Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
#Zahray Kabar Bahagia


__ADS_3

Nisa langsung naik ke lantai atas, sebelumnya dia meminta Ezra membawa Zoya ke lantai dua di kamar Rayyan. Agar dia bisa mengawasi keduanya dan pikirannya tidak terpecah.


"Apa yang terjadi pada Zahra? " Tanya Ezra saat mengetahui kalau Zahra juga tak sadarkan diri dan berbaring di atas ranjang.


"Entahlah, tiba-tiba tadi dia pingsan. " Kata Rayyan.


Nisa mencoba menyadarkan kedua anaknya dengan mengoleskan minyak kayu putih di hidung mereka. Agar mereka segera sadar. Erhan segera menghubungi dokter agar segera datang ke mansion.


Faza yang masih di kamar dan menjaga ketiga anaknya pun langsung menghubungi mama dan papanya agar segera datang ke mansion karena Zoya dan Zahra tidak sadarkan diri. Dia lalu menyerahkan babby Al dan El kepada pengasuhnya, sedangkan dia sendiri menggendong Zia, dan segera mengikuti semua orang yang sudah berkumpul di kamar Rayyan.


"Ray, sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Nisa setelah mencoba menyadarkan menantunya itu.


"Dan kau Juga Ezra apa yang terjadi pada istri kalian berdua. Kenapa bisa bersamaan seperti ini?" Tanya Nisa yang hampir menangis melihat keadaan anak dan menantunya yang sedang tidak sadarkan diri.


"Tenanglah sayang. Kita tunggu dokter saja. " Erhan mencoba menenangkan istrinya itu.


"Aku juga tidak tahu mom. "


Rayyan lalu menceritakan apa yang terjadi tadi sebelum Zahra pingsan.


"Ya Tuhan, padahal kalian akan berangkat bulan madu. Kenapa ini bisa terjadi. Lalu bagaimana dengan Zoya? Kenapa dia juga pingsan? "


"Aku juga tidak tahu mom. Tadi saat dia mau ke kamar mandi tiba-tiba tubuhnya ambruk, dan aku tidak sempat menangkapnya." Kata Ezra sambil menundukkan kepalanya.


"Bagaimana dengan Rafa, dengan siapa dia? " tanya Nisa yang baru ingat cucunya itu.


"Rafa sama aku mom. " kata Murad yang masuk sambil menggendong rafa dan Istrinya yang sedang menggendong Zia.


"Syukurlah."


Semua orang masih berada di kamar Rayyan sambil menunggu dokter dan Zoya juga Zahra siuman.


Sebuah lenguhan kecil terdengar dari bibir Zahra, lalu dia mengerjapkan matanya. Rasa pusing itu masih dia rasakan, sehingga membuatnya meringis.


"Kau tidak apa-apa, sayang?" tanya Rayyan yang sudah berada disamping istrinya.


"Kepalaku sakit. " keluh Zahra.


Tak lama seorang pelayan mengantarkan seorang dokter wanita ke kamar Rayyan.

__ADS_1


"Selamat pagi, tuan, nyonya. " Sapa dokter yang bername tag Farah itu.


"Selamat pagi dokter, cepat periksa anak dan menantuku dokter. " kata Nisa yang segera menyeret dokter itu masuk untuk memeriksa anak dan menantunya.


Dokter pun tersenyum dan segera mendekati Zahra yang sudah siuman.


Tanpa dikomando para pria segera keluar dari sana kecuali Rayyan dan Ezra. Saat memeriksa Zahra, Ezra memalingkan wajahnya.


"Apa yang anda rasakan nona Zahra. " tanya dokter Farah sambil memeriksa tekanan darah Zahra.


"Kepala saya sangat pusing dokter, dan berat sekali rasanya. "


"Selain itu? "


"Perut saya terasa tidak nyaman."


Dokter melajutkan pemeriksaan detak jantung dengan stetoskop, denyut nadi dan terakhir dokter menekan perut bagian bawah Zahra, dan ternyata mengeras.


"Kapan terakhir kali anda datang bulan nona Zahra? "


Mendengar pertanyaan itu, Nisa dan Alima langsung membulatkan matanya. Dalam hati mereka berdua berdoa semoga apa yang mereka pikirkan benar-benar terjadi.


"Kenapa kau tidak bilang padaku, sayang. " tanya Rayyan yang tidak tau apapun keadaan istrinya.


"Aku hanya tidak ingin membuatmu khawatir, Ray."


"Dokter sebenarnya apa yang terjadi pada istriku?" tanya Rayyan kepada dokter Farah.


