
Kedua pasangan suami istri itu sudah sampai di hotel tempat pesta perhelatan akbar mereka akan di gelar. Mereka langsung masuk ke kamar hotel masing-masing, karena tidak ingin melihat istri-istri mereka kelelahan.
Sesampainya dikamar hotel sudah ada mommy Nisa di kamar Faza dan Murad yang ingin mendengarkan hasil pemeriksaan mereka.
"Bagaimana hasilnya sayang? " tanya mommy Nisa antusias.
"Keadaan kandungan Faza baik-baik saja mom. Dua laki-laki dan satu perempuan. " Murad yang menjawab dengan penuh kebahagiaan.
"Benarkah? Syukur alhamdulillah. Selamat ya sayang. " Nisa langsung memeluk Faza dan Murad bergantian dan memberikan ciuman kepada mereka berdua.
"Mom aku ingin menyampaikan pesan dari dokter kepada mommy. "
"Apa? Katakanlah. "
Murad langsung menyampaikan pesan agar memberikan sebuah kursi kepada Faza dan Zoya saat menyambut tamu, agar mereka berdua tidak kelelahan. Mommy Nisa yang mengerti kekhawatiran anaknya , sangat setuju dengan pesan dari dokter. Dia akan menyampaikan hal ini kepada pihak Wo agar menyediakan kursi untuk para mempelai wanita. Tapi untuk Zahra dia akan menanyakan terlebih dulu, Karena takut menantunya itu tersinggung.
"Baiklah kalau begitu, mommy akan ke kamar Zoya dulu. Nanti kita bicara lagi. "
Nisa kemudian keluar dari kamar Murad dan menuju kamar Zoya dan Ezra. Untuk menanyakan hal yang sama tentang keadaan kandungan anaknya itu. Nisa juga menemui pihak yang bertanggung jawab atas pesta ini dan menyampaikan keinginan anaknya, Murad.
β’
β’
Hari yang dinanti pun tiba. Para tamu undangan sudah hadir dipesta pernikahan ketiga putra putri keluarga Khan. Kini para pengantin wanita sudah bersiap di ruang ganti masing - masing. Nisa dan Alima juga sudah melihat Faza dan Zoya yang terlihat sangat cantik dengan balutan gaun pengantin rancangan mereka berdua, walau Zoya juga ikut menuangkan idenya dalam balutan gaun yang mereka gunakan hari ini.
Namun ada sesuatu di luar dugaan, saat mereka berdua ingin memasuki kamar Zahra. Pintunya di kunci, dan seorang perias mengatakan kalau Zahra tidak ingin ditemui siapapun termasuk ibu mertuanya bahkan Ayahnya sendiri.
"Memangnya kenapa dengan Zahra? kenapa tidak ingin ditemui siapapun? " tanya Nisa penasaran.
"Maaf Nyonya saya hanya menyampaikan pesan dari nona Zahra, katanya nona ingin memberikan kejutan kepada semua orang. Nona juga mrminta maaf karena sikap kurang ajarnya ini kepada anda." Perias itu menyampaikan pesan Zahra kepada nyonya besar di depannya ini sambil tertunduk.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, katakan kepada Zahra aku menunggu kejutan darinya di pelaminan. " kata Nisa tanpa nada kecewa atau marah sedikitpun. Lalu dia dan Alima pergi dari sana menuju ke tempat acara.
Acara akhirnya dimulai, Para pengantin wanita pun satu persatu keluar dimulai dari Faza sebagai menantu pertama di keluarga Khan. Faza keluar dengan senyum yang terkembang, walau sedikit kesusahan berjalan karena pakaian yang panjang dan berat juga perutnya yang sudah membuncit. Tapi aura kecantikan dan kebahagiaan Faza sangat terlihat di wajahnya.
Tangan Faza terulur menyambut tangan papanya yang akan menuntunnya berjalan menuju pelaminan, dimana disana sudah ada sang suami yang sudah siap menyambutnya. Mereka berdua akhirnya duduk di pelaminan berdua.
Suasana pesta benar-benar sudah seperti tema yang mereka usung. Faza benar-benar bahagia malam ini. Berdampingan dengan suaminya yang terlihat sangat tampan malam ini.
"Kakak, kau tampan sekali malam ini. "
Kalimat itu lolos keluar dari mulut Faza ditelinga Murad, dan sontak itu membuat Murad tersenyum geli. Karena biasanya prialah yang pertama kali memuji kecantikan pasangannya. Tapi begitulah Faza yang selalu membuatnya bahagia setiap waktu.
