
Waktu sudah menunjukkan larut malam, semua orang yang ada di mansion telah masuk ke kamarnya masing-masing. Tapi tidak dengan Rayyan dan Ezra yang masih berkutat di ruang kerja untuk membicarakan sesuatu. Entah itu sesuatu yang penting atau tidak, tapi mereka berdua masih serius membahasnya.
"Ezra, bantu aku yah. Kita harus membatalkan kerjasama dengan Simon. Lalu kau buat perusahaan yang sudah hampir bangkrut itu menjadi benar-benar bangkrut. " kata Rayyan yang merengek seperti anak kecil kepada sahabatnya itu.
"Ck, jadi kamu menyeretku kemari hanya karena masalah ini? " Ezra benar-benar kesal dengan tingkah Rayyan kali ini. Dia tidak habis pikir kenapa Rayyan terobsesi oleh gadis menyebalkan seperti Zahra.
"Katakan padaku, apa yang membuatmu terobsesi pada wanita itu. " Kata Ezra pada akhirnya..
"Aku tidak terobsesi padanya. Aku hanya kesal padanya. "
"Katakan padaku, apa yang membuatmu kesal padanya? " tanya Ezra lagi
"Dia mengataiku bodoh. " Jawab Rayyan dengan lirih.
"Cih.. kau memang bodoh. "
"Kau... "
Perdebatan pun terjadi antara Rayyan dan Ezra. Rayyan yang tidak menyukai dikatai bodoh malah dibenarkan oleh Ezra.
"Kau memang bodoh Rayyan, kau yang konyol menyukai gadis sombong dan angkuh itu, benar-benar bertolak belakang. Kamu nggak cocok sama dia. " Ezra mengungkapkan pendapatnya.
"Lalu apa bedanya denganmu, kamu yang dingin bermuka datar dan kaku, menyukai Zoya yang cerewet berisik dan manja. Apa bedanya hah... "
Skak mat...
Ezra tidak menyangka Rayyan akan mengatakan hal iti padanya, lalu dari mana Rayyan tau kalau dia menyukai Zoya.
"Kenapa? Apa kau terkejut dari mana aku tau kalau kau mencintai Zoya. " kata Rayyan dengan sombongnya.
"Jangan kira aku tidak tau ya, manusia kulkas. Kalau kau mencintai saudaraku. Aku tau semuanya. Karena itu bantu aku, mendapatkan wanita angkuh itu. Jika tidak aku akan menyebarkan kepada semua orang kalau kamu menyukai Zoya. " ancam Rayyan.
"Kau... " Ezra menunjuk wajah Rayyan.
"Apa? " tantang Rayyan
Ezra yang kesal pun mengacak rambutnya dengan kasar. Dia sangat tidak suka di ancam seperti ini. Ancaman yang menyudutkan dirinya.
"Baiklah hanya membatalkan kerja sama dan membuat perusahaan itu goyah kan? " kata Ezra yang dengan terpaksa mengikuti permainan Rayyan.
"Ya... hanya seperti itu. Dan setelah itu biar aku yang bekerja. " ucap Rayyan dengan senyum devilnya.
"Terserah kau saja. "
__ADS_1
Ezra lalu keluar dari ruang kerja dan hendak ke dapur mengambil air minum untuk di bawa ke kamarnya. Tapi sayup-sayup dia mendengar seseorang sedang mengambil sesuatu di dapur. Ezra mendekat, dan melihat sosok Zoya yang mengenakan baju tidur disana sedang mengambil sesuatu entah apa yang di ambilnya.
"Zo.. " panggil Ezra pelan agar Zoya tidak terkejut.
Tapi tetap saja Zoya terkejut mendengar panggilan Ezra.
"Ezra... bikin kaget aja, iihhhh. " kata Zoya sambil memukul-mukul dada bidang Ezra.
Ezra lalu menangkap tangan Zoya yang terus memukulinya. dan menggenggamnya erat.
"Kamu sedang apa? " Tanya Ezra yang masih memegang tangan Zoya dengan erat.
"Aku nyari makanan, lepasin Ezra sakit. " keluh Zoya yang merasakan sakit di tangannya.
"Ini sudah malam, jangan makan larut malam, Zo. nggak baik untuk kesehatanmu. " kata Ezra yang membetulkan letak kerudung Zoya yang sedikit miring.
Perhatian Kecil Ezra kepadanya membuat Zoya salah tingkah.
