
"Erhan kau menipuku... " ucap Shofie dengan geram.
"Cih, memangnya siapa yang mau dengan wanita ular sepertimu. Segera bawa dia ke kantor polisi, dan hukum dia seberat-beratnya. Kali ini tidak ada belas kasih lagi untukmu Shofie, karena kau adalah ancaman untuk keluargaku dan orang lain." Kata Erhan dengan santai dan meninggalkan mobil dimana Shofie berada.
Shofie memandang Erhan penuh amarah dan kebencian. Ternyata rasa cintanya pada Erhan akan tetap berakhir di penjara walaupun segala macam cara telah dia lakukan.
"Monica... hanya tingga kau harapan mama satu-satunya. Jangan pernah memberikan celah kepada monica. " ucap Shofie dalam hati,
"Semoga kau baik-baik saja dan rencanamu berjalan baik di sana dan tidak terendus oleh keluarga itu. " Shofie masih berharap kepada anaknya.
Shofi segera dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan , sedangkan Erhan dan beberapa polisi juga tenaga medis lainnya membantu mengevakuasi Tuan Edward ke dalam ambulans. Dan membawanya ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya. Apakah benar dia menjadi sakit karena ulah Shofi, polisi juga mencari barang bukti berupa obat-obatan yang digunakan Shofi selama ini yang diberikan kepada Edward dan barang bukti lainnya untuk memperkuat segala tuduhan kepada Shofie.
Tak lama Evan juga datang , setelah Shofi dibawa pergi dari sana . Karena dia tidak ingin Shofi tahu kalau selama ini dialah yang sudah membocorkan semua rahasia mereka . Evan langsung memeluk tubuh papanya yang sudah sangat lemah , dan ikut ke dalam mobil ambulans yang akan membawanya ke rumah sakit . Erhan dan Kemal , mengikuti mereka dari belakang .
"Setelah ini tugas kita disini selesai Kemal. "
"Iya, dan kita bisa bertemu dengan istri kita. Ah... aku sudah sangat merindukannya. "
"Kau benar, aku juga sangat merindukan istriku. Tugas disini akan kita serahkan kepada Max, dia akan mengikuti semua jalannya proses hukum yang akan menjerat Shofie dan anaknya nanti. "
"Iya sebaiknya begitu, Kita juga akan meminta pengacara kita untuk menghabisi mereka secara hukum. " Kemal setuju dengan usul Erhan, karena dia sendiri tidak ingin repot-repot bolak balik datang ke negara ini. Biarlah hukum di negara ini yang bekerja menghukum Shofie.
"Bagaimana kalau anak perusahaan kita disini, kita pasrahkan kepada Max sebagai direkturnya. Dia sudah mengabdi kepada kita selama puluhan tahun, sebagai tangan kanan kita. Ya, setidaknya kita memberikan penghargaan kepadanya, Sekaligus memintanya mengawasi gerak gerik Shofie di sini. "
"Kalau itu terserah padamu, Erhan. Jika kau mempercayai Max silahkan saja."
"Baiklah nanti kita bicarakan hal ini dengan Max. "
Mereka berdua terus berbincang dan tanpa terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai di rumah sakit. Erhan dan Kemal mengikuti kemana brankar tuan Edward di dorong hingga sampai ke sebuah ruangan observasi. Disana mereka berhenti, karena tidak boleh masuk.
Erhan akhirnya mengajak dokter Evan ke ruangan direktur rumah sakit. Mereka berempat saling berhadapan, untuk berbicara serius.
"Evan, ini mengenai anakmu. Kata direktur rumah sakit, mereka sudah memiliki donor jantung untuk anakmu. Sekarang keputusan ada di tanganmu, kau akan membawa anak mu berobat ke Jepang atau tetap disini. " ujar Erhan yang tingin menyampaikan maksudnya dan tidak ingin di sebut memberi harapan palsu.
"Terima kasih sebelumnya Tuan Erhan , saya sangat berhutang banyak kepada anda . Tapi keputusan saya , saya akan tetap berada di sini untuk pengobatan anak saya maupun Papa saya . Saya juga ingin mengambil alih perusahaan milik Papa saya , yang diambil oleh Shofi dan Monica . Saya tidak ingin keluarga kami dimanfaatkan lagi seperti ini ." Kata Evan yang sudah memutuskan keputusannya.
"Jika Itu keputusanmu , itu sangat bagus dan aku sangat mendukungnya . Di sini nanti Kau bisa meminta tolong kepada Max ,dan pengacara kami yang akan menangani kasus Shofi dan anaknya nanti jika dia sudah tertangkap . Max akan tetap aku tugaskan di sini untuk mengawasi Shofi , sampai dia benar-benar dihukum berat dan tidak ada celah lagi baginya untuk bisa keluar dari penjara . "
__ADS_1
"Terima kasih Tuan Erhan , kami sangat berhutang banyak kepada anda ."
"Sudahlah Evan , keluargamu seperti ini, Itu semua karena orang dari masa laluku yang ingin membalas dendam kepadaku. Dan memanfaatkan kalian sebagai batu loncatan untuk mendekati kami . Tapi berkat dirimu juga , kami bisa segera menanganinya . Jadi Sudah tugas kami , untuk mengembalikan semuanya di tempat masing-masing ."
"Dokter , Tolong selamatkan anak Evan dan Papanya . Mengenai biaya , semua serahkan kepadaku aku yang akan membiayai mereka sampai mereka sembuh . Nanti kau bisa menghubungi orang kepercayaanku di sini yang bernama Max ." Kata Erhan kepada direktur rumah sakit .
