Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Drama Makan Malam


__ADS_3

Ezra sudah menunggu adiknya dan iparnya di dalam mobil. Sesuai permintaan Murad tadi, dengan memakai masker, topi dan kacamata. Benar-benar seperti seorang penculik. Faza dan Murad langsung naik di kursi penumpang. Faza tidak menoleh sama sekali kepada kakaknya, di langsung menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.


"Kakak, aku ingin menghubungi mama. " ucapnya manja.


"Ya sudah kamu telpon saja. "


Faza langsung menghubungi sang mama yang sudah lama tidak dia temui.


"Assalamu'alaikum, Ma. "


"Wa'alaikum salam, Faza. Ada apa? tumben. "


"Hari ini mama masak apa?"


"Hari ini mama sedang ingin makan masakan Indonesia jadi mama masak soto ayam untuk makan malam. Memangnya kenapa? "


Mendengar nama soto ayam, air liur Faza seperti mau menetes. Membayangkan kuah segar bercampur sambal dan jeruk nipis dengan irisan ayam di atasnya...


"Faza... kamu masih di sana? "


"I.. iya ma. Ma, Faza boleh minta sesuatu? "


"Apa? katakan. "


"Bawakan masakan mama itu ke mansion, aku ingin memakannya. Aku ingin makan masakan mama itu. Rasanya air liurku mau menetes membayangkan makanan dengan kuah segar itu. "


Ezra dan Murad langsung terbatuk mendengarkan permintaan aneh Faza. Yang meminta makanan dari rumah orangtuanya dan dibawa ke mansion. Apa tidak salah?


"Faza... kalau kau mau kan ada koki yang akan memasakkan makanan itu untuk kita. " Murad merayu istrinya agar tidak merepotkan mama mertuanya.


"Tidak mau... aku mau masakan mama. " ketus Faza yang tak mau dibantah.


"Tidak apa-apa Murad, sebentar lagi mama dan papa akan ke Mansion mengantarkan makanan ini untuk Faza dan kita akan makan malam bersama di sana ." ujar Alima yang tidak mau anak dan suaminya bertengkar gara-gara makanan .


"Ya sudah kalau begitu ma , aku tunggu makanannya . Sampai ketemu di Mansion . Assalamualaikum . "


Faza langsung menutup panggilan teleponnya , agar Murad tidak bicara lagi dan melarang mamanya membawa makanan ke mansion .


"Faza Apa yang kau lakukan ,itu akan sangat merepotkan untuk mama dan papa jika harus membawa makanan dari rumah ke mension . Bukankah kita bisa menyuruh koki untuk memasaknya di rumah saja. " kata Murad yang tak habis pikir dengan keanehan Faza kali ini.


"Tidak mau , aku mau mama yang membuatnya . Aku mau masakan buatan Mama bukan buatan siapapun ." kata Faza sambil melipat tangannya di dada dan mengerucutkan bibir nya.

__ADS_1


Mendengar hal itu, Murad tidak bisa berkata apapun lagi. Dia hanya bisa menuruti apa mau istrinya ini. Mobil yang mereka tumpangi telah sampai di mansion. Faza langsung melingkarkan tangannya di lengan suaminya dengan posesif. Dan segera masuk ke dalam.


Ezra yang melihat itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan apa yang Faza lakukan. Dia benar-benar sudah keterlaluan. Kalau saja dia belum menikah, sudah pasti Ezra akan . memarahinya habis-habisan. Karena sudah bersikap seenaknya.


Tanpa dia sadari Zoya sudah ada di samping mobilnya dan mengetuk kaca mobil suaminya. Ezra langsung membuka pintu mobil dan keluar.


"Ya ampun, penampilan apa ini? kamu seperti seorang penculik, sayang. " Kata Zoya yang tak bisa menahan tawanya saat melihat penampilan suaminya.


Ezra langsung melepaskan satu persatu atribut yang menutupu wajahnya dengan kesal.


"Kamu kenapa?" tanya Zoya yang melihat suaminya terlihat sangat kesal.


"Ini semua gara-gara Faza. Ayo kita masuk. "


"Faza? kenapa dia? " tanya Zoya sambil berjalan masuk ke dalam mansion.


Ezra menceritakan apa saja yng terjadi sejak Faza di datang ke kantor hingga permintaan ajaibnya barusa. Zoya tak Henti-hentinya tertawa mendengarkan cerita dari suaminya.


