
"Selamat nona Zoya anda juga positif hamil. "
"Apa... "
Semua orang memekik terkejut saat mendengarkan ucapan dokter Farah. Mereka tidak menyangka kalau Zoya akan hamil lagi di usia baby Rafa yang masih balita.
Saat semua orang terkejut, tidak berlaku untuk Ezra. Dia sangat bahagia karena istrinya hamil lagi, itu artinya dia sangat produktif dalam memproduksi bayi. Ada kebanggan tersendiri saat bisa membuat istrinya hamil.
Ezra langsung memeluk Zoya dan memberikan kecupan bertubi-tubi kepada istrinya itu.
"Selamat... sayang... akhirnya kau hamil lagi." kata Ezra tanpa rasa berdosa sedikitpun.
Alima dan Nisa langsung mendekati pria yang dulu terkenal dingin itu, tapi sekarang dia seperti pria konyol. Kedua wanita itu, langsung menjewer telinga Ezra di sisi kiri dan kanan.
"Selamat... selamat... kau bilang. Tidak kah kalian berhubungan menggunakan pengaman Ezra, Zoya? babby Rafa masih kecil, dia butuh perhatian. " kata Nisa yang sangat kesal dengan ulah menantunya ini.
"Iya, Nisa benar Apa kau tidak memikirkan perasaan anak pertamamu. Hah... " kini giliran Alima yang marah kepada Ezra.
Erhan dan Kemal menggelengkan kepalanya, melihat pemandangan itu. Pemandangan yang pernah Erhan rasakan saat membuat istrinya hamil lagi di saat usia Murad masih bayi.
"Ezra, kau ini anakku. Tapi kenapa kelakuanmu mengikuti ayah mertuamu. " Celetuk Kemal yang membuat semua orang menatap Erhan.
Kini semua orang mengingat kejadian Duapuluh tujuh tahun yang lalu. Lalu menghembuskan nafasnya dan menggeleng kan kepala bersamaan.
"Sudahlah mom dad, papa mama semua sudah terjadi. Aku akan merawat anak-anakku dengan baik. Seperti daddy yang merawat, kak Murad Zoya dan Rayyan bersamaan. "
"Tentu saja kau harus merawat anak-anakmu dengan baik, jika tidak kami yang akan membuat perhitungan denganmu." kata Nisa yang masih merasa kesal dengan ulah Ezra.
Bukannya mereka tidak senang memiliki cucu lagi, tapi mengingat baby Rafa yang masih berusia lima belas bulan membuat Nisa pusing.
"Maaf semuanya, saya permisi dulu. Saya sarankan kepada nona Zahra dan Nona Zoya untuk memeriksakan kandungan kalian ke dokter, agar kalian bisa mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan. Mengingat tubuh nona Zahra sangat lemah, tadi tensi darah juga rendah. Saya tidak bisa meresepkan obat sembarangan kepada ibu hamil, karena saya dokter umum di sini. "
__ADS_1
"Baiklah dokter. Sebentar lagi kami akan ke rumah sakit. Tolong buatkan janji dengan dokter kandungan terbaik. " ucap Rayyan pada akhirnya.
"Baikalah tuan, dokter yang membantu persalinan nona Zoya dan nona Faza waktu itu adalah dokter terbaik di rumah sakit kita. Saya akan menghubunginya. Kalau begitu saya permisi dulu."
Dokter segera meninggalkan kamar Rayyan setelah berpamitan kepada semua orang.
Rayyan langsung mendekap tubuh istrinya dan mengecup pucuk kepalanya berkali-kali. Dengan mengucapkan terimakasih.
"Terima kasih... terima kasih... Akhirnya apa yang kau inginkan, bukan akhirnya apa yang kita inginkan dikabulkan oleh Tuhan. Benarkan kataku, tidak ada doa yang sia-sia. Semua sudah diatur oleh Tuhan kapan kita akan menerima berkah ini. "
Zahra mengangguk di dalam pelukan suaminya. Pemandangan itu membuat semua orang terharu, pasalnya diantara ketiga bersaudara hanya Rayyan yang sedikit sulit memiliki keturunan. Padahal keadaan mereka berdua baik-baik saja. Erhan mendekati anaknya itu lalu menepuk bahunya.
"Selamat ya Rayyan, Zahra. Daddy ikut bahagia bersama kalian. Sekarang bersiaplah, bawa istrimu ke dokter. Kata dokter tadi istrimu keadaannya lemah. Dan untuk rencana bulan madu kalian, sebaiknya dibatalkan saja. Karena daddy tidak setuju jika kalian bepergian jauh sedangkan keadaan Zahra sedang hamil muda. Karena itu akan sangat berbahaya. "
"Iya dad, terima kasih. Kami memang akan menundanya. " kata Rayyan dengan senyuman yang berseri.
