
Ezra memakai kan bathtobe di tubuh Zoya, begitu pula dengan dirinya yang hanya melilitkan sebuah handuk di tubuh bagian bawahnya. Saat Zoya tengah sibuk melilitkan handuk di kepalanya, dengan tiba-tiba Ezra mengangkat tubuh Zoya.
Zoya yang terpekik langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Ezra.
"Ezra kamu membuatku kaget."
Ezra tidak memperdulikan ocehan Zoya. Sejak tadi kepala bagian bawahnya sudah terasa pusing melihat tubuh mulus istrinya yang hanya berbalut kain segitiga bermuda dan kaca mata yang menutupi ladangnya dan mainan squishy nya.. Pemandangan indah tubuh setengah naked Zoya, yang ia lihat tadi sudah mengobrak abrik jiwa kelelakian Ezra.
Ezra lalu membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur. Dan tanpa pikir panjang lagi, dalam hitungan detik bibir mereka sudah menyatu. Dihisapnya dengan lembut bibir kenyal dan manis milik Zoya. Dipeluk nya dengan erat tubuh Zoya yang sudah berada dibawah kungkungannya.
Sedangkan Zoya yang terkejut dengan tindakan suaminya, hanya bisa mengerjap-ngerjapkan matanya.. Namun perlahan ia menutup kedua matanya, mengikuti belitan lidah Ezra yang ingin mendapatkan balasan.
Mereka berciuman, dengan penuh nafsu dan rindu yang ingin segera dilepaskan. Ezra mengeratkan pelukannya dengan deru nafas yang memburu dan menggebu.
"Aku mencintaimu, Zo. " bisik Ezra di telinga Zoya.
"Aku juga mencintaimu Ezra. " balas Zoya dengan senyuman tulus yang ia berikan kepada suaminya Itu.
Tatapan mata Ezra berubah penuh damba. Tapi dia tidak ingin melakukannya tanpa seijin istrinya.
"Bolehkah aku... "
Zoya mengangguk, mempersilahkan kepada suaminya itu untuk menjamah tubuhnya.
Lum*tan, ku*uman, dan gigitan-gigitan kecil Ezra berikan untuk memancing Zoya. Zoya melenguh, dengan mata terpejam saat Ezra memberikan kecupan-kecupan di bagian sensitif nya, seperti dibagian leher dan telinganya. Ezra terus mengecup dan menjilatinya dengan nafas yang memburu.
Tak lupa Ezra juga memberikan tanda cinta di area leher dan dadanya. Zoya terus menggeliat , dia berusaha menahan suara laknatnya saat Ezra bermain-main di dua buah gundukan squishy-nya , yang terasa pas di genggaman tangan Ezra . Zoya mulai menikmati permainan yang dibuat oleh suaminya, sentuhan lembut yang diberikan Ezra , berhasil membuatnya menggelinjang tak karuan .
Ezra kemudian memberikan jarak ,tubuhnya dengan tubuh Zoya . Dia Lalu memandangi wajah Zoya yang tersengal dengan nafas memburunya . Sungguh Ezra tidak pernah membayangkan , kalau wanita yang ia cintai sejak dulu kini berada di bawah kungkungannya .
Zoya yang tidak merasakan pergerakan Ezra , perlahan mulai membuka matanya lalu menutupi kedua gundukan squishy-nya , dan ladangnya yang sudah dibuka oleh Ezra . Karena dia melihat , Ezra memperhatikannya dengan begitu intens .
"Kenapa kau melihatku seperti itu ? " Tanya Zoya kepada Ezra dengan wajah yang sudah memerah .
Ezra terkekeh melihat semburat merah di wajah istrinya , apalagi reaksinya yang malu-malu membuat Ezra gemas sendiri .
Ezra mengecup kening Zoya singkat.
" Rileks ya jangan tegang. " bisik Ezra di telinga Zoya .
__ADS_1
Zoya hanya menggangguk sebagai responnya .
Ezra kemudian mencumbui tubuh Zoya lagi , sampai dia turun ke bawah dan bermain-main di pusat tubuhnya . Rasa geli bercampur nikmat , membuat tubuh Zoya seperti terbang ke atas awan .
Zoya tidak menyangka kalau Ezra bisa senakal ini mempermainkan tubuhnya . Dan dia juga tidak menyangka , kalau Ezra ternyata bisa memuaskannya . Ezra tahu di mana area bagian tubuhnya yang membuat dirinya menggila .
Saat melihat respon dari istrinya yang sudah siap untuk dimasuki , Ezra lalu membisikkan sesuatu kepada Zoya.
"Aku menginginkanmu, Zo. "
"Lakukan, " kata Zoya ysng masih memejamkan matanya dengan nafas sedikit terengah setelah diterbangkan Ezra ke atas awan.
