Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Hadiah Pernikahan Papa Dan Mama


__ADS_3

Setelah mendapatkan peringatan keras dari sang suami, kini Faza jauh lebih penurut. Ketiga anaknya kini diasuh oleh dua babysitter yang sangat dipercaya oleh keluarga. Karena mereka tidak akan sembarangan menyerahkan ketiga cucu mereka diasuh oleh sembarangan orang. Tugas Faza hanya mengawasi dan sesekali bermain bersama.


Jika kedua anaknya dipegang babysitter maka satu anaknya akan dia yang pegang secara bergantian. Ini untuk menghindari kelelahan yang akan di alami ibu muda itu.


Tiap minggu dia juga selalu malakukan perawatan rutin untuk tubuhnya. Agar sebagai seorang istri CEO dia tidak mempermalukan suaminya saat menghadiri pertemuan atau jamuan makan. Kini Faza benar-benar melakukan tugasnya dengan baik sebagai seorang nyonya Murad.


Hari ini, tak seperti biasa Ezra dan Zoya datang menemui Murad dan Faza di kamarnya. Sepertinya ada sesuatu yang penting yang akan disampaikan kedua orang itu.


"Ada apa? tumben" tanya Murad saat mereka sudah duduk di sofa yang berada di kamar.


Kini Mereka masing-masing sedang menggendong El, Al dan Zia. Sedangkan babysitter nya Murad suruh libur, di hari akhir pekan. Kecuali kalau mereka ada acara keluar babysitter itu tidak akan libur bekerja. Sedangkan Rayyan dan Zahra saat ini sedang berkunjung ke tempat tuan Simon.


"Maaf kak, ada yang ingin kami sampaikan kepadamu. " Zoya yang mulai membuka pembicaraan.


"Katakan Zoya. "


"Kak, dua minggu lagi adalah hari ulang tahun pernikahan papa dan mama. Aku dan kak Ezra ingin memberikan kejutan sekaligus hadiah ulang tahun untuk mereka. "


Murad menaikkan alisnya mendengar hal itu, dia lalu memandang istrinya yang sedang menggendong Zia disampingnya.


"Kenapa kau tidak bilang padaku, kalau papa dan mama akan berulang tahun? " tanya Murad mengintimidasi istrinya.


Faza hanya nyengir kuda karena dia sendiri lupa. "Maaf kak. "


Murad Menghembuskan nafasnya, lalu menggelengkan kepalanya dengan tingkah istrinya itu, dan kembali menoleh ke arah adik dan iparnya.


"Apa yang ingin kalian hadiahkan kepada Mereka?" tanyanya kemudian.


"Di Sebelah mansion ini ada rumah yang akan dijual, kak. "


"Lalu... "


"Kami ingin membelinya untuk hadiah pernikahan mereka. Kami ingin papa dan mama tinggal dekat dengan kita. Dan jika terjadi apa-apa pada mereka kita bisa memantaunya dan mengetahui lebih awal. Tidak seperti kemarin saat papa sakit, kita semua tidak ada yang tahu. "


Murad menganggukkan kepalanya mengerti sekarang.


"Baiklah, Aku mengerti. Dan benar juga katamu, Zo. Papa dan mama memang harus dekat kita dan cucu mereka. Nanti kita akan membuatkan jalan untuk menembus kedua rumah."


"Okey, Kita akan patungan membelinya. " putus Murad pada akhirnya.

__ADS_1


Mendengar keputusan Murad, Ezra, Zoya dsn Faza merasa sangat senang. Akhirnya mereka bisa berdekatan dengan orang tuanya terutama Faza dan Ezra sebagai anak mereka.


"Apa kau sudah menanyakan harga rumah itu Ezra? " tanya Murad kemudian.


"Sudah kak, aku dan Zoya sudah mencari tahu beberapa hari ini. Kita sudah mendapatkan semua informasinya , karena itu kami menyampaikannya kepada kakak. Karena bagaimanapun kakak berhak tau karena kakak adalah menantu mereka dan Faza Adalah anaknya sama seperti aku. Kita akan membuat kejutan ini bersama. "


"Baiklah sudah diputuskan. Segera urus semuanya Ezra, kau tahu apa yang harus kau lakukan. "


"Aku mengerti. "


Setelah menyampaikan maksudnya, Ezra dan Zoya segera keluar dari kamar Murad dan memberikan babby Al yang di gendong nya kepada daddynya.


"Kak apa tidak apa-apa kita membelikan rumah kepada mama dan papa. Bagaimanapun aku dan kak Ezra hanyalah menantu dirumah ini. " Ujar Faza yang sepertinya merasa tidak enak kepada suami dan keluarganya.


"Hei, kau ini bicara apa. Kau sekarang bukan hanya menantu, tapi juga anak di rumah ini. Apa yang menjadi milikku juga menjadi milikmu Faza. Begitu juga dengan Ezra. Kamu tidak perlu memikirkan sesuatu yang tidak penting lagi. Sudahlah... " Murad memberikan kecupan singkat di kening istrinya.


