Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Triplet


__ADS_3

Setelah makan malam, semua orang berkumpul di ruang keluarga. Namun Nisa meminta anaknya Murad untuk bicara sebentar empat mata di kamarnya. Faza yang merasa keheranan ingin ikut, tapi Alima melarangnya.


"Faza, sini sama mama... Mama kangen lho sama kamu. " ujar Alima untuk mengalihkan perhatian Faza agar tidak mengikuti suaminya.


Faza akhirnya mengikuti mamanya duduk bersama di ruang keluarga. Dengan dia yang masih enggan memandang kakaknya Ezra.


"Kenapa? " Tanya Alima membelai kepala anaknya yang sedang tidur di pangkuannya.


"Aku tidak suka melihat wajah menyebalkan kakak. " ucap Faza tanpa rasa bersalah sedikitpun.


Semua orang keheranan mendengarkan ucapan Faza. Tapi tidak dengan Rayyan, dia malah tertawa lepas mendengarkan ucapan Faza.


"Iya, wajahnya memang menyebalkan. "


Alima semakin yakin pasti telah terjadi sesuatu dengan anaknya ini.


Di kamar.


Nisa akan memberikan nasehat kepada Murad. Tapi sebelumnya dia ingin bertanya sesuatu kepadanya.


"Murad, bisa kau ceritakan kepada mommy apa yang terjadi pada Faza seharian ini? "


Mendapat pertanyaan dari mommy, Murad mengernyitkan keningnya. Apakah mommynya tau apa yang terjadi pada Faza?


Mau tak mau Murad menceritakan apa yang terjadi di kantor tadi. Tak ada satupun yang terlewat. Nisa semakin yakin kalau sesuatu pasti terjadi pada Faza.


"Baiklah kalau begitu. Murad, besok ajak istrimu ke dokter mommy akan merekomendasikannya besok. Untuk memastikan keadaannya. "


"Tapi kenapa mom? memangnya Faza kenapa? " Murad menjadi panik saat mommynya menyarankan dirinya untuk membawa Faza ke dokter.


"Besok kau akan tau. Dan mommy harap, mulai saat ini, kamu harus bersikap lebih baik lagi kepada Faza. Kamu tidak perlu memarahinya, jika dia meminta sesuatu baik kepada mommy atau daddy atau siapapun. Biarkan saja. Kami pasti akan menurutinya. "


"Tapi, mom. Daddy saja tidak pernah menyuruh mommy masuk ke dapur, tapi Faza... "


"Murad, ingat pesan mommy. Jangan memarahinya atau kesal kepadanya. Faza adalah menantu mommy, istrimu. Itu artinya dia juga anak mommy jadi jangan, sekali-kali kasar padanya. Okey! ingat pesan mommy ini jika kamu tidak mau menyesal. "


Murad semakin bingung dengan keadaan yang menimpanya saat ini. Sebenarnya apa yang terjadi. Seseorang...Kalau bisa tolong jelaskan pada Murad sekarang juga.


"Baiklah mom. Aku mengerti. " Murad berusaha memendam semua rasa penasarannya sampai besok. Setelah mendengar keterangan dari dokter.


Nisa dan Murad keluar dari kamar, dan ikut berkumpul dengan semua orang. Faza yang mendengar suara suaminya langsung bangkit dari pangkuan sang mommy, lalu bergelayut manja di lengan Murad.


"Kenapa?" tanya Murad saat melihat istrinya.

__ADS_1


"Aku ngantuk, bisakah kita ke kamar sekarang? " pinta Faza yang merengek kepada suaminya.


"Antarkan Faza , Murad. Dia pasti sudah lelah. " ujar Nisa


Murad yang melihat isyarat dari sang mommy pun, segera menurutinya. Dan membawa Faza ke kamar. Setelah berpamitan kepada semua orang.


"Sebenarnya apa yang terjadi pada Faza? Kenapa dia aneh sekali? " tanya Erhan kepada istrinya. Sebuah pertanyaan yang sama yang ingin di ajukan Kemal kepada istrinya.


"Tidak usah penasaran begitu. Besok kalian juga tau . " Kata Nisa yang memandang Alima dan tertawa bersama.


Mendengar ucapan Nisa , membuat semua orang semakin kebingungan.


"Kemal, jika kau juga penasaran dengan apa yang terjadi pada anakmu, Faza. Sebaiknya kalian menginap di sini malam ini. " ucap Nisa.


"Baiklah, kami akan menginap di sini. " Kata Alima dengan semangat.


Semua orang yang ada di sana saling berpandangan, tak mengerti. Kecuali Nisa dan Alima yang sepertinya mengetahui sesuatu.


°


°


Keesokan paginya,


"Kakak..." lirihnya memanggil sang suami.


Murad yang tidak mendegar pun, masih terlelap di dalam tidurnya, dan ingin memeluk istrinya. Tangannya terus mencari-cari istrinya di sisi tempat tidur yang kosong, tapi Faza tidak ada. Murad langsung membuka matanya saat melihat sisi sebelahnya kosong.


