
"Baiklah, aku kabulkan permintaan mu. "
"Kemal." panggil Erhan kepada asistennya.
"Ada apa?"
"Segera siapkan sebuah pernikahan di ruangan ini . " kata Erhan memberikan perintah, tanpa ada yang berani menolaknya.
Semua orang yang mendengarkan perintah Erhan membulatkan matanya . Mereka sama sekali tidak percaya dengan apa yang Erhan katakan . Begitu juga Rayyan dan Zahra , mereka berdua benar-benar terkejut dengan keputusan Erhan.
"Dad , apa yang kau katakan? Daddy bercanda kan ? " Tanya Rayyan yang tidak percaya sama sekali dengan ucapan daddynya .
Erhan menatap tajam ke arah anaknya itu , dan membuat Rayyan takut .Tidak biasanya Erhan menatap seseorang seperti itu.
"Kau yang memulainya , Jadi kau yang harus menyelesaikan semua ini . Kau harus bertanggung jawab dengan ucapanmu, Ray . Jangan jadi seorang pria pecundang dan pengecut. " bentak Erhan kepada anak laki-laki nya itu.
Dan itu membuat nyali Rayyan semakin menciut.
"Kau harus menikahinya, sesuai kesepakatan yang telah kau buat. Seorang pria itu yang dipegang adalah kata-katanya. " lanjutnya
"Tapi dad, aku hanya melakukan kesepakatan itu, karena iseng. " kata Rayyan yang mulai bingung dengan keadaannya saat ini.
"Dan karena keisanganmu itu membuat seorang Ayah terkena serangan jantung, dan berharap banyak kepadamu. Apa itu pantas di sebut keisengan, Zaydan Arrayyan Khan. "
Erhan sudah tidak bisa menahan emosinya yang sudah dia tahan sejak tadi. Karena kenakalan anaknya ini sampai membuat seseorang masuk rumah sakit. Dan dia masih bilang hanya iseng.
"Jadilah pria yang bertanggung jawab, dan Nikahi Zahra sekarang Juga. Mumpung kesehatan ayahnya masih kondusif dan mampu untuk menikahkan kalian berdua. " kata Erhan yang mulai menurunkan intonasi suaranya.
Mendengar ucapan daddynya membuat Rayyan tak bisa berkutik lagi. Ternyata kalau sedang marah daddynya sangat menakutkan. Dan dengan terpaksa Rayyan menerima perintah daddynya untuk menikahi Zahra sore menjelang malam itu juga.
"Kemal, siapkan sekarang juga. Dan panggil dokter yang bertanggung jawab atas pengobatan tuan Simon. "
"Baiklah." Kemal segera keluar untuk mencari dokter yang merawat Simon.
"Evan, Mark. Bantu siapkan tempat acara akad mereka. cukup tata meja dan sofa itu berhadapan."
"Baik tuan. " kata mereka berdua bersamaan, lalu mereka mengerjakan apa yang diperintahkan oleh sang penguasa itu.
Rayyan dan Zahra Memperhatikan apa yang dikerjakan oleh dokter Evan dan Mark. Dan tanpa sengaja mata mereka bertemu. Mereka langsung membuang pandangan satu sama lain.
Simon tersenyum bahagia karena Erhan mengabulkan permintaannya. Karena dengan begitu jika suatu saat Tuhan memanggilnya, dia akan pergi dengan tenang karena anaknya sudah berada dalam perlindungan keluarga yang hebat, seperti keluarga Khan.
__ADS_1
Tak lama Kemal datang dengan seorang dokter dan beberapa suster . Kemal sudah menjelaskan kepada dokter Apa yang akan terjadi di ruangan Simon . Dokter yang mengerti akan hal itu pun , segera datang ke ruangan Simon untuk memastikan keadaannya .
Setelah dokter mengecek keadaan Simon , dan dinyatakan bahwa Simon sudah membaik . Maka proses tersebut bisa dilaksanakan saat itu juga .
