Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Coba Menerima Hubungan Baru


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00. makanan yang disiapkan Zahra juga sudah siap. Dia juga sudah menyiapkan pakaian ganti untuk Rayyan. Dia hanya tinggal menunggu Rayyan pulang dari kerjanya bersama Zoya dan mommy Nisa. Ada juga Faza dan Murad yang sedang berbincang bersama.


Akhirnya, yang di tunggu datang juga. Nisa langsung menyambut suami nya dan mencium tangan suaminya, begitu juga dengan Zoya. Zahra yang melihat itu hanya bisa tertegun. Tapi dia juga mengikuti apa yang dilakukan Mommy dan Zoya walau masih dengan kikuk. Dia mengambil tas kerja Rayyan , lalu mencium tangannya . Rayyan yang terkejut akan perubahan sikap Zahra, tersenyum dan ikut membalas seperti apa yang dilakukan daddy dan iparnya , dia membalas salam dari Zahra dengan mencium kening Zahra . Lalu mereka masuk ke dalam kamar masing-masing . Suasana kaku terjadi antara kedua orang yang yang tidak saling mencintai.


Di dalam kamar , Zahra membantu Rayyan membuka pakaian kerjanya . Dia langsung memasuki kamar mandi dan menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya . Setelah itu dia keluar dan melihat Rayyan yang sudah bertelanjang dada .


"Apa yang kau lakukan Zahra ? "


"Menyiapkan air hangat untukmu mandi. Mandilah, aku sudah menyiapkan pakaian ganti untukmu. Tapi maaf aku tidak bisa menunggumu, karena aku harus menyiapkan makan malam untuk semua orang ."


Rayyan lagi-lagi tertegun dengan perubahan sikap Zahra.


"Baiklah kalau begitu , Aku tidak sabar untuk memakan masakan dari istriku ." Rayan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk dan membersihkan dirinya.


Mendengar itu tanpa terasa wajah Zahra memerah. Dan dia segera turun untuk menyajikan


makan malam untuk semua orang.


Dengan cekatan Zahra segera menyiapkan makanan untuk semua orang. Koki di rumah itu tidak menyangka kalau Zahra bisa memasak dengan cepat dan dengan kematangan sempurna.


Saat semua orang sudah turun menuju meja makan, Semua makanan sudah siap di atas meja makan. Mereka tidak menyangka kalau yang di sajikan Zahra adalah Steik dan Ratatouille.


Silahkan dinikmati, kata Zahra lalu dia duduk di samping Rayyan. Dan menyiapkan air minun untuk suaminya.


"Makanlah, ini semua aku yang masak. " bisik Zahra kepada suaminya.


Rayyan mengangguk lalu mulai memakan makanannya.


"Bagaimana? "


"Sangat enak. " kata Rayyan dengan jujur.


Zahra yang mendengarnya tersenyum senang.


"Terimakasih." kata Zahra dengan malu-malu.


Tingkah mereka berdua tak luput dari pandangan semua orang. Dan mereka hanya tersenyum melihat pasangan baru tersebut.


Nisa kemudian memberitahukan sesuatu kepada semua orang ," Bagaimana menurut kalian rasa masakan ini Apakah sama seperti biasanya ? Atau ada yang berbeda . "


"Sangat enak sayang , Memangnya kenapa . semua makanan di masak dengan kematangan yang sempurna, dan rasanya benar-benar memanjakan Lidah. " kata Erhan yang memang tidak tahu apa-apa tentang makanan itu .


"Ini adalah masakan Zahra , mas. Dia tadi meminta izin kepadaku untuk menyiapkan makanan untuk makan malam kita semua malam ini .. "


"Benarkah Zahra ?" Tanya Erhan yang merasa tidak percaya dengan apa yang dia makan dan dia dengar.


Zahra mengangguk , dan meng-Iya kan apa yang ditanyakan oleh Daddy Erhan


"Wah ternyata menantuku yang satu ini pandai memasak . " Puji Erhan kepada Zahra .


"Terima kasih Dad ." Kata Zahra dengan tersipu malu .

__ADS_1


Mereka semua setuju dengan apa yang dikatakan oleh Erhan, makanan yang dimasak Zahra memang benar-benar enak . Mereka tidak percaya , kalau Zahra benar-benar pintar masak .


"Kamu boleh memasak untuk keluarga Ini Zahra , tapi jangan terlalu sering ya . Tugasmu yang utama di sini adalah ,memperhatikan suamimu dan melayani suamimu dengan baik . Ingat itu . Kalau sekali-kali seperti ini , bolehlah. Daddy akui masakanmu memang sangat enak ." Ucapan Erhan setelah memuji Zahra .


