Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Kekhawatiran Orang tua


__ADS_3

Tanpa Zoya sadari kini semua orang sudah mengetahui hubungan antara dirinya dan Ezra .


Dan tanpa rasa bersalah Zoya memasuki rumahnya dengan wajah penuh senyuman . Dilihatnya sang Mommy turun dari lantai dua.


"Assalamualaikum selamat malam Mommy ,Kenapa Mommy dari lantai dua tumben sekali . " sapa Zoya dengan wajah cerianya.


"Oh tadi Mommy hanya ingin melihat pemandangan dari atas, karena sudah lama Mommy tidak pernah menginjakkan kaki di lantai atas dan Mommy melihat pemandangan yang sangat indah dari atas . " ujar mommy Nisa dengan senyuman mengejek kepada Zoya.


"Wah Benarkah apa Mommy melihat ada bintang jatuh atau pelangi di malam hari ? " tanya Zoya


"Tidak, Mommy hanya melihat bunga yang bermekaran dan kembang api yang meletup-letup ."


"Mana ada mom, aku tidak mendengar adanya suara kembang api. "


"Suara kembang api itu tidak akan pernah kamu dengarkan Zoya , tapi hanya bisa kamu rasakan dan sepertinya bunga-bunga itu baru bermekaran . Jadi terlihat sangat indah . " ujar mommy Nisa .


"Sudah kembalilah ke kamarmu dan segera beristirahat kamu pasti lelah . "


"Baiklah mom, selamat malam . "


Zoya langsung melangkahkan kakinya ke lantai atas di mana kamarnya berada. Senyuman tak lekang dari bibirnya,dan dia merasa sangat bahagia malam ini karena bisa keluar dengan Ezra dan mendapatkan hadiah cantik dari pria dingin itu.


Zoya terus memandangi kalung yang melingkar di lehernya . Karena baru kali ini dia mendapatkan hadiah dari seorang pria . Rasa Bahagianya melebihi apapun .Dia harus segera memberikan jawaban kepada Ezra secepatnya . Dia tidak boleh menggantung perasaan Ezra terlalu lama. Karena itu juga tidak baik untuk kesehatan jantungnya tiap kali berdekatan dengan Ezra.


Para pria memutuskan untuk menyelesaikan rapatnya karena malam sudah semakin larut. Murad dibantu Rayyan mendorong kursi rodanya ke kamar. Sedangkan Erhan masuk ke dalam kamarnya.


Di dalam kamar Erhan Ditunggu oleh istrinya . Mungkin Nisa ingin mengatakan sesuatu yang serius kepada Erhan . Sehingga dia menunggu suaminya untuk berbicara .


"Kamu belum tidur sayang? " kata Erhan .


"Belum Mas, ada sesuatu yang Ingin kukatakan padamu .Dan ini sangat serius . Ini tentang Zoya ." kata Nisa dengan wajah cemasnya.


"Zoya ? Ada apa dengan Zoya ? " tanya Erhan pura-pura tak mengerti.

__ADS_1


"Kau tau, Malam ini Zoya pulang dengan siapa? " tanya Nisa masih dengan wajah cemasnya .


"Mana aku tahu Sayang aku kan sedang rapat dengan anak-anak . Memangnya Zoya pulang dengan siapa ?" Erhan Tanya balik


" Dia pulang bersama Ezra . "


"Ya Bagus dong kalau dia pulang bersama Ezra , Zoya akan aman bersamanya . Karena aku tahu sendiri siapa Ezra ." kata Erhan dengan santainya.


"Aku tahu Zoua akan aman bila bersama Ezra , tapi sepertinya mereka memiliki hubungan yang lebih ."


"Maksud kamu ?" Erhan masih berpura-pura tak mengerti.


" Aku Melihat Ezra memberikan sesuatu kepada Zoya , lalu mencium tangan Zoya kemudian sebelum mereka berpisah Ezra mencium kening Zoya. Apakah itu tidak aneh ?" Nisa masih berperang dengan pikirannya .


"Aku tanya padamu . Seandainya Ezra dan Zoya memang memiliki hubungan , apakah kamu akan merestui mereka? " tanya Erhan untuk memancing istrinya itu


"Entahlah , aku masih bingung . Kita sudah memiliki Faza untuk Murad . Lalu apakah Ezra juga harus untuk Zoya . " Pikir Nisa dengan segala kebingungannya


"Apa kau tidak menyukai Ezra ? " tanya Erhan menyelidik.


"Bolehkah aku mengatakan Sebuah Rahasia padamu ? " Erhan akan mengatakan segalanya kepada istrinya, dia tidak ingin menyembunyikan apapun dari istrinya. Karena ini menyangkut keluarga mereka.