Simon di bantu perawat dan Mark , untuk duduk di sebuah kursi roda . Dia duduk berhadapan dengan kedua mempelai yaitu Rayan dan Zahra . Sedangkan Erhan hanya menyaksikan acara tersebut. Kemal dan Evan akan menjadi saksi pernikahan mereka dan beberapa orang yang ada disana.
Erhan lalu membuka dompetnya dan mengambil beberapa uang di dalamnya ,
"Ray Keluarkan uang yang ada di dompetmu sekarang ." Kata Erhan kepada anaknya .
Rayyan pun tanpa banyak bicara langsung mengikuti perintah daddynya .
" Maaf Dad hanya ada segini . "
"Ck... Kenapa uangmu sedikit sekali ." ketus Erhan
"Dad , aku kan biasa menggunakan kartu kredit , kalau mau aku ambil uang di ATM dulu. " cicit Rayyan.
"Tidak usah nanti kau kabur. "
Mendengar ucapan daddy nya sukses membuat Rayyan mengerucutkan bibirnya.
Zahra hanya menunduk , dia tidak tahu lagi harus berkata apa . Karena dia tidak menginginkan pernikahan ini .
"Apapun yang kalian berikan sebagai mahar kami akan menerimanya tuan. " ucap Simon.
"Ray, copot kalung yang kau pakai itu . Gunakan itu sebagai mahar . Ditambah dengan uangku dan uangmu ." Putus Erhan pada akhirnya .
"Tapi dad ini adalah kalung kesayanganku , hadiah dari mommy. "
"Nanti aku akan bilang kepada mommymu untuk membelikanmu kalung seperti itu lagi, biarkan kalung kesayanganmu itu sekarang menempel di leher wanita yang akan kau sayangi nanti . Karena itu akan mengikat kalian berdua , " kata Erhan yang tidak ingin dibantah .
Dengan terpaksa Rayyan membuka kalungnya , sungguh Dia tidak rela , Karena itu adalah hadiah dari sang mommy di ulang tahunnya yang ke-20 . Dan kalung itu selalu menghiasi lehernya selama 5 tahun terakhir .
Akhirnya dengan mas kawin seadanya pernikahan itu pun Segera dilaksanakan .
"Saya terima nikah dan kawinnya Zahra Tanisha Altan, dengan mas kawin tersebut, tunai. "
Rayyan mengucapkan kalimat qobul itu dengan lantang dan lancar. Hingga kata "Sah." menggema memenuhi seisi ruang rawat VVIP tersebut. Tak lupa Kemal sudah mengabadikan prosesi tersebut sebagai bukti pernikahan Rayyan dan Zahra kepada orang rumah.
Tanpa terasa air mata Zahra menetes setelah mendengar kata sah dari semua orang . Lantunan doa dan harapan Simon menggema mengiringi langkah anaknya yang telah menjadi seorang istri dari pria yang bernama Rayyan.
__ADS_1
Erhan meminta Rayyan memasangkan kalung mas kawinnya kepada Zahra. Dan Rayyan mengikuti perintah daddynya. Zahra di minta untuk mencium tangan Rayyan, karena itu adalah adat dari negara ibunya Rayyan. Dan Zahra mengikutinya, kemudian Rayyan dengan spontan mencium kening Zahra, seperti yang di lakukan Murad dan Ezra saat mereka menikah dulu.
Sontak perbuatan Rayyan itu, membuat Zahra terkejut, dan ada perasaan aneh langsung menelusup masuk ke dalam relung hatinya.
Simon bahagia melihat momen itu, dia lalu menggamit tangan Zahra dan Rayyan. Lalu menyatukannya. " Kalian sekarang adalah sepasang suami istri , harapan Daddy untuk Zahra , Jadilah istri yang baik untuk suamimu patuhilah semua perintahnya dan jangan menentangnya Selama masih berada di jalan Allah. Kewajiban Daddy kepadamu sudah Cukup sampai di sini , sekarang kewajiban itu Daddy serahkan kepada suamimu yaitu Rayyan ."
