
"Dia adalah ibu tiriku yang datang dengan seorang anak perempuan yang bernama Monica. Dia mendekati ayahku dan berhasil mengambil hatinya . Sehingga ayahku mau menikahinya . Awalnya sikapnya memang baik , tapi lambat laun sifat aslinya keluar juga . Dia sangat jahat, sangat-sangat jahat . " Evan mulai ceritanya.
"Katakan kepada kami , siapa wanita itu . Kini Rayyan yang bertanya karena dia tidak sabar mengetahui dalang dibalik semua kejadian ini .
"Wanita itu bernama Shofie ."
Akhirnya sebuah nama yang mereka inginkan keluar juga dari mulut Evan. Erhan dan Kemal saling berpandangan. Tebakan mereka selama ini ternyata benar. Shofie adalah dalang dibalik ini semua.
"Ray, buka ikatan dokter Evan. " perintah Erhan kepada anaknya.
"Tapi dad. " Rayyan ingin protes, tapi Erhan tidak menerim protesnya kali ini.
Akhirnya Rayyan pun melepaskan ikatan dokter Evan. Erhan mengajak Evan untuk berbicara di sebuah ruangan , Rayyan dan Kemal pun ikut dalam pembicaraan tersebut .
"Jadi yang memberitahu adalah Shofie ?" tanya Erhan meminta penjelasan dari Evan.
Evan mengangguk. "Iya. "
"Ceritakan masalahmu kepada kami, sehingga kamu tidak bisa menolak permintaan wanita ular itu. " pinta Erhan kepada Evan agar dia mau cerita apa sebenarnya yang terjadi.
Evan mengangguk dan mulai menceritakan apa yang terjadi pada keluarganya selama ini.
Evan Pov
Ayahku menikah dengan Shofie, dua tahun lalu. Dan aku menerimanya, karena aku pikir Shofie adalah wanita baik-baik. Aku pikir dia juga seorang janda dengan satu anak yang bernama Monica. Mungkin saja dia bisa merawat ayahku yang sejak lima tahun hidup sendiri. Karena aku juga sudah memiliki keluarga. Sedangkan anakku mengalami kelainan jantung sejak lahir.
Satu tahun berlalu semuanya masih baik-baik saja, Shofie bersikap baik kepada ayahku, dan keluarga kecilku. Tapi di tahun keduanya, Shofie mulai berulah. Sejak ayahku sakit-sakitan. Sedikit demi sedikit dia mulai menguasai semua aset kekayaan ayahku. Ayah yang tidak tau apa-apa hanya menurutinya. Karena dia butuh seseorang untuk mendampinginya dan merawatnya saat sedang sakit seperti ini. Ayah tidak memberitahu kepadaku. Sampai aku sendiri yang tahu semuanya.
Yang tidak bisa dia miliki hanyalah rumah dan mobilku yang sudah menjadi hak milikku.
Hingga, saat penyakit jantung anakku kambuh. Aku sangat membutuhkan biaya untuk pengobatan anakku. Biaya yang cukup besar karena dia harus menjalani operasi. Tapi aku tidak memiliki uang sebanyak itu untuk membiayainya.
"Bukankah kau sendiri seorang dokter. Masa tidak memiliki biaya untuk mengobati anakmu. " cicit Rayyan.
Walaupun aku sendiri seorang dokter tapi gajiku, habis untuk kebutuhan sehari-hari dan pengobatan anakku yang spesial itu tiap bulan. Jadi...
Aku pergi ke rumah ayahku, bermaksud meminjam uang kepadanya. Tapi apa yang aku lihat di sana sungguh memilukan. Ayahku duduk di kursi roda dengan tubuh yang tak berdaya.
__ADS_1
Aku mempertanyakan tentang keadaan ayahku kepada shofie dan Monica tapi mereka hanya tersenyum mengejek.
"Ayahmu baik-baik saja, dia hanya sedikit sakit. Benar kan pa? " kata Monica sambil memeluk Edward (ayah Evan) .
Edward hanya mengedipkan matanya pertanda dia baik baik saja.
"Katakan apa yang kalian lakukan pada ayahku. " bentak Evan kepada Shofie dan Monica.
"Huuu... takut. " kata Monica lagi dengan wajah mengejek.
"Ikuti aku. " Shofie tanpa banyak tanya meminta Evan mengikutinya.
Aku dan Shofie berada di ruang kerja ayahku. Lancang sekali dia berani masuk ke ruangan pribadi ayah. batinku waktu itu.
"Ayahmu akan baik-baik saja, dan aku akan memberikan uang untuk biaya pengobatan anakmu, jika kamu mau melakukan perintahku. " kata Shofie dengan senyum liciknya.
