
Kedua pasangan paruh baya itu saling terdiam beberapa saat , karena mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan . Alima yang merasa tidak enak kepada keluarga Nisa, karena kedua anaknya sama-sama mencintai anak dari keluarga yang sama . Apalagi keluarga Khan bukanlah keluarga sembarangan , mereka selalu dihormati di manapun mereka berada . Sedangkan Alima dan Kemal hanyalah seorang asisten dari Erhan dan Nisa dulu. Rasanya terlalu tidak tau diri dan ngelunjak jika kedua anak mereka mencintai kedua anak atasannya .
Nisa sendiri sebenarnya tidak keberatan , bahkan suaminya Erhan juga menyetujui jika Zoya menikah dengan Ezra . Karena bagi Erhan, Ezra adalah sosok yang bisa diandalkan untuk melindungi Putri mereka . Perusahaan saja bisa dia lindungi apalagi putri mereka.
Mereka berempat masih terdiam dan tidak ada satupun yang angkat bicara , hingga Nisa menangkap dua sosok yang sangat Iya kenali .
"Sayang Lihatlah ke sana , kalian berdua juga lihat ke sana. " tunjuk Nisa kepada dua orang yang baru masuk ke dalam restoran .
Mata mereka semua terbelalak saat melihat Ezra dan Zoya masuk ke dalam restoran yang sama dengan tempat mereka melakukan makan malam .
"Apa yang mereka lakukan di sini. " tanya Erhan kepada siapapun yang mau menjawabnya
Dan semua orang menggelengkan kepala tidak tahu harus menjawab apa .
Mereka terus memperhatikan gerak-gerik Ezra dan Zoya , apalagi Zoya yang selalu bergelayut manja pada lengan Ezra .
Mata ke empat orang tua itu tidak lepas memandang ke arah Ezra dan Zoya . Sepertinya hubungan mereka semakin dekat . Itulah yang ada di pikiran mereka masing-masing .
Ezra dan Zoya memilih tempat di pojokan yang jauh dari perhatian orang. Namun masih dalam pantauan orang tua mereka.
"Kamu mau pesan apa Zo ?" Tanya Ezra kepada Zoya .
'Kita pesan makanan yang berbeda seperti waktu itu , agar aku bisa mencoba makananmu dan kau bisa mencicipi makananku . Jika aku tidak menyukai makananku , maka aku akan menukarnya dengan makananmu. " Kata Zoya dengan akal liciknya .
Ezra hanya menggelengkan kepala mendengarkan permintaan Zoya .
Setelah memesan makanan , mereka saling bicara dari hati ke hati .
"Bagaimana jika Daddy menjodohkan mu dengan pria pilihannya ? Lalu aku bagaimana ? Kamu belum membalas pernyataan cintaku Zo. " Tanya Ezra sambil menggenggam tangan Zoya.
"Aku tidak tahu Ezra Kenapa daddy tiba-tiba ingin menjodohkan ku dengan anak dari rekan bisnisnya . Padahal selama ini daddy tidak pernah membahas soal pernikahan denganku." Kata Zoya sambil menghembuskan nafasnya .
"Tapi tadi Daddy akan memberimu waktu, akan menunggumu menjawab pernyataan cinta ku, setelah itu Jika kamu menerimaku, Aku disuruh untuk menghadap kepadanya dan mommy secara gentle." kata Ezra mengatakan apa yang dia dengar tadi pagi.
"Apa tadi kau mendengar semuanya Ezra? " Tanya Zoya sambil menyipitkan matanya .
__ADS_1
"Iya aku tadi mendengarkan semua perkataan Daddy , dan aku juga tak percaya dengan apa yang dikatakan daddy tadi. " Ujar Ezra
"Zo Katakan padaku Apakah kau tidak memiliki sedikit rasa pun padaku ? Sedikit saja ?" Tanya Ezra dengan wajah memelas.
"Entahlah Ezra , yang aku rasakan padamu adalah sebuah rasa nyaman dan bahagia saat bersamamu . Apakah itu bisa dikatakan cinta ? Karena aku sendiri belum pernah jatuh cinta ." ungksp Zoya.
Mendengar pernyataan dari Zoya membuat hati Ezra berbunga-bunga dia tidak menyangka kalau Zoya merasa nyaman dekat dengannya .
"Kalau kita tidak bertemu dalam waktu lama Apakah kau merindukanku ? Atau kalau aku tidak menghubungimu, Apakah kau juga merindukanku?" tanya Ezra lagi .
"Kadang kesel sih Kalau kamu tidak menghubungiku atau membalas chat ku lama sekali . Pernah juga merasa Rindu saat kamu pergi ke luar negeri beberapa waktu lalu . Saat itu akan membutuhkan tempat untuk curhat , tapi tak ada satupun orang yang bisa kupercaya selain dirimu untuk mencurahkan semua perasaanku jika aku sedang kesal atau marah . " ungkap Zoya.
