
Disebuah rumah sakit, seorang wanita cantik tengah berlari di samping brangkar seorang pria paruh baya yang didorong oleh beberapa tenaga medis sambil menangis.
Dia merasa bersalah, karena telah menyembunyikan fakta tentang perusahaannya dari sang papa . Wanita itu adalah Zahra .
Flashback
Zahra datang ke perusahaan , setelah asisten Mark yang meminta dia untuk datang dan bicara empat mata . Karena saat ini , perusahaan benar-benar diambang kebangkrutan . Tidak ada pemasukan sama sekali , dan hutang semakin menumpuk . Sedangkan Zahra tidak memberikan kabar apapun tentang pertemuannya dengan Rayyan waktu itu .
Saat ini Zahra berada di ruangan Mark . Mereka berdua sedang berdebat dan membicarakan kontrak kerjasama , antara perusahaannya dengan perusahaan Altan dan Khan
"Aku tidak tahu harus berbuat apa Mark ,awalnya aku sudah bertemu dengan tuan Erhan sendiri. Tapi dia tidak mau tau tenatang proyek ini. Karena dia sudah menyerahkan proyek ini kepada anaknya, pria menyebalkan itu. Dan Rayyan menolak mentah-mentah untuk menerima proyek ini. " kata Zahra dengan bibir yang sudah mengerucut.
Tanpa mereka sadari, Simon yang ingin bertemu dengan Mark mendengarkan perdebatan mereka berdua. Dia tidak jadi masuk, tapi mendengarkan semua percakapan anak dan asistennya dari celah pintu.
Mendengar kalau ternyata Rayyan menolak proposal kerjasamanya, membuat Simon memegang dada kirinya. Dia tidak tau sama sekali kalau hal ini akan terjadi. Selama ini perusahaan nya dan perusahan Erhan tidak oernab ada masalah. Tapi kenapa baru kali ini, perusahaan itu menolaknya.
Simon tidak bisa membayangkan Perusahaan yang dia bangun sejak masih muda, harus hancur begitu saja. Seorang pegawai yang melihat Simon menahan sakitnya, ingin menolong, tapi Simon menahannya, dan memberi isyarat agar mereka diam dan tidak berisik. Dia ingin mendengar semua yang akan dikatakan Zahra.
"Rayyan menolakku . Dengan alasan yang tidak masuk akal. " kata Zahra lagi.
"Apa alasannya. " tanya Mark dengan suara yang sedikit meninggi.
"Karena dia tidak mau bekerja sama , dengan wanita yang sombong dan angkuh sepertiku ." Jawab Zahra lirih.
Mendengar itu, Mark langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
"Pantas, jika Rayyan tidak mau bekerja sama denganmu, Aku sendiri jika menjadi Rayyan sudah pasti akan menolakmu untuk bekerjasama. " Kata Mark ketus.
"Apa maksudmu. " pekik Zahra dengan wajah yang sudah memerah menahan amarahnya. Karena Mark sehati dengan Rayyan.
"Anda pikirkan sendir nona, siapa yang mau bekerja sama dengan wanita angkuh sombong dan tidak punya sopan santun seperti anda. Anda seolah tidak membutuhkan orang lain di sekitar anda. Tapi nyatanya anda masih membutuhkan orang lain." kata Mark yang sudah tidak memperhatikan sopan santun lagi kepada anak atasannya.
Mendengar itu, Zahra terduduk. Dia lalu menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Apa tidak ada jalan lagi Mark?" tanya Zahra dengan suara lirih.
__ADS_1
Mark menggeleng.
" Hanya perusahaan Khan yang bisa membantu perusahaan kita keluar dari masalah. Karena perusahaan itu adalah salah satu perusahaan raksasa, yang memiliki kekayaan melimpah. Dan mereka tidak pernah menolak kita sebelumnya. Tapi kenapa, saat anda yang memegang proyek ini, mereka langsung memberikan penolakan. " kata Mark, yang tidak bisa mengerti dengan keadaan yang tengah mereka alami saat ini.
Zahra hanya menggedikkan bahu tak mengerti dengan maksud semua ini.
Mereka berdua saling terdiam beberapa saat, tak ada yang berbicara waktu itu. Bahkan Simon ingin meninggalkan mereka berdua dengan dada yang sangat nyeri. Namun ucapan Zahra menghentikannya.
"Mark, apakah aku harus mengorbankan diriku untuk perusahaan ini? " kata Zahra lirih.
"Apa maksud anda nona." tanya Mark tak mengerti
"Rayyan, dia menawarkan kesepakatan kepadaku. Dia mau menerima kerjasama ini , dengan memberikan dua syarat yang tidak masuk akal bagiku . Karena itu sangat merugikan ku ."
