Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Kebahagiaan Semua Orang


__ADS_3

"Selamat ya, tuan Murad sepertinya nona Faza tengah hamil. Dan luar biasanya ada tiga kantung di rahim nona Faza. Yang artinya Anda akan mendapatkan kembar tiga atau triplet. Dan usianya baru enam minggu." ucap dokter dengan name tag Maura itu.


"Be... benarkah dokter. Istriku hamil? tiga? " ujar Mirad tak percaya dengan menunjukkan ketiga jarinya.


"Pa... tiga... " ujar Murad kepada Kemal papa mertuanya.


Kemal hanya mengangguk tanpa bisa berkata apa-apa lagi. Dia juga merasa sangat bahagia, dan tanpa terasa meneteskan air mata nya. Tarnyata putri kecilnya bisa hamil tiga bayi sekaligus.


"Sayang... "


"Kakak... "


Mereka berdua saling berpelukan untuk mengungkapkan rasa bahagianya.


"Aku hamil kak... Sesuai keinginan kakak... Aku hamil duluan dari kak Zoya dan kak Zahra... " Faza menangis sambil mengatakan apa yang menjadi keinginan suaminya itu.


"Iya, karena kau adalah istriku yang terbaik. "


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu tercengang mendengarkan ucapan Faza dan Murad. Memangnya apa yang terjadi? Bagi orang asing mereka tidak akan mengerti apa maksud ucapan Faza, tapi bagi Kemal... dia mengerti semuanya.


Murad adalah anak pertama keluarga Khan dia juga pewaris utama. Jadi wajar bagi Murad jika dia ingin anaknya menjadi yang pertama dilahirkan. Karena dia ingin selalu menjadi yang pertama.


Setelah drama suami istri itu berakhir. Faza dan Murad masih melakukan konsultasi seputar kehamilan dengan dokter.Murad mencerifakan apa yang terjadi oada istrinya sejak kemarin. Dokter yang mendengar kan curhatan dari calon ayah itu hanya menanggapinya dengan senyuman.


"Itu wajar saja tuan Murad , Karena nona Faza sedang hamil, jadi hormon kehamilan itu yang bisa menyebabkan mood ibu hamil bisa berubah-ubah. Jadi anda harus sabar menghadapi moodnya nona Faza yang berubah-ubah." Jelas dokter Maura.


"Baiklah dokter... saya mengerti. Dan satu lagi dokter, ada yang mau saya tanyakan.a


Apakah kami masih bisa melakukan hubungan suami istri? " tanya Murad memastikan. Dia seolah tidak merasa malu walau ada papa mertuanya di sana. Sedangkan Faza langsung menunduk malu.


"Tidak apa-apa tuan, tapi durasi dan waktunya harus dikurangi. Misalnya kalau biasanya anda melakukan setiap hari, untuk saat ini anda kurangi dua sampai tiga kali saja dalam satu minggu. Dan untuk durasinya, agar dipercepat untuk menghindari kelelahan pada ibu hamil. " Jelas dokter lagi.


"Baiklah dokter aku mengerti. Aku akan menjaga istriku dengan baik. "


Murad, Faza dan Kemal akhirnya keluar dsri ruangan dokter setelah berpamitan dan berterima kasih. Dengan sebuah tongkat infus yang harus di bawa pulang. Karena Faza masih lemah, sedangkan dia tidak ingin dirawat Jadi dengan terpaksa cairan infus itu harus mereka bawa pulang beserta tongkat penyangga nya. Nanti biarlah sopir yang akan mengembalikannya. Lagi pula itu adalah rumah sakit miliknya jadi tidak akan masalah kehilangan satu tongkat infus.


Kemal lagi-lagi harus menjadi sopir anak dan menantu nya, tapi dia tidak apa-apa dan merasa keberatan, yang penting anaknya baik-baik saja. Dia merasa sangat senang karena sebentar lagi dia akan menjadi seorang kakek.


"Faza, Murad.. selamat ya, kalian akan menjadi orang tua. " ujar Kemal saat mereka dalam perjalanan pulang.

__ADS_1


"Iya, papa juga selamat ya? karena akan menjadi seorang kakek. " Faza yang membalas.


Mereka tertawa bersama hingga mobil yang mereka kendarai masuk ke dalam halaman mansion. Faza turun dengan perlahan, dibantu Murad dan Kemal.


"Apa kau mau jalan sendiri? atau ku gendong? " tawar Murad.