"Dan benar kata Zoya, papa dan mama seharusnya berada di dekat kita. Untuk memantau keadaan mereka setiap hari. Jika menyuruh mereka tinggal di mansion ini, itu tidak mungkin. Mereka tidak akan mau, karena bagaimanapun antar besan itu harus ada jarak, walau mereka bersahabat. Dan ide membelikan rumah itu benar-benar bagus. Aku sangat setuju dengan ide Zoya ini. "


Faza mengangguk-anggukkan kepalanya, tanda mengerti. Lalu dia memeluk suaminya itu.


"Terima kasih kak, karena sudah mau mendekatkan papa dan mama dengan kami. "


"Berterima kasihlah kepada Zoya yang memberi ide itu. Aku hanya membantu mereka mewujudkannya saja. "


"Karena aku adalah suamaimu. "


Mereka berdua tertawa bersama dengan ketiga anak mereka yang sedang berkumpul diatas ranjang king size yang ada di kamar mereka.


°


°


Dua minggu berlalu dengan cepat. Dan tiba saatnya Ezra dan istrinya dan Faza dengan suaminya memberikan kejutan kepada mama Alima dan papa Kemal. Semua rencana mereka telah di setujui oleh daddy Erhan dan mommy Nisa.


Mereka sangat bahagia kedua anaknya memiliki pemikiran seperti itu, karena bagaimanapun selama ini baik Erhan maupun Nisa juga selalu memikirkan keadaan sahabatnya itu, karena kediaman mereka terlalu jauh dari mansion. Mendapat kejutan ini, Nisa dan Erhan juga sangat merasa bahagia karena pada akhirnya mereka akan menjadi tetangga.


Ezra ditugaskan untuk menjemput Kemal dan Alima, dari rumahnya. Namun sebelum sampai di jalan menuju mansion Kemal dan Alima disuruh menup kedua matanya dengan sapu tangan.


"Ayolah Ezra kalau harus ke mansion untuk apa menutup mata kami segala. "

__ADS_1


Kemal terus mendumel selama perjalanan dan itu diangguki oleh Alima, walau dia tidak bicara. Tapi ini terlalu berlebihan kalau mereka harus menutup kedua mata mereka. Karena mereka sudah hafal jalan yang sedang mereka tempuh ini menuju kemana.


Mobil yang mereka kendarai sudah sampai di rumah yang dimaksud. Ezra membantu papa dan mamanya turun karena mereka masih menggunakan sapu tangan untuk menutupi kedua mata mereka.


Setelah mendapatkan posisi yang tepat, Ezra menyuruh kedua orang tuanya membuka penutup mata mereka.


Bukalah pa, ma...


Kemal dan Alima mengikutinya dan....


Mereka tekejut saat melihat seluruh anggota keluarga Khan berada didepannya dengan sebuah banner yang menggantung di belakang mereka.


Welcome Home Papa and Mama.


And Happy Anniversary.


Alima menutup mulutnya, sedangkan Kemal kebingungan dengan semua ini.


Welcome home? Welcome home ke rumah siapa.


Ezra yang mengerti kebingungan kedua orang tuanya segera merangkul mereka berdua dari belakang.


"Ini rumah baru papa dan mama, kami memberikan hadiah rumah ini kepada kalian agar kita selalu dekat. " Ezra lalu menunjuk bangunan sebelah kanannya yang adalah mansion keluarga.


"A... apa? " ucap Kemal dan Alima tak percaya.


"Ayo masuk.. "


Ezra yang masih merangkul kedua bahu orang tuanya langsung mengajak keduanya masuk ke dalam rumah, diikuti semua orang yang tersenyum lebar melihat kebingungan Ezra dan Kemal.


Erhan bahkan langsung memeluk tubuh sahabatnya itu, begitu juga dengan Nisa yang memeluk sahabat sekaligus saudara satu-satunya yang dia miliki di negara ini..


"Kenapa aku tidak pernah memikirkan hal ini? Daripada berjauhan kita bisa berdekatan seperti ini dari dulu Kemal. " ucap Erhan yang merutuki kebodohannya.


"Entahlah, aku juga tidak pernah memikirkannya. Apa karena dulu rumah ini masih ada pemiliknya jadi kita tidak pernah berfikir Sampai di situ. "


Mereka berdua tertawa bersama memikirkan kebodohan mereka.


"Sepertinya tembok rumah ini akan daddy hancurkan saja agar rumahmu dan mansion kita tidak berbatas. Jadi kita bebas mau kemari atau kalian ke mansion. " Erhan mengemukakan idenya.

__ADS_1


"Itu sih terserah daddy" ucap Murad dan Zoya bersamaan.


Rumah yang dihadiahkan kepada Kemal dan Alima bukanlah rumah biasa. Rumah itu memiliki bangunan yang besar dan halaman yang luas, serta ada fasilitas taman dan kolam renang juga. Tapi Bukan itu yang membuat mereka bahagia. Yang membuat mereka bahagia adalah saat mereka berdua akan selalu dekat dengan anak dan cucu mereka. Jadi, ini benar-benar hadiah ulang tahun pernikahan mereka yang luar biasa bagi Kemal dan Alima.


__ADS_2