Mendengar itu aku langsung maju menghampirinya , lalu mencekik lehernya . Ingin sekali aku menghabisinya waktu itu. Tapi dia menunjukkan layar komputer yang sedang menampilkan CCTV , dan di dalam CCTV itu ada video ayahku bersama Monica yang sedang membawa pisau . CCTV kedua di sebuah rumah sakit, tampak dua orang tengah berjaga di depan kamar rawat anakku.
"Aku bisa menghancurkan mereka secara bersamaan jika kau tidak mau menuruti perintah ku. " kata Shofie dengan senyum mengejek kepadaku.
"Katakan, apa maumu. " kataku pada akhirnya.
"Nah, itu baru anak dan ayah yang baik. "
Shofie lalu melakukan sebuah kesepakatan denganku, yaitu aku harus datang ke Turki untuk menghancurkan keluarga Khan melalui Zoya,putri satu-satunya keluarga Khan. Dan imbalannya anak dan ayahku tetap hidup tapi tetap dalam pengawasan mereka, sampai aku berhasil menghancurka keluarga kalian.
Evan Pov End
"Begitulah, tuan. Kemarin aku dan istriku sepakat untuk menceritakan semua ini kepada anda. berharap anda mau membantu kami. " kata Evan dengan wajah tertunduk. "Tapi anda lebih dulu menangkap saya. "
Erhan, Rayyan dan Kemal saling berpandangan. Mereka merasa kasihan dengan keadaan yang menimpa keluarga dokter Evan. Dia dijadikan alat untuk balas dendam Shofie.
"Aku ingin bertanya kepadamu, kenapa kami tidak menemukan keberadaan Shofie. Padahal kami mengintai Monica selama dua puluh empat jam. " tanya Kemal yang penasaran tentang keberadaan Shofie selama ini.
Evan meringis mendengar pertanyaan dari Kemal.
"Kalian tidak akan menemukan keberadaan Shofie di rumah itu. Karena mereka sangat cerdik. Yang tinggal di rumah itu hanya Monica saja. Sedangkan Shofie dan ayahku berada di samping rumahnya. Mereka berdua hidup bertetangga selama ini, sejak aku melakukan misiku. "
__ADS_1
"Apa? " pekik mereka bertiga.
"Seperti yang kalian dengar. " kata Evan membenarkan ucapannya.
"Wah, mereka melakukan drama yang luar biasa rupanya. " kata Rayyan sambil bertepuk tangan. Namun tepukan tangannya berhenti saat mengingat sesuatu.
"Ngomong-ngomong, Shofie itu siapa sih? Kenapa sangat membenci keluarga kita " tanya Rayyan yang tidak tau apa-apa tentang Shofie. Begitu juga dengan Evan, yang penasaran dengan sosok Shofie.
"Mantan daddymu. " jawab Kemal tanpa filter. mendengar itu membuat Rayyan dan Evan membulatkan matanya.
"Seriously? " tanya Rayyan tak percaya, begitu juga dengan Evan.
"Jangan dengarkan Kemal. Dia bohong. " ujar Erhan sambil memelototkan matanya kepada Kemal.
"Shofie adalah saudara jauh ku. Dia terobsesi dengan ku. Dulu bahkan grandma mu ingin menjodohkan ku dengannya, karena melihat shofie yang terobsesi dengan ku. Tapi aku dengan keras menolak, dan akhirnya aku bertemu dengan mommy mu. " Erhan menceritakan siapa Shofie kepada Rayyan dan Evan.
"Lalu kenapa dia sangat membenci keluarga kita?" tanya Rayyan lagi yang semakin penasaran dengan sosok shofie.
"Karena dia tidak terima aku menikah dengan mommymu, apalagi saat tau kalau mommy tengah hamil Murad waktu itu. Dia marah, dan sempat bertengkar dengan mommymu. Akhirnya grandma, mengusir dia dari mansion. "
Erhan menceritakan semuanya kepada Rayyan, tentang penusukan yang Shofie lakukan kepadanya. Sampai akhirnya keluarga Khan sepakat mengusir Shofie dan keluarganya keluar dari Turki dan melarangnya kembali ke negara ini.
Rayyan dan Evan akhirnya mengerti apa penyebab kebencian Shofie kepada keluarga Khan.
"Tuan... sebaiknya kalian harus waspada dengan
Monica. Jika Shofie tidak bisa masuk ke negara ini, tapii tidak dengan Monica. "
"Apa maksud mu?" tanya Rayyan.
" Monica berencana, setelah aku berhasil menghancurkan Zoya, Dia akan datang kemari untuk menggoda Pewaris Khan. Dan akan merebut semua kekayaan keluarga kalian. " Evan membuka rencana Monica kepada mereka.
"Ciih... siapa yang mau dengan wanita ular seperti dia. " kata Rayyan berdecih.
Erhan hanya tersenyum menanggapi ucapan Evan maupun Rayyan.
"Kami akan menunggu kedatangannya. " ujar Erhan santai.
__ADS_1