
Di kamar lain terdengar perdebatan antara sepasang suami istri, yaitu Ezra dan Zoya. Zoya yang tidak terima kalau Ezra akan mencarikan Wanita pemuas ranjang untuk Rayyan, sedangkan disana ada Zahra istrinya.
"Ezra, kamu serius mau mencarikan Rayyan wanita pemuas ranjang untuk Rayyan? " Teriak Zoya dengan mata melotot.
Ezra langsung menutup mulut Zoya dengan jari telunjuknya. Dan menggeleng.
"Aku hanya menggertak Zahra tadi, sayang. Mana mungkin aku akan membiarkan Rayyan berbuat maksiat dengan wanita Ja**ng. Sedangkan di sana Ada istrinya. " kata Ezra menjelaskan.
"Aku tau mereka berdua belum melakukan hubungan suami istri. Itulah kenapa Rayyan meminta untuk di guyur air dingin dari pada melampiaskan nya kepada Zahra, itu karena Rayyan tidak mau menyakiti Zahra, atau Zahra yang tidak mau disentuh oleh Rayyan. Karena itu aku tadi hanya menggertak Zahra dengan mencarikan wanita untuk memuaskan hasratnya." kata Ezra lagi.
Zoya kini mengerti, maksud Ezra.
"Kenapa tuan Sandro melakukan hal hina seperti itu ya? sangat menjijikkan." ujar Zoya yang tak habis pikir dengan ulah Sandro dan anaknya.
"Itu karena mereka ingib masuk ke dalam keluarga terpandang dengan harta berlimpah dengan kekayaan tujuh turunan yang tidak ada habisnya. Mereka akan melakukan segala macam cara untuk mendapatkan Rayyan termasuk dengan cara kotor seperti itu. " terang Ezra.
"Untung kamu menyadarinya Ezra, jika tidak aku tidak akan pernah tau, akan terjadi hal buruk yang menimpa saudaraku. " Zoya langsung memeluk Ezra suaminya.
Flashback.
Zoya dan Ezra yang merencanakan makan malam di sebuah restoran langganan mereka mengurungkan niatnya, karena perasaan Ezra yang tidak tenang.
"Zo, bisakah kita merubah tempat makan kita? " Ezra menyampaikan niatnya kepada Zoya.
"Kenapa? "
"Perasaanku tidak enak Zo. Aku takut terjadi sesuatu pada Rayyan. "
"Rayyan? memangnya kenapa Rayyan? "
"Aku merasa akan terjadi sesuatu yang buruk, bisakah kita menunda acara kita? "
"Tapi Zra...? "
"Aku mohon Zo... untuk malam ini saja. Aku tidak ingin kita semua menyesal karena keegoisan kita."
Zoya tidak bisa berkutik lagi. Karena Ezra sepertinya serius dengan ucapannya. Akhirnya Zoya mengalah untuk malam ini. Dia ingin membuktikan apakah ucapan suaminya itu benar. Akhirnya mereka berdua pergi ke tempat acara makan malam Rayyan dan Sandro.
Sesampainya di sana Zoya dan Ezra melihat Zahra yang berlari kecil keluar dari toilet untuk menyusul suaminya. Ezra dan Zoya langsung mengikuti kemana Zahra pergi. Dan mereka berdua melihat keributan yang terjadi di ruangan VIP itu.
Ternyata benar dugaan Ezra pasti ada yang tidak beres, yang akan terjadi pada Rayyan malam ini. Dan untungnya mereka datang tepat waktu.
Flashback off
Segera hubungi mommy Zo. Mungkin mommy punya solusi untuk mereka berdua besok. Karena malam ini adalah malam pertama mereka, apalagi Rayyan dalam keadaan tidak baik-baik saja. Aku takut Zahra terluka.
Zoya mengerti maksud suaminya dan segera menghubungi mommy Nisa.
"Ada apa sayang? Kenapa menghubungi mommy bukankah kalian sedang makan malam? " tanya Nisa yang sedang bersandar di bahu suaminya.
"Apa mommy sedang bersama daddy? "
"Iya, ada daddy dan Murad juga Faza. Memangnya ada apa? " tanya Nisa yang penasaran.
"Loudspeaker mom, ada yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua. "
__ADS_1
Nisa memandangi ponselnya dan langsung menyalakan loudspeaker. "Sudah, katakan ada apa? "
"Mom, Dad, Kak Murad telah terjadi sesuatu apda Rayyan. " terdengar suara panik dari Zoya.
Semua orang berpandangan mendengar kepanikan dari nada suara Zoya.
"Tenang sayang, apa yang terjadi pada Rayyan. Ceritakan kepada kami secara perlahan." Erhan langsung mengambil ponsel Nisa dan bicara kepadanya.
Zoya lalu menceritakan apa yang terjadi pada Rayyan tadi di restoran. Dan apa yang terjadi pada Rayyan di hotel.
" Kurang ajar, berani sekali mereka melakukan cara menjijikkan seperti ini. " Erhan dan Murad merasa geram dengan perbuatan Sandro dan anaknya yang tidak tau malu.
"Sekarang bagaimana keadaan Rayyan? " tanya Nisa.
"Mungkin mereka melakukannya malam ini mom. Tapi Ezra takut, Rayyam akan menyakiti Zahra. Karena ini adalah yang pertama untuk mereka. Tapi keadaan Rayyan yang tidak baik-baik saja itu yang Ezra takutkan mom. " Zoya mengatakan apa yang menjadi ketakutan dirinya dan Ezra.
