Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Ingatan Masa Lalu Simon


__ADS_3

Mereka berempat telah sampai di mansion bersamaan dengan dua mobil yang berbeda. Nisa dan Alima sampai heran di buatnya karena mereka bilang tadi setelah periksa kehamilan mereka akan ke suatu tempat. Tapi ternyata mereka berempat kembali ke mansion bersamaan.


"Lho, katanya kalian mau ke suatu tempat tidak jadi? " tanya Nisa setelah melihat mereka duduk.


Kompak mereka berempat menggelengkan kepalanya.


"Tadi sebenarnya setelah pulang periksa kami akan ke rumah daddy Simon, mom. Untuk memberikan kabar gembira ini secara langsung. Tapi, Tidak jadi. Karena dokter menyarankan Zahra untuk badrest. "


Rayyan lalu menyampaikan apa saja yang dokter katakan tadi kepada sang mommy.


"Karena itulah kami tidak jadi pergi ke rumah daddy Simon. "


Nisa mengagguk mengerti.


"Baiklah kalau begitu. Jadi selama tiga bulan ini, Zahra harus badrest? tunggu apa lagi, segera bawa istrimu istirahat. Nanti mommy akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan makanan bergizi untuk Zahra. Semoga kamu tidak mengalami morning sickness ya, sayang." ucap mommy sambil mengusap rambut Zahra.


"Iya mom. Semoga saja. " kata Zahra sambil tersenyum kepada mommy mertuanya itu.


Rayyan lalu mengajak istrinya ke kamar untuk beristirahat.


"Lalu bagaimana denganmu, Zo? Dokter tidak menyuruhmu badrest juga kan? " tanya mommny penasaran, karena sejak tadi Zoya hanya diam.


"Tidak mom, Alhamdulillah aku tidak sampai harus badrest. Hanya saja, aku tidak boleh terlalu lelah.


"Kalau begitu, mommy akan segera mencari pengasuh untuk babby Rafa. "


"Bagaimana kalau Rafa ikut mama saja. Lagian mama juga kesepian dirumah. " tawar Alima yang sedang menggendong Rafa.


"Maaf ma, bukannya aku menolak. Tapi tidak sopan jika menyuruh orang tua mengasuh anak kita. Itu sama dengan kami usdah durhaka kepada mama. Biarlah, kami membayar pengasuh. Jika mama ingin mengasuh, mama cukup mengawasi kinerja pengasuh saja, agar mama tidak kelelahan. "


"Masya'Allah, baik banget hatimu nak, Ezra beruntung mendapatkan istri sepertimu. " kata Alima setelah mendengarkan semua ucapan Zoya.


"Tidak ma, kami beruntung memiliki satu sama lain." Kata Zoya dengan memandang suaminya dan saling melemparkan senyuman.


"Oh, iya. Mommy Lupa, terus bayi kalian ada berapa? Milik Zahra juga. " tanya Nisa yang mulai mengingat sesuatu.


Zoya dan Ezra kembali berpandangan dan kembali tersenyum.


"Alhamdulillah mom , bayi kami kembar. Bayi Zahra juga kembar. "


Nisa dan Alima saling berpandangan dan mereka akhirnya tertawa bersama.


"Alhamdulillah, mansion ini akan ramai dengan suara anak kecil. " pekik Nisa pada akhirnya.

__ADS_1


"Setelah ini, ikutlah program KB kasihan Zoya jika tiap tahun harus hamil, Ezra. Besarkan dulu anak kalian. " nasehat Alima kepada anak laki-laki nya itu.


Ezra menggaruk tengkuknya sambil tersenyum. "Iya mom. Akan aku lakukan. "


Ezra kemudian menggendong Rafa lalu membawa istrinya ke kamar untuk beristirahat, sesuai perintah sang mommy.


"Aku bahagia, akhirnya Rayyan dan Zahra langsung memiliki anak kembar setelah dua tahun penantian mereka. Mungkin karena itu dokter menyarankan Zahra untuk istirahat total. " ucap Nisa saat semua anaknya sudah kembali ke kamar mereka.


"Iya kau benar, mungkin karena itu dokter menyarankan. Aku jadi merindukan triplet dimana mereka? " tanya Alima kepada sahabatnya itu.


"Kalau Murad sedang libur seperti ini, biasanya mengajak anak-anaknya berenang dibelakang. Lihat saja. "


Dan akhirnya kedua nenek itu berencana merecoki kegiatan Murad dan anak-anak nya yang sedang berenang.


