Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Terapi Pertama


__ADS_3

"Sudah sampai mana kalian dekat, apa hanya mencium tangannya saja atau sudah mencium lainnya. "


Celetukan dari Rayyan langsung membuat Ezra salah tingkah, dan membuat wajahnya memerah seperti kepiting rebus.


"Kenapa wajahmu memerah seperti itu?" tanya Rayyan kepada sahabatnya itu, setelah ia menandatangi berkas-berkasnya.


"Tidak apa-apa. Aku pergi dulu. " kata Ezra salah tingkah sambil mengambil berkas yang sudah di tanda tangani Rayyan.


Sebelum keluar Ezra meminta ijin kepada Rayyan kalau dia akan keluar saat makan siang.


"Aku akan ke luar saat makan siang nanti, jangan mencari ku. "


"Cih, Apakah kau janjian sama Zoya? " tanya Rayyan sambil berdecih.


"Tidak, ini lebih penting daripada bertemu dengan adikmu. Karena ini menyangkut masa depanku. " ucap Ezra sambil berlalu tanpa menghiraukan teriakan Rayyan


"Hei, kau jangan macam-macam ya. "


Setelah berteriak kepada Ezra, Rayyan segera mengirim video dan rekaman yang dikirim Max kepada Murad. Dan segera menelpon Murad.


"Hallo kakak... "


"Aku Faza, kak Rayyan. Ada apa? "


"Oh, Faza. Dimana kak Murad? "


"Kakak sedang melakukan pemeriksaan dan sekarang sedang melakukan terapi ringan. "


"Oh, baiklah. Katakan padanya aku sudah mengirim berkas penting. Tolong nanti segera hubungi aku kalau kakak sudah membacanya. "


"Baiklah, kak. Nanti aku sampaikan. "


Panggilan terputus, Faza langsung menaruh ponselnya ditas tanpa berniat membaca pesan-pesan yang masuk ke ponsel Murad. Karena dia sangat percaya kepada suaminya itu, dia yakin suaminya tidak akan melakukan hal-hal yang akan menyakiti hatinya.


Setelah beberapa saat akhirnya terapi ringan yang dilakukan Murad selesai. Faza langsung membantu suaminya itu dengan penuh perhatian dilihatnya peluh yang mengucur di kening dan membasahi bajunya.


"Apa sangat melelahkan kak? "


"Lelahnya tidak, tapi aku harus menahan sakitnya Faza. "


"Sakit sekali ya? "


Murad hanya mengangguk kan kepala membenarkan ucapan istrinya.


Faza dengan cekatan langsung membuka baju Murad dan mengelapnya dengan handuk lalu menggantinya dengan kaos baru agar lebih nyaman. Setelah itu, mereka baru menemui dokter.

__ADS_1


"Bagaimana dok, perkembangan suami saya? "


"Sudah lebih baik nona. Tuan Murad sudah bisa menggerakkan kakinya yang cidera. Walau masih sakit, karena belum terbiasa. Benar kan tuan. "


Murad mengangguk. "Sakitnya luar biasa dokter. "


"Perlahan tapi pasti tuan, rasa sakit itu harus di lawan. Jika didiamkan saja maka sakitnya akan manja, dan itu akan berbahaya untuk kaki anda. "


"Setelah sampai di rumah, tolong di kompres dengan air hangat kaki tuan Murad ya, nona. Agar, semua otot ototnya bisa relaks dan tidak kaku. " ujar dokter Aslan, dokter yang menangani Murad saat ini


"Baik dokter. "


Dokter pun memberikan beberapa obat untuk Murad. Setelah itu, mereka segera keluar dari rumah sakit.


Di mobil,


Faza yang baru ingat kalau Rayyan tadi menghubunginya segera memberikan ponsel suaminya itu.


"Kak, tadi kak Rayyan telpon. Katanya dia sudah mengirimkan beberapa berkas ke ponsel kakak. "


Murad segera membuka ponselnya dan melihat pesan apa yang dikirimkan Rayyan kepadanya. Melihat tanda yang dikirim Rayyan, Murad langsung mengerti, dan mengembalikan ponsel nya kepada Faza.


"Kenapa tidak di buka kak? " tanya Faza yang penasaran karena suaminya itu hanya melihat sekilas lalu memberikan ponselnya kembali kepadanya.


"Biar aku buka di rumah saja, sayang. Membacanya aku butuh konsentrasi. Saat ini kakiku sakit semua, ngilu rasanya." Ujar Murad yang sudah tidak bisa menahan rasa nyeri di kakinya.


