Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Kecelakaan


__ADS_3

Ezra mendapatkan telpon dari Murad saat dia sedang bersantai di ruang keluarga bersama Zoya dan Faza. Sebelumnya Ezra memang mendapat izin kerja hari ini. Tapi ternyata, memang tidak bisa, terbukti saat ini Murad sedang menghubunginya.


"Ezra datanglah ke kantor setelah makan siang."


"Tapi kak, bukankah hari ini aku libur? "


"Maaf Ezra, tapi sepertinya aku butuh bantuanmu."


Ezra mendesah kasar karena dia tidak jadi libur hari ini.


"Baiklah... aku akan segera kesana. "


Tanpa Ezra duga ponselnya langsung di rebut oleh Faza. Dan langsung berbicara dengan suaminya.


"Kakak...ini aku Faza. Apakah kak Ezra akan ke perusahaan? " tanya Faza dengan antusias.


"Iya, ada sesuatu yang harus di kerjakan. "


"Aku boleh ikut ya? Aku merindukan kakak. " rengek Faza dengan nada manjanya.


"Apa tidak sebaiknya kamu di rumah saja, sayang. AKu khawatir dengan keselamatan mu, dan bayi kita. "


"Tapi, Bayi kita ingin bertemu daddynya. "


Bila Faza sudah merengek seperti ini, Murad tidak bisa berbuat apa-apa. Selain mengijinkannya ikut.


"Baiklah, tapi kamu harus hati-hati, sayang. "


"Oke, aku akan bersiap. " ucap Faza dengan semangat.


Faza langsung memutuskan panggilannya, dan menyerahkan ponselnya kepada Ezra.


"Kakak dengar sendiri kan. Aku ingin ikut ke perusahaan dan kak Murad sudah mengijinkanku."


Faza kemudian berlalu dari hadapan Ezra dan Zoya, Dia langsung bergegas ke kamarnya untuk bersiap.


"Ezra, kalau aku ikut keperusahaan juga, tidak apa-apa kan? " Zoya berkata seperti itu sambil mengedip-ngedipkan matanya.


Ezra merasa aneh dengan sikap istrinya kali ini, tumben sekali dia ingin ikut keperusahaan.


"Apa kau serius ingin ikut ke perusahaan, Zo?"

__ADS_1


Zoya langsung mengangguk pasti. Ezra menghela nafasnya, kemudian merangkul pundak Zoya dan mengajaknya ke kamar.


"Ayo kita bersiap. "


Dan di sinilah mereka berada, di dalam mobil yang dikemudikan Ezra. Ezra dan Zoya berada di kursi depan, sedangkan Faza di kursi penumpang sendirian.


"Kakak, berhenti di toko kue itu, aku ingin membeli donat dan kue . Untuk camilan di ruangan suamiku nanti. "


Mendengar permintaan dari adiknya, Ezra segera menepikan mobil yang di kendarai nya di depan toko kue yang di tunjuk Faza.


"Biar aku yang turun, kau dan Zoya tetap di mobil, dan jangan kemana-mana. "


"Baik kak. "


Ezra turun setelah menanyakan kue apa yang diinginkan Faza dan Zoya. Tanpa mereka sadari sejak keluar dari mansion ada sebuah mobil sedan hitam yang mengikuti mereka dari belakang. Melihat Ezra keluar dari mobil, Mobil sedan hitam itu melaju dengan kencang dan menabrakkan mobil Ezra yang terparkir di depan toko. Dan akibat tabrakan itu, mobil yang berisi Zoya dan Faza langsung menghantam pohon di depannya, hingga ringsek.


Ezra yang baru masuk ke dalam toko, langsung menoleh ke belakang saat mendengar benturan keras di belakanganya. Matanya membulat saat melihat mobilnya jadi ringsek, karena menabrak pohon. Sedangkan mobil sedan yang menabrak mobilnya sudah kabur dengan kecepatan tinggi.


"Rasakan, ini hanya peringatan kecil dariku. Dasar keluarga sialan... " umpat Monica yang sejak tadi mengikuti mobil Ezra.


Setelah dari apartemen Evan, Monica mengurungkan niatnya untuk kembali ke hotel, dia malah putar balik dan menuju mansion keluarga Erhan. Dia akan membuat perhitungan kepada mereka karena rencananya telah gagal. Dan rencana itu berhasil. Dia sudah mencelakai dua wanita di keluarga itu yang saat ini sedang berada di dalam mobil yang sudah ringsek, karena dia hantam dari belakang.