"Rahasia apa ? Apa ada yang kau sembunyikan dariku ? Bukankah kita berjanji untuk saling terbuka . " Ucap Nisa dengan penuh curiga kepada suaminya


"Jangan curiga atau cemburu dulu Sayang . Karena aku juga baru mengetahuinya dari Rayan dan Murad . Dan Baru saja kami membicarakannya . " Kata Erhan untuk menenangkan istrinya .


"Memangnya ada apa? " tanya Nisa yang penasaran dengan maksud suaminya.


"Ada yang mengincar keluarga kita, dan menjadikan Zoya sebagai targetnya. "


"Apa, " Nisa merasa terkejut dengan apa yang baru saja dia dengar.


"Apa maksud kamu, mas? " tanya Nisa tak percaya

__ADS_1


Ehan lalu menunjuk kan video dan percakapan antara dokter Evan bersama istri dan wanita yang bernama Monica . Erhan menunggu istrinya itu melihat secara keseluruhan video yang diberikan Rayyan kepadanya.


"Apa maksudnya ini, mas? " tanya Nisa tak percaya.


Erhan lalu menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, Evan hanyalah orang suruhan wanita yang bernama Monica dan ibunya. Dia tidak bisa melawan, karena ada ayah , istri dan anaknya yang berada dalam ancaman dua wanita ular itu.


"Lalu siapa wanita itu mas? " tanya Nisa yang merasa shock dengan kabar yang baru saja dia terima.


"Aku tidak tau, tapi anak-anak sudah bergerak cepat untuk menyelidiki ini semua. "


"Bagaimana Murad dan Rayyan bisa bergerak cepat? " Nisa tak habis pikir dengan kedua anaknya itu, karena bisa tau dengan cepat maksud kedatangan dokter Evan.


"Ini semua karena kecurigaan Rayyan kepada dokter Evan. Dan menceritakannya kepada Murad. Lalu Murad segera memerintahkan Rayyan untuk segera menyelidiki dokter Evan melalui Max. " terang Erhan kepada istrinya itu.


"Kenapa bukan Ezra? " tanya Nisa masih dengan ke khawatirannya.


"Murad mengatakan padaku, kalau Ezra mencintai Zoya. Karena itu Murad tidak mau menyuruh Ezra, karena bisa saja Ezra lepas kendali dan membunuh dokter Evan karena mempermainkan hati Zoya. "


"Dari mana Murad tau kalau Ezra mencintai Zoya?" tanya Zoya tak mengerti.


"Faza... Faza menceritakan kalau kakaknya itu mencintai Zoya sejak masih kecil. Terbukti banyak foto-foto yang di ambil Ezra sejak kecil. Dan foto itupun sepertinya di ambil secara diam-diam oleh Ezra. "


"Ya Tuhan... Kenapa anak-anak kita memiliki takdir yang manis seperti ini sih, dengan anak Kemal dan Alima? Aku tidak menyangka anak pertama kami memiliki cinta sejati sejak masih kecil. " Kata Nisa dengan wajah dibuat menggemaskan.


"Jadi, bagaimana? apa kau masih tidak bisa menerima Ezra?" tanya Erhan dengan pertanyaan yang sama.


"Bukannya aku tidak menyukai Ezra. Tapi sifat mereka sangat bertolak belakang . Apakah mereka bisa bersatu ?"


"Kalau itu , kita pasrahkan saja kepada mereka berdua . Karena mereka berdua yang menjalaninya . " Ujar Erhan


"Bagiku yang terpenting adalah keamanan Zoya . Karena Zoya adalah Putri kita satu-satunya . Dan menurutku orang yang tepat untuk menemani Zoya dan melindunginya adalah Ezra . Kita juga sudah tahu siapa Ezra, dan latar belakangnya . Jadi Ezra tidak perlu diragukan lagi seperti apa orangnya,karena dia sudah jelas asal usulnya. Sama saat kita menginginkan Faza untuk Murad , begitupun Ezra untuk Zoya . Aku tahu kau memiliki hati yang sangat lembut , jadi aku percaya kau tidak akan memisahkan cinta mereka berdua ." Ujar Erhan panjang lebar .


"Apakah Zoya juga mencintai Ezra? " tanya Nisa

__ADS_1


"Aku masih belum tau, tapi kalau dari gestur nya aku yakin Zoya juga mencintai Ezra. Hanya saja dia belum menyadarinya. Karena dia masih polos dan suci seperti istriku waktu itu. " kata Erhan menggoda istri nya .


Mendengar itu membuat wajah Nisa memerah.


__ADS_2