"Apa mommy punya solusi? "
"Apa Rayyan tidak terlihat keluar kamar, dan terlihat cemas dan panik? "
"Tidak mom. Kami berada di sebelah kamar Rayyan. "
"Baiklah, besok pagi mommy dan Daddy akan ke hotel. Sekalian membawakan pakaian ganti untuk kalian berempat. Tetaplah di sana. Dan hubungi. mommy kalau terjadi apa-apa."
"Baik mom. "
Setelah mendengar kabar dari Zoya, Erhan segera menghubungi Kemal. Ternyata Kemal sudah bergerak cepat, dan sudah mengamankan Sandro dan anaknya.
"Kerja bagus Kemal. Terimakasih. Selanjutnya kita akan mempailitkan perusahaan Sandro. Dan mengakuisisi nya. "
Setelah mematikan ponselnya, Erhan lalu beranjak dari duduk nya.
"Mau ke mana, Mas? " tanya Nisa yang melihat raut wajah suaminya tak biasa.
"Aku akan menemui Sandro. Kalian istirahat lah. " Ucap Erhan kepada istri dan anaknya.
"Tapi mas, ini sudah malam. "
"Aku harus membuat perhitungan dengan bajingan tengik ikut." ucap Erhan dengan kilat amarah di matanya.
Nisa tidak bisa menghentikan suaminya jika sudah begini. Murad yang melihat kekhawatiran di wajah mommy nya mau tak mau angkat bicara.
"Apa aku boleh ikut Dad. Aku akan menemani daddy, dan membuat perhitungan dengan pria tua itu. " kata Murad yang juga ingin ikut membuat perhitungan.
"Tapi kakimu..."
" Aku tidak apa-apa dad. lagi pula kursi roda ini elektrik jadi bisa berjalan sendiri tanpa di dorong. "
Erhan yang melihat Murad bersikeras ikut pun akhirnya memperbolehkannya ikut.
Murad lalu berpamitan kepada Faza dan mommynya. "Tetap dirumah ya, jaga mommy. kalau ada apa-apa segera hubungi aku. "
Faza mengangguk. " Baik kakak. Kakak juga hati-hati ya? jangan pulang telalu larut."
"Istirahatlah Faza, jangan menungguku pulang. Karena aku tidak tau ini akan berlangsung lama atau cepat. "
__ADS_1
"Baiklah. kalau begitu. " Faza lalu memeluk suaminya dengan erat selama beberapa saat, lalu melepaskannya.
"Daddy, aku titip kak Murad ya? " kata Faza dengan polosnya.
Erhan dan Nisa saling berpandangan lalu tersenyum dan akhirnya Erhan menganggukkan kepalanya.
"Baiklah nak, aku akan menjaga bayi besarmu ini dengan baik. " Kata Erhan dengan nada mengejek ke pada Murad.
"Daaddd... "
Akhirnya Murad dan Erhan pergi ke tempat Sandro yang menjadi tawanan mereka.
Di hotel.
Sepasang suami istri sedang berdiam diri di atas sofa menunggu kalau-kalau Rayyan keluar dan butuh pertolongan. Tapi sampai dua jam menunggu tidak terjadi apapun.
"Zra coba kamu telpon apakah Rayyan baik-baik saja. " Zoya terus saja merengek karena takut terjadi sesuatu kepada Rayyan maupun Zahra.
Karena tidak tahan mendengar rengekan istrinya, akhirnya Ezra menghubungi Rayyan dan mengeraskan suaranya, agar Zoya mendengarkan apa yang terjadi pada Rayyan. Beberapa kali panggilan berdering namun tidak segera di angkat hingga saat panggilan akan berakhir, Rayyan baru mengangkat panggilannya.
"Ada apa Zra? "
Apa kau baik-baik saja. Iya aku jauh lebih baik. Terimakasih ya."
"Iya... ini adikmu terus kepikiran tentang keadaanmu. bicaralah dengannya. "
"Hallo Zoya, aku sudah lebih baik."
" Bagaimana dengan Zahra?"
"Dia sedang tidur di pelukan ku saat ini. "
"Apa dia baik-baik saja?" tanya Zoya khawatir .
"Kami berdua baik, Zo . Jangan khawatir. Kita bertemu besok saat sarapan. Okey. "
"Baiklah, selamat malam Ray, selamat beristirahat. "
"Kamu juga, Zo. "
"Bagaimana apa sekarang kau puas setelah mendengar ocehan Rayyan. "
"Iya... " jawa Zoya singkat.
"Bagaimana kalau kita menyusul mereka tebang Zo. " ajak Ezra yang mulai nakal kepada istrinya.
Dia mulai mengendus tengkuk leher Zoya dan menggigit ujung telinganya.
"Ezra.. Ah " sebuah suara sialan itu, lolos keluar dari mulut Zoya.
Ezra langsung menggendong Zoya ke atas tempat tidur. Dan terus saja mencumbui bibir dan leher Zoya. Sehingga membuat Zoya tak berdaya. Dan entah sejak kapan pakaian mereka sudah terogggok dibawah lantai.
"Kita akan menyusul Rayyan, terbang bersama Zahra, Sayang. Aku akan mengajakmu terbang juga sekarang. " Bisik Ezra yang sudah siap melakukan penyatuan dengan istrinya.
Malam itu dua pasang suami istri itu, akhirnya berakhir tak berdaya setelah melakukan tugas suci mereka dengan penuh peluh dan kenikmatan di dalam hotel yang sama namun di kamar berbeda .
__ADS_1