Ezra langsung mengecup tangan Zoya lagi seperti sebelumnya.
Dan perbuatan Ezra tadi membuat mata Kemal dan Alima melotot tak percaya. Sedangkan Nisa dan Erhan hanya menggelengkan kepalanya, karena adegan tadi sudah mereka lihat semalam.
"Fix, Zo. Kamu juga mencintaiku. " ujar Ezra dengan mata berbinar.
"Benarkah? " tanya Zoya tak percaya dan mendapat mendapat anggukan dari Ezra.
Mendengar itu, membuat Ezra langsung lemas.
"Zo, sekarang bandingkan perasaanmu padaku dengan perasaanmu kepada dokter Evan." Kata Ezra dengan memasang wajah datarnya lagi.
"Maksud kamu apa Ezra , Aku tidak mengerti . " tanya Zoya
"Sekarang apa yang kau rasakan pada dokter Evan . Apa kau merindukannya, setelah Berapa hari tidak bertemu?" tanya yang Ezra kepada Zoya
"Aku kesal padanya , karena dia tidak membalas chat ku dan menghubungiku. karena itu aku tidak pernah menghubunginya lagi. " kata Zoya dengan ketus.
"Lalu apakah kau merindukannya? " tanya Ezra lagi dengan suara dingan.
Dan dibalas gelengan kepala oleh Zoya. " Aku tidak merindukan nya sama sekali. " ujar Zoya.
Perbincangan mereka terhenti saat makanan , mulai disajikan oleh pelayan restoran . Mereka lalu memakan makanannya tanpa berbicara berbeda sekali dengan waktu itu saat mereka makan dengan berbicara dan bercanda .
__ADS_1
Sepertinya Ezra harus menyusun rencana untuk meyakinkan hati Zoya . Bagaimana Jika dia menghilang sejenak dari kehidupan Zoya . Apakah Zoya akan mencarinya dan merindukannya atau tidak kedua-duanya . Ya sepertinya memang harus begitu . Selama ini hanya Ezra yang berjuang , kali ini Ezra ingin Zoya yang menyadari perasaannya kepada dirinya .
Dia akan bersikap dingin kepada Zoya , tidak akan ada kelembutan lagi . Apakah Zoya akan tahan dengan sikapnya yang dingin seperti dulu . Atau dia Sudah ketagihan dengan sikap manis Ezra .
"Ezra Kenapa kau hanya diam saja , katakan sesuatu padaku jangan diam seperti ini Aku tidak suka. " Kata Zoya dengan sedikit merengek .
"Aku sedang tidak ingin bicaraZo. " Kata Ezra dengan suara dinginnya.
"Apa kau marah padaku ? Karena ucapanku tadi. "
"Tidak." Jawab Ezra singkat dan terus memakan makanan yang ada di hadapannya, tanpa mempedulikan Zoya.
Keadaan seperti itu juga ditangkap mata oleh kedua orang tua mereka . Mereka menyimpulkan kalau terjadi sesuatu di antara mereka, Mungkinkah mereka bertengkar ? Pikir keempat orang tua yang sedang mengawasi kedua anaknya .
Zoya sangat tidak menyukai keadaan seperti ini , dia lebih menyukai Ezra yang manis dan romantis . Apakah tadi dia salah ngomong ya , tapi ucapannya yang mana yang membuat Ezra marah .
"Ezra Katakan padaku Apa yang membuatmu marah padaku , Aku tidak suka keadaan yang seperti ini . Ini terlalu membosankan . Aku suka kamu yang manis. " rengek Zoya dengan mengedip-ngedipkan matanya untuk menggoda Ezra.
Ingin rasanya Ezra tertawa melihat tingkah Zoya ,Tapi saat ini dia berada dalam mode kulkas .
"Ezra Ayo ngomong dong , jangan diam saja " Zoya masih merengek dengan menggoyang-goyangkan tangan Ezra . Sungguh sikap Zoya yang manja muncul saat ini.
Rengekan Zoya berhenti, dan membuat Ezra merasa aneh tapi tetap masih terdiam dalam mode kulkasnya.
Kedua orang tua mereka pun merasa aneh, kenapa Zoya tidak merengek lagi, mereka menebak memang sesuatu telah terjadi. Ezra yang tadinya bersikap manis kini berubah dingin, dan Zoya merengek pasti untuk membujuknya. Mereka ingin tau apa yang akan terjadi selanjutnya.
Tanpa aba-aba Zoya yang terdiam beberapa saat langsung memberikan serangan kepada Ezra.
Cup..
"Jangan marah lagi ya... " ucap Zoya setelah memberikan kecupan singkat di bibir Ezra.
Ezra yang sedang dalam mode kulkas, merasa terkejut, dan wajahnya langsung memerah setelah mendapatkan serangan dadakan dari Zoya.
Cup...
__ADS_1