Zahra masih saja diingatkan untuk melayani suaminya dengan baik Apakah ini sebuah peringatan untuknya jika suatu hari nanti , bisa saja Rayyan menikah lagi dengan seseorang yang bisa melayaninya dengan baik .


"Iya dad aku mengerti ." Ucap Zahra pada akhirnya .


Semua orang berkumpul di ruang keluarga, seperti kegiatan biasanya setelah makan malam. Ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan keluarga itu. Mereka akan menceritakan apapun kegiatan yang mereka lakukan hari ini.


"Murad, semua peralatan yang diminta dokter Evan tadi sudah datang. Besok kamu sudah bisa memulai terapimu. Daddy sangat berharap kamu segera sembuh dan menduduki posisimu lagi. " harap Erhan kepada anak sulungnya itu.


"Iya dad... Aku juga ingin segera berlari dan membahagiakan istriku. " kata Murad sambil membelai mesra kepala Faza yang tertutup hijab.


Zahra yang melihat keromantisan pasangan itu, ada rasa iri di hatinya. Tiba-tiba dia juga ingin diperlakukan seperti itu oleh Rayyan atau suaminya. Zahra melirik pada Rayyan yang sedang sibuk dengan ponsel di tangannya. Ada perasaan sedikit kesal yang dia rasakan melihat Rayyan yang tidak memperdulikannya.


"Ray besok jangan lupa ada pertemuan dengan tuan Sandro." ujar Ezra tiba-tiba.


"Apa? " Rayyan merasa terkejut setelah mendengar ucapan Ezra. "Kenapa harus aku yang menemui pria itu. " kata Rayyan dengan kesal.


"Memang kenapa Ray? " Nisa ikut menimpali.


"Anak tuan Sandro yang bernama Aliya, menyukai Rayyan mom. Dan setiap kali ada pertemuan dengan kami dia selalu ikut dengan ayahnya, hanya untuk menggoda Rayyan. " Ezra menjelaskan kenapa Rayyan terkejut dengan pernyataannya.


Zahra yang mendengar itupun langsung menegang. Dalam hati kecilnya dia tidak rela kalau Rayyan dekat dengan wanita lain karena saat ini dialah istri dari Rayyan.


"Dan maaf besok aku tidak bisa menemanimu, Ray. Karena aku sudah berjanji pada Zoya untuk makan malam di luar. Kau bisa datang sendiri kan? " kata Ezra.


"Tidak bisa, Ezra sudah berjanji padaku dari kemarin. " Zoya yang menolak permintaan Rayyan. Sedangkan Ezra hanya menggedikkan bahunya acuh.


"Bagaimana jika kau ajak saja Zahra. Dia kan istrimu, sekalian perkenalkan dia dengan mereka. Jadi mereka tidak akan lagi berharap untuk masuk ke dalam keluarga kita. " ujar mommy Nisa memberi nasehat.


Rayyan seperti mendapat angin segar setelah mendengar pencerahan dari sang mommy. Dia lalu mantap Zahra, dan menggenggam tangan Zahra secara sepontan.


"Apa kau mau Zahra? menemaniku besok. "


Zahra yang merasa terkejut dengan kelakuan Rayyan lantas mengangguk.


"Ah, baiklah. Semua sudah teratasi sekarang. Jika dia macam-macam denganku, kau bisa menghajar anak tuan Sandro besok. " kata Rayyan dengan tertawa renyah.


Mendengar itu membuat Zahra membelalakkan matanya, "Kau pikir aku tukang pukul. " gerutu Zahra. Dan membuat semua orang tertawa.


"Kau kan bar-bara Zahra. " kata Rayyan lagi tapi kali ini dia sudah berani membelai rambut panjang Zahra.


Perlakuan Rayyan, kembali membuat Zahra tertegun, baru saja tadi menginginkan diperlakukan sama seperti Faza. Dan Tuhan langsung mengabulkannya, walau dengan ucapan Rayyan yang menyebalkan.


"Sudah-sudah, Sudah di sepakati kalau besok Rayyan akan datang bersama Zahra. Putus Nisa pada akhirnya.


" Mom, apakah besok aku boleh keluar? Aku ingin menjenguk daddy di rumah sakit dan mengecek restoku. " ujar Zahra takut-takut.


Nisa menoleh kearah suaminya, dan Erhan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Baiklah, biar Rayyan besok yang mengantarmu ke rumah sakit besok. sekalian dia menjenguk daddymu juga." putus Nisa pada akhirnya


Zahra mengangguk dan tersenyum senang menyetujui ucapan ibu mertuanya.