"Kamu kenapa belum tidur? " tanya Zoya untuk mengalihkan kegugupannya
"Aku baru saja menyelesaikan beberapa berkas dengan Rayyan. " tanpa sadar Ezra menyandarkan bokongnya di ujung meja. Zoya yang sudah menemukan makanannya pun duduk di kursi.
"Kamu mau? " tanya Zoya.
"Kata siapa ini enak loh. Cobain deh. "
Zoya lalu Menyendokkan,sesendok salad buah dan berusaha menyuapkannya pada Ezra. Melihat Zoya yang ingin menyuapkan makanan membuat Ezra menaikkan alisnya.
"Ayo buka mulutmu, dan rasakan betapa enaknya makanan ini. " kata Zoya yang tanpa sadar membuat hati Ezra bergemuruh hebat.
Dan seperti tak terkontrol lagi, Ezra pun membuka mulutnya dan menerima suapan salad buah itu dari tangan Zoya.
"Bagaimana enakkan? " tanya Zoya setelah Ezra menerima suapan dari tangan Zoya.
Dan seperti kerbau yang di cucuk hidungnya, Ezra hanya mengangguk.
Kejadian malam ini tak luput dari penglihatan Rayyan yang hendak naik ke kamarnya. Dia hanya berdecih mengejek kepada Ezra. Bisa-bisanya pria dingin sepeti Ezra menurut pada adiknya Zoya. Tapi dia tidak peduli, kalaupun mereka jadian suatu saat nanti Rayyan akan lebih mendukung hubungan mereka daripada adiknya dengan Evan. Rayyan langsung berjalan ke kamarnya tanpa melihat drama kedua orang bodoh itu.
Zoya lalu menyendokkan salad lagi dengan sendok bekas ia menyuapkannya di mulut Ezra tanpa jijik sedikitpun. Melihat itu Ezra menelan salivanya sengan susah payah.
"Benar-benar enak. Buatan mommy memang tidak ada bandingannya. Apa kau mau lagi Ezra? " tanya Zoya lagi setelah memasukkan makanan ke mulutnya. Dan dengan bodohnya Ezra mengangguk.
"Duduklah di sampingku. " Zoya menepuk-nepuk kursi disebelahnya agar Ezra mau duduk bersamanya. Lagi-lagi Ezra menurut dan duduk di samping Zoya.
__ADS_1
Kemudian Zoya memeberikan sebuah suapan lagi untuk Ezra begitulah seterusnya. Zoya bergantian menyuapkan makanan ke mulutnya dan kemulut Ezra secara bergantian. Bisa dibayangkan seperti apa perasaan Ezra saat ini. Penuh kupu-kupu yang menggelitik perutnya, sehingga membuatnya ingin terbang bersama kupu kupu itu.
Tanpa sadar satu mangkok besar salad buah itu pun tandas tak bersisa.
"Hmmm, enak ya? " kata Zoya yang menjilati sendok yang penuh dengan saos mayonaise itu. Dia seolah menggoda Ezra yang sejak tadi hanya memperhatikannya.
Ezra hanya mengangguk, menanggapi pertanyaan Zoya.
"Zo... "
"Hmmmm... ada apa? " Zoya langsung menoleh kearah Ezra.
"Itu.... " tangan Ezra terulur membersihkan saos mayonaise yang menempel di pipi Zoya dengan ibu jarinya lalu menyesapnya.
Mendapat perlakuan seperti itu dari Ezra membuat Zoya salah tingkah.
"Ezra, apa yang kau lakukan? "
Ezra tidak menjawab, tapi hanya memberikan senyuman manisnya yang disukai Zoya.
Deg...
"Kenapa senyum nya manis sekali sih. " gumam Zoya dalam hati.
"Zo... "
"Ya... "
"Makanan nya kan sudah habis, kembalilah ke kamar dan tidur lah. " ujar Ezra lalu dia berdiri
"Sini, biar aku yang menaruh piring itu ke wastafel."
Ezra ingin mengambil mangkok bekas tempat salad yang mereka makan berdua malam itu, tapi tangannya langsung di tepis Zoya.
"Jangan Ezra ini adalah tugasku. Kamu kembalilah. "
"Baiklah, aku akan menunggumu sampai kamu kembali ke kamarmu. " Kata Ezra yang tidak bisa dibantah.
Akhirnya Zoya segera mencuci mangkok itu agar dia dan Ezra segera kembali ke kamar mereka masing-masing. Saat mereka akan berpisah di tangga Ezra memanggil Zoya lagi.
"Zo... "
"Hmmm... "
__ADS_1
Cup...