Ezra membuka kaki Zoya lembar-lebar , dia Lalu mencoba memasukkan miliknya ke dalam milik saya . Namun tiba-tiba , Zoya terpekik saat merasakan sesuatu yang besar akan memasukinya .
"Stop. "Zoya menghentikan pergerakan Ezra .
"Kenapa ?" tanya Ezra tak mengerti .
Zoya lalu memposisikan tubuhnya untuk sedikit duduk , dan melihat senjata tempur milik Ezra yang sudah tegak berdiri kokoh dan siap untuk melakukan tugas sucinya .
"Zra.. Apa itu bisa muat ? Apa itu bisa masuk ? " Tanya Zoya dengan wajah yang bergidik ngeri .
"Memangnya kenapa ? "
"Itu terlalu besar Ezra , aku takut. kalau sobek gimana? " sebuah pertanyaan bodoh dari seorang keturunan keluarga Khan yang terkenal cerdas.
Ezra menghembuskan nafasnya kasar dia Lalu menidurkan Zoya kembali .
"Rileks ya ? "Ucap Ezra , lalu dia memberikan sentuhan-sentuhan kecil pada bagian sensitif Zoya , untuk merilekskan tubuh Zoya yang sempat menegang tadi .
Lalu dengan perlahan ,tetapi pasti adiknya kecilnya di bawah sana mulai melakukan tugasnya memasuki terowongan sempit milik Zoya .
Sedangkan di atas sana , Ezra masih terus mencumbu Zoya meskipun dia tahu ,Zoya sedikit merasakan sakit saat miliknya menerobos memasukinya.
Ezra menghentikan gerakannya saat miliknya sudah masuk sempurna. Zoya merasakan sesuatu yang besar dan berotot memenuhi bagian inti tubuhnya.
"Apa kau sudah merasa relaks. " tanya Ezra sebelum ia bergerak.
Zoya hanya mengangguk sebagai jawaban. "Bergeraklah." pintanya kemudian.
__ADS_1
Ezra segera melakukan apa yang Zoya pinta. Dia bergerak perlahan untuk menyesuaikan keadaan di dalam sana. Setelah Zoya merasa tenang dan mulai menikmati ritme permainannya. Ezra segera mempercepat gerakan nya. Dan itu membuat Zoya di bawah sana merasakan sensasi yang luar biasa yang belum pernah ia rasakan selama ini. Dia menggila malam ini bersama Ezra. Hanya dengan suaminya dia melakukannya, dan kini baik Zoya maupun Ezra bisa merasakan surga dunia kata orang-orang.
Apakah Zoya dan Ezra menyesalinya?
Tentu saja tidak karena melakukannya dengan rasa cinta diantara mereka.
Apakah mereka menikmatinya?
Sangat... mereka sangat menikmati malam pertama mereka ini. Walau pun ada drama mencekam sebelumnya.
"Ezra... please, faster." Pekik Zoya saat ia merasakan sesuatu akan meledak dari dalam tubuhnya.
"Bersama-sama. " kata Ezra.
Dia lalu mempercepat gerakannya, dan dalam hitungan detik lahar panas dan lahar putih keluar dari inti tubuh mereka secara bersamaan. Dan itu langsung membuat Ezra ambruk di atas tubuh Zoya. Keduanya mencapai puncak kenikmatam bersama.
Ezra lalu mengecup kening istrinya yang masih tersengal karena olah raga panas mereka dimalam yang sudah semakin larut.
"Terimakasih, sayang. " ucap Ezra pada akhirnya.
Dia lalu mengeluarkan adik kecilnya dari sarangnya. Lalu merebahkan tubuhnya di samping Zoya.
Zoya tidak bisa membalas ucapan Ezra , karena dia sendiri masih mengatur nafasnya yang belum normal .
Ezra lalu memeluk tubuh polos Zoya , Zoya yang mendapat pelukan dari Ezra membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Ezra.
Pria di hadapannya ini sudah merubah sebuah hubungan persahabatan menjadi ikatan pernikahan. Tangan Zoya lalu terulur, memegang wajah Ezra. Dan Ezra menikmati sentuhan tangan lembut Zoya.
"Terimakasih, karena kau telah mencintaiku dan bersabar menungguku. Maafkan aku, yang tidak pernah peka akan perasaan mu padaku selama ini. "
"Aku mencintai mu Ezra, sangat mencintaimu. "
"Aku juga mencintaimu, Zoya. Sangat mencintaimu. "
Ezra lalu memasang kan selimut pada tubuh mereka berdua. Mereka tidur dalam selimut yang sama dan saling berpelukan..
Manis sekali bukan.
Note : Lunas ya, buat kak Arif yang request malam pertama Ezra dan Zoya. Bismillah 🤭🤭🤭
__ADS_1