Pengantin ke dua, Zoya keluar dari kamarnya dengan balutan kebaya yang sangat indah dan panjang menjuntai. Dia disambut oleh sang daddy untuk mengantarkan nya menuju pelaminan dimana suaminya Ezra tengah menantinya. Erhan benar-benar tak percaya dia seolah kembali ke masa saat melihat Nisa berbalut gaun pengantin seperti ini.
"Kau cantik, sayang. Sama seperti mommymu dulu. " ucap Erhan berbisik ditelinga anaknya itu. Dan itu membuat Zoya tersenyum bahagia.
"Semoga aku juga bisa seperti mommy yang bisa berbakti kepada suaminya dengan baik. "
"Tentu saja karena kau adalah anak kami. "
"Kenapa bisa? "
"Mungkin karena selalu bersama sejak kecil jadi timbul benih-benih asmara antara kedua anak keluarga itu. "
Kasak-kusuk mulai terdengar mulai dari yang positif maupun negatif, bahkan mereka menyoroti perut buncit Faza yang sudah sangat terlihat. Tapi seluruh keluarga kedua belah pihak tidak memperdulikannya. Namun, jika mereka sudah keterlaluan Erhan tidak akan mengampuni mereka.
Kini mereka hanya menunggu pengantin ke tiga, siapakah gerangan pengantin ketiga yang beruntung bersanding dengan sang pewaris ke dua dari keliarga itu.
Zahra sudah siap, dan dia benar-benar gugup dengan perubahan yang dia bawa malam ini. Tepat di hari pernikahannya, Zahra sudah memutuskannya.
Zahra melangkah dengan gaya anggun dan masuk menuju tempat pesta. Daddy Simon dan Mark yang berdiri di sampingnya, merasa tertegun melihat perubahan anaknya.
__ADS_1
"Apa kau benar anakku, Zahra? "
"Daddy..." Zahra hampir meneteskan air matanya.
"Anak daddy jangan menangis nanti bedaknya luntur. Daddy bangga dan bahagia, nak. Daddy benar-benar tak percaya dengan apa yang daddy lihat malam ini. "
"Ini adalah kejutan dan hadiah yang Zahra persembahkan untuk Daddy, Rayyan dan keluarga besar Khan. " ucap Zahra dengan tersenyum bahagia.
"Mereka akan bangga kepada mu, nak. " ujar Simon kepada anak yang sangat dia banggakan itu.
Tangan Simon terulur agar disambut oleh Zahra. Dan Zahra menyambut uluran tangan daddy dengan senyum bahagia. Kemudian Mereka berdua segera memasuki tempat acara resepsi yang sangat mewah dan luar biasa.
Rayyan tertegun saat melihat istrinya memasuki tempat acara begitu juga Nisa dan keluarga lainnya.
"Jadi ini yang dia maksud kejutan. Dan kau sudah benar-benar membuat kami terkejut Zahra." gumam Nisa dan diangguki Alima yang berada di samping nya.
"Iya, Zahra semakin cantik dengan balutan gaun desainmu dan hijab di kepalanya. " ungkap Alima.
"Kau benar bahkan Rayyan tidak berkedip melihanya. " Nisa terkekeh melihat sikap Rayyan yang diam seperti patung.
Rayyan tidak menyangka kalau Zahra akan berubah seperti ini, benar-benar diluar dugaan.
Simon menyerahkan tangan Zahra agar segera disambut oleh Rayyan, tapi sang mempelai pria masih saja diam tak berkedip dalam keterkejutannya melihat sosok Zahra yang sangat cantik.
"Ray..."
Rayyan langsung tersadari dari lamunannya saat mendapatkan tepukan dibahu dari kakaknya.
"Sudahi memandangi istrimu , dia memang sangat cantik dengan balutan hijab di kepalanya "bisik Murad di telinga adiknya.
Rayyan Langsung menyambut tangan Zahra yang berada di telapak tangan daddynya . Dan membawanya ke pelaminan.
__ADS_1
Semua mata kini tertuju kepada ke enam mempelai, mereka benar-benar tak percaya akan menghadiri pesta pernikahan ketiga anak keluarga Khan yang sangat tampan dan cantik begitu juga dengan pasangan mereka. Dan mereka juga baru pertama kali ini melihat kecantikan istri Rayyan, yang belum pernah mereka temui sebelumnya. Bahkan mereka tidak percaya kalau istri Rayyan adalah seorang Altan. Mereka tidak pernah tahu kalau Simon Altan memiliki putri secantik itu.
Note : baru revisi beberapa typo ππΌππΌππΌ