"Baiklah, kita kembali ke kamar masing-masing. dan beristirahatlah. " ujar Nisa kepada anak-anaknya.


Ketiga pasangan suami istri itu kembali ke kamar mereka masing-masing. Untuk Murad dan Faza serta Ezra dan Zoya mereka pasti akan melakukan kegiatan yang memenyenangkan sebelum tidur. Namun berbeda dengan yang dialami Rayyan dan Zahra. Apakah mereka juga akan melakukan hal yang sama malam ini?


Di kamar Rayyan.


Zahra langsung menuju walk in closet menyiapkan piyama untuk Rayyan.


Rayyan benar-benar takjub dengan perubahan Zahra dalam sehari, memangnya apa yang dikatakan mommy sehingga membuatnya bisa langsung berubah seperti ini.


"Za... hmmm... apa? "


"Apa kau baik-baik saja? " tanya Rayyan kepada Zahra, dia ingin tau, apakah Zahra benar-benar baik-baik saja. "


"Aku baik. Memangnya kenapa? "


"Kenapa kau bisa berubah, secepat ini? "


"Aku tidak ingin dibenci kakakmu atau semua orang di mansion ini, karena tidak bisa menjadi istri yang baik untuk suaminya. " kata Zahra dengan nada penuh sindiran.


Mendengar hal itu membuat Rayyan tak mengerti. Membenci? Memangnya siapa yang sudah membenci Zahra.


"Siapa yang bersikap tidak baik padamu. " tanya Rayyan yang merasa penasaran.


Zahra mendesah kasar. Lalu dia menceritakan apa yang terjadi pada dirinya yang di cueki Murad dan mommy memberi nasehat panjang kepadanya.


Mendengar itu, Rayyan mulai mengerti.


"Kakakku memang paling tidak suka dengan wanita yang tidak bisa melayani suami. Karena di kediaman kami ini, sudah di tekankan kalau seorang istri harus patuh kepada suaminya. Mungkin karena itu dia bisa mendapatkan Faza yang sangat mencintainya dan sangat patuh kepadanya." Jelas Rayyan mengenai Murad


Zahra mengangguk mengerti.


"Untuk masalah nasehat mommy itu terserah padamu Zahra kau patuh kepada ku atau tidak. Dan dalam keluarga kami memang tidak melarang Poligami selama istri pertama memang tidak bisa di andalkan atau tidak bisa melayani suami dengan baik. Namun jika istri kami itu bisa melayani kami dengan baik, maka kami akan mempertahankan nya hingga maut memisahkan. " kata Rayyan menjelaskan.


Zahra menghembuskan nafasnya kasar.


"Kenapa kami para wanita harus melayani para pria sih. " gerutu Zahra.


"Karena itu sudah kodrat seorang wanita Zahra. Kami hanya ingin dilayani untuk kebutuhan priabadi kami. Untuk urusan rumah kami sudah menyediakan pelayan untuk mengerjakannya pekerjaan rumah. Tugas wanita di rumah ini hanyalah melayani semua kebutuhan suaminya Zahra. "


Rayyan lalu mendekati Zahra dan mengikis jarak dengan Zahra. Dia lalu memegang kedua bahu Zahra dan menatap kedua matanya lekat-lekat.


"Apa kau bisa menerima pernikahan kita? dan menerimaku sebagai suamimu. " tanya Rayyan .


"Aku akan mencoba menerimamu, Ray. Karena daddy ku sudah mempercayakanku kepadamu. Dan ajari aku untuk menjadi seorang istri yang baik sesuai standart keluarga ini. Namun jika sifat keras kepalaku muncul aku harap kamu bisa memakluminya. "


Rayyan tersenyum senang menanggapi semua ucapan Zahra. Ternyata memang benar semua hubungan ini tidak bisa dipaksakan dan terburu-buru. Semua harus melalui proses, karena mereka tidak pernah saling mengenal sebelumnya. Berbeda dengan kakaknya Murad dan Zoya dimana hubungan mereka sudah di dasari cinta dalam hati.

__ADS_1


Rayyan dan Zahra akan belajar menerima hubungan mereka ini mulai dari sekarang. Dimulai dengan tidur bersama dalam satu ranjang . Walau tidak ada hal menyenangkan yang mereka lakukan. Tapi Rayyan sudah meminta ijin Zahra untuk tidur dengan memeluknya dari belakang, Karena Zahra sedang memunggunginya dan sedang mengontrol detak jantung nya saat ini yang tidak baik-baik saja.


__ADS_2