"Syarat apa yang diberikan tuan Rayyan padamu nona." Tanya Mark dengan wajah bingung .
"Dia akan menerima kerjasama ini , asalkan aku menjadi kekasihnya . Yang kedua , dia juga akan menyuntikkan dana ke perusahaan kita . Asalkan aku menikah dengannya . Bukankah itu tidak masuk akal . " Kata Zahra dengan penuh kekesalan.
"Apakah tuan Rayyan mengajukan sebuah kontrak pernikahan? seperti yang di novel-novel itu?" tanya Mark yang juga tidak mengerti dengan syarat yang diajukan Rayyan.
Zahra menggeleng. " Dia tidak memberikan kontrak. Dia ingin menikah resmi denganku, dan tidak mau mempermainkan sebuah ikatan pernikahan . "
Bruk...
"Tuan... " pekik beberapa orang yeng berada di luar ruang kerja Mark.
Mendengar keributan yang terjadi di luar ruangan , Mark dan Zahra saling berpandangan. Mereka kemudian lari keluar ruangan . Dan mendapati Simon , Tengah tergeletak di depan pintu ruangannya sambil memegangi dadanya .
"Panggil ambulans, " pekik Zahra ketika melihat semua orang hanya berkumpul tanpa melakukan sesuatu.
Lalu salah satu dari mereka segera menghubungi ambulans.
Flashback off
Dan disinilah mereka berada. Di sebuah ruangan ICU, Simon tengah berbaring tak sadarkan diri. dengan beberapa alat yang menempel di tubuhnya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan daddy saya , dokter. " tanya Zahra ketika melihat dokter dan perawat sudah keluar dari ruangan papanya di rawat.
"Keadannya sudah stabil nona, beliau hanya mengalami serangan jantung ringan. Tapi karena beliau memiliki riwayat penyakit jantung, maka itu bisa berbahaya bagi kesehatannya. Nanti jika beliau sudah sadar, kami akan memindahkannya di ruang rawat. "
Mendengar hasil pemeriksaan daddynya yang baik-baik saja membuat Zahra sedikit lega. Dia lalu menghampiri Mark.
"Mark... apakah daddy mendengar semua percakapan kita? " tanya Zahra dengan wajah cemas.
"Entahlah nona, saya tidak bisa memutuskannya. Tapi jika dilihat dari waktunya, sepertinya tuan Simon memang mendengar pembicaraan kita . Tapi aku tidak tahu pembicaraan yang mana , karena semuanya Memang begitu mengejutkan." kata Mark yang tidak tau harus berkata apa lagi.
Mark dan Zahra , sama-sama menghembuskan nafasnya . Mereka berdua juga merasa bingung dan khawatir akan keadaan Simon . Saat ini yang Zahra miliki hanya daddynya . Kalau daddynya tidak ada , Dia tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini .
Zahra , wanita Angkuh itu menangis dalam diamnya tanpa diketahui siapapun .
Enam jam berlalu , dan keadaan Simon sudah membaik . Dia lalu dipindahkan , ke kamar VIP untuk menjalani perawatan .
Zahra ingin bertemu dengan daddynya , tapi Simon menolaknya. . Dia malah meminta Mark untuk masuk ke kamar rawatnya, dan meninggalkan Zahra di luar ruangan.
"Ada apa Tuan ? Kenapa Anda memanggil saya bukan nona Zahra." kata Mark yang tidak mengerti dengan permintaan Simon .
"Mark, aku punya tugas untukmu. " kata Simon dengan wajah yang tidak bisa di tebak.
"Apa tuan? "
"Panggilkan tuan Erhan dan Tuan Rayyan kemari. Aku ingin bertemu dengan mereka berdua."
" Tapi untuk apa tuan? "
"Kau tidak perlu tau. Jika kau tidak mematuhiku dan lebih memihak Zahra, maka aku akan memecatmu. " Kata Simon dengan penuh penekanan disetiap ucapannya. Dan jangan pernah katakan ini kepada Zahra.
"Baik tuan. "
Mark segera keluar dari kamar Simon, dia dihadang oleh Zahra, karena di ingin tau bagaimana keadaan daddynya. Tapi Mark mengunci mulutnya. Dia tidak berkata sepatah katapun kepada Zahra. Dan segera berlari meninggalkab Zahra sendiri di sana.
Zahra menatap nanar kepergian Mark. Daddynya tidak ingin bertemu dengannya, dan sekarang Mark pergi meninggalkannya begitu saja tanpa sepatah katapun. Zahra kembali menatap nanar ke arah pintu ruangan tempat daddynya di rawat.
__ADS_1