"Kakak, selamatkan bayiku, perutku sakit. " keluhnya, mendengar itu Ezra meminta tolong kepada warga sekitar untuk memanggil ambulan.


"Tuan naik mobilku saja kalau menunggu ambulan akan lama. " tawar salah seorang warga yang merasa kasihan melihat kondisi Zoya dan Faza.


Dan tanpa pikir panjang, Ezra langsung menggendong Adiknya dan Zoya ke dalam mobil orang baik itu.


"Kalian berdua bertahanlah." Ezra duduk diantara Faza dan Zoya dengan wajah panik dan ketakutan.


"Ezra... perutku juga sakit. " keluh Zoya mendengar hal itu, Ezra langsung menoleh kearah perut istrinya.


"Ya, Tuhan... apa yang harus aku lakukan... "


"Kak, Murad. " Ezra langsung menelpon Murad, dan memberitahu apa yab5g terjadi.


"Hallo Ezra, kenapa lama.... "


"Kak, mobil kami mengalami kecelakaan. Kami sekarang sedang menuju rumah sakit. Cepatlah datang, Faza mengeluh sakit diperutnya. "


Mendengar hal itu, Murad langsung berlari keluar ruangan dengan panik dan mencari Rayyan.

__ADS_1


"Ray, antarkan aku ke rumah sakit. Mobil Ezra mengalami kecelakaan. "


"Apa? bagaimana bisa? "


Mendengar hal itu, Rayyan juga terkejut, dan langsung mengambil kunci mobil. Mereka berdua segera keluar kantor setelah menitipkan pesan kepada sekertaris masing-masing.


Mobil yang di tumpangi Ezra, telah sampai di rumah sakit keluarga. Mereka langsung di sambut para tenaga medis, yang sudah menunggu mereka sejak tadi. Karena Ezra sudah menghubungi pihak rumah sakit terlebih dahulu. Faza dan Zoya langsung dibawa ke ruang tindakan untuk mendapatakan pertolongan pertama.


"Tuan, jangan pergi dulu, saya butuh bantuan anda. " kata Ezra kepada pemilik mobil yang sudah membantunya membawa dua wanita yang sangat dia sayangi.


"Tidak tuan, kebetulan saya juga akan ke rumah sakit ini. Karena anak saya sedang di rawat di sini."


Mendengar hal itu membuat Ezra lega. Karena dia tidak ingin berhutang budi. Tak lama terlihat Murad dan Rayyan berlari, menyusuri lorong ruangan gawat darurat mencari Ezra. Dilihatnya Ezra sedang berbicara dengan seorang pria.


"Ezra.... "


Panggilan itu menggema di ruangan gawat darurat. Mereka menoleh keasal suara, dan betapa terkejutnya saat melihat pemilik rumah sakit itu berada disana.


Ezra yang di panggil namanya pun menatap ke arah Murad.


"Apa yang terjadi...." sebelum Murad meneruskan pertanyaannya seorang dokter langsung memotong pembicaraannya. Siapa suami dari kedua wanita di dalam.


"Saya.. " jawab Murad dan Ezra bersamaan.


"Mari ikut kami masuk tuan. "


Dokter meminta Ezra dan Murad untuk masuk ke dalam ruangan pemeriksaan.


"Untuk nona ini," tunjuk dokter kepad Faza.


"Dia istriku dokter, bagaimana keadaannya dan bayi kami. " Tanya Murad dengan panik karena melihat istrinya tidak sadarkan diri.


"Syukurlah kondisi ibu dan bayinya baik-baik saja Kami berhasil menghentikan pendarahan dan menyelamatkan ketiga janin yang ada di dalam kandungan nona Faza. "


"Terima kasih Tuhan. "


"Tapi mungkin nona Faza mengalami shock akibat benturan keras tadi. Jadi kami harus memberi obat penenang dalam batas aman untuk ibu hamil. "


"Untuk Nona Zoya juga begitu. Alhamdulilah kedua wanita ini masih berada dalam lindungan Tuhan , jadi kandungan keduanya dapat kami selamatkan."


"Maksud dokter.... "

__ADS_1


__ADS_2