Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)

Cinta Kasih Sang Pewaris (Our Love Story)
Cinta Monica


__ADS_3

Malam hari sesuai kesepakan Evan dan Monica mereka bertemu di sebuah cafe XX. Monica sudah lama menunggu kedatangan kakak tirinya itu untuk bertemu, tapi dia tidak segera datang. Monica merasa kesal karena merasa di permainkan oleh Evan. Saat dia akan menghubungi Evan, Tiba-tiba sosok tinggi tegap itu sudah berada di hadapannya.


"Apa kau sudah lama menungguku, Monica? " tanya Evan tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Kenapa baru datang? " tanya Monica dengan nada manja kepada kakak Iparnya ini.


"Aku harus menyelesaikan pekerjaanku dulu, Monica. Aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan ku begitu saja. " kata Evan yang sangat risih dengan sikap Monica yang seperti ulat bulu itu.


"Ah, ya. Aku lupa. Kakakku tercinta ini adalah seorang dokter disini. Maafkan aku kakak karena aku sudah lupa. "


"Katakan apa maumu. Aku sudah sangat lelah seharian bekerja, dan sekarang harus bertemu denganmu. " ucap Evan dengan sangat kesal.


"Apa kau lelah? Kau tidak ingin aku temani malam ini, kak? Aku siap melayani sampai pagi. " kata Monica tanpa tau malu sedikitpun.


"Monica hentikan. Aku sudah muak denganmu. Katakan apa yang kau inginkan lagi dariku, hah. " Evan sudah merasa marah dan kesal karena semua ucapan Monica yang selalu menggoda nya.


"Ck, jangan munafik Evan. Kau sudah terlalu lama berjauhan dengan istrimu, tidakkah kau merindukan hangatnya sentuhan dari seorang wanita? " Monica semakin berani menggerayangi tangan Evan. Namun langsung di tepis oleh Evan.


" Segera lakukan tugasmu Evan. Hancurkan tuan putri keluarga Khan itu. Dengan skandal besar yang akan merugikan keluarganya. Aku sudah ada di sini, dan aku akan melihat secara langsung bagaimana caramu menghancurkan tuan putri itu." Kata Monica dengan amarah tertahan, karena mendapatkan penolakan dari Evan.


"Baiklah akan aku lakukan besok, karena besok aku hanya bekerja sampai setengah hari. Aku akan mengajak Zoya makan malam, setelah itu aku akan melakukan apapun yang kau mau. " putus Evan. Bagaimanapun, cepat atau lambat Monica pasti memintanya melakukan sesuatu kepada Zoya.


"Bagus, sayang. Aku tidak sabar melihat kehancuran keluarga Khan yang telah menghancurkan kehidupan ibuku. "


Evan terdiam menatap wanita dihadapannya ini. Dia tidak menyangka keluarganya akan terjebak dengan kelicikan dua ibu dan anak yang masuk kedalam hidupnya. Kebencian makin menyeruak di dalam hati Evan, karena mereka berdua dia harus berpisah dengan anak dan istrinya.


"Apa hanya itu yang ingin kau katakan? Kalau tidak ada lagi yang ingin kau katakan aku akan kembali karena aku sudah merasa sangat lelah dan ingin istirahat ." kata Evan yang segera bangkit dari duduknya.


Dia ingin melangkah pergi dari sana, tapi Kata-kata Monica menghentikan langkahnya.

__ADS_1


"Apa kau masih tidak menerima tawaranku, kakak. Aku sangat ingin menghangatkan ranjangmu. Tidak kah sedikitpun kau memiliki perasaan kepadaku? Aku sangat mencintaimu sejak dulu, kak Evan. " ucap Monica tanpa ada rasa malu sedikitpun.


Evan memejamkan matanya mendengarkan ucapan Monica yang sangat memuakkan di telinganya. Setiap kali bertemu Monica selalu mengatakan itu, bahkan walau ada istrinya sekalipun. Dia tidak pernah berhenti menggodanya. Ingin bertindak pun dia tidak bisa, karena anak, istri dan papanya berada dalam genggaman tangan mereka. Evan merasa tidak berdaya untuk saat ini.


"Monica, ku mohon lepaskan aku. Aku benar-benar lelah saat ini. " pinta Evan dengan suara lirih.


