Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Jebakan


__ADS_3

"Faza, aku ingin mengejar ketertinggalan Kita dari Ezra dan Zoya. Dan aku ingin anakku lah yang nanti harus terlahir pertama kali di mansion ini. Karena akulah putra tertua di keluarga ini Apa kau sudah siap? " tanya Murad yang melihat keterkejutan di wajah istrinya.


Faza langsung mengangguk, mendapat pertanyaan dari suaminya. Dalam hati dia bertanya "Bagaimana bisa mengejar ketertinggalan mereka, sedangkan selama ini yang bekerja adalah aku. "


Murad memulai aksinya pada sang istri. Dia langsung memberikan ciuman kepada Faza mulai dari wajah bibir, leher dan telinga Faza hingga turun ke dadanya. Murad memberikan rangsangan yang membuat Faza merasakan gelenyar aneh dalam dirinya. Dan membuat tubuhnya menggeliat tak beraturan. Murad yang melihat Faza seperti itu mengeluarkan senyum devil nya.


"Sekarang giliran ku yang akan membuatmu tak berdaya, istri kecilku." bisik Murad ditelinga Faza.


Lenguhan yang keluar dari mulut Faza semakin memancing Murad untuk melakukan hal yang lebih . Murad terus mengabsen setiap lekuk tubuh Faza hingga banyak tanda cinta yang Murad berikan di sekujur tubuh Faza .


Tak seperti biasanya , kali ini Muradlah yang lebih aktif untuk bekerja memuaskan sang istri .dan entah Sejak kapan , seluruh pakaian yang mereka kenakan terlepas dari tubuh keduanya. Hari yang panas semakin menambah panasnya ruangan di kamar mereka berdua.


Murad membaringkan istrinya dan dia mulai mengungkung tubuh kecil Faza.


"Kak apa yang kau lakukan? bagaimana dengan kakimu." Pekik Faza yang melihat Murad sudah berada di atasnya.


"Kamu cerewet sekali Faza. " Murad langsung menyambar bibir Faza yang terlalu banyak bicara.


"Mulai sekarang aku yang bekerja. " Ujar Murad yang membuat Faza tak mengertimengerti


"Tapi kak, bagaimana dengan kakimu? "


"Diamlah Faza kakiku sudah baik-baik saja. "


Murad lalu mengangkat satu kaki Faza dan di letakkannya di pundak nya. Setelah itu dia memasukkan alat tempurnya yang sudah siap untuk melakukan serangan. Hingga dia masuk sempurna ke sarang musuh dan memenuhinya.


Faza terpekik sebentar saat senjata itu memenuhi miliknya. Sungguh baru kali ini Faza merasakan yang seperti ini. Pelan tapi pasti Murad mulai bekerja dan bergerak dibawah sana untuk menjajah istrinya. Suara lenguhan Faza membuat Murad semakin menggila dan memepercepat gerakannya.


"Faster kak. " kata Faza yang merasakan dirinya akan meledak di dalam sana.


"Bersama."


Akhirnya mereka berdua mengeluarkan ledakan dahsyat di dalam sana. Murad meraskan miliknya tersiram dengan sesuatu yang hangat begitu pula dengan Faza. Dia merasakan begitu banyakanya saos mayonaise yang keluar di dalam sana.


Murad tidak segera mengeluarkan miliknya, karena dia akan melakukan yang ke dua kalinya. Sesuai janji Faza tadi. Sekarang, Murad berada di belakang Faza dan melakukan dari samping. Lagi dan lagi, Faza di buat kewalahan dengan apa yang di lakukan suaminya.


Apakah seperti ini, tenaga Murad saat dia sudah sembuh?


Sembuh? Apakah Murad sudah sembuh?


Faza menatap suaminya dengan tatapan aneh.


"Kenapa kau menatapku seperti itu, Faza. " tanya Murad yang melihat tatapan tak biasa dari Faza.


"Kak jujur padaku, apa kau sudah sembuh? " Tanya Faza yang penasaran.


"Nanti aku akan jawab. Sekarang nikmati ini Faza." Murad terus memompa tubuh Faza, dan memberikan gigitan-gigitan kecil di telinga Faza dan lehernya. Tangannya juga tidak tinggal diam mempermainkan squishy nya. Pokoknya tidak ada satupun yang terlewatkan dari jangkauan Murad.