"Nak Rayan , setelah ini tanggung jawab Zahra aku serahkan kepadamu . Mungkin kalian memang belum terlalu mengenal satu sama lain . Tapi aku berharap , kelak kalian akan saling menyayangi dan akan bergantung satu sama lain . Zahra memang keras kepala, sombong dan angkuh. Aku mengakui itu. Tapi aku berharap, saat dia masuk ke dalam keluargamu, dia bisa berubah sedikit demi sedikit. Dan menjadi wanita yang baik seperti yang kau inginkan. Tolong jaga Zahra untukku , jika suatu hari nanti Tuhan memanggilku . Aku akan merasa tenang , karena anakku sudah berada di tangan yang tepat ." Kata Simon yang menyampaikan Harapan untuk pernikahan mereka berdua .
"Ada satu hal yang harus kalian berdua ketahui tuan Simon dan Zahra. Siapapun yang menikah dengan keluarga kami, dia akan tinggal di mansion keluarga kami. Tidak ada satupun menantu keluarga Khan baik itu laki-laki maupun perempuan yang akan keluar dari mansion kami. " Kata Erhan yang memberitahukan peraturan untuk masuk ke dalam keluarganya.
Mendengar itu Simon mengangguk mengerti, dan dia setuju akan hal itu, apalagi Zahra adalah seorang istri yang pasti akan mengikuti suaminya kemanapun suaminya pergi. Sedangkan Zahra yang mendengar itu, menelan salivanya kasar, karena tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
"Nah Zahra , sekarang Ayo ikut dengan kami pulang . Karena ini mendekati makan malam istri kami pasti sudah menunggu di rumah ." Ajak Erhan kepada menantu barunya itu .
"Tapi Tuan , Bagaimana dengan daddyku . Dia sedang sakit saat ini ." Kata Zahra yang mencari alasan untuk menolak pergi ke mansion keluarga Khan karena dia belum siap untuk masuk ke sana.
"Kamu tenang saja , kami sudah mengaturnya akan ada perawat khusus yang akan merawat Daddy mu . Dan aku akan menyuruh dokter untuk mengawasi tuan Simon selama 24 jam , karena dia sekarang adalah keluarga kami juga . Jadi kami akan menjaga dan merawatnya dengan baik .Kamu tidak perlu khawatir . Yang harus kamu lakukan saat ini adalah menjadi seorang istri yang baik untuk Rayyan ,hanya itu tugas menantu perempuan di keluarga kami ." Jelas Erhan panjang lebar .
"Oh ya, satu lagi. Jangan panggil aku dengan sebutan tuan. Panggil aku daddy seperti kau memanggil daddymu dan seperti Rayyan yang memanggilku daddy. " Erhan memperingatkan.
"Baik tuan, eh maksud saya Daddy. " kata Zahra sambil menunduk.
"Mark, siapkan semua pakaian Zahra dan kirimkan ke mansion kami. " perintahnya tanpa sungkan kepada asisten Simon.
"Baik tuan. " kata Mark patuh.
Zahra memandang sang daddy untuk meminta pertolongan. Tapi Simon seolah tak peduli.
"Pergilah nak, daddy baik-baik saja di sini. " ucap Simon yang meminta anaknya untuk segera pergi.
Erhan lalu melangkah pergi meninggalkan ruangan Simon. diikuti dokter Evan dan Kemal. Rayyan masih menunggu Zahra yang sedang berpamitan dengan daddynya. Karena Erhan yang menyuruhnya untuk menunggu Zahra.
Setelah drama anak dan ayah itu selsai, akhirnya Zahra mau meninggalkan ayahnya. Diperjalanan menuju tempat parkir Zahra dan Rayyan hanya terdiam, dan tidak ada satupun yang bersuara. Hingga mereka masuk ke dalam mobil pun mereka masih diam membisu.
Sedangkan di ruangan rawat Simon, dia menangis sesenggukan setelah kepergian Zahra.. Dia merasa telah menggadaikan anaknya, demi perusahaannya.
"Apakah aku salah Mark?" tanya Simon kepada asistennya itu.
"Tidak tuan, karena ini juga untuk masa depan nona Zahra. " jawab Mark.
"Kau benar. Ini demi masa depan anak nakal itu. "
__ADS_1