Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Di Luar Kendali


__ADS_3

Turki, 18.30


Evan memasuki halaman mansion keluarga K. Malam ini sesuai rencana, Evan akan menjemput Zoya di mansion sesuai rencana. Ezra sudah bersiap di hotel yang sudah di reservasi Evan dan Zoya, dia juga sudah melakukan penyamaran sebagai pegawai hotel dengan kumis tebal, kacamata dan ada tompel di pipinya . Murad tetap tinggal di mansion untuk menjaga para wanita, terutama istrinya yang sedang hamil dan tidak mau di tinggal, tapi dia tetap mengawasi pergerakan adik-adiknya melalui laptop yang terhubung dengan CCTV hotel atas bantuan Bastian. Sedangkan Rayyan ditugaskan untuk mengawasi Evan dan Zoya di dalam mobil . Semua orang memiliki tugas masing-masing , dan semua sudah sepakat akan hal itu .


Evan dan Zoya , masuk ke dalam hotel dan berjalan berdampingan dengan Zoya yang melingkarkan tangannya di lengan Evan . Pemandangan itu sungguh menyakitkan mata bagi Ezra . Tapi mau bagaimana lagi hanya untuk malam ini saja mereka bersandiwara .


Evan mengajak Zoya , duduk di meja yang sudah di reservasi oleh Ezra . Agar mereka mudah dalam bergerak ,dan mengevakuasi Zoya nanti . Evan bersikap sangat baik dan ramah , selayaknya seorang kekasih kepada Zoya . Dia menarik kursi , untuk Zoya duduk , setelah itu dia duduk di kursi samping Zoya. Mereka saling tersenyum ,seperti sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara .


Ezra mendekati meja mereka sambil menyodorkan menu makanan kepada Evan dan Zoya .


"Monica sudah sampai dari tadi. Dia duduk seorang diri di kursi ketiga, di belakang kalian ." Bisik Ezra sambil memberikan daftar menu makanan kepada Evan.


Evan yang mengerti pun menganggukkan kepalanya , seolah dia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Ezra yang sedang menawarkan daftar menu makanan kepada mereka .


"Aku pesan ini, ini, dan ini. " ujar Evan berlagak sok santai namun hatinya bergejolak malam ini. Ada sedikit rasa tak nyaman yang dia rasakan.


Begitu juga dengan Zoya, yang berusaha keras dalam situasi ini. Rayyan segera keluar dari mobil Evan dan langsung masuk ke dalam kamar hotel yang mereka resevasi, untuk berjaga-jaga di sana.


Zoya dan Evan saling bertatapan, mereka bingung akan melakukan apa ataupun berbicara tentang apa, suasana tampak canggung. Hingga Zoya segera mencairkan suasana.


"Ceritakan saja tentang anakmu, Evan. Yang penting kita saling berbicara dan tercipta kehangatan disini. Agar dia tidak mencurigai kita." ucap Zoya sambil berbisik di telinga Evan.


Evan yang mengerti pun , mengganggukan kepala dan tersenyum lebar kepala Zoya.


Akhirnya Evan menceritakan tentang anaknya kepada Zoya . Bagaimana keadaannya selama ini, dia juga menceritakan seperti apa istrinya. Wanita yang sangat Evan cintai selama ini. Suasana hangat tercipta saat Evan menceritakan keluarga kecilnya. Ezra yang berada di sekitar sana yang melayani tamupun, mengerti akan cerita Evan dan tidak menimbulkan perasaan cemburu dihatinya.


Lama bercerita akhirnya pesanan mereka pun datang, Zoya dan Evan langsung menyantap makanan yang sudah disiapkan, keadaan kembali tenang saat mereka berdua tengah menikmati makan malamnya.


Zoya berpamitan kepada Evan karena dia akan ke toilet sebentar. Evan yang ditinggal sendirian di sana memiliki kesempatan untuk mencampur minuman Zoya dengan obat tidur. Namun tanpa dia duga, obat yang akan dia masukkan ke dalam gelas Zoya tiba-tiba disahut oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan Monica.

__ADS_1


"Gantikan dengan ini. "


"Apa ini? "


"Ini adalah obat perangsang Evan, aku ingin kau memberikan ini kepadanya. Aku mau kau menikmati tubuhnya malam ini, dan aku rela dia menjadi milikmu malam ini. Tapi setelah ini kau akan menjadi milikku." Monica tertawa dengan penuh percaya diri lalu meninggalkan Evan sendirian di sana.


