselnya .
"Aku harap kamu bisa menjaga wanita yang bernama Zahra itu , Jika kamu memang menginginkannya ." Kata Nisa dengan nada sindiran .
Mendengar nama Zahra disebut , membuat rayyan langsung menjatuhkan ponselnya . Dan melongo tak percaya ke arah sang mommy .
"Dari mana mommy tahu ? Apakah mommy seorang cenayang ?. "
"Jika kau menginginkan Zahra , dan ingin menikahinya . Segera bangun lantai 3 ,khusus untuk tempat kalian berdua . Sedangkan lantai 2 akan ditempati pasangan kakakmu dan Zoya ." Kata Nisa yang mulai merembet ke mana-mana, tidak lagi berfokus pada Ezraa dan Zoya.
"Mami apaan sih ? Aku nggak akan menikah dalam waktu dekat ." kata Rayyan yang ingin protes.
"Dan Mommy nggak mau tahu , mulai minggu depan lantai tiga harus segera dibangun . Ini sudah menjadi keputusan mommy . Lantai dua mommy buat untuk mereka berdua , karena mereka bersaudara . Sedangkan lantai tiga akan kamu tempati dengan istrimu nanti berdua saja. Tidak ada bantahan ." Kata Nisa yang melihat Rayyan yang ingin protes .
Ezra dan Zoya langsung tersenyum karena mereka saat ini sudah aman dari omelan mommy. Karena mommy sedang memberi pencerahan kepada Rayyan.
"Baiklah, untuk hari cukup sampai disini. Kalian boleh kembali ke kamar masing-masing. Dan istirahatlah. " perintah Nisa kepada semua anak-anaknya.
"Untuk kalian pengantin baru, Segera buatkan kami cucu. Nanti Murad akan menyusul saat dia sudah sembuh. Benar kan sayang. " kata Nisa kepada anak sulungnya itu, karena dia tau tadi ucapannya di restoran hanyalah candaannya saja..
Dan Murad hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Sontak ucapan Nisa membuat wajah pengantin baru itu langsung memerah seperti kepiting rebus.
__ADS_1