"Kak, maaf. Bukannya kami menolak tiket bulan madunya. Tapi... " ucapan Rayyan terpotong.
"Zoya, Ezra kalian juga bersiap ke dokter, dan periksakan kandungannu bersama Zahra dan Rayyan. " kata Nisa
"Baiklah mom. " Ezra lalu menuntun Zoya keluar dari kamar Rayyan
Nisa mengambil baby Rafa dari gendongan Murad dan mengikuti Ezra dan Zoya.
Semua orang akhirnya membubarkan diri dari kamar Rayyan. Alima mengikuti Nisa ke kamar Zoya dan Ezra. Dia tau ada sesuatu yang ingin di sampaikan Nisa kepada Ezra dan Zoya.
"Mom." Zoya terkejut saat melihat mommynya ternyata mengikuti mereka ke kamar.
"Ada apa mom. " tanya Ezra yang juga bingung.
Nisa langsung memberikan bayi Rafa kepada Ezra, dia langsung memeluk anak wanitanya satu-satunya itu.
__ADS_1
"Selamat ya sayang... kamu akan memiliki anak lagi. Maaf mommy tadi belum sempat mengucapkan selamat karena terlalu terkejut dengan berita kehamilan Zahra dan Dirimu. "ucap Nisa penuh penyesalan.
"Tidak apa-apa mom. Apa mommy tidak menyukai kalau aku hamil lagi? " tanya Zoya sedikit ragu.
Nisa menghembuskan nafasnya kasar.
"Kau tau kejadian ini mengingatkan mommy dengan kejadian lalu. Kamu pasti tau. Saat Murad berusia tujuh bulan ternyata mommy sudah hamil tiga bulan. Dan itu membuat semua orang shock, terutama grandma kalian. Karena anak sekecil Murad harus menjadi seorang kakak dalam waktu dekat. Beliau takut mommy tidak bisa menjaga atau membagi kasih sayangku kepada ketiga anakku. Tapi aku buktikan kepada mama, kalau mommy bisa melakukannya. Dan kalian bisa tumbuh dengan sehat bagi mommy itu sudah cukup. "Ujar mommy Nisa menceritakan masa lalunya.
"Mungkin kau meniru gen mommymu ini, sehingga kau cepat hamil. " ucap Nisa sambil terkekeh.
"Baiklah hanya itu yang ingin mommy sampaikan padamu. Jangan dipikirkan, dibuat enjoy saja. Nanti momny akan mencarikan pengasuh untuk baby Rafa Seperti pengasuh anak-anak Faza. "
"Terima kasih mom. " ucap Zoya dan Ezra bersamaan.
"Iya sama-sama, walau istrimu sedang hamil, sekali-kali ajak istrimu jalan-jalan keluar biar nggak strees di rumah. " pesan mommy Nisa kepada Ezra.
"Tentu mom. " jawab Ezra.
"Mom Terima kasih. Aku kira kalian tidak menyukai calon bayi kami. " kata Zoya sambil tertuduk.
"Mana mungkin sayang. Setiap anak di mansion ini sangat berharga. Karena mereka adalah penerus keturunan Khan. " ucap Nisa sambil memeluk anaknya itu.
"Tadi kami sangat bahagia saat mendengarkan kabar bahagia tentang kehamilan Zahra. Kalian tahu sendiri kan kalau diantara kalian bertiga, hanya Rayyan yang tidak beruntung. Dia tidak bisa memiliki anak dengan cepat dan harus menunggu dua tahun pernikahan untuk mendapat kabar bahagia ini. "
"Kau tahu, terkadang mommy melihat sorot mata kesediahan dan iri pada tatapan Zahra. Karena melihat kalian menggendong anak kalian sendiri. Tapi walau sekeras apapun kita mencoba, jika Tuhan belum berkehendak maka semua itu akan sia-sia. " ucap Nisa panjang lebar.
"Jadi, mommy dan keluarga ini sangat bahagia dengan kehamilan kalian berdua. Yang akan menambah keramaian mansion ini. Benarkan Alima? " Tanya Nisa kepada Sahabatnya itu.
"Benar sekali. Tenanglah, ada mama yang akan membantu merawat baby Rafa nanti, Jika mommy mu sibuk merawat bayi-bayi Zahra. Kasihan Zahra, yang juga tidak memiliki seorang ibu untuk berbagi kebahagiaan ini. Maka berbahagialah kalian, yang saat ini masih memiliki mommy dan mama ini. " ucap Alima yang sudah berada di
depan mereka berdua.
__ADS_1
"Terima kasih ma... mommy. Kalianlah yang terbaik." ucap Ezra dan Zoya bersamaan.