Untuk membuktikan kepada Monica dia telah


melakukan tugasnya dengan baik. Evan dengan ragu memasukkan obat itu sedikit ke dalam air minum Zoya. Dia lalu memberikan tanda bahaya kepada Murad yang saat ini mengawasinya melalui CCTV.


Murad yang mengerti hal itupun segera Menghubungi Zoya, namun sayang ponsel Zoya tertinggal. Hingga akhirnya dia menghubungi Ezra. Dan menceritakan apa yang terjadi barusan.


"Apa... benarkah itu? "


"Iya, Aku menghubungi Zoya tapi tidak diangkat. Sebaiknya kau ambil posisi aman saja, Zra. "


"Baik kak. "


Tak lama setelah dia meminum minumanya, Zoya mulai merasakan panas diseluruh tubuhnya.


"Evan, kenapa tubuhku terasa panas? "


Evan yang mendengar hal itu langsung memapah Zoya keluar dari restoran. Dia lalu meminta seorang pegawai hotel untuk membantu membawa Zoya ke dalam kamar hotel yang sudah dia siapkan. Dan pegawai hotel itu tak lain adalah Ezra. Saat masuk ke dalam lift, Monica ikut masuk bergabung dengan mereka, dan itu membuat Evan dan Ezra sangat terkejut.


"Kerja bagus kakak. Akhirnya aku bisa menghancurkan wanita ini. " Monica mencekal dagu Zoya lalu menghempaskan nya dengan kasar.


Ezra mengetatkan rahangnya, melihat perlakukan Monica kepada Zoya. Ingin sekali dia memukul wanita dihadapannya saat ini. Dan menghajarnya sampai habis. Tapi dia tidak bisa melakukannya karena masih belum saatnya.


Murad yang melihat keadaan sudah tidak kondusif lagi, segera meminta tolong kepada Rayyan dan menceritakan keadaan yang terjadi di lift.

__ADS_1


"Kau harus mengajak Monica bertemu malam ini juga, Ray. Jika tidak, Zoya benar-benar akan menjadi korban malam ini. "


Mendengar permintaan kakaknya, dengan terpaksa Rayyan harus mengikuti perintah kakaknya, karena ini berhubungan dengan saudara kembarnya. Dia segera keluar dari kamar hotel dan menghubungi Monica.


Monica yang mendapatkan telpon dari Rayyan tersenyum lebar.


"Lihatlah Evan, salah satu pewaris menghubungi ku. Dia pasti sudah tertarik kepadaku. " kata Monica penuh percaya diri. Lalu dia mengangkat telponnya.


"Bisa kita bertemu sekarang nona Monica. kebentulan saya baru ada rapat di restoran Valencia di depan Golden Hotel. "


"Wah, benarkah? Kebetulan kalau begitu, Saya akan segera ke sana tua Rayyan. "


"Baiklah, nona. Saya menunggu anda. "


Panggilan, terputus. Monica segera mengambil potret Evan yang sedang memapah Zoya yang sedang dalam keadaan tak berdaya.


"Aku rasa ini sudah cukup untuk menghebohkan berita online besok dan menggemparkan negara ini. Selamat bersenang-senang kakak. Aku pergi dulu untuk mendekati saudara kembarnya. "


Monica meninggalkan Evan dan Zoya. Ezra langsung menarik tubuh Zoya dan menggendongnya masuk ke dalam kamar lain. Bukan kamar yang direservasi dokter Evan.


"Kau boleh pergi, Evan. Istriku akan menjadi urusanku. "


"Baiklah tuan Ezra, maafkan aku karena telah membuat Zoya menjadi seperti ini. "


"Tidak apa-apa. ini semua di luar kendali kita. Kau boleh kembali ke apartemen. Besok, kami akan memberikan kabar bahagia untukmu. "


"Maksud anda, tuan? "


"Besok kau juga tau. Bersabarlah. "

__ADS_1


Malam ini sampai di sini dulu ya, mata udah sepet. Maaf kalau ada banyak typo, karena sejak subuh tadi othor lagi dalam perjalanan, dan tetap berusaha up bwt kalian. Harap di maklumi ya, gaess...


__ADS_2