*********


Di kamar Rayyan,


Rayyan dengan hati-hati membaringkan istrinya di atas tempat tidur. Lalu segera naik di samping istrinya.


"Ray, telpon daddy. Aku ingin menyampaikan kabar bahagia ini kepada daddy. "


"Baiklah." Rayyan lalu mengambil ponselnya dan segera menghubungi daddy Simon.


Panggilan terhubung dan langsung diangkat oleh daddy Simon.


"Wa'alaikum salam, ada apa, nak?" tanya Simon dari seberang telponnya.


"Dad... "


Zahra tidak bisa meneruskan kalimatnya, karena rasa sesak oleh air mata yang ingin keluar. Sehingga yang keluar adalah isakan tangis.


"Zahra, apa yang terjadi? kenapa kau menangis? Jangan buat daddy khawatir. " Simon seketika merasa khawatir mendengarkan tangisan anaknya.


"Dad... aku hamil. "


Hening....


Simon tidak mengatakan apapun setelah Zahra mengatakan hal itu.


"Dad... " panggil Zahra saat tak mendengarkan respon apapun dari daddynya.


"Iya nak. Alhamdulillah... Akhirnya kau hamil juga."

__ADS_1


"Kapan kau kemari, daddy akan menyiapkan makanan yang lezat untukmu.


"Maaf dad, aku tidak bisa kesana. " kata Zahra dengan wajah lesu.


"Lho kenapa? "


Zahra terdiam dan tidak bisa menjawab. Sehingga Rayyan lah yang mengambil ponselnya dari tangan Zahra.


"Biar aku yang bicara. "


"Maaf, dad. Ini aku. "


"Iya nak Rayyan, kenapa Zahra tidak bisa berkunjung ke rumah, daddy. " tanya Simon penuh harap.


"Maaf dad, bukannya kami tidak ingin pergi ke rumah daddy. Bahkan tadi setelah memeriksakan diri ke dokter, kami sudah berencana akan ke rumah daddy. Namun, nasehat dari dokter mengurungkan kami untuk pergi ke mana-mana. "


"Memangnya apa kata dokter? " tanya Simon penasaran.


"Zahra disuruh badrest selama tiga bulan. Karena kondisinya lemah. Karena itu, kami minta maaf kepada daddy kalau kami belum bisa berkunjung ke rumah daddy. " kata Rayyan penuh penyesalan.


Deg...


Mendengar hal itu Simon jadi teringat dengan kehamilan istrinya. Dia dan istrinya dulu juga sulit mendapatkan momongan. Sampai lima tahun pernikahan mereka baru diberi kepercayaan oleh Tuhan. Dan itupun dia harus kehilangan istrinya saat melahirkan anaknya.


Simon menggeleng kuat. Dia tidak ingin kejadian serupa dialami anak dan cucunya. Apalagi ini adalah anak yang sangat diharapkan Zahra dan Rayyan.


"Hallo dad... daddy masih ada disana? "


Panggilan itu menyadarkan Simon Dari ingatan masa lalunya. Dia harus berbuat sesuatu untuk keselamatan anak dan cucunya sebelum hal tidak diinginkan itu terjadi.


"Iya, nak Rayyan. Daddy masih di sini. Tidak apa-apa jika kalian tidak bisa kemari. Daddy yang akan kesana melihat keadaan Zahra. Dan ada yang ingin daddy sampaikan kepadamu dan kepada kedua orang tuamu. Daddy akan bersiap, dan sebentar lagi akan ke mansion kalian. "


Rayyan yang mendengar kalau mertuanya itu akan datang jadi sangat terkejut. Tapi dia langsung menormalkan rasa terkejutnya itu.


"Baiklah dad, aku dan Zahra akan menunggu kedatangan daddy. "


Panggilan terputus, Rayyan langsung merebahkan tubuhnya di samping istrinya.


"Daddy mau kemari?" tanya Zahra yang tadi mendengar sedikit pembicaraan mereka berdua.


"Iya... daddy ingin melihat keadaan anaknya. " kata Rayyan yang langsung memeluk istrinya itu.


"Aku jadi tidak enak, seharusnya kita yang kesana bukan daddy yang kemari. " ucap Zahra sambil menepuk-nepuk tangan Rayyan yang Melingkar di perutnya.

__ADS_1


"Tidak apa-apa sesekali daddy berkunjung kemari untuk menjenguk putrinya yang cantik ini. Beristirahatlah, sebentar lagi daddy akan datang. "


Rayyan dan Zahra akhirnya beristirahat sebentar sambil menunggu kedatangan daddy Simon nya yang ingin melihat keadaan anaknya.


__ADS_2