" Baiklah, sayang. Pergilah, Besok aku tunggu kau di Golden Hotel besok. Aku ingin menyaksikan sendiri kau mengeksekusi Zoya. "


"Tentu saja, sesuai keinginanmu. Sekarang aku pergi dulu. "


Evan melepaskan cekalan tangan Monica, dan dia segera pergi meninggalkan Monica sendirian di restoran itu.


"Evan.. Evan... Semakin kesini kau semakin tampan, aku jadi ingin memilikimu seutuhnya. Setelah aku menghancurkan keluarga itu, aku akan menjadikanmu milikku. " kata Monica yang menatap punggung pria yang sangat dicintainya itu menjauh meninggalkan nya.


Di dalam mobil Evan mengambil udara sebanyak-banyaknya. Sesak rasanya setiap kali dia berada dekat dengan Monica. Setelah dia bisa bernafas dengan normal, Evan segera mengambil ponselnya dan menghubungi Murad.


"Hallo tuan, Apa kau sudah mendengarnya? "


"Terimakasih tuan."


" Setelah daddy ku berhasil mengatasi masalah di Jerman, disini Monica tidak akan ada apa-apa nya. " kata Murad lagi.


"Baik, tuan. Saya mengerti. Sekarang saya akan kembali ke apartemen bersama dua orang yang diutus tuan Erhan. "


"Baiklah kalau begitu Evan, beristirahatlah untuk malam ini. "


"Terimakasih tuan, Selamat Malam. "


Panggilan terputus, Evan langsung ke apartemennya bersama dengan dua bodyguard yang Erhan utus menjaga Evan. Karena bagaimanapun, disini Evan berada dalam perlindungannya. Evan dan keluarganya dalam masalah karena perbuatan sepupunya yang sudah memanfaatkannya.

__ADS_1


Di mansion keluarga Erhan.


Semua orang bergidik mendengarkan setiap kata-kata yang diucapkan Monica kepada Evan. Benar-benar wanita Ja*ang seperti ibunya.


"Aku tidak menyangka, wanita yang bernama Monica itu sangat menjijikkan. " celetuk Zahra yang juga ikut mendengarkan rekaman suara itu tadi.


"Karena Itu, para pria di keluarga ini harus berhati-hati, jangan sampai masuk ke dalam jebakannya. " Nisa memperingatkan anak-anaknya.


Murad dan Rayyan mengangguk mengerti.


"Kami akan berhati-hati, mom. " kata Rayyan.


Zoya yang sejak tadi ikut mendengarkan pembicaraan dokter Evan dan Monica, mengeratkan pegangan tangannya kepada Ezra suaminya. Dia merasa takut. Ezra yang merasakan ketakutan Zoya membalas genggaman tangannya.


"Semuanya, aku minta ijin ke kamar dulu. Sepertinya Zoya merasa tidak nyaman atau ketakutan. Karena pembicaraan tadi. Aku ingin menenangkan nya. " Ujar Ezra kepada semua orang.


"Baiklah Ezra, bawa Zoya dan tenangkan dia. Ingatlah sayang, kami semua akan mengawasi setiap gerak-gerik kalian besok. " Erhan ikut menenangkan anaknya itu, agar Zoya bisa merasa tenang.


Ezra akhirnya membawa Zoya ke dalam kamar. Yang tersisa seluruh keluarga yang masih akan membahas tentang ini semua.


"Jadi, besok aku dan Kemal akan langsung terbang ke Jerman. Kami akan membawa pesawat pribadi agar tidak dapat di lacak orang-orang Shofi. Aku tau, sepertinya, ada yang mengawasi mansion kita beberapa hari ini. Jadi besok sebelum pergi kami akan mengecoh nya dulu. " kata Erhan yang sudah memutuskan apa yang akan dia lakukan.


"Sayang... " Nisa merasa tidak rela jika ditinggalkan Erhan.


"Tenanglah, Sayang. Aku akan kembli dengan cepat setelah menyelesaikan semuanya. Aku juga tidak ingin berlama-lama jauh darimu. "


"Ehmm... ehmmm... "


Semua orang mulai berdehem mendengarkan kebucinan pasangam suami istri kadaluarsa itu. Walau usia sudah tua tapi keromantisan mereka tidak ada yang bisa mengalahkannya.

__ADS_1


"Ehm... Aku akan segera menyelesaikan semuanya, sayang. Dan kita akan hidup tenang seperti dulu lagi Aku juga merasa tidak tenang jika terus-terusan diteror Shofie dan anaknya. Bagaimana pun, selama aku hidup aku akan menjaga keluarga kita dari para pengganggu. "


__ADS_2