"Baik Tuan Erhan , kami mengerti . Dan kami akan berusaha , menyembuhkan Abe dan Tuan Edward."
"Ya sudah kalau begitu , aku harus segera pergi dari sini. Jika ada apa-apa , kalian bisa menghubungi Max ."
Erhan beranjak dari duduknya dan berjabat tangan dengan Evan dan Direktur rumah sakit. Di luar ruangan Max dengan setia menunggu mereka.
"Oh, iya kenalkan, dia adalah Max. Orang kepercayaanku, yang akan menangani semua masalah disini. Dia yang akan menjadi Direktur utama di anak perusahaan kami di sini, K corp. Jadi kalau ada apa-apa kalian bisa menghubunginya di K. corp. " Erhan memperkenalkan Max , kepada direktur rumah sakit dan Evan .
Max sendiri yang baru saja mendengarkan pernyataan dari Erhan merasa terkejut dan tidak percaya .
"Tuan... "
"Diamlah Max , akan aku jelaskan di perjalanan Nanti ."
Akhirnya Erhan Kemal dan Max , keluar dari rumah sakit menuju anak perusahaannya di Jerman. Semua orang tertunduk setelah tahu kedatangan pemimpin Pusat di perusahaan mereka . Mereka tidak menyangka , kalau orang nomor satu di perusahaan itu akan berkunjung.
Direktur lama yang sudah memimpin perusahaan ini sejak tiga tahun terakhir , ikut menyambut kedatangan Erhan di perusahaan mereka . Mereka benar-benar tidak tahu , Apa tujuan Erhan datang ke anak perusahaan.
Mereka akan mengadakan rapat darurat hari ini juga , karena Erhan juga akan segera kembali sore nanti. Jadi dia dan Kemal tidak ingin menunda-nunda waktu lagi .
"Kedatangan saya kemari , yang secara mendadak dan tanpa pemberitahuan adalah untuk memberitahu kalian tentang pengangkatan direktur baru di perusahaan ini , yaitu Max orang kepercayaan saya selama ini . Dia akan bekerja di sini menggantikan direktur lama, yaitu tuan Ahmed. "
Tuan Ahmed terkejut mendengar itu. Jika ada Direktur baru, itu artinya dia akan diberhentikan.
"Tenang tuan Ahmed, Kau memang akan aku berhentikan dari perusahaan ini. Tapi kau akan aku pindahkan di anak perusahaan kita di Turki, jadi kau bisa pulang ke kampung halamanmu. Dan berkumpul dengan keluargamu. " Kata Erhan yang melihat ketegangan di wajah Ahmed.
Setelah mendengar keputusan dari Erhan, Ahmed langsung tersenyum lebar.
Erhan, Kemal, Max dan Ahmed berkumpul di ruangan direktur. Max dan Ahmed akan melakukan penandatanganan serah terima jabatan dan akan mulai berlaku esok hari.
"Setelah ini, kau bisa istirahat dan menjalankan perusahaan ini dengan tenang. Kau juga bisa menikah dengan orang yang kau cintai dan bisa membina keluargamu, Max. Kau juga bisa mengumpulkan orang-orangmu untuk membuat jasa bodyguard atau apapun itu. Tapi jika sewaktu-waktu aku membutuhkanmu, kau siap dengan semua orang-orang kepercayaanmu. " kata Erhan panjang lebar memberikan harapannya kepada Max.
__ADS_1
"Tentu, tuan. Terimakasih atas semua yang anda berikan kepada saya. dan terima kasih karena sudah memberikan kepercayaan kepada saya, tuan. "
"Ya sudah kalau begitu, aku dan Kemal harus segera kembali. Jangan Lupa masalah Evan dan Shofie disini, aku serahkan padamu. "
"Baik, tuan. "
Erhan dan Kemal segera pergi ke bandara dan kembali pulang.
************
Turki.
Zoya sampai di mansion dan langsung memeluk mommynya. Dan menangis tersedu-sedu.
"Mom, aku takut... "
"Sudah, sayang semua sudah berakhir. Ayo sekarang kau harus makan, Mommy sudah masak makanan yang kau minta . Kau harus menghabiskannya, ya "
"Iya mom , aku sudah sangat lapar ."
Zoya dan Ezra langsung menuju ke meja makan. Disana juga ada Faza yang sedang makan salad buah.
"Kau tidak, ikut kakak ke kantor Faza? " tanya Zoya langsung duduk di hadapan Faza.
" Tidak, Kak Murad melarangku datang ke perusahaan hari ini. Kak Murad ke perusahaan bersama kak Rayyan, sedangkan kak Zahra diantar sopir. " Faza menjelaskan alasan dia tidak boleh ikut ke perusahaan.
Zoya mengangguk lalu menyiapkan makanan untuknya dan Ezra. Awal makan memang Zoya makan dengan porsi sedikit seperti biasa, tapi setelah tahu rasa masakan mommynya, Zoya menambah makanan lebih banyak dari awal.
Ezra melihat porsi makan Zoya merasa tak percaya, karena selama ini yang dia tahu, Zoya sangat menjaga pola makannya.
"Sayang, apa perutmu tidak apa-apa? Kenapa kau makan banyak sekali? "
Zoya menggeleng dan hanya memberikan senyuman kepada suaminya. "Masakan mommy memang sangat enak, benarkan Faza? Tapi sayang, daddy selalu melarang mommy untuk masak. "
Ucapan Zoya dianggukk Faza, yang setuju dengan pendapat Zoya tentang masakan mommy Nisa.
Sedangkan Ezra yang ikut memakan masakan mommy Nisa menggeleng tak percaya, karena baginya makanan mommy Nisa biasa saja.
__ADS_1