"Dimana Faza? "


Murad mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar, dan dilihatnya pintu kamar mandi yang terbuka. Dia langsung beranjak dari tempat tidurnya dan segera menuju kamar mandi untuk melihat istrinya. Matanya membulat saat melihat Faza tergeletak di lantai kamar mandi.


"Faza..."


Murad langsung menggendong tubuh Faza dan membaringkannya di atas tempat tidur. Dia lalu mengganti pakaian Faza dan pakaiannya dengan cepat.


"Apa ini maksud mommy semalam. Kalau aku harus membawanya ke dokter? Ah sial, sebenarnya apa yang terjadi? "


Murad terus menggerutu, lalu dia segera membawa Faza keluar kamar dan menuruni anak tangga. Karena keadaan masih sangat pagi, Mansion masih sepi. Tapi dilihatnya Kemal yang keluar dari kamar dan menuju dapur.


"Papa..." panggil Murad kepada papa mertuanya itu.


Kemal langsung menoleh, dan terbelalak melihat Murad yang sedang menggendong Faza.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? " tanyanya yang ikut panik.


"Aku tidak tau, aku menemukan Faza tadi sudah tergeletak di kamar mandi. Ayo antarkan kami ke rumah sakit pa. " pinta Murad kepada papa mertuanya.


Mendengar ribut-ribut di luar Nisa segera keluar dari kamarnya, dia juga terkejut saat melihat Faza berada dalam gendongan Murad.


"Ada apa ini? " tanyanya dengan panik.


"Faza pingsan. Aku meminta papa mengantarkan kami ke rumah sakit. "


"Iya, pergilah. Aku akan menghubungj dokter, agar menunggumu di lobby. " kata Nisa dengan panik dia segera masuk ke dalam kamar dan mengambil ponselnya. Lalu keluar lagi dan mengatakan d kepada Kemal agar membawa Faza ke rumah sakit keluarga.


Kemal dan Murad segera menancapkan gasnya. Menuju rumah sakit. Dan karena suasana masih lengang hanya memerlukan beberapa menit saja mobil mereka sudah memasuki halaman rumah sakit.


Seorang dokter dan beberapa perawat sudah menunggu mereka di lobby rumah sakit. Murad menggendong Faza dan menidurkannya di brangkar. Faza lalu di dorong ke sebuah ruangan dokter kandungan.


Murad dan Kemal tak percaya saat melihat istrinya dibawa keruangan itu. Tapi dia tetap mengikutinya. Faza segera mendapatkan penanganan, di cek tekanan darah, detak jantung dan memasang infus di tangan kirinya.


Faza perlahan membuka matanya. Dia mengedarkan pandangan keseluruh ruangan, dilihatnya sang suami dan papanya berdiri di sampingnya dan ada beberapa orang perempuan berpakaian putih disisi sebelahnya.


"Kak aku dimana? "


"Kamu di rumah sakit sayang. Tadi aku menemukanmu tergeletak di kamar mandi. Lalu membawamu ke rumah sakit. Dokter akan memeriksamu. " tunjuk Murad dengan dagunya kearah dokter.


Faza lalu melihat ke arah dokter, dilihatnya doter tengah tersenyum padanya.


"Nona, bolehkah saya tau apa yang menyebabkan anda pingsan tadi? " tanya dokter.


Faza sedikit berfikir lalu dia mulai menjawab. "Tadi pagi perutku mual, dan aku memuntahkan semua isi perutku sampai aku capek dan lemas. Setelah itu aku tidak tau apa yang terjadi. "


"Baiklah kalau begitu, kita periksa dulu ya. " Dokter lalu memulai melakukan pemeriksaan, di perut Faza yang sudah di olesi gel.


"Dokter, sebenarnya apa yang terjadi pada istriku?" tanya Murad yang tidak tau apapun.


"Tenang Murad. Kita lihat dulu apa yang dilakukan dokter." ujar Kemal yang menenangkan menantunya itu. Karena dia tau apa yang terjadi pada anaknya saat ini.


"Kapan terakhir anda menstruasi nona? " tanya dokter kepada Faza.


Mendengar pertanyaan dokter, Murad melongo tak percaya. Benarkah apa yang dia pikirkan ini?. Dia lalu menatap Faza dan monitor bergantian.


"Kira-kira Dua bulan yang lalu dokter. Sebulan setelah menikah dengan suamiku aku dapat haid terakhirku. Setelah itu aku tidak haid sampai sekarang. Memangnya kenapa dokter. "


Dokter tersenyum mendengar pertanyaan polos dari Faza.

__ADS_1


"Selamat ya, tuan Murad sepertinya nona Faza tengah hamil. Dan luar biasanya ada tiga kantung di rahim nona Faza. Yang artinya Anda akan mendapatkan kembar tiga atau triplet. "


__ADS_2