Sebelum acara makan malam Alima dan Kemal sudah berada di Masion dengan membawa makanan yang di minta Faza tadi. Nisa dan Erhan terkejut dengan kedatangan kedua sahabatnya itu yang tanpa pemberitahuan.


"Alima, ada apa? "


"Soto ayam? " tanya Nisa yang sangat mengenali aroma ini.


"Iya... "


"Kenapa Faza tidak minta langsung ke koki, biar di masakkan. Jadi tidak merepotkanmu. "


"Entahlah."


Nisa langsung membantu Alima menyiapkan makanan yang dia bawa. selain makanan yang sudah di masak koki mansion.


Tak lama semua penghuni mansion sudah turun dan berkumpul di meja makan. Suasana terlihat ramai apalagi ditambah kedatangan Alima dan Kemal.


"Tante, om. Kapan datang. " tanya Rayyan yang tidak tau dengan kedatangan mereka berdua.


"Baru saja. " jawab Alima dengan senyuman.


"Wihhh.... ada soto ayam.. tumben, siapa yang masak nih. " tanya Rayyan akan Menyendokkan kuah soto untuk di cicipi.


"Jangan dimakan. " pekik Faza yang membuat semua orang terkejut.

__ADS_1


"Kenapa? bukankah ini untuk semua orang? '


" Bukan ini untukku. " Faza langsung mengambil kuah soto itu dan diletakkan tepat dihadapannya


"Tidak boleh ada yang minta . "


Semua orang berpandangan melihat tingkah Faza yang aneh. Karena biasanya dia bersikap tenang. Tapi kenapa sekarang dia bersikap serakah?


"Sayang, sebaiknya kita makan sama-sama ya. semua orang pasti ingin mencicipinya. Bukankah tadi mama bilang ingin makan makanan Indonesia jadi memasak ini. " ujar Murad yang merasa malu dengan tingkah istrinya itu.


"Tidak mau, mama kan hanya masak ini untukku, ya kan, ma? ini cuma satu mangkok. Nanti kalau di makan semua orang aku tidak kebagian, kakak. " kata Faza dengan mata yabg sudah berkaca-kaca.


Melihat drama yang dibuat Faza membuat semua orang saling berpandangan lagi, tidak tau apa yang sedang terjadi pada istri kecil Murad itu.


"Iya... iya... kamu habiskan saja makanan itu, mama dan papa tidak minta. Sudah Murad tidak apa-apa. " kata Alima yang tidak mau anaknya berdebat dengan suaminya.


Mendengar hal itu wajah Faza langsung berubah, dan senyuman tercetak di bibirnya. Setelah menyiapkan makanan untuk suaminya Faza mengambil makanan untuk dirinya sendiri. Semua orang terbelalak melihat porsi makan Faza di piringnya. Lagi-lagi mereka berpandangan. Sedangkan Rayyan bergidik melihat porsi mkaan Faza yang urakan.


"Faza... "


Rayyan ingin bertanya tapi langsung mendapat gelengan kepala dari Murad. Sehingga membuat Rayyan tidak jadi bertanya. Zoya dan Zahra sebagai wanita di sana merasa ngeri melihat porsi makan Faza. Dan benar saja satu mangkok kuah soto itu dihabiskana Faza malam itu.


"Enaknya... masakan mama memang yang terbaik." kata Faza sambil menepuk-nepuk perutnya.


Nisa dan Alima menggelengkan kepalanya saat melihat apa yang terjadi pada Faza malam ini. Hingga untuk memastikannya, mereka berdua kompak bertanya.


"Faza... besok kamu mau makan apa? " Tanya Nisa dan Alima bersamaan. Sehingga membuat semua orang beralih pandang kepada kedua mama itu.


"Kalau aku meminta mommy yang memasaknya, apa mommy akan membuatkannya untukku? "


"Tentu saja. Aku dan mama mu akan memasakkan apapun keinginanmu. "


"Wah, benarkah.. " kata Faza sambil bertepuk tangan dengan senang.


Semua orang makin merasa aneh dengan ketiga wanita yang sedang tersenyum bahagia itu. Tanpa mengerti apapun.


"Mom, besok masakkan aku kari ayam ya? untuk makan malam seperti ini. " pinta Faza tanpa sungkan Lagi.


"Faza... " Murad ingin marah, tapi mommy langsung memotong ucapan Murad.


"Tentu saja sayang... mommy akan memasakkanmu itu besok, dengan tangan mommy sendiri. " ucap Nisa dengan senyuman kepada Faza dan menatap Murad dengan tajam.

__ADS_1


__ADS_2