"Untuk memastikannya sebaiknya anda mengambil air urine di dalam wadah ini. "


Dokter memberikan wadah plastik kecil sekali pakai kepada Zahra agar menampung urinenya di wadah itu.


Zahra dan Rayyan saling berpandangan, mereka tidak mau mengira-ngira, tapi akan langsung membuktikannya langsung. Rayyan lalu menggendong istrinya ke dalam kamar mandi untuk mengambil air urine nya.


Saat mereka ke kamar mandi, dokter lalu memeriksa Zoya. Zoya yang diperiksa pun langsung terbangun dari pingsannya, dia melihat ternyata saat ini dia sedang diperiksa dokter. Gejalanya sama persis dengan Zahra.


Tuan Ezra sebaiknya anda melakukan hal yang sama dengan tuan Rayyan yaitu menampung air urine nona Zoya. Karena gejala mereka sama.


"Apa? " pekik Nisa dan Alima bersamaan.

__ADS_1


Rayyan dan Zahra sudah keluar dari kamar mandi, dan kini ganti Ezra yang membawa Zoya ke kamar mandi. Melihat itu Rayyan juga merasa kebingungan. Dia lalu memberikan sampel urine itu kepada dokter.


Dokter menerimanya, dan mengambil alat test pack dan segera melakukan test dengan sample urine itu. Zahra dan Rayyan berpegangan tangan saling menguatkan satu sama lain. Semoga apa yang menjadi harapan mereka terwujud.


Tak lama Ezra keluar dari kamar mandi dan membawa sample urine itu lalu memberikan nya kepada dokter. Dokter juga melakukan hal yang sama, dia segera melakukan test kehamilan dengan testpack yang dia bawa.


"Kita akan melihat hasil tesnya nona Zahra terlebih dahulu ya. " Dokter lalu mengambil tespack dan melihat hasilnya.


"Selamat nona Zahra dan tuan Rayyan. Nona Zahra positif hamil. "


Semua orang tertegun mendengar kabar yang disampaikan dokter kepada mereka semua.


"Dokter benarkah? " tanya Zahra lirih dengan air mata yang sudah menetes di pipinya.


"Benar nona Zahra menurut alat ini anda memang positif hamil, dan saat saya memegang perut anda bagian bawah sudah mengeras. Itu tandanya anda sedang hamil nona. Namun, untuk lebih jelasnya. Nanti anda bisa ke rumah sakit dan kita memeriksakan kandungan anda dengan USG. "


Rayyan langsung terduduk dan bersimpuh, sujud syukur dia lakukan untuk mensyukuri apa yang baru saja dia dengar. Sedangkan Zahra dia langsung mendapatakan pelukan dari mommy Nisa dan Alima.


"Selamat sayang... akhirnya... Kau hamil... selamat... Kesabaran kalian kini membuahkan hasil. "


Tangis mereka semua pecah, bahkan Faza yang sedang menggendong baby Zia ikut menangis, pun dengan Zoya yang juga ikut menangis karena terharu. Akhirnya saudaranya bisa hamil buah hati mereka sendiri. Diluar ruangan, para pria yang khawatir karena mendengar suara tangisan mereka pun langsung masuk dan menanyakan apa yang terjadi.


Pemandangan itu sungguh memilukan, dilihatnya semua orang memeluk Zahra dan Rayyan sedang bersujud.


"Ada apa ini? kenapa kalian semua menangis apa yang terjadi? Dokter katakan apa yang terjadi. " tanya Erhan yang melihat semua orang memeluk Zahra.


"Ini tuan." Dokter memberikan test pack yang bergaris dua milik Zahra


"Ini...ini Milik siapa? " tanya Erhan sambil menatap dokter Farah penuh tanya.


"Selamat tuan, Nona Zahra positif hamil, itu adalah testpack miliknya. Anda akan memiliki cucu lagi tuan." jelas dokter Farah


Erhan langsung menjatuhkan testpack itu tubuhnya ikut jatuh, dia melakukan apa yang Rayyan lakukan. Sungguh kabar ini yang selalu di tunggu oleh keluarga mereka. Kehamilan Zahra sejak dua tahun pernikahannya.


"Ya Tuhan... Terima kasih atas karuniamu ini. " Ucap Erhan dalam sujud syukurnya.


"Ada satu kabar bahagia lagi tuan dan Nyonya." kata dokter Farah sambil menunjukkan satu buah testpack lagi di tangannya.


"Selamat nona Zoya anda juga positif hamil. "

__ADS_1


"Apa... "


__ADS_2