Hingga akhirnya lenguhan panjang itu, keluar dari mulut mereka berdua. Murad tidak langsung melepaskan miliknya, dia ingin semua bibit kecebongnya masuk kedalam rahim Faza. Karena Murad sangat menginginkan anaknya nanti yang akan terlahir lebih dulu dari pada anak adik-adiknya.


Murad dan Faza masih mengatur nafas mereka yang tak beraturan. Sungguh hari yang panas ini semakin panas dengan kegiatan mereka berdua.


"Katakan padaku, apa kakak sudah sembuh?" tanya Faza lagi saat ia berhasil mengatur nafasnya.


"Iya... "

__ADS_1


"Sejak kapan? "


Sejak tadi. Saat aku terapi bersama dokter Evan. Kakiku memang sedikit tremor, tapi aku sudah tidak merasakan sakit di kakiku. Mungki terlalu lama tidak jalan jadi kakiku masih belum terbiasa. " ujar Murad yang masih tidak mau jujur kepada istrinya.


Dia akan menunjukkan perubahan pada dirinya sedikit demi sedikit. Agar Faza percaya kalau dia memang baru sembuh.


"Wah baguslah, kak. Besok kita terapi lagi ya agar kakak cepat sembuh. " ujar Faza dengan antusias.


"iya, sayang. Kalau aku sudah sembuh total aku akan menggendongmu sambil berlari. "


"Janji ya? "


"Iya janji. Sekarang tidur lah. " Murad berbaring memeluk Faza yang membelakangi nya. Dan mengusap perut Faza.


"Semoga Murad junior akan segera tumbuh disini." Gumam Murad sebelum ia memejamkan matanya.


"Aaamiin." balas Faza yang mengaminkan doa suaminya.


°


°


°


Tepat pukul enam sore Rayyan sudah berada di depan resto milik Zahra, dia sudah rapi dengan setelan semi formal, Rayyan hanya menggunakan kaos hitam sejenis sweater dilapisi jas semi formal dengan celana bahan senada. Dia sudah berjanji akan Menjemput Zahra, pukul enam.


Rayyan langsung masuk ke dalam resto dan menanyakan dimana keberadaan Istrinya itu. Para pelayan tertegun melihat pria yang tadi pagi datang ke restonya bersama owner mereka.


"No.. nona Zahra ada di ruangan nya tuan. " kata Pelayan itu, dengan gugup.


"Za... " ucapannya terhenti saat melihat Zahra sedang merapikan rambutnya dengan hairdryer.


Sungguh terlihat cantik dan mempesona. Itulah yang Rayyan melihat saat ini . Dia terpesona dengan kecantikan Zahra.


Zahra yang melihat suaminya sudah datang pun , segera meletakkan hair dryer nya .Dan berjalan menuju Rayyan , dan segera menyalami tangan Rayyan. Sepertinya dia sudah biasa dengan kebiasaan keluarga Khan yang satu ini .


"Apa kau sudah siap Zahra ?" tanya Rayyan untuk mengilangkan kegugupan nya.


"Sudah sih . Apa aku sudah terlihat cantik . " Zahra meminta pendapat saya .


"Cantik Kau sangat cantik hari ini , karena kau sudah Membuatku terpesona saat aku pertama kali , melihatmu tadi Zahra." Rayyan mengulurkan tangannya untuk membelai pipii Zahra yang mulus tanpa noda.


Zahra memejamkan matanya dan merasakan lembutnya sentuhan tangan Rayyan kepadanya.


"Kalau begitu ayo kita berangkat sebelum aku khilaf nanti. "Ujar Rayyan sedikit bercanda.


Pasangan suami istri itu keluar dari ruangannya. Zahra lalu menemui managernya. Kalau dia akan pulang.


" Kau yang bertanggung jawab selama aku pergi. dan jangan lupa kunci restoran ini dengan baik. " pesan Zahra kepada managernya.


"Baik nona serahkan pada ku. " Ucap Manager itu sambil melirik ke arah Rayyan yang sedang menghubungi mommynya kalau malam ini mereka makan di luar karena ada jamuan makan malam dengan Sandro.


Rayyan langsung merangkul pinggang Zahra, saat melihat istrinya itu selesai berbicara.


"Ayo sayang, kita akan terlambat nanti. " kata Rayyan sambil mencium pipi Zahra tanpa aba-aba.