Murad pun langsung bersandar di bahu istrinya. Hingga akhirnya mereka sampai di mansion.


Murad di bantu sopirnya kembali duduk di kursi rodanya. Lelah rasanya, Dia ingin segera bisa berjalan seperti dulu, dan melakukan apapun yang dia inginkan. Tapi sekali lagi, dia harus bersabar dan bersyukur. Karena kecelakaan itu, akhirnya dia bisa menikah dengan wanita yang dia cintai selama ini, dan bisa melihat ketulusannya dalam merawatnya.


Kini dia mulai percaya, dengan sebuah ungkapan yang menyatakan. Kebahagian dan ketulusan dapat kita temukan saat kita terjatuh.


"Carilah tangan yang mau menyambut kita saat kita terjatuh. Carilah mata yang selalu melihat kebaikan kita, ketika kita tidak sempurna. Dan Carilah hati yang selalu sudi menemani kita, disaat semuanya menjauh. "


Dan kini Murad bisa menemukan sosok itu pada diri Faza. Istri kecilnya.


Faza membawa Murad ke kamarnya setelah sebelumnya dia minta dibawakan makan siang dan kompresan untuk kaki Suaminya kepada pelayan.


"Mommy kemana kok tidak kelihatan. " Tanya Murad ketika mereka sudah berada di dalam kamar.


"Momny sedang menemani daddy makan siang bersama koleganya. "


Faza lalu membantu Murad ke tempat tidurnya, dan memasang kompresan di kaki. Lalu menyuapkan makan siang ke mulut suaminya dan dirinya sendiri. Inilah yang di sukai Faza ketika makan berdua seperti ini. Dia bisa makan sepiring berdua dengan suaminya.


Setelah makan dan minum obat, Murad tidak langsung tertidur. Malah Faza yang sudah terlelap lebih dulu. Dia ingin melihat pesan dari Rayyan. Dan dengan menggunakan earphone di telinganya, Murad lalu memutar rekaman Video yang diterimanya.

__ADS_1


Dengan gigi yang bergelatuk, Murad menahan kemarahannya setelah melihat pesan dari Rayyan.


"Kenapa ada orang yang ingin balas dendam tapi dia menggunakan tangan orang lain untuk mengeksekusi. Dasar biadab. "


Murad langsung menghubungi Rayyan, tak peduli Faza sedang terlelap.


"Nanti kita akan membicarakan ini semua kepada Daddy, agar semua ini tidak berlarut-larut. "


"Baiklah kak. Aku mengerti kakak."


**********


Di sebuah mall terbesar di Turki , Ezra sedang memasuki sebuah toko perhiasan. Dia ingin memberikan sesuatu untuk Zoya.


"Berikan aku sebuah kalung yang sangat indah untuk kekasih ku. " ujar Ezra tanpa merasa malu.


Pelayan toko pun segera mengambilkan beberapa contoh kalung kepada Ezra. Lalu Ezra mengambil salah satu kalung yang dirasa akan sangat cantik


dileher Zoya. Dia langsung melakukan pembayaran dan segera pergi dari mall itu ke suatu tempat.


Sesampainya di tujuan, muncul seseorang dengan senyum mengejek kepada Ezra.


"Ada apa kau kemari. " tanya seseorang itu yang tak lain sahabat Murad yang lain. Dia adalah salah satu ketua tim IT yang dibentuk daddy Erhan untuk memperkuat keamanan perusahaannya.


"Pasang GPS di kalung ini. Aku tunggu sampai nanti sore. "


"Hei manusia kulkas, kau pikir aku memasang apa ini, sampai kau memberikan waktu hanya tiga jam untuk menyelesaikan nya. kau kira aku robot. "


"Ayolah tolonglah bantu aku. "


"Baiklah, tapi bayarnya dua kali lipat. "


"Terserah tapi aku minta, selesaikan secepatnya. "


"Baiklah, tentu saja. "


"Aku pergii ke kantor dulu. Nanti pulang kerja aku kemari lagi. "


"Ya sudah pergilah. "


Ezra segera menancapkan gas mobilnya sambil menghubungi seseorang.


"Halo, Zo.. "Apakah nanti malam kau sibuk, aku ingin mengajakmu makan malam. ' Ezra


" Baiklah, aku tidak sibuk kok nanti jemput aku jam enam petang di butikku. " Zoya

__ADS_1


"Okey, nanti malam kita akan pergi bersama. Aku akan menjemputmu di butik. "


Note: Maaf kalau banyak typo, othornya udah nggak bisa melekπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ


__ADS_2