"Memangnya kakak sudah bisa menggendong ku?" tanya Faza tak percaya.


"Tadi yang menggendongmu saat pingsan siapa memangnya, ?" tanya Murad dengan kesal karena Faza meremehkannya.


"Papa? "


Murad dan Kemal menggelengkan kepalanya.


"Jadi benar kakak yang menggendong ku? "


Tanpa banyak bcara lagi Murad langsung menggendong Faza ala bridal style, sedangkan Kemal geleng-geleng kepala melihat tingkah anak dan menantunya. Tapi dia merasa senang karena anaknya diperlakukan istimewa oleh suaminya, dan diperlakukan dengan baik oleh keluarga suaminya.


Semua orang


sedang berkumpul di meja makan hendak memulai sarapannya. Tapi aktifitas mereka berhenti saat mendengar suara rengekan Faza kepada suaminya. Mereka saling berpandangan saat melihat selang infus menempel di lengannya, dan tongkat infus yang di dorong Kemal. Nisa dan Alima langsung mendekati mereka tanpa memperdulikan yang lain.


Faza tidak menjawab, dia hanya menunjukka tiga jarinya.


"Jalan tiga bulan? ' tanya Alima yang penasaran.


Murad, Faza dan Kemal kompak menggeleng bersamaan.


"Lalu? " tanya Nisa yang yang semakin penasaran.


"Triplet."


"Apa... " pekik Nisa dan Alima bersamaan.


Semua yang berada di meja makan langsung menghampiri mereka, untuk mengetahui apa penyebab Mommy Nisa dan mama Alima berteriak histeris.


"Ada apa ini sebenarnya? Kenapa Faza di infus? " Erhan yang penasaran sejak semalam pun mulai angkat bicara.


"Kamu akan menjadi kakek sayang. "

__ADS_1


"Apa... " respon yang sama diberikan semua orang seperti Nisa dan Alima tadi.


"Memangnya siapa yang hamil? Apa kau hamil sayang?" tanya Rayyan kepada istrinya.


'Ih, apa-apaan sih. Kita kan baru sebulan menikah." ujar Zahra sambil melotot kearah suaminya.


"Terus siapa? " tanya Rayyan lagi.


Zahra lalu menunjuk Faza yang asik berada dalam gendongan suaminya.


"Apa? " teriak Rayyan yang terlambat. "Jadi kakak ipar kecilku yang sedang hamil? "


'Benarkah?"


Murad mendudukkan istrinya di sofa dia lalu mengambil sesuatu di saku celananya, dan memberikannya kepada sang mommy. Nisa mempertikan gambar itu dengan seksama.


"Ya Tuhan... Beneran tiga. " Nisa berteriak tak percaya.


"Maksudnya." Tanya Erhan lagi tak mengerti.


"Anak Faza dan Murad kembar tiga, sayang... " ucap Nisa kepada suaminya dan semua orang yang ada di sana.


"Apa? " Respon terkejut mereka tunjukkan bersamaan.


"Benarkah? " Dan balasan respon yang mereka dapatkan hanyalah anggukan kepala dari Faza dan Murad.


"Waahh... selamat Faza. " Zoya langsung berhambur memeluk Faza. Dan memberikan ucapan selamat kepada kakak ipar kecilnya itu.


"Jadi benar aku akan menjadi seorang kakek? " Tanya Erhan yang tak percaya dengan kabar yang baru dia dengar.


"Iya dad. Dan cucu pertama daddy InsyaAllah kembar tiga. " Kata Murad dengan bangga.


Erhan langsung memeluk Murad dengan bangga dan menepuk-nepuk punggung dengwn keras dan berganti memeluk Faza menantu kecilnya.


"Selamat sayang, dan terima kasih karena sudah mengandung keturunan kami. ' ucap Erhan dengan segala rasa bahagianya.


Dia kemudian memeluk sahabatnya Kemal, yang sekarang sudah menjadi kerabatnya. " Selamat bro... kita akan menjadi seorang kakek. " ucapnya dengan senyuman lebar. Kemal membalasnya denga senyuman yang sama


Melihat kebahagiaan Erhan semua orang ikut merasa bahagia, Rayyan langsung menggenggam erat tangan Zahra, sedangkan Ezra juga menggenggam erat tangan Zoya. Ke-dua lelaki itu kemudian berbisik di telinga pasangan mereka masing-masing.

__ADS_1


"Kita harus bekerja lebih keras lagi, dan segera menyusul Kak Murad dan Faza."


__ADS_2