__ADS_1


Zahra langsung mencubit pinggang Rayyan . Karena dia selalu menggodanya di depan umum .Rayyan hanya tertawa melihat istrinya yang salah tingkah .


"Ayo."


Rayan langsung menarik pinggang Zahra dan meninggalkan restorannya .


Tidak ada percakapan berarti di dalam mobil Selama perjalanan , mereka hanya berbincang biasa saja tentang pekerjaannya siang tadi . Hingga satu jam berlalu akhirnya mereka sampai di tempat yang sudah di reservasi oleh Sandro .


"Ray kamu pergi ke tempat mereka dulu , Aku mau ke toilet perutku agak mules dari tadi ."


"Baiklah Cepatlah Zahra , karena aku tidak mau dekat-dekat dengan wanita itu ." Kata Rayan sambil bergidik ngeri


"Iya aku akan datang secepatnya , setelah membuang hajatku ." Zahra segera berjalan cepat menuju toilet.


Mereka akhirnya berpisah Zahra ke toilet , sedangkan Rayyan ke tempat VIP yang telah dipesan oleh Sandro .


Sandro menyambut Rayyan dengan bahagia Begitu juga dengan Aliya , yang melihat Rayyan datang sendirian . Dia langsung menyambut kedatangan Rayyan dengan bersikap manja . Sedangkan Rayyan sendiri , sudah risih dibuatnya .


"Langsung saja tuan Santro , Sebenarnya ada hal apa anda ingin menemui saya . " Tanya Rayyan yang tidak ingin berbasa-basi dengan dua orang di depannya.


"Santai saja Tuan Rayyan , kita berbincang dulu dengan santai , sebelum masuk ke pembicaraan inti ." Ujar Sandro yang tidak mau terburu-buru .


Tak lama seorang pelayan datang dengan membawa makanan dan minuman yang sudah dipesan oleh Sandro .


"Bagaimana kalau kita makan malam dulu tuan . " tawar Sandro kepada Rayyan .


"Tunggu sebentar aku menunggu seseorang yang datang menemaniku . "


Dengan gelisah Rayyan , menunggu kedatangan Zahra yang tidak kunjung datang . Dan dia langsung meminum , minuman yang disediakan oleh Sandro dan Aliya.


Sandro dan Aliya tersenyum smirk melihat itu.Tiba-tiba Aliya mendekati Rayyan dan duduk di samping.


Rayyan melotot melihat Aliya yang berani-beraninya duduk di sampingnya.


"Al, tolong menjauh dari ku. " pinta Rayyan melihat Aliya mulai membuka satu persatu kancing kemejanya.


"Ayolah Rayyan Sampai kapan kau akan menolakku ?" Kata Aliya dengan manja .


Tapi Rayyan tidak terpengaruh sedikitpun , dia mencoba menghindar dari Aliya.


Tapi itu tak berlangsung lama , tubuh Rayyan tiba-tiba memanas . Entah apa yang terjadi pada dirinya . Tapi semuanya yang terjadi di luar kontrol dirinya . Aliya yang melihat obat yang ia berikan kepada Rayyan sudah bekerja , semakin mendekati pria pujaannya itu .


Namun tiba-tiba , pintu ruangan terbuka . Dilihatnya wajah marah seorang wanita mendekati Aliya , lalu ia menarik rambut Aliya ke belakang hingga dia terjerembab karena sudah berani mendekati suaminya.


"Siapa kamu hah ," tanya Sandro yang tidak terima kalau anaknya diperlakukan seperti itu .


"Aku adalah istri Rayyan ,memangnya kenapa? " Kata Zahra dengan berani .


"Apa maksudmu Tuan Rayyan belum menikah ," kata Sandro yang tidak tahu apa-apa tentang pernikahan Rayyan dan Zahra. Karena semua pernikahan anak keluarga Kha tersembunyi ol3h publik sebelum nanti mereka mempublishnya saat resepsi di gelar.


"Diamlah kalau kau tidak tahu apa-apa , Aku adalah istrinya,dasar bodoh." Zahrs langsung mendekati Rayyan.


Aliya dan Sandro menggeleng tidak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Benar Tuan Sandro , nona Zahra adalah istri sah dari tuan Rayyan . Dan apa yang telah kamu lakukan kepada tuan Rayyan hah." Ezra masuk bersama dengan Zoya .

__ADS_1


"Zra.. tolong aku, tubuhku panas. "


__ADS_2